
tiba-tiba pintu kamar ana terbuka.
" siapa disana .??"
tidak ada jawaban
"siapa, dahlan .??"
masih tidak ada jawaban.
"siapa sih ..?" (sambil berjalan menuju pintu kamarnya)
tiba-tibw glen memeluk ana dari belakang, ana terkejut namun ana merasa memang itu glen, karna bau glen tercium begitu jelas.
" glen kamu selalu menggangguku " (sambil melepaskan tangan glen dari tubuhnya )
" ana ayo bermain bersamaku "
"glen sudahlah glen, aku tidak mau bersamamu "
" anaaa...!!"
(sambil tanganya mencekik ana )
" uhuk..uhukkk. glen, le le..lepaskan "(sambil tanganya mencoba menarik tangan glen dari lehernya)
" ana aku sudah cukuo sabar menghadapimu, jika kamu berani menolakku sekali lagi akan kubuat mati semua keluargamu..!!!!" (mata glen memerah dan tanganya sudah mulai bergetar )
" glen. jangan seperti ini glen, baiklah glen mari kita lakukan "
bruakkk.... glen melepaskan tanganya dari leher ana dan ana tersungkur di lantai.
" buka .semua !!"
" glen tunggulah glen, jangan buru-buru glen "
" ana... anaaa.... ana... " (sambil menciumi ana )
rambut ana yg begitu panjang membuat glen begitu kesulitan untuk membelainya.
" sayang, rambutmu begitu panjang bisakah kamu memotongnya, ??"
__ADS_1
" tidak glen aku menyukai rambutku."
glen langsung mengambil gunting dan memotong rambut ana .
" glen apa kamu sudah gila ..??"
" sudahlah kamu nurut saja "
" au.. sakit glen jangan kencang-kencang."
" diamlah."
" glen.... sudah glen "(sambil menangis,)
malam itu ana sangat tidak menikmati malamnya, pagi hari saat suami ana pulang kerumah ana, dia terkejut melihat tangan dan kaki ana lebam.
" bunda, kakimu kenapa .?"
" eh.. tidak apa apa syang."
" coba sini aku lihat " (sambil menarik ana untuk mendekat )
"tidak apa-apa.."
dahlan pun membuka rok ana dan melihat sekujur tubuh ana ada bekas cakaran dan lebam.
" siapa yg melakukan ini..?
" tidak kok tidak siapa-siapa aku hanya terjatuh saja ."
dahlan pun berfikir jika ayah ana yg telah memukuli ana, hingga dahlan pun mencoba menghubungi ayah ana yg saat itu masih dirumah nenek ana.
" ibu tolong beri hp nya pada ayah " ( menelpon ibu ana )
" iya nak sebentar "
" hallo nak " ( sapa ayah ana pada dahlan )
" ayah, apa yg membuat ayah begitu marah kepada ana .??"
" marah, kenapa ayah marah, ayah tidak pernah marah kepada ana"
__ADS_1
" sudahlah ayah, tidak usah berpura-pura"
" maksud nak dahlan apa ya "( tanya ayah ana dengan kebingungan)
" ayah semalam memukuli ana kan , iya kan .?"
" memukuli ana.??, tidak nak ayah dari sore sudah pergi sama ibumu "
" ayah jangan berbohong."
" saya tidak bohong nak kalo tidak oercaya coba tanya ibumu "
" berikan hpnya pada ibu "
" hallo nak "
" ibu apa dari kemarin sore kalian disana bersama ..?"
" iya nak ada apa ya "
" tidak apa-apa bu kalo gitu lanjutkan "
" baik nak, "
dahlan pun menutup telponya dan bertanya lagi kepada ana.
" bunda jujurlah siapa yg melaluka. itu "
" tidak ada sayang, sungguh tidak ada."
ana pun mencoba mengalihkan pembicaraa. dengan mengendong akbar dan menyuapinya.
dahlan pun pergi bekerja dan meninggalkan ana tanpa menyentuh sarapan yg dibuatkan ana terlebih dahulu.
jam sudah menunjukkan pukul 09:00 hari itu ana sedang tidak membuka warung, jadi ana memutuskan untuk main kerumah ica, ya ica dengan reno yg akan melangsungkan pernikahanya itu sesang menyiapkan banyak undangan yg mau disebar jadi ana kesana untuk membantunya.
" permisi, "
" eh nak ana, masuk nak, ica lagi dikamar itu "
" makasih buk "
__ADS_1
" ehh akabar ganteng, sini ikut tante " ( ica bangun sambil mengendong akbar )