
Mereka berjalan kaki kearah rumah sakit karna di sekitar rumah sakit terdapat banyak pedagang. Mereka memutuskan untuk sarapan bubur ayam dan makan di tempat.
"Ra, si seleb belum bangun ya?" Tanya Dea kepo.
"Tadi sih udah bangun tapi kayaknya tidur lagi deh, coba lu telpon dia De, kasian tar kesiangan."
"Males ah, lu telpon aja sendiri. Lagian ngapain orang kek gitu dikasihanin," jawab Dea kesal.
"Yaudah gw telpon ," kata Ara sambil mengeluarkan handphone dari saku bajunya.
(Tutttttt... tutttt.... tuttttt... nomor yang anda tuju tidak aktif atau berada di luar jangkauan, mohon coba beberapa saat lagi).
"Guys nomornya ga aktif kayaknya dia masih tidur deh," ucap Ara panik.
"Pak buburnya 1 di bungkus ya," kata Ara pada tukang bubur.
"Ra lo pesenin bubur buat si seleb ya? Ngapain? Udah biarin aja biar dia tau rasa, suruh siapa tadi malem maen hp terus sampe lupa waktu," timbal Della yang juga kesal pada Rashel.
__ADS_1
"Guys kita tuh sekelompok sama dia, meskipun penilaian individu tapi kan tetep aja kasian, gw balik duluan ya byeee..." sambil membawa bubur yang dipesannya tadi, Ara berjalan cepat menuju mess. Sesampainya di mess ia melihat Rashel yang masih tertidur lelap.
"Cel bangun cel nanti lo telat," kata Ara sambil menggoyang goyangkan tubuh Rashel.
Rashel menggeliat dan segera meraih jam yang ada disamping tempat tidurnya. Ia begitu terkejut saat melihat jam menunjukan pukul 06.45.
"Ra lo sengaja ya ga bangunin gw biar gw telat? Temen macam apa lo?" Ia membentak Ara dan langsung bergegas menuju kamar mandi.
Perasaan gw ga punya salah ama dia, knapa di bentak ya?
Ara menyiapkan segala keperluan untuk praktek, salah satunya buku saku. Ia memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan liptint. Tak lama kemudian ia mendengar suara teman temannya yang baru pulang sarapan.
Ara menjawab dengan mengangkat jempolnya pertanda siap.
Tuh anak lama banget sih mandinya.
"Cel bentar lagi kita semua mau berangkat, mau bareng ga?"
__ADS_1
"Udah deh ga usah so perhatian, kalo mau duluan ya duluan aja."
"Tadi gw beliin bubur, gw simpen diatas meja ya, duluan." Ara berangkat duluan bersama teman temannya.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung di bagi kelompok oleh perawat senior dan ditempatkan di ruang yang berbeda. Ara dan Dea ditempatkan di RR(recovery room). Tidak lama kemudian Rashel pun datang dengan nafas yang terengah engah.
"Hebat ya kalian, hari pertama praktek aja udah telat gimana kalo udah kerja? Pasti banyak nyawa melayang gara-gara sikap kalian yang ga disiplin." Sindir perawat itu.
Rashel dan Salsa ditempatkan di IGD. Tak lama kemudian datanglah pasien kecelakaan dengan fraktur os zygomaticum. Mukanya berlumuran darah dan Rashel yang pertama kali menemukan kasus seperti itu merasa kaget dan syok. Ia tak tau harus melakukan apa.
"De, bantuin kak Gina bawa peralatan jangan diem aja dong," ucap salah satu perawat senior di IGD.
"I..iya kak" Rashel gugup.
"Bersihin lukanya," suruh kak Gina.
"I.. iya kak"
__ADS_1
Mentang-mentang senior bisanya cuma nyuruh doang
Hari pertama praktek pun mereka lewati dengan perasaan gugup dan cemas, tapi itu akan jadi pengalaman yang tak terlupakan.