diperkosa jin

diperkosa jin
HIDUP DENGAN JIN # 9 #


__ADS_3

anapun pergi keluar dari rumah, dan menuju rumah ahmad, ya ana ingin memberi tau kabar tentang kelahiran anaknya pada ahmad.


" sayang keluarlah aku ada di depan rumahmu " ( isi pesan ana pada ahmad )


ahmad pun langsung keluar dan menemui ana, diluar rumah ahmad ana bercerita tentang apa yg terjadi padanya semalam.


" ahmad aku telah melahirkan seorang bayi, bayi itu adalah anak kita berdua" ( sambil memegangi perutnya )


" sayang apa yg kamu katakan .?, jangan banyak begadang biar kamu tidak halusinasi."


( sambil mengelus rambut ana )


" ahmad aku sungguh serius, kalo kamu tidak percaya mari kerumahku, kamu akan tau semuanya"


" baiklah ku ambil kunci mobilku dulu "


dari kejauhan ayah dan ibu ahmad melihat ahmad dengan ana mengobrol dengan mesra, kemudian disaat ahmad masuk kedalam rumah ibu ahmad mencoba menanyakan tentang ana.


" ahmad putraku, siapa wanita yg kamu belai rambutnya tadi .?? " ( sambil mengehntikan langkah ahmad )


" siapa ibu "


" jangan pura-pura nak ibu sudah tau, kamu sedang dekat dengan wanita itu kan , coba ceritakan kepada ibu siapa wanita itu dan dari keluarga mana dia berasal.?"


" ibu dia adalah ana ibu, anak seorang buru cuci "


" ahmad, kamu yakin dia hanya anak buru cuci "


" iya ibu, "


" ahmad, ibu tidak ingin kamu sembarangan memilih pasangan hidupmu nak."


" ahmad, tidak sembarangan ibu, ana adalah gadis yang baik dia merupakan muridku "


" ahmad apa kamu sudah G..a.!! "


" tidak ibu, sudahlah bu nanti kita bicarakan lagi "


ahmad pun segerah mengambil kunci mobilnya, dan pergi kerumah ana bersama ana .


sesampainya dirumah ana ahmad melihat ibu ana sedang mengedong seorang bayi, ahmad mencoba mendekati ibu ana dan melihat bayi itu, ahmad tidak berkata apapun, ahmad hanya terus menatap bayi itu, hingga ana pun mencoba meminta ibunya tuk menjelaskan.


" bu coba jelaskan kepada ahmad bu "


" ahmad, "


" iya bu "


" kamu mungkim tidak percaya dengan apa yg ibu ceritakan, tapi sungguh ini nyata nak ."


" iya bu aku masih bingung dengan semua ini "


" ahmad tadi malam ana melahirkan seorang putra, ana dan kamu kini menjadi seorang ayah dan ibu nak "


" ibu sungguh bercanda. (sambil tersenyum )


" jujur ibu sangat kecewa dengan kalian berdua bagaimana bisa kalian melakukan hubungan yg begitu jauh."


" maafkan kami bu "


" ana pergila bawa bayi ini " (sembari menyerahkan bayinya kepada ana )


" baik ibu " (beranjak pergi menuju kamarnya )


" ahmad percayalah "


" tidak bu, mungkin ana sudah mengandung sebelum bersamaku, kami baru saja menjalin cinta bu mungkin baru 2 bulan bu, mana mungkin bisa langsung melahirkan bayi dengan waktu 2 bulan."


"ahmad ibu akan jujur kepadamu, dengarkan baik-baik, dulu ayah dan ibu ana ini tidak bisa mempunyai momongan dalam waktu 5 tahun kami mencoba berbagai cara kami tetap tidak mendapatkan hasil apa-apa nak, hingga kami terpaksa datang kepada nenek ana, ya nenek ana merupakan dukun yg sangat sakti nak, nenek ana kemudian meminta ibu untuk pergi ke guwa diujung desa ini, ya ibu diberi nenek ana beberapa botol untuk mengambil sumber air yg berada didalam guwa itu, setiap 1 minggu sekali ibu kesana, dan ayah ana bertugas menyalahkan duoa didalam kamar, setelah ibu kembali dari guwa ibu membawa air dan meminum air itu, setiap kali ibu selesai meminum air itu malamnya ibu selalu bertemu dengan sosok laki-laki tampan yg membuat ibu bergairah dan ibu melakukan hubungan badan denganya, kemudian ibu juga melakukan dengan ayah ana, setiap selesai meminum air itu ibu mengubur botol itu di samping rumah yg kini menjadi kandang kambing, ahmad percayalah, ana merupakan anak kami namun ada campur tangan mahluk gaib didalamnya."


