
" yasudah ayo kita pulang "
ahmad mengendong ana menuju mobil reno yg mana disana sudab ada kyky, reno dan ica.
" makasih ya pak " (ucap reno)
" makasih lo pak " (ucapa ica )
" iya titip ana ya " ( ucap reno pada teman-teman ana )
" siap "
mereka pun menuju rumah ana untuk mengantarkan ana, sesampainya dirumah ana, reno menurunkan ana, dedepan pintu ayah ana sudah menunggu.
" sini-sini biar ayah yg mengedong ana " ( sambil mengulurkan tanganya )
" iya pak, ini "
" makasih ya ren, makasih juga beb ya " ( ucap ana pada teman-temanya )
teman-teman ana pun pergi meninggalkan rumah ana dan ana pun masuk kedalam rumah.
" ana maafkan ayah ya, "
" maaf untuk apa ya, turunkan disini saja ya " (sambil menunjuk kursi di ruang tamunya)
" ya maafkan ayah tidak bisa menjagamu dengan baik, bagaimana ujianya bisa mengerjakan atau tidak nak ,?"
" iya ya, ayah sudah menjaga ana dg baik kok ya, ehmmm ujiannya lumayan sulit sih, tapi ana bisa kok."
" yasudah ayah pergi ke sawah dulu ya nak, mau mencari rumput buat makan kambing kita ,"
" iya ya, ibu dimana ya "
" ibumu dibelakang mau ayah panggilkan.?"
" iya ya "
ayah ana pergi meninggalkan ana, dan memanggil ibu ana untuk menemani ana,
" ana mau ibu bantu ganti baju.?"
" iya bu, aku juga lapar bu, boleh nggak ana mintak ambilkan makan "
" anak manis, ya boleh lah (sambil mencubit ana )
" bu makan dikamar aja ya "
" iya nak, mari ibu ganti pakaianmu dulu, " (sambil memindah ana ke kursi roda)
ana pun sudah dikamarnya memakan makanan yg disiapkan ibunya, ibu ana pergi meninggalkan ana di dalam kamar sendirian.
" sayang " ( panggil glen pada ana )
" mau apa kamu kesini, sungguh aku tidak ada tenaga untuk melayanimu, aku lelah dengam semua ini glen, aku sudah muak dengan semua ini, "( sambil memukul-mukul meja dengan tangan kananya)
" ana .ana ana berhenti " ( sambil memegang tangan ana )
" maafkan aku sungguh aku mintak maaf, aku hanya marah kepadamu, aku hanya tidak mau kamu dekat dengam laki-laki lain, aku hanya mau kamu jadi milikku seorang ana, bukankah aku sudah pernah bilang itu sebelumnya " ( sambil menatap ana dengan mata berkaca-kaca )
" glen, aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan denganmu, sadarlah glen aku dan kamu tidak bisa bersama, "
" tidak ana, tidak " ( sambil memeluk ana )
" glen aku sangat kesakitan saat itu, kenapa kamu menyakitiku, kenapa kamu meninggalkan aku disaat aku sedang terluka, ?"
" maaf, maaf, maaf sungguh aku mintak maaf sayang, aku tidak pernah berfikir kamu akan seperti ini "
" aku saat itu sangat takut glen, sangat takut akan mati, dan aku tidak pernah berfikir jika aku akan mati ditangnmu "
" ana aku janji ana , " ( sambil menciumi tangan ana )
" baiklah glen, aku pegang janjimu, pergila glen aku ingin istirahat, karna besok aku masih ada ujian "
" baiklah aku pergi " ( sambil mengecup kening ana )
glen pergi meninggalkan ana , ana melanjutkan makanya, kemudian dia istirahat di ranjangya, sepanjang malam ana bertukar pesan dengan ahmad via Wa, ana sangat bahagia mempunyai ahmad didalam hidupnya, ana dan ahmad saling bebalas pesan hingga akhirnya ana tertidur pulas,
keesokan harinya ana terbangun dari tempat tidurnya dan mencoba mengerakkan tangan kirinya, ya hari ini perban dan gips ana sudah bisa, dilepas, namun ana harus menyelesaikan ujianya dulu bari dia bisa pergi kerumah sakit.
