diperkosa jin

diperkosa jin
HIDUP DENGAN JIN # 4 #


__ADS_3

" maaf untuk apa aku bahagia kok, tidak perlu disesali apa yg terjadi sudah terjadi " (mencium pipi ahmad )


" ana sungguh jawabanmu sangat mengejutkan aku, aku sangat terkejut an aku bahkan takut akan apa yg telah kita lakukan semalam, "


" sudahlah pak cepat mandi dan antarkan aku pulang, mari kita berangakat kesekolah bersama "


semenjak kejadian itu ahmad dan ana semakin dekat dan ahmad sering main kerumah ana, namun ahmad tidak mengulang apa yg telah ia lakukan malam itu, ya ahmad sangat menyayangi ana bahkan ahmad lebih memprioritaskan ana daripada pekerjaanya, setiap hari ahmad menemani ana untuk tryout sebelum ujian nasional yg akan dilakukan 1 bulan lagi , ana dan ahmad menjalin hubungan ya mereka saat ini sudah pacaran resmi,


" sayang "


" iya "


" behkan aku memanggilmu sayang " ( tanya ahmad pada ana)


" tentu " ( jawab ana sambil mencium pipi ahmad )


" bulan depan kamu ujian kamu fokus dulu ya nanti pas kamu udah selesai ujian ayo kita jalan-jalan kepuncak "


" oke baiklah "


malam itu malam minggu ayah dan ibu ana pergi kerumah nenek, ya seminggu sekali atau 2 minggu sekali orang tua ana pasti pergi mengunjungi neneknya karna nenek ana sudah tua dan sering sakit-sakitan, ana tidak ikut serta dikarenakan malam itu ana sedang sibuk mengerjakan soal-soal yg telah sekolah siapkan untuk tryout hari senin.


" kringgg ....kringgg" ( hp ana berbunyi )


" ana apa kamu dirumah malam ini " ( tanya ahmad via telpone)


" iya aku dirumah ada apa "


" bolehkah aku main kesana " ( tanya ahmad )


" iya boleh "


ahmad langsung kerumah ana ahmad berncana ingin mengajak ana jalan-jalan ke alun-alun kota untuk menikmati malam minggu yg indah.


" ana "


" iya pak "


" kok belum siap-siap "


" siap-siap kemana ??"


" ana kita kan mau ke alun-alun"


" oh ke alun-alun ngapain mending dirumah aja deh pak aku lagi males keluar"


" yasudah kamu ganti baju sana "


" ganti baju kenapa ini kan masih bersih "


" bukan gitu coba ganti baju yang sopan dikit ana sayang "


" enggak ah aku kan mau menghibur kamu "


" ana "


" enggak ... enggak mau pokonya aku mau pakai baju ini aja biar kamu.. ( sambil tersenyum mengoda ahmad )


malam itu ana dan ahmad duduk di kursi depan tv ana mengenakan kaos tangtop dan rok selutut, ana terlihat begitu mengoda ahmad, namun ahmad mencoba untuk tidak menatap ana, ahmad terus mengalihkan pandanganya, namun ana


" sayang lihat aku dong "


" ana kamu ini kenapa sih "


" sayang " ( sambil menarik tangan ahmad agar memeluknya )


" tidak ana aku tidak mau mengulang keslahan yg pernah aku lakukan dulu sudahlag ana kamu ganti pakaianmu atau aku pergi dari sini" ( dengan wajah yg benar-benar marah )


" huuu ( membanting remot tv )


" ana "


" sudahlah aku sudah malas denganmu pulanglah " ( pergi meningalkan ahmad)


" ana aku hanya ingin menghindari kejadian itu lagi, aku mohon kamu mengerti ana "


" sudahlah" ( sambil menutup pintu kamaf dengan kencang)


" baiklah ana jika kamu tidak ingin menjadi istriku nanti silakan ayo lakukan apa yg kamu mau " ( sambil berdiri menuju kamar ana )


" hmmm "


" ayo jika kamu mau, tapi aku tidak akan menikahimu, karna aku tidak mau mempunyai istri yg sudah pernah aku tiduri sebelum halal denganku, jika kamu hanya ingin bersenang-senang denganku ayo, lakukan tapi aku tidak akan menikahimu."


