Dokter Itu Suamiku

Dokter Itu Suamiku
Khawatir 1


__ADS_3

Flasback on


"Hallo, tolong kamu cari tau dimana dia sekarang, saya kirim identitasnya," suruh dr. Daffa pada seseorang.


"Baik pak, akan saya cari jejaknya sekarang," jawab seseorang di balik telponnya.


1 jam kemudian...


"Maaf pak, orang yang bapak cari sekarang ada di rumah sakit daerah bogor. Tepatnya di ruang mawar no 103, alamat lengkapnya sudah saya kirim pak."


"Baik terimakasih" kata Daffa.


Flasback off


"Ibu ikut ya, ibu khawatir sama dia," ucap bu dian.


"Yaudah bu ayo kita berangkat,"


Dr. Daffa dan ibunya segera bergegas pergi ke alamat yang diberikan oleh orang suruhan Daffa. Ia merasa sangat khawatir. Tak terkecuali ibunya. Ara adalah orang kedua yang ia suka setelah mantannya Diana pergi untuk selamanya karena sakit keras yang dideritanya. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Daf jangan ngebut-ngebut dong ibu kan takut. Eh ngomong ngomong ko kamu perhatian banget sih sama Zara? Atau jangan-jangan selama ini kamu betah di kampus gara-gara ada dia ya?" Tanya bu Dian yang aneh dengan anaknya, tak biasanya Daffa bersikap seperti itu pada wanita selain ibunya, apalagi Zara hanya mahasiswanya.


"Emang kalo aku suka sama orang yang jauh lebih muda ibu setuju?" Daffa pun balik bertanya.


"Ya ibu sih terserah kamu aja, lagian ibu udah bosen jodohin kamu sama anak temen arisan ibu. Ibu cuma berdoa semoga kamu cepet nikah biar ibu cepet punya cucu, lagian Zara anaknya rajin, sopan, dan yang pasti dia pinter masak," ucap bu Dian dengan sedikit canda tawa.


Bu dian sudah berkali kali mempertemukan dr. Daffa dengan anak temannya. Namun hasilnya nihil. Ia selalu menolaknya.


"Berarti ibu setuju nih? Tapi bu dia kan masih kuliah, pasti dia ga mau diajak nikah cepet," ucap dr. Daffa dengan sedikit cemberut.


"Kayaknya ada yang ngebet nikah nih, kalo udah jodoh Allah pasti permudah niat baik kamu,"ucap bu Dian sambil mengusap pundak anaknya.


Tak terasa, mereka pun sampai di depan rumah sakit yang sesuai dengan alamat yang diberikan orang suruhan Daffa. Dengan segera Daffa dan ibunya memasuki rumah sakit tersebut dan mencari ruang mawar no 103. Perasaan Daffa makin tak karuan saat berada di depan pintu kamar no 103.


"Ibu duluan ya yang masuk," pinta Daffa pada ibunya dan bu Dian pun setuju.


*Tok... tok... tok...


Assalamualaikum...

__ADS_1


Waalaikumsalam*...


Bu Dian dan Daffa pun segera bersalaman dengan mama dan papa Zara.


Mata Zara terbelalak kaget saat melihat siapa yang datang.


"Loh dok ko bisa disini?" Tanya Zara heran.


"Saya nganter ibu," jawab Daffa santuy.


"Bisa aja, padahal kan dia yang punya inisiatif nengok duluan," gumam bu Dian dalam hatinya.


"Ibu? Maksudnya?" Tanya Zara heran.


"Zara, sebenernya Daffa itu anak ibu,"


"Loh kenapa ibu ga pernah bilang Zara?" Dengan nada yang terdengar sedikit kesal.


"Ra, kalo ada tamu tuh disambut bukan diintrogasi," ucap ibu Zara yang merasa tidak enak karena kelakuan anaknya.

__ADS_1


"Iya bu," dengan muka yang sedikit cemberut.


__ADS_2