Dijodohin Netizen

Dijodohin Netizen
Dapet Lampu Hijau


__ADS_3

"Kak, kayaknya gue beneran naksir Zea deh."


Ekspresi Kak Isa masih terlihat santai. Tidak terlihat seperti orang kaget atau heran. Mungkin ibu satu anak itu sudah dapat menebaknya. Malah Kak Isa sibuk makan seblak yang dipesan Ayesha tadi.


"Kok lo biasa aja sih?" protes gue agak kesal.


"Lha emang lo berharap gue harus gimana? Zea cantik, keliatan sholehah dan baik-baik, ramah pula, masa iya lo nggak beneran naksir. Justru aneh kalau lo nggak naksir beneran."


Gue menyandarkan kepala gue ke belakang diiringi helaan napas panjang. "Tapi gue bingung, Kak."


"Soal?"


"Sama fans gue, padahal yang jodohin kan mereka, tapi giliran gue naksir beneran, eh, malah pada berharap gue sama yang lain lagi." gue berdecak, "ya, emang beberapa dari mereka masih dukung sih, Kak, tapi yang nggak dukung tuh sampe bikin Zea-nya nggak nyaman. Kemarin gue ketemu sama dia, Zea-nya jadi ketus gitu ke gue."


"Gegara film baru lo yang bentar lagi tayang itu?"


Gue langsung mengangguk cepat sebagai tanda jawaban. Bukan bermaksud menyalahkan atau apa, tapi memang setelah teaser filmnya dirilis dan kita disuruh untuk sering post foto kami, atau sekedar menunjukkan keakraban kami di sosial media, opini publik jadi berharapnya kami terlibat cinta lokasi dengan lawan main gue yang satu ini. Sebenarnya memang ini tujuannya, tapi gue jadi ikut nggak nyaman karenanya.


"Resiko pekerjaan kali, kayak baru masuk entertainment aja lo, Za. Pake segala culture shock," cibir Kak Isa.


"Aku bukan culture shock, Kak." gue langsung cepat mengganti panggilan gue menjadi aku-kamu karena Ayesha sudah kembali, "cuma apa ya--"


"Om, mau nggak?" tawar Ayesha tiba-tiba menyodorkan sushi menggunakan sumpitnya.


Gue awalnya menyipitkan kedua mata curiga, namun, meski demikian pada akhirnya gue tetap menerima suapan itu.


"Gimana, Om?"


Dahi gue mengkerut bingung. "Apanya yang gimana?" gue balik bertanya.


"Sushi-nya, enak atau enggak?"


Gue mengangguk. "Enak kok."


Ayesha ikut mengangguk. "Oke, thank you Om Eza yang ganteng."


Masih dengan mulut berisi sushi yang belum selesai gue kunyah, gue melongo dengan ekspresi shock. Tunggu sebentar, gue masih loading. Itu barusan maksudnya apa?


Sementara Kak Isa langsung terbahak di sela kunyahannya.


"Itu barusan Aye maksudnya ngapain, Kak? Jadiin aku kelinci percobaan gitu?"


"Bukan."


"Terus?"


"Sebagai tester aja. Kalau enak dia ikut makan, nah, kalau kurang enak, ya you know sendiri lah gimana sifat dan karakter ponakan sendiri."


Gue kemudian mengunyah sushi yang tadi belum gue kunyah sempurna, dengan gerakan sedikit kasar karena kesal.

__ADS_1


"Aye tuh bener-bener anak Kak Isa banget, sumpah."


Masih sambil sedikit tertawa, Kak Isa kemudian mengimbuhi. "Ya iya lah, anak gue masa iya anak tetangga."


Gue hanya mampu berdecak kesal setelahnya.


"Oke, skip, back to topic, Za. Jadi udah sejauh apa usaha kamu buat deketin Zea?"


Gue berpikir sejenak lalu menggeleng cepat tak lama setelahnya. Gue belum merasa udah melakukan usaha yang cukup intens.


"Susah, Kak. Gue pikir karena kami dijodohin fans bakalan mudah kasih dukungan, tapi ternyata ya nggak semudah itu juga."


"Berarti lo harus menegaskan keputusan lo mau deketin Zea."


"Barra belum kasih izin sebelum film gue kelar diputer di bioskop."


"Barra? Temen lo itu bukan?"


Gue mengangguk dan mengiyakan. "Iya, temen gue yang itu."


"Eh, gue baru tahu dia tipe yang begitu."


"Dia mah kalau ngomongin profesionalitas selalu totalitas, Kak. Mau sama besti-nya sekalipun dia selalu berusaha bersikap adil sama artisnya."


"Ya udah, diem-diem aja lo deketinnya. Lagian sejak kapan sih suka koar-koar kalau deketin cewek? Biasnya juga diem-diem mulu kan? Sampe tahu-tahu putus juga suka diem-diem aja."


"Tapi sekarang beda, Kak. Gue pengen semua orang tahu dari awal."


"Caranya?"


"Main cantik." Kak Isa kemudian menggeleng tegas, "eh, main ganteng maksudnya. Buat dapetin permata berlian itu butuh perjuangan, Za, begitu juga dengan Zea. Lo juga harus usaha keras."