" sayang sudah bangun " ( ucap ahmad via wa )
" sudah aku juga sudah mau mandi ini "
" baiklah 15 menit lagi aku kesana aku jemput kamu ya "
" baiklah, aku tunggu "
beberapa menit kemudian ana selesai bersiap-siap tuk berangkat kesekolah, ana menunggu ahmad menjemputnya.
" hi sayang, udah siap ujianya "
" ih kamu ngagetin aja, udah dong, oh ya hari ini aku kontrol ke RS sekalian lepas gips nya kamu yg nganterin ya "
" siap " ( sambil mengendong ana )
" mobil siapa itu .? ( sambil menatap ahmad )
" mobilku lah, "
" lah kemarin katanya mobilmu , "
" udahlah kan kamarin beda lagi sama hari ini "
" hemmm okelah "
hari itu ana dan ahmad berangkat menggunakan mobil ahmad, ya ahmad memakai mobil lamanya walaupun tidak sebagus mobil yg ia jual kepada ayahnya, ahmad dan ana tetap menikmatinya.
" aku suka mobil ini " ( sambil memegang sofa jok mobil ahmad )
" apa yg kamu suka dari mobil ini "
" ya nggak tau pokoknya aku lebih suka mobil ini karna nggak terlalu pedek gitu, "
" hahaha dasar, "
karena jarak antara rumah ana dengan sekolah sangatlah dekat mereka pun tidak terlalu lama menghabiskan waktu dijalan,
beberapa jam telah berlalu ana telah selesai mengerjakan soal-soal ujian nya dihati itu, ana kemudian menunggu ahmad didepan kelasnya, ahmad yg masih sibuk mengajar, sesekali melihat jam ditanganya, ya ahmad pun sudah tidak sabar mengantarkan ana tuk melepas gips nya .
" lama ya menungguku, "
" iya nih, ayo ke RS "
__ADS_1
Ana dan ahmad pun pergi menuju RS, sesampainya RS semua perban dan gips ana dilepas, ana sangat senang karna akhirnya dia kembali normal lagi, ya walaupun ana belum boleh terlalu banyak bergerak dulu pastinya.
" mampir ke rumahku ya syang "
" ngapain "
" ya kan main, mumpung aku yg berbaik hati mengajakmu lo "
" oke tapi kita jalan-jalan dulu sambil nunggu jam 5 sore, soalnya aku nggak enak kalo dirumahmu ada ibu kyky ( pembantu ) ."
" iya sayng ke KFC aja yuk "
" boleh, "
" tapi aku gamau masuk ya aku tunggu dimobil aja "
" lo gimana sih kan mau kaman disana sayang "
" jangan ah males makan di alun-alun aja atau di danau "
" hahaha ngapain nggak mau makan ditempat , ?"
" ya kan takutnya kemaleman, jarak antara desa kita sama kota kan jauh "
" ya iya sih , oke dibungkus aja deh"
ana dan ahmad pun pergi menuju kfc, aetelah ahmad membeli ayam goreng dengan kentang, ana dan ahmad pun kembali pulang, perjalanan dari kota ke desa memang lumayan jauh butuh waktu 2 jam lebih, namun itulah yg mereka cari, berlama-lama dijalan sambil menunggu waktu sore tiba.
2 jam sudah ahmad dan ana dijalan, mereka kemudian sampai di alun-alun semacam taman kecil didesa mereka , namun ana dan penduduk setempat menyebutnya alun-alun, mereka pun membuka kaca mobil nya dan duduk sambil menikmati makananya .