" oke baiklah aku tidak akan memaksamu lagi"


malam itu ahmad pun kembali pulang dan sepanjang perjalanan ahmad merasa hatinya gelisa, entahlah apa yang membuat ahmad gelisa hingga membuat ahmad memutar balik mobilnya dan kembali kerumah ana.


tok....tokk...


ana ..... buka pintunya,


" iyaaa siapa "


" aku pacarmu "


" siapa "


tidak ada jawaban ana pun membuka pintu rumahnya sembari ana berfikir siapa tenggah malam yg datang berkunjung kerumah orang.


betapa terkejutnya ana di luar rumahnya tidak ada siapa-siapa, anapun kembali kedalam rumah dan menutup pintu rumahnya, setelah masuk kerumah ana merasa mencium bau bunga.


" seperti bau bunga mawar, bunga mawar yg di villa waktu itu,"


ana memasuki kamarnya dan ana dikejutkan lagi dengan kondisi kamar yg begitu berantakan, semua barang-barang ana berceceran, dan yg paling membuat ana terkejut adalah ada sebuah tulisan di dinding kamar ana " KAU INGIN MATI ", ana sangat takut dan merasa ada seseorang didalam kamarnya, ana tidak bisa bergerak badanya seperti tiba-tiba kaku dan keringatnya mengucuri seluruh badanya,


brakkkkk..... ( suara pintu kamar yg didorong)


ana sangat terkejut didepan matanya ada seorang laki-laki yg merupakan kekasihnya, yaa bukan ahmad pastinya, melainkan glen sesosok jin tampan yg pernah menghabiskan malam denganya, malam dimana ana kehilangan kesucianya.

__ADS_1


" huaaaa....haaaa.haaaa.haaaa ( suara lantang glen dengan mata merah dan tangan mengapal )


" gleee.gleeee... gleeen ( dengan tubuh bergetar hebat )


" hii masih ingat denganku " ( ucap glen sembari mengelus rambutnya )


" glen maafkan akkk...akkku ( sambil terbata-bata)


" maaf untuk apaa huaaa haaa haaa ( sambil melepaskan baju yg dikenakan ana )


" glen kumohon jangan glen "


" kenapa, apa kamu sudah senang dengan bedebah itu,.!! "


" buuukkann glen kumohon jangan ( sambil berlutut menutupi badanya dg tangan)


" ayoolahhh sayang, kamu sudah menghianati aku, kamu sudah melanggar jajimu, "


diluar rumah ahmad yg kembali kerumah ana merasa sangat cemas dan bergegas masuk kerumah ana, ahmad melihat rumah ana dengan kondisi tidak tertutup, ahmad semakin cemas ahmad langsung mencoba memanggil ana berulang kali dan terus memanggil, hingga ana pun menyaut.


" aku disini pak tolong aku."


" ana ... anaaa kamu dimana, disini dimana an "


ana tidak menyaut lagi, ahmad terus mencari ana dan sampailah ahmad didalam kamar ana, ahmat sangat terkejut melihat ana tanpa mengenakan pakaian dan kamarnya sangat berantakan, ahmad mendekati ana dan mencoba membangunkan ana, yaa ana dalam kondisi tidak sadarkan diri, ahmad mencari sarung untuk menutupi tubuh ana, dan memberi ana minum, jam sudah menunjukan pukul 01:11 glen merasa ada yg tidak beres dirumah ana, ahmad pun mengangkat ana dan membawanya kerumahya.


sesampainya dirumah ahmad, ana masih belum sadarkan diri, ahmad mencoba memandikan ana dan ahmad sangat terkejut melihat tubuh ana penuh dengan luka cakaran serta kaki ana lebam.


" ana sayang bangunlah kumohon.!!!"


beberapa menit kemudian ana terbangun dan sudah diatas tempat tidur ahmad, ana mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan celana pendek batik-batik milik ahmad,


" ahmad.. " ( ana memanggil ahmad yg tertidur di sofa kamar ahmad)


" ana apa kamu sudah sadar syukurlah, aku sangat menghawatirkan keadaanmu, aku tidak mau membawamu ke rumah sakit, dan tidak menghubungi kantor polisi,karna aku tidak mau semua tetangga mengetahui kondisimu tadi "


" ahmadd..( sembari memeluk ahmad )


" jelaskan padaku ana siapa yg melakukan ini, "


" hikzz hikzz ( ana menangis terseduh-seduh)


" jawab ana siapa yg melakukan ini , siapa ana ?.."


