Dicintai Badboy Tampan

Dicintai Badboy Tampan
bab12


__ADS_3

Nara berjongkok menyamakan tingginya dengan anak itu yang kisaran berumur 9 tahun.


Nama kamu siapa? Kamu butuh obat buat apa dek? " Tanya Nara.


Anak itu tertunduk dan seperti menahan tangis.


"Nama aku Rizki ka, ibu ku sedang sakit aku tidak punya uang untuk membeli obat ibu.. " Jawab nya.


Ya allah kasian sekali, emb boleh kaka lihat kondisi ibu kamu?" Tanya Nara.


Anak itu hanya mengangguk, iya mengajak Naura dan yang lain ke rumah nya.


Kawasan yang terbilang tidak layak huni di bawah kolong jembatan, terdapat sebuah rumah kardus yang sudah kumuh.


Dari mereka berempat Lani lah yang paling cengeng, iya tak kuasa menahan kesedihan nya melihat keadaan Riski dan ibu nya.


Hiks.. Hiks.. Hiks..


Maria pun menyikut tangan lani.


"Sut.. Lho kalo mau nangis bisa di tahan dulu gak si? Bisik mega. "Hiks.. Hiks.. Gue sedih mega lihat kondisi mereka.. Ucap Lina sambil mengelap ingus nya.


Ya gue juga sedih tapi tahan napa si, kita lihat kondisi ibu nya anak ini dulu.. " Ucap maria.


Saat mereka masuk ke rumah kardus itu, mereka melihat seseorang terbaring di lantai yang beralaskan kardus.


Dek, itu ibu kamu?" Tanya Sindy.


"Iya ka.. " Jawab nya.


"Udah berapa lama ibu kamu sakit?" Tanya Nara. "Udah lama ka.."


Guys kita bawa ibunya Rizki ke rumah sakit ya, masalah biaya biar gue yang tanggung.." Ucap Nara.


Teman-teman nya mengangguk setuju, akhirnya mereka membawa ibu Rizki ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit ibu nya Rizki langsung di beri penanganan di ruang UGD.


Mereka pun menunggu hasil pemeriksaan.


Tidak lama dokter pun keluar. Bagaimana kondisi beliau dok?.. " Tanya Nara.


Kondisi pasien semakin memburuk, sudah lama pasien mengidap penyakit tipes.. " Jawab sang dokter.


"Tolong berikan yang untuk ibu nya anak ini dok, mereka tidak punya sanak saudara " Ucap Nara. terbaik


"Kami akan melakukan yang terbaik tapi semua kita serahkan lagi dengan yang di atas.. " Ucap dokter.


Rizkii yang tidak paham dengan pembicaraan dokter pun menghampiri Nara. Ka apa ibu bisa sembuh? Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu.." Ucap nya bergetar seperti ingin menangis.


Nara berjongkok dan memeluk Rizkii, begitu pun teman-temannya, mereka memberikan semangat pada Rizki.


Kita berdoa ya semoga ibu kamu cepat sembuh.." Ucap Sindy.

__ADS_1


Nara menoleh ke arah teman-temannya.


Guys kalo kalian mau pulang, duluan aja gak papa biar gue yang jagain Riski sama ibu nya disini.. " Ucap Nara. Kita gantian aja gimana? Kita gak tega liat lo jagain mereka sendirian.." Ucap Sindy di angguki temannya yang lain.


Sekarang biar gue sama Naura aja yang jagain disini, lho sama Lani pulang dulu aja.. " Ucap maria.


Kalo ada apa-apa cepat hubungin kita ya.. " Kata Lani.


Selepas kepergian Lani dan Sindy, Nara menyuruh maria untuk membawa Rizki ke kantin rumah sakit untuk membelikan Rizki makanan.


Menyisakan Nara termenung seorang diri di kursi ruang tunggu.


Pikiran nya berkelana,


bagaimana keadaan Rizki jika ibu nya di panggil Tuhan.


Seketika iya memikirkan apakah iya akan kuat ada di posisi Rizki kecil.


