
sesampainya dirumah ana langsung mengambil makan dan membawanya ke kamar, glen hanya mengikuti ana dari belakang.
" glen kamu tidak makan .? "
" tidak ana "
" kenapa .?"
"bisa melihatmu sudah cukup membuatku kenyang "
" ha ha ha dasar ."
di luar kamar ibu ana mendengar ana tertawa sangat kencang, ibu ana pun bertanya kepada ana .
" ana kamu tertawa dengan siapa, ?? "
" tidak bu aku hanya sedang menelpon "
" oh yasudah kamu jangan banyak gerak dulu ya nak, tulangmu masih belum sembuh total loh "
"iya bu " ( jawab ana dari dalam kamar )
" ana apa ayahmu sudah pulang .?"
" ana tidak tau bu, ana juga baru sampai "
" oh yaudah ibu pergi mengantar cucian dulu ya nak "
" jangan lama-lama bu ya, " (sambil mengunya makananya )
" iya,, anaaa kamu makan dikamar lagi .?"
" ha ha ha iya bu, maaf aku lupa "
" ana tidak boleh makan dikamar nak pamali,"
" iya bu besok enggak lagi, "
" ana pintunya ibu kunci dari luar ya, kalo kamu mau keluar lewat pintu belakang saja "
" iyaaa "
ibu ana pun pergi, ayah ana masih di sawah hari itu ada garapan di sawah tetangganya, ana dan glen masih didalam kamar ana, glen terus memandangi ana, sembari sesekali glen mengelus rambut ana.
" glen aku cuci tangan dulu ya, nanti kita lanjutkan " ( sambil berjalan keluar kamar )
" apa sudah selesai .?" ( teriak glen dari dalam kamar )
" sebentar masih minum "( saut ana dari dapur )
" sayang " (memeluk ana dari belakang )
" glen aku sedang minum "
" sayang, maafkan aku ya, maukah kamu memulainya lagi denganku, "
" glen .."( ana ingin menjelaskan bahwa mereka tidak mungkin bisa bersatu, namun ana tidak sangup merusak moment itu, karna ana sebenarnya juga sangat rindu dengan belaian lembut glen)
" iya sayang jawab aku "
" glen. ( sambil mencium bibir glen dan melingkarkan tanganya dileher glen )
" ana " ( melingkarkan tanganya dipinggang ana )
" glen " ( terus mencium sambil membelai lembut rambut glen )
" ana aku akan mencoba lembut kepadamu" ( mengangat ana keatas meja dapur )
" baiklah glen lakukanlah " ( sambil membuka semua pakaianya )
" ana aku seperti menemukan sumber air di gurun pasir "
" glen apa kamu senang " ( tanya ana sambil terus melakukanya )
" iya sayang, nikmatilah, "( sambil melepaskan pakaian dalam ana )
sore itu ana dan glen melakukanya di dapur, semua sendok dan garpu pun ikut bergoyang, seakan mereka mengiringi ana dan glen memadu cinta.
" awass.. piringnya " (sambil memegangi piring dipinggir meja )
" tidak apa-apa ana "
" glen, glen,,glen,,, "
" iya ana sayang, ana ana "
" glennnnnn,,,,,,, jangan berhenti "
" aku akan coba pindah posisi "
" baiklah, glen ayo kekamarku saja, "
" baiklah "
hari sudah mulai gelap jam sudah menunjukkan pukul 18:45 ayah dan ibu ana sudah kembali, ibu ana menyiapkan makanan untuk ayah ana, namun ibu ana tidak sengaja menemukan pakaian dalam ana di bawah meja dapur.
" ana ini kebiasaan kalau mau taruh baju kotor pasti lupa " ( gumam ibu ana dalam hati)
" anaaa,,, " ( memanggil ana dari dapur )
" iya ibu ada apa ( saut ana dari dalam kamar )
" kamu sudah mandi, ??"
" belum ibu "
" yasudah biar ayahmu mandi dulu , baru kemudian kamu, "
" iya buuu "
kamar mandi dirumah ana hanya ada satu didekat dapur, keluarga ana memang miskin namun hidup mereka selalu cukup, ya karna keluarga ana mempunyai beberapa kambing pemberian neneknya, begitupun dengan mobil kecil milik ana, yg diberikan oleh neneknya.