" aku tidak tau, hikzz...hikzz. ( sambil memeluk erat ahmad,)


" maafkan aku ahmad aku tidak mungkin menceritakan kejadian tadi maafkan aku ( gumam ana dalam hati ).


" baiklah ana jika kamu tidak mau bercerita kapadaku, tapi ku harap besok kamu mau bercerita kepadaku "


" aku ingin tidur " ( pinta ana sembari menarik ahmad )


" tidurlah tapi aku tidur disini saja ( sambil menepuk sofa yg ia duduki)


" ayola aku takut tidur sendirian pak " (terus menarik ahmad menuju ke ranjang)


" baiklah, tapi kamu jangan memelukku"


" ana aku ini laki-laki an, aku punya nafsu tolonglah an mengertilah "


" tapi aku takut, aku takut dia akan kesini dan menarikku disaat aku tertidur,)


" dia ... dia siapa yg kamu maksud,??"


" sudahlah lupakan baiklah aku tidak akan memelukmu tapi aku akan mengandeng tanganmu, boleh kan ?."


" baiklah ayo kita tidur karna besok aku ada jadwal mengajar di kelas X "


malam telah berlalu pagi pun telah tiba, jam menunjukkan pukul 06:11 ahmad bangun dari tempat tidurnya dan melihat disampingnya sudab tidak ada ana, ahmad langsung bangun dari tempat tidurnya dan mencari ana .


anaa... anaaaa


" ana siapa mas, saya namanya kan sumina, bukan sumana, "


" bukan kamu bik, tapi,,,, sudahlah, ( semabari berjalan menuju kamar mandi )


" aneh kemana perginya ana ( gumam dalam hati, )


jam menunjukkan pukul 06:55 ahmad sudah sampai di sekolah, ahmad mencoba mencari ana kedalam kelas ana, dan disana ana sedang asik mengobrol dengan temanya, ahmad merasa lega dan kembali ke ruang guru.


hari itu sangat cerah, burung-burung terbang dan berkicau seakan sedang bernyanyi, ana dan ica pulang sekolah bersama, mereka pulang dengan berjalan kaki ana yg berjalan didepan ica berjalan di belakang ana.


" anaa stop deh "


" iyaa ada apa ?."


" an kamu nggak kenapa-kenapa kan ?."


" enggak " ( jawab dengan santay)


" ana kakimu lebam semua loh an" ( sambil duduk dan memegang kaki ana )


" auu sakit jangan sitekan ca" ( sambil menyingkirkan tangan ica )


" an jujur deh kamu kenapa.? "


" sambil jalan yuk ca nanti aku cerita " ( sembari mengandeng tangan ica )


" an "


" gini loh ca aku kemarin kan ngasih makan kambing nah grus kambingnya itu kayak lagi badmood gitu jadi kakiku ditendang sama tu kambing,"


" serius, trus kamu nggk teriak minta tolong ayahmu"


" ya nggak lah ca, orang kambingnya juga kan pasti nggak sengaja he.he.he ( sambil tertawa kecil )


" aduh an aku aku kira kamu habis berantem,"


" nggak lah mana mungkin aku berantem, aku kan anak orang nggak punya ca, jadi nggak berani macem-macem sama orang, takut "

__ADS_1


( sambil senyum )


jam menunjukkan pukul 02:05 ana sampai dirumah dan langsung mandi, ana membereskan kamarnya dan mengelap tulisan yg ada didinding kamarnya, ayah dan ibu ana belum juga kembali kerumah, jadi ana leluasa membereskan kamarnya, setelah ana membereskan kamarnya ana melihat bunga mawar yg glen berikan kepadanya waktu itu, bunga itu sudah tidak sempurnah banyak kelopak bunganya yg telah jatuh, namun anehnya kelopak bunga yg telah jatuh itu masih ada di samping tangkainya, ana merasa heran dan mengingat akan tugas dari glen untuknya untuk membakar bunga itu jika sudah rontok semua.


anapun membakar bunga itu, dann tiba-tiba glen muncul dihadapanya, dan mencekik leher ana sampai kaki ana tak menyentuh lantai.