Tidak terasa buliran bening keluar dari ujung pelupuk mata Nara.


Nara menggeleng menghapus pikiran buruknya.


Nara yang melihat mega dan Rizkii yang sudah kembali dari kantin rumah sakit, cepat-cepat menghapus air matanya.


Ra, lo kenapa Habis nangis? "Tanya maria.


"Eh, enggak kok cuman habis kelilipan tadi.. " Ucap nya.


Nara pun tersenyum dan menerima roti dari Riski.


"Makasih ya, oh iya tadi Rizki udah beli makan? " Tanya Nara.


"Udah ka.." Jawab nya.


Pukul 8 malam Sinta dan Lina kembali ke rumah sakit. Ibu Rizki sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


Rizki sudah tertidur pulas di tempat tidur khusus bagi penunggu pasien.


Naura sengaja meminta ruangan VIP supaya ibu Riski mendapatkan penanganan yang terbaik.


Lo gak pulang dulu ra? Nanti nyokap bokap lo nyariin.." Ucap sindy.


"Astaghfirullah sin gue lupa ngabarin orang rumah.. " Ucap Nara.


Nara memeriksa


handphone nya, pantas saja tidak ada yang mengubungi nya iya lun tak mengecek handphone seharian ini ternyata handphone nya mati.


"Astaga HP gue lowbat pantes gak ada yang ngubungin gue.." Ucap Nara.


Gue pulang dulu ya gak papa kan gue tinggal besok pagi gue kesini lagi? " Ucap Nara.


"Santai aja ra, lho hati-hati ya.." Ucap Sindy.

__ADS_1


Naura bergegas pulang, pasti orang rumah bakalan khawatir pikir nya.


Pukul 9 malam Naura sudah sampai di rumah. Asalamualaikum.. " Ucap


Nara.


Walaikumsalam.. " Jawab mereka, mama intan langsung memeluk sang anak.


Kamu dari mana aja si ra kenpa baru pulang jam segini..??" Tanya mama intan.


"Hehehe.. Maaf mah Naura habis lembur kerja kelompok, HP nya juga lowbat... " Ucap nya berbohong.


Maaf mah pah Nara terpaksa bohong sama kalian.." Ucap nya dalam hati.


"Ya sudah kamu mandi dulu sana habis itu makan, ingat lain .kali bilang dulu kalo mau kemana jangan bikin orang tua khawatir, hampir aja mama sama papah lapor polisi.." Ucap sang papa.


"Iya pah.. " Ucap Nara lalu masuk ke kamarnya.


"Asalamualaikum.."


"Walaikumsalam, non gak sarapan dulu nanti magh nya kambuh lo.." Ucap bi ani.


Nara berlari kembali ke meja makan dan menyomot roti. Bi ani hanya menggeleng kepala melihat kelakuan anak perempuan majikan nya.


Nara melajukan mobil nya ke rumah sakit, 15 menit iya sudah sampai di rumah sakit karna masih terlalu pagi jalanan pun belum terlalu ramai.


Iya masuk perlahan ke ruangan.


"Asalamualaikum.. "


"Walaikumsalam.. " Jawab Sinta.


Gue kira lho masih tidur.. " Kata Nara.


"Sehabis sholat subuh mana gue bisa tidur lagi.."


"Maria sama Lani mana, udah pulang? "..


Iya tadi malam Lani di suruh pulang sama nyokap nya karena mau pamitan ke Paris. Maria pulang tadi habis sholat subuh. " Jawab Sindy.


Lo mending pulang aja sin siap-siap ke sekolah, biar gue yang jaga disini.."


"Lo gak sekolah??"


Gue disini aja nemenin Riski dan ibunya, lo izinin gue ya bilang gue sakit perut.."


"Ya udah, gue pulang dulu ya siap-siap ke sekolah.."


Nara melihat si kecil Riski yang sedang tertidur pulas, iya tersenyum melihat berapa lucu nya anak itu.


Sehabis dari kantin Lina, Sindy, dan maria kembali ke kelas.


Pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit aja ya, kasian Nara sendirian disana..

__ADS_1


__ADS_2