
Ra, saya tau kalau kamu menerima perjodohan kita dengan terpaksa. Tapi kamu tenang aja, setelah kita nikah nanti kamu masih bisa bebas main sama temen-temen, dan saya akan merahasiakan pernikahan kita apalagi di lingkungan kampus."
"Emangnya dokter ga terpaksa?."
Dokter Daffa tiba-tiba diam seribu bahasa. Ia pun langsung menundukan kepalanya dengan dahi berkerut.
Ara memang sengaja tidak diberitahu kalau ia akan menikah setelah ia selesai praktek, itu artinya ia akan menikah 1 bulan lagi. Orang tuanya takut jika ia diberitahu dari sekarang malah akan mengganggu prakteknya di rumah sakit.
Pelayan yang membawa makanan pun datang. Selain membawa makanan yang dipesan pelayan juga membawa sebuah bucket bunga mawar merah yang sangat harum. Daffa dan Ara terheran heran siapa yang mengirim bunga itu. Namun mereka tidak menghiraukannya dan langsung menyantap makanan yang ada di depannya.
Waktu sudah menunjukan pukul 20.30 dan mereka memutuskan untuk segera pulang. Sesampainya di mess Ara tersadar jika ia masih mengenakan dress full make up. Ia segera kembali ke dalam mobil sebelum ada yang melihatnya. Tanpa ia tahu Rashel sudah melihatnya di balik jendela.
"Loh kenapa balik lagi?" Tanya Daffa.
"Saya ga mau dianggap selir om-om sama temen saya. Masa berangkat pake seragam pulang pake dress full make up gini sih?"
"Kan memang faktanya gitu. Kamu abis jalan sama om Daffa barusan," jawab Daffa dengan muka datarnya.
"Kalo gitu om bantuin saya cari solusi dong, kan om yang bikin masalah."
__ADS_1
"Ya trus kamu mau ganti baju dimana? Di mobil?"
"Dasar om-om mesum, yang bener aja masa saya harus ganti baju di mobil sih?"
Daffa langsung melajukan mobilnya dan membawa Ara ke suatu tempat. Ia membawa Ara ke rumah saudaranya.
"Rumah siapa ni dok?"
"Udah ga usah banyak nanya, ayo turun katanya mau ganti baju."
"Saya kan harus tau ini rumah siapa, kalo rumah ini rumah kosong trus dokter ngapa ngapain saya gimana?"
"Mana ada rumah kosong rapi begini, kamu kan bisa liat di depan rumah ada sendal itu artinya di rumah ini ada penghuninya."
Tok tok tok assalamualaikum...
Waalaikumsalam...
"Daffa... gimana kabarnya nak, sehat? Siapa ini cantik banget"
__ADS_1
"Alhamdulillah Daffa sehat bude, kenalin ini Ara calon istri Daffa"
Seketika Ara langsung memandang Daffa sambil tersenyum, lebih tepatnya senyum terpaksa.
Mereka mengobrol hingga pukul 21.25 lalu Daffa meminta izin untuk pulang karna Ara sudah mengganti baju dan menghapus makeupnya.
"Oh iya om eh dok ini dress nya ..."
Tiba-tiba dokter Daffa memotong pembicaraannya.
"Simpen dress nya baik-baik, itu buat kamu."
"Klo temen saya nanya dari siapa trus saya jawab apa?"
"Kamu cari aja alesannya sendiri."
Ara menuju mess dengan mengendap ngendap. Ia membuka pintu kamar dengan sangat pelan, ternyata di kamar tidak ada siapapun. Ia segera membersihkan diri dan beristirahat.
Keesokan harinya saat Ara sedang bersiap siap untuk berangkat ke rumah sakit, tiba-tiba Rashel mengajak Ara untuk sarapan bersama, begitupun dengan teman yang lainnya. Saat mereka tengah menunggu makanan tiba-tiba Rashel memulai pembicaraan.
__ADS_1
"Ra, semalem dianterin siapa?"
"Iya Ra semalem kenapa lama banget? Katanya cuma keliling sekitar mess?" Sambung Dea.