
" kenapa ibu bertanya seperti itu.??"
" ana ibu tidak mau jin itu menganggumu lagi, jadi lebih baik kamu menikah saja nak."
" sebentar bu, ana masih belum bu ."
" tunggu apa lagi nak kasian juga akbar, dia oasti merindukan sosok ayah nak "
" sabar bu, ana masih trauma bu "
" trauma akan apa nak .?"
" trauma kalau suami ana nanti akan meninggal lagi "
" jangan berfikir seperti itu nak "
" sudahlah bu ana masih trauma bu "
hari sudah mulai sore ayah dan akbar sudah kembali dari sawah, akbar yg sudah mulai mngerti pun dengan wajah tampanya membantu ayah ana memberi makan kambing-kambing disamoing rumah ana.
" duh akbar pintar sekali kamu nak "
" ha..mama kambing akbar."(sambil akbar memegang rumput untuk kambingnya )
" ibu lihatlah akbar bu "
" kamu tidak pernah melihat akabar memberi makan kambing an mangkanya kamu merasa itu lucu, ibu sih setiapa hari melihatnya."
" ah ibu jangan menyidir begitu aku kan sibuk bu, nanti kalo cabang warungku sudah bisa lebih maju lagi aku bakal ngangkat karyawan lagi bu buat jaga warung yg dirumah. biar aku bisa fokus jaga akbar."
__ADS_1
" ha.ha baiklah nak, "
beberapa hari kemudian
saat itu ana sedang berjalan-jalan sore dengan akbar, tanpa disengaja ana bertemu dengan ahmad.
" ana "
ana tidak menghiraukan panggilan ahmad.
" ana berhentilah (sambil memengang tangan ana )
" lepaskan "
" ana aku menyesal ana "
" apa yg kamu bicarakan bukankah kamu sudah bahagia dengan istrimu, dan kamu bukankah tidak sudi melelihatku dan anakmu "
" ana "
" ana " (memeluk ana dari belakang )
" lepaskan ..!!!" (sambil mencoba melepaskan tangan ahmad dari tubuhnya).
" ana aku sungguh menyesal an, setiap hari aku selalu memikirkanmu an ,"
" kamu tidak punya malu ya ternyata, kamu memang tidak punya perasaan, kamu seperti ini hanya sengaja ingin menghinaku di depan orang-orang kan ??"
" apa maksudmu ana ?"
__ADS_1
" kamjmu memelukku, agar semua orang melihat seakan-akan aku mengodamu kan.?"
" ana jangan gila kamu , aku tidak seperti itu "
" halla sudahlah , lepaskan aku, "
ana pergi meninggalkan ahmad dan ahmad hanya bisa diam tanpa bertindak apapun.
beberapa bulan kemudian ana melangsungkan pernikahan dengan dahlan kepala desa itu, namun ana dinikahi dahlan tanpa persetujuan istri pertama dahlan.
" ana apa ibu tidak sengaja mendengar ucapan tetangga kita, katanya dahlan itu sudah beristri apa itu benar.?"
" iya bu, "
" ana kamu kenapa seperti itu nak, biarpun kita miskin jangan pernah kita merebut apapun yg bukan milik kita, "
" iya bu ana tau tapi ana hanya melakukan apa yg membuat ana merasa tenang bu, "
" ana ibu senang kamu menikah tapi ibu tidak pernah berfikir bahwa kamu akan menikah dengan orang yg beristri nak "
" tidak apa-apa bu, tenglah "
hari itu ibu dan ayah ana melakukan ritual di tempat bisanya, sebelum itu merek menyalakan dupa dikamarnya ibu ana berpura-pura untuk pergi kerumah neneknya.
" ana ibu dan ayah kerumah nenek dulu ya nak "
" iya bu, "
ibu dan ayah ana pun pergi meninggalkan rumahnya, dirumah hanya tinggal ana dan akbar.
__ADS_1
hari sudah mulai gelap, dahlan yg kebetulan malam itu sedang tidur dirumah istri pertamanya, membuat ana terbayang-bayang hal apa yg dahlan lakukan dengan istri pertamanya, jam sudah menunjukkan pukul 22:33 akbar sudah tidur dan ana masih merasa gelisah.