" sayang makasih atas semuanya, "
" apa sih sayang, " ( sambil memgang tangan ana )
" sayang besok hari ujian terakhirku, bisakah aku menginap denganmu dirumahmu,? "
" ana kondisimu masih kurang baik untuk melakukan hal itu "
" ha ha ha dasar pikiranmu itu loh , aku menginap bukan berarti mau itu "
" trus mau apa sih sayang "
" hahaha dasar otak mesum, " ( sambil mengelus rambut ahmad )
" ha ha ha , sudah jam 5 lebih nih kerumahku yuk, " ( ajak ahmad pada ana )
" oke aku bilang sama ibuku kalo aku meninap dirumah ica ya pak "
" iya sayng, panggil aku sayang dong jangan pak " ( sambil memasang wajah cenberut )
" hahaha oke sayng oke "
mereka pun pergi menuju rumah ahmad,
sesampainya dirumah ahmad ana langsung menuju kamar ahmad, entahlah ana sangat menyukai kamar ahmad, dia selalu pergi ke kamar ahmad terlebih dahulu sebelum duduk diruang tamu,
" sayngg kemarilah "
" ana jangan mulai lagi, ingat kondisi kamu belum 100% lo "
" ayolah aku sangat menyukai kamar ini, kamar dimana kita menghabiskan malam yg nikmat dihari itu "
" baiklah, baiklah tunggu sebentar kuambilkan kamu makan dulu "
" aku tidak mau makan, aku masih kenyang "
" jangan lupa menutup pintu, "
" iya kututup semua pintu dan jendela seperti biasanya, "
malam itu ahmad lupa tidak menutup 1 jendela dibelakang rumah ahmad, ana pun tidak mengecek ulang apa semua sudah tertutup atau belum,
jam menunjukan pukul 19:30 ana dan ahmad duduk disofa depan tv dikamar ahmad, sambil asik main game online kesukaan ahmad, tiba-tiba ada suara seperti barang jatuh di depan kamar ahmad.
bruakk...
" ahmad apa kamu yakin sudah menutup semua pintu dan jendelamu " (sambil melirik ke arah pintu kamar )
" iya " ( trus bermain dengan stiknya )
" ahmad berhentilah main game dan dengarkan suara diluar kamar itu "
" suara apa aku tidak mendengar apa-apa "
" matikan gamenya !!!"
" oke oke "
ana tiba-tiba mencium bau bunga mawar, bau itu seperti bau tubuh glen, ana langsung meminta ahmad untuk mengunci pintu kamarnya.
" sudah kukunci sayng semuanya sudah ku kunci "
" sayang kemarilah cepat, dan matikan lampunya "
" ana aku masih belum mengantuk tidurlah dulu nanti aku akan menyusulmu nanti, "
" tidak aku mau kamu kesini sekarang"(sambil melampar bantal ke arah ahmad )
" baiklah apa kamu sangat merindukan kenikmatan dari ku .? " ( goda ahmad sambil berjalan menuju ke arah ana )
" ha ha ha sebenarnya sih iya " ( sambil memukul ahmad dengan guling )
" dasar gadis nakal "
" ahmad apa kita akan menikah nanti, ? "
" ya tentu kita akan menikah "
" ahmad apa kamu yakin kita bisa menikah .?"
" sangat yakin "
" tapi orang tuamu, ? "
" sudahlah jangan memikirkan hal yang belum harus dipikirkan "
" baiklah, besok adalah hari terakhir aku ujian, setalah itu tinggal menunggu hasil akhir pengumuman kelulusan,"
" iyalah "
diluar pintu kamar ahmad glen sedang duduk sembari mendengarkan pembicaraan ana dan ahmad diluar pintu, glen tidak bisa memasuki tempat orang lain yg mana tempat itu telah ditutup pintu ataupun jendelanya, lain halnys dengan rumah ana, rumah ana memang merupakan sarang dimana banyak mahluk-mahluk seperti glen, keluar masuk disana.
glen sangat cemburu dan emosi malam itu, hanya glen masih menahan amarahnya, glen sudah berjanji tidak akan menyakiti ana lagi, namun disisi lain glen tidak bisa melihat ana bermesraan dengan laki-laki lain selain dirinya.
__ADS_1
" ana "
" ana "
" ana "
( glen terus memanggil ana dari luar kamar ahmad)
" glen maafkan aku, aku tidak bisa trus begini " ( gumam ana dalam hati )
jam menunjukkan pukul 00:13 glen pergi dari rumah ahmad, glen pergi dengan meninggalkan air mata, ya glen memang terlihat kasar, dan kuat namun kenyataanya glen sering mengangis jikalau ana sedang menghianatinya.