" ibu, berapa lama ibu mengandung ana .?"


" ibu bahkan hanya butuh waktu 1 bulan saja nak .??


" jadi botol yg pernah ana temukan...."


" ya botol-botol itu milik ibu nak, "


" bu, lantas apakah ana...?"


" ya nak ana tidak ingin seperti ini, ana merupakan korban pemerkosaan yg dilakukan bangsa jin nak, bangsa jin daoat dengan mudah menyentu ana walaupun ana tidak menginginkanya, karna ana memiliki sesuatu ditubuhnya yg dimiliki jin juga,"


" lantas bagaimana nanti anak kami .!??"


" tenanglah, jika kamu tetap melindungi anakmu dengan sesajen maka anakmu tidak akan diincar oleh bangsa jin."


" bukan itu maksudku , bagaimana aku menjelaskan kepada orang tuaku, "


" nak ahmad, ibu tau diri orang tuamu tidak akan mau menerima anak kami sebagai menantunya, jadi biarlah ana tetap sendiri,"


" tapi bu aku sudah berjanji pada ana, akan melamarnya setelah pengumuman hasil kelulusan keluar,"


" tidak nak tidak usah, dengan kondisi ana seperti ini tidak mungkin bisa nak keluargamu menerimanya, ana tanpa anak pun orang tuamu tidak akan menerima, apalagi dengan anak. "


" bu aku tidak mungkin meninggalkan ana, jadi jangan berfikir kalau ibu akan memisahkan kami."

__ADS_1


" ahmad, jika kamu tetap bersama ana maka ana akan lebih menderita lagi, karna kamu tidak akan hidup nak, !!"


" kenapa aku tidak hidup, yg memberi kehidupan ini hanya yg diatas bu, tidak ada yg tau umur seseorang."


" ahmad harus berapa kali ibu menjelaskan, ana ini sedang diincar oleh jin, dia sudah menjalin hubungan dengan bangsa jin, ana tidak mungkin lepas begitu saja, kamu tidak tau betapa seriusnya masalah ini"


" aku tidak perduli bu, aku juga tidak percaya dengan hal-hal mistis seperti itu "


" ahmad, sungguh ibu mohon jangan melanjutkan hubungan ini, "


" ibu, ayah dan jin saja bisa hidup dengan damai, tentu aku ana dan jin itu nanati akan seperti itu juga."


" ahmadddd....!!! ana ini diperkosa, sedangkan ibu melakukanya dengan ritual pemanggilan, jadi beda ceritanya ahmad.!!!


" sudahlah bu, aku tidak mau berfikir seperti apa yg ibu fikirkan, aku pergi menemui anak itu dan ana dulu " ( sambil pergi menuju kamar ana )


ahmad sebenarnya masih tidak percaya dengan semua cerita ibu ana, namun ahmad mencoba menerima apa yg ibu ana jelaskan, ahmad berpura-pura tidak ada apa-apa kepada ana .


" sudah dijelaskan pada ibu ku kan kalo ini anak kita "


" iya sudah "


" coba kulihat wajah tampan anakku " (sambil meminta anaknya untuk digendong)


"baiklah, ikit ayah nak " ( sembari memberi gendonganya kepada ahmad ) "


" dia tidak mirip denganku smaa sekali, (gumam ahmad dalam hati )


" dia tampan bukan.??"


" iya "


" ana aku pergi dulu " ( memeberikan bayinya pada ana )


" kenapa buru-buru..!"


