
" nek kumohon hentikan hikz hikz , aku tirak apa-apa nek sunggub jangan sakiti glen nek "
" anaaaa." ( glen memanggil ana )
" glen larilah glen, "
glen tiba-tiba lepas dari ikatan nenek ana, nenek ana marah dengan ana, nebek ana merasa ana tidak memikirkan masa depanya, nenek ana merasa ana benar-benar telah tekontrol oleh glen.
" ana apa kamu sudah gila .!! "
" biarkan nek aku tidak mau menyakitinya sungguh " ( sambil lari kekamarnya )
ibu ana hanya bisa pasrah dengan keadaan ana, ya ibu ana merasa bingung dengan tingkah ana yg tidak ter, arah.
" urus cucuku dengan baik, aku akan mencoba cara lain sebelum dia ,(glen) menghancurkan masa depan cucuku aku akan mengahncurkanya terlebih dahulu.
hari herganti hari bulan berganti bulan, ana masih tetap berharap ahmad mau bersamanya, ana sering mencoba mencari keberadaan ahmad, namun ahmad tiada kabar.
beberapa tahun pun berlalu ana bekerja di sebuah warung makan, anak ana sudah bisa berjalan anak ana diberi nama akbar, akbar dirawat oleh ibu ana, dan ana bekerja untuk membiayai anaknya,
glen, ya glen tetap mendampingi ana, namun anak ana tidak bisa melihat glen , ya karena anak ana telah di beri ajian oleh nenek ana, agar nanti tidak diincar bangsa jin seperti ana,
sore itu ditempat kerja ana bertemu dengan seorang dokter mudah bernama bram, bram merupakan pria tampan yg berasal dari kota besar, dia dikirim ke plosok desa untuk mengabdi pada negara.
" neng nasi jagung 1 ya "
" oh iya mang, "
sejak datang bram selalu memandangi tubuh ana yg begitu indah, ana berkulit putih dan berambut panjang itu membuat bram merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.
"silakan dimakan mang "
" iya makasih "
" eh tunggu sebentar, bolehkah aku memintak no wa mu .?"
" untuk apa ya .??"
" untuk berkenalan "
" ha ha saya sudah punya anak mang "
" ah yg benar saja, tidak mungkin "
ana hanya pergi meninggalkan bram sembari melepas senyum kepadanya,
semenjak kejadian itu bram sering makan ditempat ana bekerja, tak jarang bram sering mengikuti ana pulang kerumahnya, suatu ketika ana tak sengaja melihat bram sedang berjalan dibelakangnya.
" maaf anda kenapa ya sering mengikutiku, "
" eh ...eummm. aaa. nama kamu siapa ya .?" (dengan gugup )
" aku ana, kamu ..?"
" aku bram ana, akhir-akhir ini kamu selalu mengganggu pikiranku ana, ana maukah kamu memberikan aku no wa mu agar aku tidak seperti ini." ( sambil memohon )
" baiklah."
saat itu akhirnya ana memberikan kesempatan untuk bram agar bisa mendekatinya, ana sebenarnya merasa trauma dengan laki-laki ana juga selama bertahun-tahun hidup dengan glen saja sudah cukup, namun ana sadar ana harus mencari pendamping yg nyata demi mencukupi keluarganya, karna glen tidak mungkin bisa memberikanya materi.
ana dan bram sering mengahbiskan waktu berdua, kadang ana membawa anaknya untuk pergi bersama, bram memiliki wajah yg manis dengan kulit sawo matang hidung mancung dan mata yg bulat sempurnah, bibir bram yg kecil kadang membuat ana terpikat olehnya, ditambah lesung pipi yg ada pada pipinya semakin menambah kesempurnaanya.
" ana "
" iya "
" ana aku tau mungkin kamu punya trauma terhadap laki-laki tapi aku berbeda ana, aku tidak akan meninggalkanmu walau kamu sedang kesusahan, aku juga tidak akan meninggalkanmu jika kamu mengandung anakku, aku bukan seperti mereka "
" iya bram terimakasih "
" ana aku serius "
dari kejauhan glen melihat ana dengan bram, glen merasa bram akan mengusiknya lagi, gleb takut ana akan berpaling lagi darinya.