Gue diam sejenak. Dalam hati ikut mengangguk setuju. Benar juga sih, meluluhkan hati Zea pasti tidak lah mudah, butuh usaha keras untuk itu.


"Terus gue harus gimana, Kak?"


"Kalau gue minta lo buat fokus ke film dulu gimana? Begitu semua promo selesai, baru lo mulai gencatan senjata."


Gue menatap Kak Isa ragu. "Kelamaan nggak sih, Kak? Ntar Zea mikir kalau gue main-main dong?"


"Ya, sebelum ini lo bilang lah ke dia, kalau lo mau fokus ke promosi film sebelum nanti lanjut fokus memperjuangin cinta lo. Gimana?"


"Kalau gue keduluan sama cowok lain gimana?"


"Ya, berarti Zea bukan jodoh lo."


Baik gue dan Kak Isa langsung menoleh ke asal suara decakan yang tiba-tiba terdengar. Kening kami sama-sama mengkerut heran saat mendapati pelototan tajam Ayesha. Oho, kami lupa kalau ada Ayesha masih di sini.


"Mama sama Om Eza tuh ngeselin, Aye aduin Ayah biar nanti dimarahin sama Ayah." Ayesha berdecak kesal lalu pergi dari ruang tengah dengan wajah cemberutnya.

__ADS_1


Gue hanya mampu garuk-garuk kepala bingung, sementara Kak Isa malah menyalahkan gue. Dasar perempuan, paling susah buat disalahin.


****


Mengikuti saran Kak Isa, gue memutuskan untuk mengirim direct message pada Zea. Gue udah hampir dua puluh tujuh tahun, rasanya agak gimana gitu kalau gue masih melakukan metode berbelit-belit. Maka dari itu gue putuskan untuk langsung to the point.


@****Eza_Shariq****: Ze, aku mau ngomong


@Eza_Shariq : penting


Butuh waktu sedikit lama, sampai akhirnya pesan gue dibalas. Kalau dipikir-pikir payah juga ya gue, kita udah ketemu beberapa kali tapi untuk sekedar tuker nomor aja masa belum gue lakukan?


@****ZeaSyazani_Albirru**** : iya, kak, gimana?


@Eza_Shariq : gue gk bakalan basa-basi. langsung to the point


@ZeaSyazani_Albirru : ada apa ya, kak?


Gue menarik napas panjang. Jantung gue berdebar kencang. Perasaan gue mulai gugup. Haruskah gue melakukan ini? Haruskah gue bertindak sejauh ini?


Lama gue berpikir, sampai akhirnya Zea kembali mengetik balasan.


@ZeaSyazani_Albirru : kak Eza??


@ZeaSyazani_Albirru : jadi ngomong gk nih?


@ZeaSyazani_Albirru : apa aku abis bikin salah?


@Eza_Shariq : no, enggak, sama sekali enggak, Ze


@Eza_Shariq : aku cuma mau bilang kalau aku serius tertarik sama kamu


@Eza_Shariq : kamu boleh sebut aku gila, nekat, atau apapun itu. nggak papa, tapi aku cuma mau berterus terang


@ZeaSyazani_Albirru : makasih, kak, sebelumnya


@Eza_Shariq : no, aku belum selesai, Ze


@Eza_Shariq : aku nggak akan minta jawaban sekarang atau dalam waktu dekat. kamu juga nggak perlu kasih jawaban itu dalam waktu dekat. tapi satu hal yang harus kamu tahu aku serius. jangan langsung tolak aku. kita bisa saling mengenal nantinya, aku juga bakalan tunjukin keseriusan aku nantinya. tapi nanti, aku mau minta waktu sebentar sebelum nanti aku tunjukin usaha aku buat dapetin hati kamu.


@Eza_Shariq : aku bakalan sibuk promo film bentar lagi. dan dalam masa promo, aku bakalan menunjukkan kedekatan sama salah satu lawan main aku, Jessi. aku bilang sekarang biar kamu nggak salah prasangka sama aku.


@Eza_Shariq : boleh kan, Ze, kalau abis ini aku bakalan deketin kamu?


@ZeaSyazani_Albirru : kak Eza, sebelumnya aku beneran mau ngucapin makasih yang banyak buat kakak, buat kejujurannya, dan juga buat keberanian kak Eza. padahal kita belum kenal terlalu dekat tapi kak Eza udah bilang begini, jujur aku bingung, tapi tetap aja aku mau bilang makasih ya, kak.


@ZeaSyazani_Albirru : aku gk akan nolak kok, kak, aku membuka peluang buat siapapun yang memang berniat serius sama aku. kalau kak Eza serius ya silahkan! itu hak kak Eza. tapi aku mau kak Eza tahu kalau aku anak bungsu di keluarga, kalau mau deketin aku itu artinya kak Eza juga harus dekat dengan keluarga aku. karena bagi aku keluarga yang utama, kalau keluarga aku kurang setuju dengan kak Eza, maka dengan berat hati aku bakalan bilang kalau kak Eza harus mundur


Gue tidak bisa menahan diri untuk tidak bersorak kegirangan saat membaca balasan yang Zea kirimkan. Yes, dapet lampu hijau. Sekarang yang gue pikirin adalah cara meluluhkan keluarga Zea.

__ADS_1


Oke, gue siap!


__ADS_2