" ana apa kamu tidak akan keluar dari kamar "
" glen beehenti dulu " ( berbisik pelan pada glen )
" lanjutin saja syang aku, belum,"
" huss. bentar glen aku jawab ibuku dulu, "
" sebentar bu ana masih sibuk membereskan buku-buku "
" ana kamu sudah libur sekolah kan tinggal nunggu pengumuman kelulusan ya kan, ?? kamu liburan kemana kali ini " .??
" ehh...eh.. entahlahhh buu,, "
ana dan glen seperti tidak kenal lelah mereka terus menikmati hari itu dengan indah, hingga waktu menunjukkan pukul 20:14 ana masih belum keluar juga dari kamarnya, ana trus menikmati malam itu, malam dimana glen bersamanya.
__ADS_1
" glen aku senang jika kamu seperti ini "
" maafkan aku ana, "
" glen suatu saat jika kita tidak bisa bersama kuharap kamu akan mengerti glen,"
" apa maksudmu "( sambil mengentikan permainanya )
" glen, sungguh kita tidak bisa trus seperti ini glen "
" ana,, jangan pernah kamu berfikir aku akan melepaskanmu, bahkan sampai kamu mati aku tetap tidak akan melepaskanmu ..!!" (sambil menekan kaki ana)
" auhh sakit glen "
"apa kamu memang sengaja mau meninggalkan aku.!!! "
" glen, jangan glen, hentikan glen, "
" tidak akan kuhentikan, kan kubuat kamu tidak bisa melupakanku, lihat saja,!!"
" auhh glennn sakit glen " ( dengan suara lirih )
" benihku sudah ada pada rahimmu, lihat saja tidak akan lama lagi kamu akan mempunyai anak dariku "
" glen apa maksudmu glen, hentikan aku sudah tidak menikmatinya "
" baiklah, "
" glen kenapa kamu seperti ini lagi "
" ana dengarkan aku, aku tidak akan mengulang ucapanku lagi, dengar baik-baik siapapun laki-laki yg dekat denganmu, dia akan mati "
" glen apa maksudmu, kamu jangan menghancurkan hidupku "
hari itu adalah awal dari sumpah glen terhadap ana, ana tidak pernah mengangap apa yg diucapkan glen akan terjadi, hingga suatu malam 5 hari setelah ana memaduh asmara dengan glen, ana merasa perutnya sangat sakit, dan ana merasa dia seperti mengalami kram perut, ana saat itu sedang dirumah ica sahabatnya, ya mereka sedang membicarakan rencana liburan bersama, ana sangat kesakitan malam itu, ana berkeringat dan ana menangis.
" caa aku nggak kuat ca , "
" kamu kenapa beb .??"
" ca panggilkan ahmad caa panggilkan "
" iya sebentar, syangg coba kamu ambilkan hp ku di kamar " ( pinta ica pada reno )
" nih " ( sambil memberikan hp ica )
ica pun segerah menelpon ahmad dan meminta ahmad untuk datang,setelah mendengar kabar dari ica reno langsung menuju rumah ica, reno datang dengan cepat.
" sayang aku tidak kuat " (suara ica merinti)
" kamu kenapa sayang " (dengan memeluk ana )
" sayang antarkan aku pulang "
" baiklah ayo kita pulang sayang "
ahmad segerah membawa ana pergi setelah beberapa menit ana keskitan akhirnya rasa sakit itu redah, di tenggah jalan ana tiba-tiba seperti kerasukan, ana berubah menjadi wanita ganas, dia mencium bibir ahmad dan duduk dipangkuan ahamad, ahmad sangat terkejut, bahkan dia langsung menghantikan laju mobilnya .
" ehmmm ana kamu kenapa seperti ini "
" nikmati saja " ( terus menciumi seluruh tubuh ahmad)
" ana aku sedang menyetir ana " ( mencoba melepaskan kepala ana dari lehernya )
" sayang buka bajuku "
ana menarik tangan ahmad dan memaksa ahmad untuk membuka pakainaya ,malam itu ahmad terpaksa meniruti kemauan ahmad, ana mengajak ahmad untuk berhenti dipinggir jalan disebuah gubuk di persawahan, ya di desa memang banyak ditemui gubuk- gubuk disepanjang jalan persawahan.