" gleee...(sambil tanganya melepaskan tangan glen dari lehernya )


" dasar wanita tidak tau diri, !! "


" glen apa maksudmu lepaskan.." ( sambil meronta-ronta kesakitan )


bruakkkk... glen melepaskan tubuh ana dan ana menangis sembari mengingat kesalahan apa yg ia lakukan.


" aku akan terus mengganggu hidupmu, ingat itu .!!! " .


" glen sudahlah kamu jangan seperti ini glen sungguh aku tidak tau keslahan apa yg telah aku lakukan glen hingga kamu sampai setega ini padaku,"


" kamu masih berani mengelak ya " ( kembali mencekik ana )


" glen sungguh ini sangat sakit glen" ( mencobamelepaskan tangan glen dari lehernya )


" aku sangat mengaharapkan kanmu menepati janjimu, "


" janji apa glen aku masih tidak mengerti.?? "


" sekarang apa kamu ingat dengan surat yg aku berikan kepadamu waktu .??"


" tentu aku ingat glen aku bahkan masih menyimpan surat itu glen, kumohon glen lepaskan aku, aku bisa mati glen jika kamu tidak melepaskan aku,


glen tetap mencekik ana dan ana mencoba menahan tangan glen dari lehernya, ana menangis dan terus menangis, ana mencoba mengingat janji apa yg telah ana buat dengan glen sehingga glen sampai hati memperlakukan ana seperti binatang.


" glen apa yg aku harus ingat glen katakan "


sungguh aku sangat kesakitan glen "


" tidak akan " ( mengencangkan tanganya )


" glen apakah kamu mencintaiku glen.!?? ( mencoba merayu )


" glen ingatkah kmu dengan apa yg kamu ucapkan dimalam itu glen "


bruakkk


glen menjatuhkan tubuh ana kembali, glen megungkapkan kekesalanya kepada ana,


" siapa bedebah itu, apa kamu ingin mati !?"


" siapa glen siapa yg kamu maksud .? "


" laki-laki yg bersamamu, siap dia beraninya kamu tidak menepati janjimu, kamu adalah milikku sampi mati akan tetap menjadi milikku, "


" maafkan aku glen ( sambil berdiri dan mengelus pipi glen )


" ehm ( glen merasa sudah tidak emosi lagi )


" glen kamu jangan marah lagi, aku sangat takut ( sambil memeluk glen ) "


anapun membereskan kembali kamarnya dan glen menemani ana sepanjang hari, glen terus mengoda ada dengan membuang semua baju-baju ana kelantai.


" glen apa yg kamu lakukan ?"


" tidak ada "


" kumohon diamlah glen, aku lelah glen "


" aku senang membuatmu berkeringat, aku senang melihatmu lelah seperti malam itu"


" glen berhentilah ku mohon, sebentar lagi ayah ibuku akan pulang diamlah dan pergila agar aku bisa menyelesaikan ini semua "


" ayah ibumu tidak akan pulang"


" tau dari mana kamu glen, hmmm, ayah ibuku pasti pulang ini kan hari senin pasti mereka pulang, "


jam menunjukkan pukul 18:12 ana sudah membereskan semua kamarnya, ana pun segara mandi dan meminta glen agar tidak mengotori lagi kamarnya .


" glen aku mau mandi dulu kamu jangan kotori lagi kamarku "


" baiklah sayang "


ana pun mandi glen menunggu ana di depan pintu kamar mandi, ya glen sangat suka melihat ana selesai mandi,


" glen apa yg kamu lakukan disana.? "


tidak ada jawaban


" glen "


brakk


bunnyi pintu yg di buka kencang


" kenapa kamu memanggilku, kamu rindu ya .? "


" apa sih glen, keluarlah ayah ibuku nanti datang,"


" tidak akan "


" glenn "


" glen jangan gila "


" sudahlah diamlah"


"glen keluarlah"


"tidak akan"


"glen biaekan aku mandi dengan tenang "

__ADS_1


"baiklah, jangan lama-lama.


__ADS_2