" anaa "(sambil mata glen memerah )
ana hanya melihat glen dan menghiraukanya,
"ana kenapa kamu diam "( tanya bram pada ana ) "
" ehh tidak apa-apa, lanjutkan apa yg kamu maksud sebenarnya ?"
" ana mari kita menikah dan lupakan masa lalumu."
" aku sudah sering dijanjikan pelaminan tapi ujung-ujungnya ditinggal sendirian, aku sudah tidak sebodoh itu "
"ana aku serius ana jika kamu mau mari kita sekarang ke KUA mendaftarkan pernikahan kita, "
" memangnya kamu sudah ada berkas-berkasnya "
" sudah ana, aku selalu membawa surat-surat berharga kemana-mana "
" baiklah kamu urus segalanya dan mari kita menikah " (jawab ana sembari menantang keseriusan bram )
" baiklah ana mungkin bulan depan baru kita bisa menikah, karna pendaftaranya agak lumayan lama "
" baiklah, tapi aku tidak mau pesta "
" baiklah ana, "
satu bulan kemudian ana dan bram melangsungkan pesta dirumah ana, bram yg merupakan orang rantau, dan kebetulan anak yatim piatu itu, mengelar pernikahn dengan didampingi kakak dan adiknya saja.
" akhirnya kita sah ya an "
" iya terimakasih telah menepati semuanya "
__ADS_1
" baiklah ana, sekarang aku resmi menjadi suamimu, dan kamu menjadi istriku, akbar juga adalah anakku "
semua tamu hari itu telah pergi meninggalkan rumah ana, ibu ana membawa akbar pergi kerumah nenek ana bersama ayahnya, dirumah hanya tinggal ana dan bram seorang, mereka menghabiskan malam pertama mereka dengan mesrah.
" ma, mulai hari ini kamu akan kupanggil mama, ya dan kamu panggil aku papa, "
" baiklah pa, sudah siap pa .??"
" ya tentu aku siap " (sambil menutup pintu kamar ana )
ana mendekat kepada bram kemudian mencium bibir bram, sembari ana menempelkan tubuhnya pada bram, bram hanya terdiam sesaat sembari menikmati belaian ana, bram merasa terkejut melihat ana begitu ahli memainkan peranya.
" ehhhhhh...anaaaaaa"
" kamu hanya perlu menikmatinya, biarkan aku membuatmu ketagihan " ( berbisik pada telingga. bram,)
" ana aku sudah tidak tahan ana,, "
dan ya bram malam itu tertidur pulas, ana merasa tidak adil hingga ana pun pergi kemar mandi diluar kamarnya dengan tidak mengenakkan pakaian ana berjalan keluar kamarnya,
klekkk .
tiba-tiba glen memeluk ana dari belakang sembari membisikkan sesuatu yg membuat ana ingin menghabiskan malamnya dengan glen.
" ana sayang, apa kamu merasa kurang puas, mari lanjutkan denganku " (bisik glen pada ana )
ana langsung membalas pelukan glen, glen mengangkat tubuh ana dan membawanya ke meja dapur.
" glen,,, glennn "
"ana sudah lama kita tidak menikmati malam indah seperti ini "
" uhhhh... glenn "
" ana nikmatilah syang.. "
" glenn (sembari menarik rambut glen )
meja dapur ana bergoyang-goyang hingga membuat sendok dan garpu ana berjatuhan, bram yg tertidur pun langsung bangun dan keluar kamar, bram terkejut melihat ana tidak memakai pakaian sama sekali namun sedang tidur diatas meja dapur dengan mata yg terbuka, bram langsung nafsu melihat ana seperti itu, hingga bram langsung mendekap ana .
" mama .kenapa disini "(sambil menempelkan tubuhnya pada tubuh ana )
" ahh glen, "
" ma.. ini papa, glen itu siapa aoakah dia mantanmu itu ..! (sambil mencoba menyadarkan ana )
" haaa. bramm maaf, aku tadi mimpih "
" bagaimana bisa mimpih sampai seperti itux apa kamu setiap hari mimpih seperti orang bercinta , ??"
