Direktur, Ayo Cerai

Direktur, Ayo Cerai
##Bab 6 Skandal Keluarga Dinata


__ADS_3

Dia


tampak tidak sabar dengan bel pintu yang terus berdering, dia mengerutkan


kening sambil merapikan dasinya, "Masih berdiri di sini?"


Febi


memelototinya lalu pergi membuka pintu dengan pasrah sambil memegang selimut.


"Nona,


ini adalah barang yang Anda mau." Orang yang berdiri di luar pintu adalah


pelayan hotel. Dia menyerahkan tas indah di tangannya dengan hormat sambil


melirik Febi, sorot matanya terlihat ambigu.


Melihat


tatapan mata pelayan itu, Febi merasa sedikit tidak nyaman, dia berdeham pelan


sambil mengambil tas itu dan menutup pintu.


Febi


melemparkan tas belanjanya ke sofa dengan kasar, dia berniat melanjutkan topik


pembicaraan tadi dengan orang asing di kamar itu, tapi saat ini lelaki itu


sudah berpakaian rapi. Febi berbalik dan meliriknya, dagu seksinya menunjuk ke


arah tas belanja, "Kenakan pakaianmu dan pergi dari sini! Aku tidak punya


waktu bertele-tele denganmu lagi."


Eh


....


Febi


tertegun sejenak, lalu mengambil tas belanja itu dengan curiga dan membukanya,


ternyata itu adalah sebuah gaun gaya terbaru chanel di musim panas ini.


Gaun


dengan warna hijau muda yang terlihat elegan dan cerah.


Febi

__ADS_1


melirik lelaki itu sekilas, ekspresi wajahnya masih terlihat acuh tak acuh dan


sulit didekati. Febi tidak mengatakan sepatah kata pun, dia mengambil


pakaiannya, lalu berbalik dan pergi ke kamar mandi. Dia sama sekali tidak ingat


bagaimana dirinya bisa sampai di sini. Febi hanya samar-samar mengingat dirinya


mabuk dan dibawa pergi oleh ibu mertua dan adik iparnya.


Saat


Febi keluar dari kamar mandi, hatinya masih belum tenang. Dia melihat lelaki


itu berjalan ke pintu seolah-olah hendak pergi, Febi buru-buru menghentikannya,


"Hei! Kamu belum mengatakan yang sebenarnya padaku!"


"Apakah


setelah aku sudah memberitahumu sebenarnya kita tidak melakukan apa pun, kamu


akan merasa lebih nyaman?" Dia berbalik dengan satu tangan di sakunya dan


satu tangannya lagi sedang memegang ganggang pintu.


"Tentu


tidak melakukan apa pun?


Namun


....


Detik


berikutnya, kata-kata lelaki itu membuat wajah Febi kembali pucat.


"Pikirkan


dengan baik, mungkinkah seorang pria dan seorang wanita tidur di ranjang yang


sama tidak melakukan apa pun?" Tatapan mata pria itu terlihat mengejek,


"Sayangnya, aku adalah lelaki normal!"


Dia


menutup pintu, lalu berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang.


Febi

__ADS_1


menghentakkan kakinya dengan marah, wajahnya menjadi pucat pasi. Bagaimana bisa


ada orang seperti itu? Jelas-jelas tadi malam dia mabuk dan dia masih ... merayunya?


Ini pasti karena dia telah merayunya.


...


Saat


berjalan keluar dari ruangan itu, mata Febi terlihat memerah. Sampai saat ini,


dia tidak percaya bahwa dia telah berselingkuh! Dia telah mengkhianati


suaminya. Hal ini adalah sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan dalam 24 tahun


hidupnya, meski dia tidak pernah merasa bahagia di Keluarga Dinata.


Namun,


apa yang terjadi sekarang membuatnya merasa malu. Dia benar-benar merasa malu.


Sekarang,


dalam situasi seperti ini, dia benar-benar tidak tahu bagaimana harus bertemu


dengan keluarga dan suaminya, Nando.


...


"Cepat,


waktu sudah hampir tiba."


"Yah,


kita harus mendapatkan berita terhangat."


"Kita


tidak boleh melewatkan skandal Grup Keluarga Dinata."


Saat


Febi sedang merasa kesal, tiba-tiba ada keributan di belakangnya disertai suara


langkah kaki yang sangat berisik. Tanpa sadar Febi menoleh ke belakang, dia


melihat reporter dan fotografer keluar dari lift sambil membawa kamera. Dia


tercengang, kalau dia tidak salah mendengar, mereka sepertinya membicarakan ...

__ADS_1


skandal Grup Keluarga Dinata?


__ADS_2