diperkosa jin

diperkosa jin
HIDUP DENGAN JIN # 3 #


__ADS_3

keesokan harinya ana beraktivitas seperti biasanya.


di hari itu nampak agak mendung ana pun bergegas berangkat ke sekolah ana tidak lupa membawa payung untuk berjaga-jaga.


sepanjang perjalanan nenuju sekolah ana menari-nari sembari sesekali tersenyum lebar dan terus menari, yaa hari itu ana sangat bahagia karna hari pertama masuk kesekolah setepah liburan semester yg indah, jarak menuju ke sekolah ana sangat dekat hingga ana tak perlu menaiki kendaraan apapun.


sesampainya disekolah ana langsung menuju kelasnya didalam kelas sudah ada kyky dan ica menunggunya.


" haiiii bebb."


" what beb. ( saut kyky dengan tertawa )


" apa sih kamu " ( ucap ana sambil menaruh tasnya diatas meja)


" ha.ha.ha ana dasar, tumben kamu bahagia banget ada apa ya ? "


" nggak ada apa-apa aku lagi bahagia aja "


" ya kan bahagia pasti ada alasanya lah "


" haha aku lagi bahagia karna aku udah punya pacar sekarang "


" haaa yakin !!!! " ( saut ica sanbil melotot )


" iyaa " ( sambil senyum )


" anaaa siapa pacarmu " ( saut kyky sambil memgang pundak ana)


" nanti aku pasti kenalin kalian kok " ( sambil tersenyum)


" baiklah aku tunggu loh an "


" oke oke siap."


jam pelajaran pun ana lalui dengan penuh semangat ana merasa hari itu adalah hari yg sangat indah sekali ana melakukan semua aktivitas dengan penuh semangat hingga jam pulang pun tiba, ana tidak langsung pulang melainkan pergi ke perpustakaan sekolah, yaa ana memang suka membaca buku di perpustakaan.


jam menunjukan pukul 14:22 ana masih didalam perpustakaan ana membaca sebuah novel percintaanya, hingga tiba-tiba guru agama ana pu. datang


" ana "


" iya pak "


" ana sedang baca apa .!? "


" ana baca novel tentang romansa percintaan gadis belia pak."


"ana jangan panggil pak lah sebenarnya umur kita kan tidak jauh berbeda"


" maksudnya .?"


" ya ini kan sudah bukan jam pelajaran lagi, lagian ana sama saya kan umurnya nya nggk jauh beda. "


" iya maksudnnya gimana ana masih nggak ngerti pak " ( dengan wajah yg polos ana menatap guru agamnya )


" ana pangil saya mas aja ya " (sambil memegang pundak ana)


" oh begitu oke deh mas "


" ana kamu sudah makan belum"


" belum sih tapi ana nanti jam 3 udah harus dirumah ana mau bantuin ibu ngasih makan kambing "


" oh gitu yaudah lanjutin aja bacanya saya pulang duluan ya "( sambil mengelus kepala ana )


" iya deh " aneh ya guru ini (gumam ana dalam hati )


jam sudah menunjukan pukul 14:46 anapun keluar dari perpustakaan dan pulang kerumah sesampainya dirumah ana membantu ibunya memberi makan kambing peliharaan keluarganya.


" ana itu anak yg baik ya " ( ucap salah satu tetangga ana )


" anaa ibumu dimana.? "


" oh bu lurah, ibu dibelakang sedang menyetrika baju,"


" ana bilang pada ibumu bu lurah mau ambil cucian ya."


" iya bu sebentar ana ambilkan dulu, silakan duduk dulu bu "


ana pergi kebelakang mencari ibunya


"buu. buu bu lurah mau ambil cucian bu,


ibu "


ana memanggil ibunya dan tidak ada jawaban, ana pun mencoba mencari dirumah tapi ibunya tidak ada, anapun mengambil pakaian bu lurah yg sudah selesai disetrika dengan rapi, kemudian ana memberikanya kepada bu lurah, setelah bu lurah pergi ana kembali mencari ibunya sesampainya ana dikamar ibunya ana menemukan dupa yg sudah menyala, ana terkejut dan bertanya- tanya kenapa selalu ada dupa dikamar orang tuanya.


ana masih terus dibuat penasaran dengan apa yg imdia lihat ana selama ini masih belum dapat jawaban dari kedua orang tuanya,


ana mengambil hp dan mencoba menelpon ibunya . namun ternyata ibunya tidak membawa hp, ya hp ibunya ditinggal dirumah, ana melihat jam, jam menunjukan pukul 18:12 ya sudah petang tapi ayah dan ibunya tak kunjung pulang, ana pun mencoba melupaka. semua rasa penasaranya ana pergi kekamar mandi dan bergegas mandi, setelah mandi ana masuk kekamarnya dan berbaring sejenak sembari membayangkan glen, yaa sudah satu minggu ana tidak memikirkan glen, malam itu ana mencoba memanggil glen dalam hati.


