
"baik bu saya akan menenangkan ana , ibu juga yg kuat ya " ( sambil mengelus pundak ibu ana )
ica menahan tangisnya, dan mencoba tuk tidak menangis ica merasa hidup ana begitu tragis setelah beberapa tahun menahan sakit harmti karna ditinggalkan ahmad, dan memulai membuka hatinya utuk bram disaat sudah bahagia ana harus merasakan hal yg lebih sakit lagi yaitu kehilangan suaminya untuk selama-lamanya.
"ana ini ica an"
" icaaa "( memeluk ica dan menangis dengan terisak-isak)
" ana kamu ingat nggak dulu saat aku menangis kamu selalu bilang ica jangan nangis deh wajahmu jelek kayak bebek kalo lagi nangis, jadi sekarang kamu nangis juga kelihatan jelek lo kayak bebek " (sambil mengelus rambut ana )
" ehmm.. icaa aku sekarang harus sendirian lagi, aku harus kemana-mana sendiri lagi, akbar tidak mempunyai papa sekarang "
" ana, sayang, ,,,(ica menahan tangisnya )
" ca, dulu aku malu dan takut bertemu sama laki-laki bukan karna apa, aku takut seperti ini ca, aku ditinggal pas lagi sayang-sayangnya ca "
__ADS_1
" ana kamu harus kuat, demi akbar demi masa depan dia, kamu bisa kok an "
" akbar. akbar dimana ..?? " ( ana barus sadar kalau akbar tidak bersamanya.)
" akbar diluar an, tenanglah "
" ca ayo keluar, aku kuat kok ,aku mau ketemu suamiku "
" iya sabar ya an, suamimu masih diperjalanan mungkin sebentar lagi sampai, kamu mandi dulu ya biar lebih seger kamu nggak mau kan terakhir kali ketemu suamimu, tapi kamu nggak terlihat cantik, ?"
" iya ya, aku mandi dulu..mandii ya mandii, "
saat ica keluar dari kamar ana, ica melihat ada ahmad yg baru saja tiba, tidak mau ada hal yg lebih membuat ana terpukul lagi ica meminta ahmad untuk pergi meninggalkan rumah ana.
" bapak ahmad yg terhormat, mohon anda pergi dengan segerah, jangan menambah beban pikiran ana tolong..!!"
__ADS_1
" ica, saya hanya mau menyampaikan turut berduka cita, tidak lebih "
" nanti saya sampaikan pak, tolong .... tolongg sekali anda harus pergi sekarang sebelum ana semakin sakit lagi melihat anda kemari."
" tapii."
" betul, betul kata nak ica, nak ahmad tolong pulang saja "( saut ayah ana, yg sudah nampak pucat dan lemas karna melihat kondisi keluarganya yg tidak karuan )
" baik..baik saya akan pulang titip salam buat ana, dan ini uang santunan untuk suami ana "(sambil menyerahkan uang dalam amplop kepada ayah ana )
" baiklah nak saya terimah terimakasih dan tolong kamu pulang saja ya nak "
ahmad pun pergi meninggalkan rumah ana, semua tetangga ana sudah berkumpul dan mereka melihat ahmad datang, membuat sebagian orang mengasihani ana.
" kasian ya ana, padahal dia baik tapi tuhan punya rencana lain" ( ujar salah satu tetangga ana)
__ADS_1
beberapa jam kemudian jenazah bram telah sampai dirumah ana, semua orang menangis histeris, banyak yg tidak menyangka orang baik seperti bram diambil oleh tuhan lebih awal.
ica segerah memberitahukan kepada ana bahwa suaminya telah tiba, ana hari itu mengenakan gaun putih panjang rambutnya di ikat dan berias sangat cantik, ica yg terkejut melihat ana seperti itu membuat ica semakin sesak, ya ica yg sedari tadi menahan tangisnya di depan ana akhirnya dia pun mennagis.