Dicintai Badboy Tampan

Dicintai Badboy Tampan
bab13


__ADS_3

Para gadis tak menyadari kalau raka dan teman-temannya sedari tadi di kelas,Tumben sekali bukan.


Brak...


Semua orang yang ada di kelas di buat kaget.


"Ayang Nara gue kenapa sampai di rawat di rumah sakit?? "Teriak rio


Heh beruk, ngagetin aja sih lo untung gue gak punya penyakit jantung.." Ucap maria.


"Temen lo sakit apa?" Tanya al.


"Nara gak papa ko. " Jawab Sindy.


Lah terus ngapain dia di rumah sakit kalo gak papa, nyokap atau bokap nya sakit? Atau dia gabut main nya di rumah sakit?" Tanya Renaldi.


"Iiih pertanyaan lo banyak banget semprul.. " Kata Lani.


Cerita nya panjang, gue gak bisa ceritain ke kalian.. " Kata Sindy.


Gue ikut ke rumah sakit.."


Aduh, jangan deh ka nanti Naura bisa marah sama kita.." Ucap Sindy.


"Biar itu jadi urusan gue kalo dia marah.. '


Sepulang sekolah raka dan teman-temannya dan juga para gadis memutuskan pergi ke rumah sakit.


Mereka melangkahkan kaki di lorong rumah sakit, dari kejauhan mereka melihat Naura yang duduk di luar sambil memeluk Riski.


"Loh ra kok kalian berdua di luar?" Tanya Sindy.


Nara melihat ke arah al dan teman-temannya.


"Mereka ngapain ikut kesini? Ra sorry ya tadi kita gak sengaja keceplosan.. " Kata maria.


"Lan itu anak siapa yang lagi sana Nara?" Tanya renal berbisik.


"Itu anak jalanan yang gue dan teman-teman gue temuin kemarin, yang di rawat disini ibu nya tu anak,hidup mereka menyedih-"


Stop cukup lin jangan di lanjut.. "Ucap rio. karena iya melihat mata Lina yang sudah memerah menahan ingin menangis.


Hampir 20 menit dokter belum juga keluar. Ra sebenarnya ibu Riski kenapa?" Tanya Sindy.


'Tadi sempat siuman sebentar gak lama dia kejang dan sesak nafas.." Jawab Nara.


Tak berselang lama dokter pun keluar.


Bagaimana keadaan beliau dok?" Tanya Nara.


Dokter menghela nafas berat.


"Mohon maaf kami sudah melakukan yang terbaik tapi Tuhan berkehendak lain.. " Ucap dokter

__ADS_1


"Innalillahi wainnailaihi roji' un.." Mereka serempak. Riski kecil menangis meraung memanggil ibu nya.


Bu, ibu bangun.. Iki sama siapa kalau ibu pergi.. Hikss. Hiks


Sinta mencoba menenangkan Riski yang menangis tanpa henti sambil memeluk jasat ibunya yang sudah terbujur kaku.


Nara sedari tadi terdiam mematung dengan tatapan kosong.


Apa yang iya takutkan kemarin terjadi.


al yang melihat pun langsung menarik Nara ke dalam pelukan nya. Pertahanan Nara pun akhirnya runtuh, Nara menangis terisak di pelukan al.


al yang merasa tubuh Nara bergetar di pelukan nya, iya mencoba menenangkan mengelus punggung Nara.


Kenapa rasanya hati gue sakit liat lo nangis gini, gue gak rela liat lo nangis kaya gini Nara .." Ucap raka dalam hatinya.


"Kenapa di dekapan lo gue merasa nyaman ral.. " Di dalam hati Nara bersuara.


"Udah ya jangan nangis, kita urus bersama pemakaman ibu nya Riski.." Ucap al menghapus air mata Nara, untuk pertama kali nya iya semanis ini dengan perempuan selain mama nya.


Mereka melakukan proses pemakaman ibu nya Riski.


Di atas gundukan tanah Riski kecil duduk memeluk nisan ibu nya.