" glen,... glenn.. "


sepanjang malam ana memikirkan glen namun glen tak kunjung datang, ana merasa ada yg aneh hingga ana mencoba mencari bungga mawar yg glen berikan kepada ana waktu itu,


" duh dimana bungga itu"


ana mencari disemua tempat bahkan ana bolak-balik membuka kopernya namun ana tidak menemukan barang itu, ana mulai takut dan resah, ana takut tidak bisa bertemu dengan glen lagi.


" oh tuhan sungguh bungga itu hilang apa yg harus aku lakukan aku sangat merindukanmu glen sungguh aku sangat rindu " ( sambil terisak-isak tangis ana)


diluar kamar ayah dan ibu ana mendengar ana menangis kemudian ibu anapun mencoba menanyakan apa yg membuat putrinya itu menangis.


" ana anakku sayang ada apa nak.? "


" tidak ibu tidak apa-apa l, ibu dan ayah darimana saja,!?"


" ibu dari rumah bu lurah nak."


" bohong tadi bu lurah kesini, !"


sontak ayah dan ibu ana saling menatap dan bingung mau membuat alasan apalagi,

__ADS_1


" gini loh nak ayah tadi mau kerumah bu lurah mengantarkan ibumu, tapu pas dijalan ayah ketemu sama teman ayah jadi ayah mampir kerumah teman ayah"


" iya nak betul apa kata ayahmu, kamu menangis hanya karna ayah dan ibu tidak dirumah ? "


" sudahlah bu ana tidak apa-apa, ana hanya mencari barang ana yg hilang,"


" barang apa nak coba buka pintu dulu "


" tidak usah bu aku lagi nggak mau ngomong"


" loh lah tadi yang ngomong itu siapa lo nak "( ha ha ha sambil tertawa )


" ahh ibuuuuu,,,"


" ha ha ha ana ana ada-ada saja kamu ini cepat keluar ayo makan ibu masak nasi jagung kesukaanmu ini loh "


" iya nanti ana makan sendiri "


ana masih menangis dan sembari mencari bungga mawar yg glen berikan, ana sangat takut bungga itu telah gugur dan ana tidak sempat membakarnya, ana takut tidak akan bertemu dengan glen lagi.


beberapa hari telah berlalu ana masih merasa ada yg hilang dari tubuhnya ana merasa hidupnya tak berarti lagi, entah mungkin ana dan glen sudah terikat satu sama lain, hari-hari ana merasa sudah tidak bersemangat lagi hingga hari itu tiba saat dimana hari kelahiran ana ya ana sekrang sudah masuk umur 18 tahun, ana sadar hari itu hari dimana usianya bertambah, tapi ana merasa biasa saja,


" ana " ( guru agama ana memanggil )


" hmm " ( saut ana sambil membalikkan badan)


" ana selamat ya kamu udah semakin dewasa, udah jangan main-main lagi yah ( sambil memberikan boneka besar dan coklat )


" bapak apa tidak malu "( sambil melotot )


" haa malu kenapa an "


" ya malu masak laki-laki bawah boneka kayak gini "


" hehehe gapapa an demi kamu aku nggak malu " ( sambil tertunduk malu)


" pak aku mau pulang makasih boneka sama coklatnya " ( sambil berjalan meninggalkan gurunya )


" an "


" iya " ( menghentikan langkahnya )


" an aku sebenarnya ada rasa sama kamu"


" haaa ( sambil menjatuhkan bonekanya )


" iya an aku tau pasti kamu terkejut, ya kan kamu tahun ini lulus besar kemungkinan kamu bakal menikah kan, ya sebelum kamu dipinang orang lain alangkah lebih baiknya aku yg lebih dahulu meminangmu an, "


" tapi pak "


" sudahlah an setalah kamu lulus nanti aku akan kerumahmu an aku akan bilang ke kedua orang tuamu gimana,? "


ana sangat terkejut seorang laki-laki yg sudah matang dan sangat tampan itu merupakan guru favorit disekolahnya bahkan semua wanita di sekolah itu mengidolakan guru itu ya guru itu namanya ahmad asrudi, dia merupakan anak dari pemilik sekolah itu, dia lulusan dari arab, dia merupakan laki-laki yg baik ahlaqnya, dan tampan parasnya, ana merasa mimpih disiang bolong, ana masih tak percaya,


" ana "


" iya pak "


" maaf pak ana tidak bisa menjawab sekarang "


" baiklah ana bolehkah aku memintak nomer W A mu ana " ( sambil menyodorkan hp nya )


" iya pak " ( sambil mencatat no telpon nya menggunakan hp ahmad )


" permisi pak ( ana pergi meninggalkan ahmad)


sesampainya dirumah ana langsung mandi dan masuk kedalam kamar, ana hari itu seperti mimpih disiang bolong, ana tau ana bukanlah wanita yg baik ana juga sadar jika ana tidak lagi suci, ana bimbang dengan semuanya, ana sangat bahagia jikalah ahmad mencintainya, namun disisi lain ada glen yg sangat ana cintai.