" tidak pa, maaf kan mama ya, ayo kembali ke kamar kita lanjutkan malam pertamanya."
malam itu ana dan bram sangat menikmati malam pertamanya, keesokan harinya ayah dan ibu ana kembali dan akbar pun turun serta.
" **,ta,, taa " ( ucapa akbar dengan tidak jelas )
"haduh anak pintar "
" ma papa berangkat praktek dulu ya, dipuskesmas sedang banyak pasien, "
" berangkat sepagi ini pa.? "
" iya ma, nanti papa pulangnya agak malam ya ma, kalo mama ngantuk mama tidur aja ya " (sambil mencium kening ana )
" baiklah hati-hati, "
" oke, berangkat dulu bu, yah "
bram berangkat kepuskesmas, dan ana berangkat kerja.
hari-haribana sangat bagia,ayah dan ibu ana juga merasa bahagia, "
beberapa bulan kemudian, bram meminta ana untuk tidak bekerja dan fokus menjaga akabar dan ibu ana, ya ibu ana sedang mengalami struk, yang membuat ibu ana tidaj lagi bekerja.
" anaa,, ibu titip jaga ayahmu yah nak "
" ibu kenapa tiba-tiba ibu bilang begitu, ibu oasti sembub kok, ibu pasti akan bisa berjalan lagi, "
" ana ibu sudah tua nak, wajar jika ibu tidak lagi bisa merawatmu dan ayahmu serta cucuku "
" ibu sudahlah makan makanan ibu ya , ana mandikan akbar dulu,"
ana hari itu memandikan akbar dan ibu anak duduk diatas kursi roda, sambil makan makanan yg telah ana siapkan,
ayah ana pagi itu sudah berangkat bekerja, bram pun sudah berangkat bekerja.
" bu ana pergi sebentar ya bu, " ( pamit ana pada ibunya )
" mau kemana nak "
" ana mau oergi beli obat untuk ibu, "
" iya nak hati-hati "
ana pergi ke apotik diujung desanya, ana membeli vitamin dan obat untuk ibunya tidak lupa ana berhenti ke tokoh untuk membeli pampers untuk akbar, hari itu akbar sangat nurut dan tidak rewel hingga membuat ana tidak terlalu lelah.
ketika ana sedang diperjalanan pulang tiba-tiba ana melihat ahmad, ya ana melihat ahmad sedang duduk didalam mobil didepan sebuah rumah makan,ana berniat nenghampirinya, namun ana mengurungkan niatnya, ya ana menahan diri untuk tidak menemui ahmad, bertahun-tahun lamanya ahmad menghilang tanpa kabar, dan kini dia kembali.
ana terus melaju dan melewati mobil ahmad, ana melihat seorang wanita masuk kedalam mobil ahmad.
" sungguh kejam kamu ahmad " (gumam ana dalam hati )
sepanjang perjalanan ana memikirkan beratapa jahanya ahmad kepadanya, namun ana juga merasa sangat senang telag bertemu dengan ahmad, ya walaupun hanya sebentar saja ana merasa dirinya masih belum bisa melupakan ahmad.
sesampainya dirumah ana langsung meletakkan belanjaanya di atas meja dapur dan ana masuk kedam kamarnya.
__ADS_1
" syang "
tiba-tiba glen datang
" glen sedang apa kamu disini, glen kamu jangan mengusikku lagi, "
" sayang, bukankah kamu juga sering mencariku, apa aku tidak boleh mencarimu "
" glen sudahlah, lepaskan aku dan cari perempuan lain yg belum bersuami "
" ha ha ha . siapa suamimu, sebentar lagi kamu juga akan sendiri lagi "
" sudahlah glen pergila jangan menghancurkan mood ku hari ini "
" baiklah aku pergi " (sambil mencium bibir ana dan anaknya )
hari itu jam sudah menunjukkan pukul 17:33 Bram pulang kerja dan ana sedang memasajmk untuknya, ayah dan ibu ana duduk didepan tv dan akbar sedang tidur dikamar.
