diperkosa jin

diperkosa jin
HIDUP DENGAN JIN # 11 #


__ADS_3

" ana kenapa kamu menangis "


" ibuu " (sambil memeluk ibunya )


" letakkan dulu akbar nak "


" ibu,, ahmad bu, ahmad hiks hiks" (dengan terus menangis )


" kenapa dengan ahmad .?"


" dia menikah bu, dia mau menikah minggu depan bu "


" biarkan saja nak, sudah lupakan toh kamu sekarang sudah menikah dan mempunyai suami juga kan "


" tapi bu, ,,, ahmad begitu tega bu, ahmad tidak punya perasaan bu, ahmad jahat bu ."


" ana kamu tidak boleh seperti ini nak, kamu harus kuat nak, demi keluarga kecilmu, lihatlah akbar, akbar sangat lucu kan, jangan menangis lagi ya " (sambil mengusap air mata ana )


ana pun perlahan berhenti menangis, jam sudah menunjukkan pukul 09:54 ana belum menerima telpon dari bram, ya seharusnya bram sudah sampai ke lokasi .


" bu ini sudah jam 9 lebih bu, taoi bram kok belum memberi kabar."


" sabar nak mungkin bram lagi sibuk "


" baiklah bu "


beberapa menit kemudian hp ana berbunyi, dan ana mendapat kabar bahwa bram mengalami kecelakaan parah, akibatnys bram meninggal dunia.

__ADS_1


" i...i...i...buuu "


bruakkk hp ana terjatuh kelantai.


" ada apa nak, ..??"


ana tidak sadarkan diri dan ibu ana meminta pertolongan kepada tetangga, semua tetangga merasa kebingungan dengan adanya seorang anak kecil disamping ana, sedangkan ana belum 5 bulan menikah, bagaimana bisa.


" siapa itu " (salah satu tetangga ana menunjuk karah akbar)


"bukk tolong anak saya, " (sambil menunjuk kearah ana ).


ibu ana tidak bisa berdiri mengangkat ana, oleh sebab itu ibu ana hanya bisa meminta tolong pada tetangganya.


" ehh... iya saya angkat ana, mari buk kita angkat "(ajak tetangga ana )


" suamiku...suamiku... hikz hikz " (ana menangis dan mencari hpnya )


"ana jelaskan pada ibu nak ada apa nak,??"


" ibu ini tidak benar bu, tidak mungkin bu " ( terus menanggis dan sesekali berteriak memanggil suaminya )


" ana tenang, neng tenang ,,"


" mintak tolong panggilkan suamiku, disawah buk " (pinta ibu ana kepada tetangganya)


" oh.. iyaa iya saya panggilkan "

__ADS_1


tiba-tiba akbar menangis dengan kencang, akbar menangis sembari duduk di bwah lantai, ana tidak menghiraukan anaknya, ana hanya terus menangis .


" duh anak siapa ini kasian sekali " (sambil mengankat akbar )


" titip bawah akbar dulu ya buk, biar ana saya tenangkan "


" baik buk, saya bawah keluar ya "


"ibu ibu ibu brammm buu,, ini tidak benar bu " (sambil lari menuju kearah ibunya)


beberapa jam kemudian ada telpon masuk ke hp ibu ana, yg mana telpon itu mengabarkan ulang bahwa jenazah bram akan di bawah kerumah duka pukul 15:00.


" tunggu ini apa maksudnya ??" (ibu ana merasa bingung )


" kami dari pihak rumah sakit ibu, apa benar ini keluarga dari almarhum bpk dr.bramastyo abraham, saya sudah mencoba menghubungi ulang istrinya namun tidak bisa, mohon untuk bersiap-siap menyambut jenazah beliau ya ,bu, untuk administrasinya sudah di tanggung pihak puskesmas temoat beliau bertugas."


" astagfirllah, anakku, ya allah ya robbi ku "


ibu ana menangis namun tetap mencoba tenang agar ana tidak semakin shock.


"ana ayo kita lapor pada pak lurah nak, agar segerah diumumkan kematian nak bram nak, " (sambil mengelus pundak ana, )


" tidak tidak suamiku masih hidup, tidak,, tidak " (sambil terus mangis )


ayah ana yg tiba dirumah langsung mandi dan lapor kepada lurah, dan sudah diumumkan kematian bram pada semua masyarakat.sahabat ana yg mendengar kabar duka itu langsung kerumah ana, begitu juga dengan ahmad.


" permisi buk, apa ana baik-baik saja, ? " (tanya ica pada ibu ana)

__ADS_1


" coba tenangkan dia nak ica, tolong "


__ADS_2