" glen bisakah kamu datang malam ini glen "


( gumam ana dalam hati )


jam sudah menunjukan pukul 18:25 ana merasa rumah masih sangat sepi ana belum melihat ayah dan ibunya , ana kembali berfikir kemana perginya kedua orang tuanya, ana oun keluar kamar dan tiba-tiba,,,,,,,


lampu rumah ana mati, ana teriakk dan menangis ketakutan ,


" ayahh, ibuu kalian dimana " ( sambil menangis hebat )


" glenn tolong aku " ( sambil sembunyi dibawah meja )


ya ana mempunyai trauma terhadap gelap waktu kecil ana pernah terkunci di gudang sekolah saat itu ana umur 5 tahun ana sering pergi dari rumah dan main petak umpet dengan teman-temanya ya rumah ana dengam sekolah tidaklah jauh jadi main dihalaman sekolah bukanlah hal yg aneh.


beberapa menit sudah berlalu ana masih menangis dibawah meja, ana berharap yg datang dihari itu adalah glen yaa, glen laki-laki yg sangat ana cintai, namu ana teringat akan sosok ahmad, mungkin ahmad yg saat ini bisa membantunya.


" ahmad.,,,ahmad datanglah tolong aku " ( gumam ana dalam hati )


ahmad saat itu belum menghubungi ana jadi ana tidak mempunyai nomer telpon ahmad,


jam menunjukkan pukul 19:12 ana masih di bawah meja dan dia merasa semua badanya kaku, ana merasa dirinya sedang berada didunia lain, ana merasa dia sedang dipandangi oleh seribu mata, keringat ana sudah mengucur deras, badan ana terasa sangat dingin.


" kringgg..kringgg " ( bunyi panggilan WA )


" haaa " ( ana seperti disadarkan oleh suara hp nya )


" pak ahmad " ( sambil gemetar bibir ana )


" iya ana ini aku kamu simpan nomerku ya, ana kenapa kamu diam saja "


" to to. to.tolooong "


" iya ana adaa apa " ( mengencangkan suaranya )


" datang kerumah kerumahh kerumah " ( sambil menangis kencang )


" kerumah siapa ana " ( menunggu jawaban)


" ke ke kerumah ana pak, hikz hikz ( ana terus menangis kencang )


" saya kesana "


ahmad langsung mengeluarkan mobilnya dan menuju kerumah ana, sesampainya didepan rumah ana, ahmad sangat terkejut mendapati rumah ana sedang dalam kondisi mati lampu total, ahmad berfikir kalau dirumah ana sedang ada maling, ahmad langsung berlari kencang menuju kedepan pintu rumah ana.

__ADS_1


" ana ana,, ana ini aku ana " ( teriak kencang sambil mengetok pintu ana )


" aku disini hikz hikz hikz " ( menangis kencang )


" ana aku masuk ana " ( sambil membuka pintu yang tidak dikunci )


" aku disini " ( sambil menagis dibawah meja)


" ana kamu kenapa disitu keluarlah " ( sambil jongkok menatap ana dengan badan yg sudah basah dengan keringat"


" aku takut, aku takut " ( sambil tanganya mengapai ahmad"


" keluarlah kemarilah aku ada disini " ( sambil meraih tangan ana dan memeluknya)


" huaaaa aaaaa aaa ( ana menangis sejadi-jadiya )


malam itu menujukkan pukul 20:14 orang tua ana tak kunjung tiba ahmad mencoba menenangkan ana dan ahmad mencoba menitipkan ana kepada tetangganya, namun ana menolak dengan alasan ana tidak mau merepotkan banyak orang, malam itu ahmad meminta ana untuk mandi agar keringat ana tak lagi menempel,


" apa kamu merasa sudah tenang.?" ( sambil melepaskan pelukanya)


" aku masih takut jangan pergi ( ana terus memeluk erat ahmad)


" ana andai aku tak mencintaimu, aku tak akan menahan ini " ( sambil kembali memeluk ana )


