
Bisa kita mulai saja acara kita pak adi?? "
"Silahkan pak hendrik di mulaii.." Pa adi mempersilahkan pak hendrik untuk berbicara terlebih dulu.
'Terimakasih pak adi, maksud dan tujuan kami mengundang pak adi beserta keluarga selain menjalin silaturahmi kami juga ingin menjodohkan putra Kami raka dan juga naura.."
"Apaaa..... " Ucap Nara dan wl bersamaan, mereka saling pandang beberapa detik.
"Pah.. Papah bilangkan ini hanya acara makan malam biasa kenapa jadi ada unsur perjodohan sih??" Tanya Nara kesal pada papa nya.
al pun hanya diam saja tidak ingin membantah karna itu sama saja ingin membuat papah nya marah, iya hanya kaget jika mereka akan di jodohkan.
Begitulah kehidupan seorang anak konglomerat hidup dan jodoh nya sudah di atur oleh orang tua mereka.
Bagaimana kalau kita makan dulu, nanti makanan nya dingin sudah tidak enak... "Ucap mama intan.
Hanya ada suara piring dan sendok yang beradu, tak ada obrolan saat sedang makan.
"Aku udah selesai, mah, pah, om, tante Naura izin pamit keluar sebentar.." Nara pergi keluar resto.
'Saya juga permisi keluar..." " ucap al.
Sekarang Nara berasa di taman dekat resto iya duduk di kursi.
Aarrrgghhhh.. Sial banget si gue harus di jodohin sama si kamprett..."
"Gue juga bisa cari cowok sendiri yang lebih dari tu orang.." Gumam Nara lagi. Kalo bisa nyari sendiri kenapa masih jomblo??" Ucap sesorang di belakang Nara.
Iya pun berbalik melihat raka di belakang nya berjalan menuju kursi yang di duduki Nara.
Gue bukan nya gak mampu cari tapi gue males...Ngapain lo kesini... Ganggu suasana hati gue aja.. Pergi sana gue gak mau di ganggu.." Usir Nara.
Kenapa gak mau di jodohin sama gue..?"
Karna lo tuh jelek, songong, gue gak suka sama lo.."
Kalo gue bisa bikin lo suka sama gue, lo mau apa..?" Tanya al.
Hahaha jangan mimpi ya lo
Lo tuh sebenarnya suka kan sama guegue iya kan ngaku lo?? ' Ucap Nara lagi menunjuk raka.
"Iya gue suka sama lo, lo mau apa??"
Naura terdiam mendengar ucapan al.
Siang..
__ADS_1
"L-lo gak serius kan, lo gak mabuk kan ka pas kesini tadi? " Tanya Nara.
'Ya nggak lah, ya kali gue suka sama cewek kaya lho, kenapa lo udah ge-er ya??? " Ucap al.
Anjng lo ngerjain gue... "
Hahaha dih muka nya merah.. " Raka tertawa itu pertama kali nya al tertawa pada seorang gadis, Nara kagum melihat nya tapi iya cepat tepis perasaan itu.
"Gimana kalau kita bikin perjanjian?" Ucap al..
"Gimana kalau kita Terima perjodohan orang tua kita, dan kalau dalam waktu 1 bulan gue gak ada perasaan apa-apa sama lo kita batalin perjodohan ini, begitu pun lo sebaliknya gimana?? "
Eemmm... Ok deal. "
Mereka bersalaman beberapa detik.
"Balik sana ke dalam, di luar dingin.. "Ucap al.
Lo sendiri ngapain masih disini..?"
Gue mau ngeroko bentar...' Ucap mengeluarkan rokok dari saku celana nya.
Lo udah lama ya suka
ngeroko..?" Tanya Nara, alasan nya iya bertanya adalah iya melihat bibir al yang masih merah alami seperti bukan perokok.
"Ngapain masih disini, masuk sana...
"G-gue nungguin lo biar bareng..
'Terserah..." Ucap al. iya tak memperdulikan Nara yang duduk di sebelahnya.
Nih... " al menyodorkan handphone nya pada Naura.
"Hah... Buat apa???"
"Ck.. Tulis no handphone lu dsini...' " Ooohhh gue kirain lo mau ngasih ke gue hehehe... " Ucap Nara menggaruk tengkuk nya. Setelah selesai menuliskan nomornya iya mengembalikan handphone al.
al menginjak puntung rokok nya dan berdiri dari kursi.
Buruan kedalam, pasti mereka udah nungguin..."
Naura mengikuti di belakang al.
Kalian dari mana aja sih, kami kira kalian pulang... " Ucap mama silvi.
"Habis dari toilet mah.." Ucap al. Kamu juga dari mana ra? " Tanya mama intan.
__ADS_1
Cari angin di taman samping resto, emm.. Mah, pah, om, tante setelah Nara pikir Nara mau menerima perjodohan ini..."
Mereka semua sempat terkejut mendengar ucapan Nara.
"Kamu serius ra, kamu gak lagi kesambet setan di taman kan ??" Tanya mama nya.
liihh apaan sih Mah.. Nara serius.."
Kalo kamu bagaimana
Raka? " Saya terserah apa kata kalian.."
"Alhamdulillah.." mereka mengucapkan syukur.
"Terima kasih ya sayang kamu udah mau menerima al... "Ucap mama silvi memeluk Nara, Nara membalas pelukan mama silvi.
"Raka, tante titip Nara sama kamu ya, tegur dia kalau di salah.. Tante percayakan semua nya sama kamu.. " Ucap mama intan.
"Karna hari semakin malam kami pamit dulu pak hendrik bu silvi Riski sudah mulai mengantuk,terimakasih menyempatkan makan malam bersama kami .." Ucap pa adi.
Saya juga berterimakasih pak adi sudah mau menerima perjodohan ini saya sangat senang sekali begitu pun istri saya..." Mereka bersalaman.
Biar saya yang gendong Riski ke mobil om seperti nya dia sudah gak kuat jalan.. " Ucap al
. Memang benar anak itu sudah tersandar di kursi dengan mata terpejan.
'Terimakasih nak al.kamu tau aja om lagi sakit pinggang..."
Mereka pun bersama keluar dari resto,Raka yang menggendong Riski masuk ke dalam mobil dan merebahkan Riski ke paha Nara karna Nara sudah lebih dulu masuk ke mobil.
Pandangan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat, Nara segera memalingkan wajah nya iya merasakan jantung nya berdetak begitu cepat saat bertatapan dengan al.
"Kami duluan ya pak hendrik bu silvi, asalamualaikum..
"Walaikumsalam.. Hati-hati calon besan.." Ucap pak hendrik...
Hahaha pak hendrik ini bisa saja.. Saya duluan mari.." Sesampainya di rumah Nara langsung masuk ke dalam kamar nya berganti pakaian dan membersihkan sisa makeup nya.
Setelah semua ritual nya selesai Nara langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang.. Iya masih terbayang wajah dan tawa al tadi di taman.
Haissstt mikirin apa sih gue "Iya mencoba untukk tidur tetapi tetap tak bisa..
Ting.. 1 pesan chat masuk di handphone nya, Naura pun melihat nomor yang tidak di kenal. [081231xxxxxx: selamat tidur, jangan begadang besok gue jemput mama minta lo ke rumah.
Nara hanya melihat pesan nya tanpa ingin membalas, itu chat dari al.
Nara segera mematikan handphone nya dan mencoba tuk tidur.
__ADS_1