" anaaaa,,,, "
" bagaimana apa kamu menyukainya "
" .... tidak bisa menjawab "
beberapa menit berlalu begitu cepat ana dan ahmad belum juga menyelesaikanya, ana membisikkan sesuatu kepada ahmad, yg membuat ahmad sangat terkejut .
" sayang,, hamililah aku, cepat,,"
" ana apa makdudmu " (melepaskan badan ana dariya )
" kumohon cepatlah tidak ada waktu, cepatlah " ( terus merayu ahmad,)
" jika kamu tidak mau aku tidak akan menemuimu lagi " (ana mengancam ahmad )
" ana sabarlah, tunggu hasil kelulusanmu bebrapa minggu lagi "
"tidak tidak ada waktu, "
malam itu ahmad tidak ada pilihan selain menuruti permintaan ana, ahmad pun melakukanya.
beberapa hari telah berlalu ana dan teman-temanya pergi berlibur disebuah pulau, disana mereka pergi dengan pasangan mereka masing-masing.
" waow tempat ini sangat indah "
" iyaa ini cocok untuk bersenang-senang,"
" reno, beni kalian pergi cari penginapan biar pak ahmad, memarkir mobil kita disana " ( perinta ica )
" oke baiklah "
" ca kita bertiga satu kamar kan" ( tanya ana pada ica )
" ha.ha.haaa ya nggak lah, mana seru, "
" iya kamu ini gimana sih an, ( ledek kyky pada ana )
beberapa menit berlalu reno dan beni pun datang mengabarkan bahwa sudah mendapatkan penginapan dan mereka pun segerah masuk kedalam penginapan itu.
" pak tidak usah sungkan-sungkan "(goda rebo pada ahmad )
" hiss ( saut ahmad sambil melempar topi )
"ha ha ha ( kyky beni dan ica tertawa,)
"beb kita berpisah ya butuh apa-apa tinggal telpon ya, "
" oke "
hari itu merupakan pertama kali bagi ahmad liburan bersama seorang wanita dalam satu kamar, namun ahmad merasa sudah tidak malu-malu dengan ana karna ya, mereka sudah sering melakukan hal-hal seperti itu.
" sayang " ( sambil membuka bajunya )
" ana jangan mulai lagi aku belum kuat hari ink, aku masih butuh tenagah "
" baiklah " ( menutup kembali bajunya)
beberapa hari telah berlalu, liburan mereka telah usai, merka pun kembali pulang, sesampainya dirumah ahmad sangat terkejut karna melihat ayah dan ibunya sudah dirumah.
__ADS_1
" ahmad dari mana saja beberapa hari ini "
" ehm wisata aja yah sama teman-teman "
" ahmad umurmu ini sudah cukup untuk menikah bukan,? "
" iya yah "
" lantas kenapa kamu masih senang-senang dengan membuang-buang waktumu."
" maksud ayah,? "
" ahmad ayah ini tau semua, walaupun ayah tidak dirumah ayah tau apa yg kamu lakukan "
ahmad langsung gemetar, dan berkeringat ahmad sangat takut bahwa anak yg selalu di ceritakan kepada semua orang dan sangat di banggakan oleh ayah dan ibunya ini ternyata tidak baik seperti yg orang-orang lihat.
" he ahmad , ayah tau kamu sering main game, dan membuang-buang waktu sepanjang malam hanya demi game itu "
" huuuu , ayah, "
" kenpa kamu menghela nafas panjang, !"
" tidak ayah, sudahlah yah aku istirahat dulu,"
" baiklah"
hari sudah berganti bulan pun telah berganti, ana dan teman-temanya mendapat surat dari sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan disekolahnya, ana sangat senang hari itu dia dinyatakan lulus dengan sempurnah.
" akhirnya kita lulus "
" yeee kita lulus "
" ha ha aku sangat senang ca, ky , "
" aku juga an"
" eh an kamu sekarang gemukan ya .!?"
