
" coba saja "
ana hanya diam sembari berbisim pada ahmad bahwa ana sudah melangsungkan pernikahan dengan dahlan secara agama.
" lebih baik kalian semua pergi."
wanita itupun pergi dan ana masuk kedalam rumahnya dwngan digendong ahmad.
" terimakasih sudah menolongku "
" kubantu kamu memebersikan tubuhmu an"
" sudahlah pulanglah aku tidak mau orang-orang berfikir aku merebutmu juga ."
" merebutku dari siapa an "
" dari istrimu lah "
" an jujur saat suamimu meninggal dulu, aku tidak jadi menikah an, kubatalkan semuanya karna aku tau kamu sudah menjanda, dan kutunggu waktu agar aku bisa bersamamu"
" halla kamu jangan mencoba merayuku, bertahun-tahun kamu pergi, dan kamu tidak perduli denganku."
__ADS_1
"aku tidak pernah pergi an, aku selalu memantaumu dari kejauhan, memang aku salah waktu itu tapi sungguh, aku tidak bermaksud an "
" sudahlah, aku sudah memafkan semua dan terimaksih silakan kamu kembali ya, karna aku mau istirahat " (sambil menunjukkan pintu untuk ahmad agar oergi dari rumahnya)
ahmad pun pergi walaupun sebenarnya masih ada banyak hal yg ingin ahmad sampaikan pada ana,
tiba-tiba hp ana berbunyi dan slah satu sekertaris desa sebela menghubungi ana ,bahwa dahlan meninggal dunia karna serangan jantung.
" huaaaaa... tuhannn betapa beratnya cobaan hidupku, sampai kapan tuhan, ana tidak kuat tuhan sungguh " ( ana menangis dan teriak sekencang-kencangnya)
ana langsung menitipkan akbar pada ica dan ana pergi ke balai desa, desa sebelah, disana ana bertemu dengan wanita yg sore tadi kerumahnya dan menyiksanya.
" ngapain kamu kesini, puas kamu setan kamu ya " (sambil menunjuk wajah ana)
" halla nggak usah kamu pura-pura sedih nggak bakalan dapat warisan ingat itu, pergi dari sini "
" sudah mohon jangan ribut disini, kasian beliau mari kita bawa kerumah sakit untuk dipriksa agar mengetahui penyebab kematianya" (ujar sekertaris desa pada istri pertama dan ke 2 dahlan)
dahlan lun diangkat untuk masuk kedalam mobil, ana hanya bisa melihat dari kejauhan sembari menangis, ya ana tidak diizinkan oleh istri pertama dahlan tuk ikut kerumah sakit.
ana segerah pulang dan terus menangisi kematian suamingnya, akbar masih dirumah ica, dan ayah ibu ana pun sampai dirumah .
__ADS_1
" ana ada apa nak ,kenapa kamu tidak menelpon ibu nak .??"
" ibu suamiku bu, suamiku meninggal lagi bu, bu ana sendiri lagi bu " (sambil terus menangis )
" ana siapa yg kamu maksud " (dengan wajah terkejut )
" ibu dahlan meninggal bu, dahlan pergi tuk selama-lamanya bu "
ibu ana langsung memeluk ana dan ayah ana mengela nafas panjang sambil meneteskan air matanys, bagaimana tidak hiduo putri mereka satu-satunya harus terus di neri kepahhtan hidup yg tiada henti.
" sekarang dimana dahlan dimana nak ..?"( tanya ibu ana kepada ana )
" dia dikuburkan oleh istri pertamanya bu, aku tidak boleh mengurusnya bu bahkan di hari terakhirnya bu, bu apa salah ana bu, bu ana sangat lelah bu " (sambil terus memeluk ibunya)
" sabar nak sabarlah, biarkan tuhan yg menunjukkan dimana kesalahanmu nak "
" ibuu,,, ana capek bu, ana sudah tidak kuat "
" ana sayang ana kuat nak " (sambil menangis "
ana hari itu sangat merasa frustasi akan hidupnya, ana berfikir bahwa cobaan terus bersamanya, ana mencari dimana letak kesalahanya , hingga ana mengingat sumpah glen kepadanya jika semua laki-laki yv dekat denganya akan mati.
__ADS_1
ana segerah masuk kekamarnya dan memanggil glen untuk menarik sumpah glen terhadapnya.