" sayang " ( sambil mencium bibir ana )
" aku sedang mengantuk malam ini " ( sambil memalingkan badanya )
" sayang aku ingin "
" jangan malam ini, " ( sambil menangis karna mengingat glen )
" kenapa kamu begini sih an " ( sambil mencoba menarik tubuh ana )
" aku sedang tidak enak badan, tiba-tiba saja kepalaku pusing "
" yang mana sayang yang pusing biar aku pijat, ( sambil mengelus kepala ana )
malam itu ana dan ahmad tertidur pulas dan keesokan harinya ana berangkat bersama dengan ahmad, sesampainya disekolah ana cepat-cepat meninggalkan ahmad dan berlari kedalam kelasnya,
" ana kamu jangan berlari kakimu bekum 100% sembuh "
" oh iyaa " ( sambil terus berlari )
didalam kelas masih dalam keadaan sepi ana duduk dimeja tempat dia ujian, ana duduk dan melamun ke jendela ana tidak berhenti memikirkan glen, ya ana memang sebenarnya sangat mencintai glen, namun ana sadar semua itu hanya akan menyakitinya, ana selalu berfikir bahwa dengan tidak melayani glen maka dia akan baik-baik saja, namun kenyataanya berbeda, ana merasa ada yh kurang, ana merasa gelisah, walau sering ana melampiaskan semuanya ke pada ahmad, ana tetap tidak bisa merasakan apa yg ia rasakan bersama glen.
" woy, tumben pagi-pagi udah ditempat " ( suara kyky menyapa ana )
" ah kamu ngagetin aku aja "
" ha ha ha, ya kan aku nanya ana "
" ya kan aku tepat waktu boleh kan "
" hahaha oke oke, udah sarapan .?? "
" belum "
" nih makan " ( sambil menyodorkan roti )
" oh makasih beb "
" giliran gini aja aku dipanggil beb "
" hahaha, ica sama reno mana ?"
" nggaka tau tadi bilangnya sih mau berangkat , tapi jam segini kok belum samapai juga ya "
" paling mampir dia "
" mungkin sih "
" hiii hii hiii aku datang " ( sambil menari-nari )
" haha dasar darimana aja kamu ? "
" dari perpus tadi "
" perpus mana sepagi ini buka "
" hehehe kamu faham banget sih ky "
"eh uda siap ujian kan hari ini .?"
" siap lah " ( cetus ica )
ujian pun dimulai dengan begitu tenang, ana dan teman-temanya sangat semangat di akhir ujian itu,
beberapa menit kemudian mereka telah selesai mengerjakan semuanya, ica mencoba mengusulkan untuk liburan bersama di hari tenang menunggu hasil kelulusan,
" ana ky , gimana kalo kita liburan ?"
" boleh tu "
" gimana an kamu mau ikut kan.?"
" entahlah, badanku lagi kurang fit hari ini "
" ya bukan hari ini an, ya berangkat besok atau lusa gimana .?? "
" nanti aku kabari lagi deh ca, aku pulang dulu ya , " ( sambil berjalan meninggalkan teman-temanya )
" an nggak mau pulang bareng kita "
" enggak "
" hati-hati ya "
hanya melambaikan tanganya ..
sepanjang perjalanan ana hanya menatap kakinya, sesekali dia melihat kedepan tuk memastikan jalan, ana sangat risau saat itu, dia merasa ada yg hilang dari dirinya, dia merasa badanya lemas, dan nafasnya terengah-engah.
" glen kenapa aku tidak bisa jauh darimu "
" glen "
" glen "
tiba-tiba ana menghentikan jalanya, dan melihat orang dibelakangnya yg menarik tanganya.
" glen,"
" hi " ( tersenyum kepada ana )
" glen maafkan aku " ( sambil memeluk glen)
" iya aku tidak apa-apa kok " ( mengelus rambut ana )
" glen semalam kamu datang kan .? "
" iya aku mendengar semuanya, aku juga merasakan apa yg kamu rasakan semalam "
" memangnya apa yg aku rasakan .? "
" merindukanku .? "
__ADS_1
" ha ha ha tidak , !"
glen dan ana pun berjalan bersama menuju rumah ana, mungkin orang melihat ana seperti berjalan dan berbicara sendiri namun, kenyataanya ana sedang bersama dengan glen.