" haaa enggak lah , sama saja "
" iya kamu gemukan ca "(saut kyky)
" tapi kamu masi cantik kok walaupun gendut juga " ( ledek ica )
" ahh dasar kamu "
ya hari itu memang terlihat berbeda kaki ana agak bengkak dan ana merasa berat untuk berjalan, namun ana tidak merasa aneh pada dirinya, hingga tibala waktu dimana ayah dan ibu ana curiga.
" ana kamu kok sekarang seperti lagi hamil.?"
" haa ibu ini apa sih "
" iya ca ibumu juga seperti itu dulu "
" sudahlah bu aku capek aku mau istirahat dulu "
hari-hari sudah berlalu hingga ana merasa perutnya semakin hari semakin membesar begitu cepat, ana pun teriak memanggil ibunya .
" ibuu ibuuu "
" iya ana ada apa nak "
" kemarilah bu, lihatlah tiba-tiba perutku sangat besar bu, "
" iya ana , tunggu sebentar "
ibu ana keluar dan mencoba mencari ayah ana, ibu ana merasa ada yg tidak beres dengan ana,
" yah, lihatlah ana kemarin perutnya masih biasa-biasa saja, sekarang tiba-tiba membuncit seperti hamil 9 bulan dan siap untuk melahirkan "
" yang bener buk "
" iya ya persis seperti aku dulu, aku 2 bulan sudah mengandung 9 bulan "
" siapa yg melakukan ini, apa mungkin mereka ( jin yg disembah orang tua ana)"
" coba kita bantu ana melahirkan dulu yah "
" baiklah , ayo "
malam itu ana melahirkan seorang putra berkulit putih dan sangat sempurnah matanya sangat indah, membuat semua yg menatapnya akan jatuh hati.
" buu apa maksud semua ini bu .??" ( masih tidak percaya )
" ana jawab ibu nak, apa kamu melakukan hubungan terlarang dengan mahluk gaib,?"
" ehmmm ibu "
" ana jawab ibu nak, "
" iya ibu, " ( sambil menagis )
" celakaaaa,,, ayah bawah bayi ini dan mandikan segerah denga. bunga 7 rupa, segerah jemput ibuku agar anak ini tidak seperti ana, yg disukai dengan mahluk sebangsa jin itu "
" baik buk , ayah bernagkat jemput ibumu dulu "
" bu ana masih tidak mengerti bu"
" tidak ada waktu ana, istirahatlah biar ibu yg menyelesaikan ritualnya "
" ibu tunggu itu anak ahmad bu "
" bukan , diamlah kamu , "
ana sangat bingung dan masih tidak percaya dengan semua itu bagaimana bisa dalam waktu kurang lebih 2 bulan sudah bisa melahirkan anak, ana mengingat apa yg terakhir kali glen katakan, bahwa glen telah meletakkan benih didalam tubuh ana,
" apa ini anak glen " ( gumam ana dalam hati )
" tidak ... tidakkk ( ana menangis kencang )
" aku sudah meminta ahmad malam itu aku sudah memintah ahmad yg melakukanya, bukan anak glen bukannnn " ( ana terus berbicata sendiri"
disudut kamar ana glen hanya tersenyum dan pergi meninggalkan ana, glen mengikuti kemana bayi itu dibawah pergi, glen terus tersenyum melihat buah hatinya yg sangat mirip denganya.
keesokan harinya bayi itu telah dibawah kembali ayah ana kerumah, ana keluar dari kamarnya dan melihat bayi itu menatao pada nya .
" ibu bolehkah aku mengedongnya"
" jangan ana,, ana ingat jika ada yg bertanya tentang bayi ini kamu jangan pernah bilang ink anakmu, kamu harus pura-pura tidak terjadi apa-apa padamu dan kamu tetap ana yg belum mempunyai anak ingat itu,"
" tidak ibu, aku akan menikah dengan ahmad ibu, aku akan menjelaskan pada ahmad bahwa ini adalah anaknya "
" ana anakku syang, senua orang tidak akan percaya nak, tidak akan ada yg percaya, pergilah kerumah temanmu, pergilah seperti biasanya."
" ibuu ."
" ana pergila "
__ADS_1
ana pun pergi keluar rumah, ibu ana pun menangis sejadi-jadinya bagaimana bisa ana yg begitu pendiam dan penurut itu, mengalami hal yg buruk seperti itu.