" nanti kita ketemu lagi."


ahmad pun pergi dari rumah ana, sepanjang perjalanan ahmad menangis, ya ahmad memang terlihat tegar namun sebenarnya dia sangat mudah menangis, saat itu ahmad merasa sangat dilema, antara cinta dan tidak mau menerima, ya ahmad sebenarnya tidak mau menerima bayi itu, karna ahmad yakin tidak pernah melakukan kesalahan hingga membuat ana mengandung anaknya.


ahmad memutuskan tuk tidak bertemu dulu dengan ana, dalam beberapa hari, hingga disaat hasil kelusan ana keluar ahmad tetap tidak menemui ana, ana yg merasa ahmad berubah pun mencoba pergi kerumah ahmad.


" permisi apa ahmat ada .?"


" eh ana " ( jawab ibu kyky yg bekerja dirumah ahmad.)


" bu, apa ahmad dirumah, ?"


" iya nak ada ,sebentar ya "


" siapaa yg datang.? " (tanya ibu ahmad pada pembantunya )


" ana, ana siapa.? "


" teman sekolah anak saya, "


" trus ngapain dia sini."


" itu nyoya ana mencari den ahmad."


" halllaaaa pasti itu gadis waktu itu. tidak usah panggil ahmad biar saya saja yg keluar .!! "


" baik nyonya ."


ibu ahmad pun keluar dan menemui ana, ana yg berdiri di depan pagar rumah ahmad pun sangat terkejut melihat orang yang ia takutkan menghampirinya.


"selamat siang bu " (sambil berjabat tangan dan mencium tangan ibu ahmad )


" iya ada apa ya, ? "


" ehm saya murid bapak ahmad bu, mau konsultasi tentang pelajaran agama"


" bukanya kamu sudah selesai ya sekolahnya, dan tidak ada lagi kelas kan .?"


" ehm iya, tapi saya masih ada yg mau dibicarakan bu dengan pak ahmad "


" ahmad lagi kurang enak badan, jadi tidak bisa keluar "


" bu maaf bisa saya menemuinya sebentar"


" gini ya nak kamu masih belum cukup dewasa, dan kamu belum mengerti dengan apa yg kamu lakukan disini sekarang."


" saya pernah melihat kamu begitu dekat dengan anak saya, tapi rasanya hubungan kalian bukan sekedar guru dengan murid, apa itu benar .?"


" ehm... i...ii "


" ana apa yg kamu lakukan disini masuklah " ( saut ahmad yg datang memutus pembicaraan anamtara ibu ahmad dengan ana )


" ahmad.!!!"


" ibu sudahlah tidak baik bukan mengobrol di depan pagar seperti ini " (sambil merangkul ibunya )


" baiklah silakan masuk " ( saut ibunya ahmad kepada ana )


" terimakasih, " (sambil berjalan masuk mengikuti ahmad dan ibunya dari belakang) .

__ADS_1


ana pun masuk kedalam rumah ahmad, yg mana didalam rumah hanya ada ahmad, dan ibunya serta pembantunya, kebetulan waktu itu ayah ahmad sedang kesekolah untuk ttd peresmian asrama untuk sekolah.


" ibu bisakah ibu meninggalkan kami "


(pinta ahmad pada ibunya )


" tidak, ibu ingin bertanya pada kalian berdua, apa benar kalian punya hubungan spesial .!??"


" tidak ibu kami tidak punya hubungan spesial " ( jawab ahmad tanpa memandang ana )


ana terkejut dengan jawaban dari ahmad, ana merasa ahmad tidak bisa memegang omonganya, ahmad tidak menepati janjinya, ana meneteskan air mata dan pergi meninggalkan rumah ahmad.


" tidak sopan, masuk baik-baik keluarnya tidak sopan, pasti dia tidak diajarkan tata krama, halaaa memang orang miskin selalu tidak punya etika."


" ibu jangan seperti itu, mungkin ana sedang buru-buru " (sambil pergi masuk kedalam kamarnya ) .


ibu kyku tidak sengaja mendengar pembicaraan yg terjadi , dan mencoba mendatangi ahmad.


" den ahmad, kenapa ana tidak dikejar, ana anak yg baik loh ,kyky sering bercerita tentang ana, jika kalian memang memili hubungan ya kalian harus mengakuinya, tidak perlu malu ."