" ma, aku mandi dulu ya "
" iya pa, "
bram mandi dan tidak sengaja bram menemukan sebuah bunga mawar didalam kamar mandi.
" maa ini bunga siapa dikamr mandi ."(tanya bram pada ana )
" bunga apa pa "
" kemarilah ma lihatlah " .
" haaaaaa.... awas pa jangan menyentuhnya, biar aku singkirkan dulu " (sambil mendorong tubuh bram agar menjauh dari bunga itu )
ana merasa ada yg aneh dengan hari itu, bagaimana bisa bunga yg biasa glen berikan padanya, berada dikamar mandi rumahnya.
setelah bram menyelesaikan mandinya mereka makanbersama, dan istirahat.
saat sedang tidur ana tiba-tiba bermimpih bertemu dengan glen dengan membawsh bunga mawar dan tertawa bahagia, ana merasa aneh dengan tawa glen, dan mencoba mengikuti glen pergi, sepanjang perjalanan glen ana melihat banyak orang tewas mengenaskan, dan didadanya ditusuk ol3h setangkai bungga mawar.
" haaa..... (ana terbangun dari tidurnya dan berkeringat )
" ma ada apa.?"
" hikz hikz. aku takut "(sambil memeluk bram )
"kamu mimpih buruk ya ..?"
" sudah cup cup tenaglah ada aku disini "
anapun kembali tidur dan keesokan harinya bram pamit kepada ana untuk pergi menemani pasien yg terluka parah dirujuk di RS pusat.
" ma papa pergi duku ya, jangan lupa makanya dijaga ya ma,papa harus berangkat pagi-pagi sekali karna ada pasien yg sedang kritis "
" iya pa, papa hati-hati ya, jangan lupa makan juga nanti ya, maaf mama belum masak pagi ini."
" iya sayang dahhh ."
bram pun pergi, ana segerah bangu dari tidurnya dan membereskan rumah, ayah dan ibu ana masih tertidur, ana mencoba membangunkan ayah ana, karna waktu itu ayah ana juga harus bekerja pagi.
" ayahhh... ayahh masih tidur.??"
" ehmmm ana,, iya ayah ini sudah mau bangun "
" ya, hari ini mau ana masakin apa .?"
" tanya sama nak bram saja nak, ayah mah apa aja mau "
" ha.ha.ha dasar ayah,"
" ayah hari ini ke sawah kan .??"
" iya nak ada garapan lagi."
" yah kalo sudah tidak kuat ayah tidak usah bekerja ya, kan nanti masih bisa mengandalkan kambing kita ya, kebetulan mas bram juga kan bisa mencukupi kita yah ."
" tidak usah nak ayah masih kuat, ayah tidak mau merepotkan anak ayah"
" tidak repot kok ya, yasudah ya, ana siapkan makanya, nanti pas ayah mau berangkat ayah makan duku ya "
" iya nak, "
setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, anapun kembali kekamarnya untuk melihat akbar yg sedang tidur, ana mencoba memeriksa pampers akbar, apakah sudah penuh atau masih bisa dipakai.
akbar pun merasa tidurnya terganggu hingga dia pun menangis, ana langsung mebgendong akbar dan mengajak akbar jalan-jalan pagi.
" ana "
" ah....ah......ahmad "
ana terkejut saat melihat ahmad didepanya.
" ana apa kabar .?"
" baik."
" ana maafkan aku ya, aku pergi bukan untuk meninggalkanmu , tapi aku hanya ingin menenangkan diri an "
" ehm "
" ana aku sungguh mintak maaf ini udangan pernikahanku, aku harap kamu mau datang, dan aku dengar kamu sudah menikah dengan seorang dokter ya .?" (sambil memberikan undangsn pernikahanya )
" iya "
" yasudah aku pergi dulu ya an, sekali lagi aku mintak maaf."
ahmad pun pergi meninggalkan ana, ana menangis dan menyesali mengapa dia pernah mencintai laki-laki se bejat ahmad, ana membuang undangan itu dan lari ke dalam rumahnya.
__ADS_1