Bu habis ini iki kemana, iki udah gak punya siapa-siapa? " Ucap nya pilu.


Riski kita pulang yuk hari udah mau senja, sebentar lagi akan turun hujan.. " Ucap Nara.


Pulang kemana ka? Iki gak mau pulang ke rumah kardus, iki mau disini aja sama ibu.."


Riski menggeleng.


Riski sudah terlalu banyak merepotkan kaka.."


"Kalau Riski gak mau tinggal sama kaka Riski mau tinggal di panti asuhan disana Riski gak akan kesepian,di sana Riski akan banyak teman..."


"Apa mereka mau menerima Riski?" Tanya Riski.


'Tentu mereka akan senang punya teman baru seperti Riski.." Ucap Naura meyakinkan.


Riski mau ka.. " Jawab nya.


"Tapi untuk malam ini iki tinggal di rumah ka Naura dulu ya?"


Iya ka, makasih ya ka udah baik banget sama Riski..


"Iya sayang.. Janji ya sama kakak Riski harus jadi anak baik disana gak boleh nakal.."


Janji kak.." Mereka menyatukan jari kelingking, manis sekali.


"Ya udah sekarang kita pulang ya.."


al boleh minta tolong setirkan mobil gue, kepala gue sedikit pusing.. " Ucap Nara, iya seakan lupa permusuhan mereka selama ini.

__ADS_1


al mengangguk iya memberikan kunci motor nya pada angga untuk membawakan motornya ke markas.


Di sepanjang jalan hanya ada keheningan, Riski yang tertidur di kursi belakang, nara yang sedari tadi memejamkan mata nya tapi tidak tidur.


Lo kenapa?" Tanya al melirik ke arah Naura.


Gak papa, cuman pusing..


Mau mampir beli obat dulu? 'Tanya al agi.


Ck.. Gak usah bawel al gue gak papa"


Raka berhenti bertanya pada Nara, iya mencari topik lain agar gadis itu tidak kesal lagi pada nya.


Gue punya kenalan panti asuhan yang bagus, kita bawa dia kesana aja.. " ucap al.


Lo bisa jamin di sana aman? Tanya Nara.


"1000% gue jamin, gue kenal pemilik nya..


Sesampainya di rumah


Nara menggandeng tangan Riski di ikuti raka dari belakang Saat ingin memasuki rumah Riski terdiam.


"Kok bengong kenapa?" Tanya Nara.


"Rumah kakak gede banget, iki merasa gak pantes masuk ka.. "


Gak papa yok masuk kaka kenalin sama orang tua kaka.. "


Meraka masuk ke dalam, Riski kecil sangat kagum dengan rumah besar Nara.


"Asalamualaikum.. "


"Walaikumsalam, eh anak mama udah pulang ada nak al juga.."Raka bersalaman dengan mama intan.


Netra mama intan tertuju pada Riski.


"Ra ini anak siapa?" Tanya mama nya.


Dia riski mah, anak yang Nara tolong kemarin,orang tua nya baru saja meninggal tadi siang dia gak punya siapa-siapa mah.. " Jawab Nara.


Innalillahi wainnailaihi roji' un, nama kamu siapa nak ? "


Riski bu.." Riski pun mencium tangan mama intan.


"Masyallah kamu sopan sekali..


Mah boleh kan Riski tidur disini dulu?.. " Tanya Nara meminta izin pada mama nya.


Boleh kok sayang, emm kalo Riski tinggal disini aja mau gak?" Tanya mama intan pada Riski.


Riski menggeleng,iya memperhatikan setiap sudut ruang. Rumah ini terlalu mewah untuk Riski, Riski mau tinggal di panti asuhan aja tante..

__ADS_1


Riski gak papa kok tinggal disini, ada mama intan, papa adi, ka Nara, bang aidil juga, anggap kami pengganti orang tua mu.." Ucap mama intan tapi tetap saja Riski menolak nya.


Nanti mama carikan panti asuhan yang bagus buat Riski ya, mama akan bicarakan ini sama papa.. "


__ADS_2