" ana benar-benar takut, tetaplah disini sampai ayah ibuku datang "


" baiklah mandilah dulu aku akan disini menunggumu"


" tidak aku takut sekali, aku sangat takut "


" aku akan menunggumu didepan kamar mandi itu " ( sambil mencoba melepaskan pelukanya)


" tidak aku takut disini semuanya gelap" ( sambil terus memeluk ahmad)


" baiklah kalau begitu ayo mandi dirumahku"


" tidak aku takut apa kata orang tuamu "


" tidak apa- apa dirumahku tidak ada papa mamaku"


" tidak aku tidak enak pada pembantumu, pembantumu adalah ibu dari temanku kyky "


" ana pembantu dirumahku sudah pulanv jam 5 sore tadi "


" baiklah tapi nanti antarkan aku kembali kesini ya " ( sambil terus memeluk ahmad )


" iya an ayo kita keluar " ( sembari mencoba melpaskan pelukan ana padanya)


" tidak jangan lepaskan aku aku tidak mau jalan sendirian badanku kaku, sulit digerakkan" ( sambil mencekram tangan ahmad )


" baiklah an ijinkan aku mengendongmu"


" iya "


ana dan ahmad pun keluar dari rumah ana dan menunuju kerumah ahmad perjalanan dari rumah ana ke rumah ahmad menghabiskan waktu kurang lebih 4 menit, sesampainya dirumah ahmad ana langsung terkejut memandangi rumah yg begitu megah dan mewah ya, didesa rumah ahmad merupakan rumah terbesar dan orang terkaya , keluarga ahmad sangat terpandang dan juga ahmad merupakan anak tunggal jadi tak heran banyak yg mengidolakanya.


" ini handuknya cepat kamu mandi "( sambil memberikan handuk kepada ana )


" iya pak "


sembari menunggu ana mandi ahmad menyiapkan makanan untuk ana, ahmad kebetulan sangat suka memasak, ya maklum ahmad dulu hidup diluar negeri sebagai anak rantau yg apa-apa ia kerjakan sendiri.


" pak aku sudah selesai "


"anaaa " ( dengan sangat terkejutnya ahmad sambil menutup mata )


" kenapa ? " ( dengan wajah polosnya)


" ana jangan pernah kamu menunjukkan tububmu kepada lain jenismu karna itu akan mengundang nafsu "


" loh ana kan pakai handuk "


" sudah-sudah pakai bajumu ana "( sambil melambaikan tangan agar ana pergi menjauh )


ana pun pergi kembali kekamar mandi dan memakai baju yg basah akan keringatnya tadi


" pak ana sudah pakai baju "


" iya " ( sambil menoleh kearah ana)


lagi-lagi ahmad dibuat tidak berkedip memandang ana, kini ahmad rasanya sudah tidak bisa menahannya, rambut ana yg basah dan kaos putih yg ana kenakan membuat ahmad tidak lagi menahan apa yg ia tahan sedari tadi .


"ana "( sambil mendekati ana )


" iya " ( sambil memakaikan handuk dikepalanya )


" ana aku adalah laki-laki ana,aku juga manusiawi maafkan aku ana aku sangat mencintaimu"


malam itu terasa sangat cepat, tak terasa malam telah berganti pagi, dan ana masih tertidur pulas diatas ranjang ahmad, ahmad bangun dan lari kekuar kamar, ahmad menangis sejadi-jadinya ahmad sangat menyesal dan terus menangis ahmad merasa telah melakukan kesalah yg sangat fatal dalam hidupnya,


" tidakkkk " ( ahmad terus mengulang kata itu )


jam menunjukan pukul 05:34 ana terbangun dari tidurnya ana nampak biasa saja dan seperti sudah menikmati apa yg telah ia lakukan malam itu, ana mencari ahmad keluar kamar dan mendapati ahmad tertidur di sofa,


" pak " ( sambil mencium )


" ana apa yg kamu lakukan " ( terbangun dan kaget melihat sikap ana )


" tidak apa-apa ayo mandi dan antarkan aku pulang tuk ganti dragam sekolahku"


" baiklah "


"oh iya apa tawaran menikah setelah aku lulus masih berlaku " ( sambil memeluk ahmad yg telah berdiri beranjak dari sofa )


" hmmm ana apa yg membuatmu berubah "( melapaskan pelukan ana )


" jawablah pak " (kembali memeluk ahmad )


" ana apa kamu tidak menyesal sama sekali dengan apa yg telah terjadi semalam "


" menyesal .? kenapa harus menyesal "

__ADS_1


" ana aku sungguh mintak maaf kamu jangan seperti ini " ( sambil mata berkaca-kaca )


__ADS_2