" iya "


" yasudah saya kembali kebelakang "


" iya "


ahmad tidak memperdulikan apa yg dikatakan oleh pembantunya ahmad masih mencoba untuk tidak bertemu dulu dengan ana, hingga ia bisa menceritakan kepada ayahnya terlbih dahulu.


dirumah ana, ana menangis sejadi-jadinya ana merasa hatinya hancur dan remuk, ana tidak tau lagi harus bagaimana, ana menyalahkan dirinya sendiri kenapa dia tidak menurut pemilik villa waktu itu, ana berfikir semua ini terjadi karna dia tidak berhati-hati saat berada ditempat asing.


ibu ana merasa resah dengan tingkah ana, seharusnya ana bahagia karna dia telah lulus dari SMA.


" ana kenapa kamu menangis nak, coba sini bicara sama ibu nak "


" tidak ibu ana tidak menangis "


" ana kamu harus trima kenyataan nak, jangan memaksa ahmad nak, apa kamu mau melihat ahmad meninggal.? "


" apa maksud ibu."


" nak jika kalian menikah ahmad akan meninggal nak, karna siapapun laki-laki yg menikahi kekasih jin maka dia akan meninggal, "


" ibu jangan mengarang cerita ibu, sejauh ini tidak ada hal seperti itu disini, ibu aku sangat lelah hari ini, oh ya bu pembayaran acara kelulusanku harus segerah dibayar bu, dan bu jual saja mobil pemberian nenek itu bu, kemudian berikan uangnya kepada ahmad bu, aku tidak mau berhutang budi kepadanya "


" pembayaran kelulusan biar ibu bayar dengan uang hasil ibu mencuci pakaian yg ibu tabunv, dan ditambah dengan menjual kambing 2 ekor, ibu rasa sudah cukup, untuk hutang kepada ahmad, jangan menjual mobil dari nenekmu nak itu tidak boleh terjual, biar ibu dama ayah saja yg mencari uang untuk menebusnya "


" baikalah terserah pada ibu."


ana mengurung diri dikamarnya, kemudian glen datang dan hanya memandangi ana dari sudut kamar ana, glen sebenarnya mengetahui semua namun glen memilih untuk melihat ana dari kejauhan agar ana tidak menyalahkan dirinya.


" glen, mau apa kamu disini." ( ana melihat gken dengan wajah marah )


" a...."


" aku bersumpah kepadamu glen, jika kamu berani menghalangi jalanku tuk bersama dengan ahmad, maka aku tidak akan pernah memafkan kamu."


glen pergi menghilang, meninggalkan ana .


" glenn jangan pergii kamu, glennn jangan jadi pengecut, dengar baik-baik hidupku sudah cukup hancur karnamu............. " (ana berteriak didalam kamarnya )


" ana anakku jangan seperti ini " ( sambil memeluk ana )


" glen ibu. glen " (sambil menunjuk disudut kamarnya )


" tenanglah nak, siapa glen itu nak tenanglah "


" tidak, ibu aku tidak mau ahmad, aku juga tidaj mau glen, aku tidak mau juga dengan bayi itu.." ( sambil melempar semua barang-barang yg ada dikamarnya )


" ana...ana ...tenanglah nak.. tenanglah " (sambil menanggisi keadaan ana )


ibu ana merasa ana sudah tidak bisa dikontrol , ibu ana memutuskan untuk memanggil nenek ana untuk menenangkan ana.


nenek ana pun datang, dan menyalakan dupa diruang tenggah rumah ana, nenek ana memanggil jin yang selama ini bersama ana ya jin itu adalah glen.


" datanggggg....datanggggg "


glen pun datang, nenek ana langsung mengikat glen dengan benang, kemudian mengintrogasi glen,namun glen berusaha lari, glen trus mengeliat mencoba melepaskan ikatan benang dari tubuhnya, anapun keluar dari kamarnya dan melihat glen mengeliat kesakitan.


"nek jangan nek janan."


" diamlah ana,"


"ibu jangan biarkan nenek melakukan itu pada glen by kumohon "


"ana tenanglah, nurut sama nenekmu."


glen sudah tidak bisa melawan glen pun pasrah kemudian dia menurut dengan nenek ana.


" katakan, apa kamu masih mau mengganggu cucuku,?"


" yaa "


" berani ya kamu "


" aku tidak takut dengan siapa-siapa "

__ADS_1


" kamu yakin "


" auuuuuuu,,,,, akkkkkuu yakiin. "


__ADS_2