
Hari minggu pun tiba dan perkuliahan pun libur. Hari ini Ara akan memasak untuk menghemat uang bulanannya. Ara pun pergi ke pasar seorang diri. Kebetulan pasarnya tidak terlalu jauh dari tempat Ara. Ia membeli sayuran dan juga beberapa buah-buahan. Setelah selesai berbelanja, Ara memutuskan untuk mampir membeli minum.
Saat keluar dari pasar, Ara melihat ibu yang sedang membawa belanjaannya sendiri. Ibu tersebut hendak menyebrang jalan, namun ditengah jalan kantong plastiknya bocor dan membuat buah-buahan berhamburan. Kondisi jalan sekitar pasar yang tidak pernah sepi membuat seorang ibu tersebut panik membereskan buah yang berhamburan. Dengan segera Ara pun membantu mengambil buah yang berhamburan tersebut. Kebetulan belanjaan Ara memakai kantong plastik double dan Ara memberikan satu kantong plastik kepada ibu tersebut. Ara pun mengajak ibu tersebut untuk istirahat sejenak sambil duduk di kursi pedagang yang kosong yang berada di pinggir jalan.
"Ibu baik-baik aja kan?" Tanya Ara dengan tatapan khawatirnya.
"Saya baik-baik aja ko, terimakasih ya sudah menolong saya, kalo ga ada kamu mungkin belanjaan saya udah ancur kelindes kendaraan yg lewat," ucap ibu tersebut sambil memegang tangan Ara.
"Syukur deh kalo gitu, ibu belanja sebanyak ini memangnya ngga ada yang bantu ya?" Tanya Ara lagi.
"Biasanya sih ada, cuma kebetulan hari ini yang bantu saya lagi sakit, jadi saya belanja sendiri, oh iya kita kan belum kenalan, nama saya bu Dian," ucap bu Dian sambil mengulurkan tangannya kepada Ara.
"Nama saya Zara bu," jawab Ara sambil membalas uluran tangan dari bu Dian.
"Karena kamu sudah menolong ibu, gimana kalo kita makan bareng? Ibu yang traktir," Tanya bu Dian dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Ga usah bu, lagian Ara nolongin ibu ikhlas ko," jawab Ara, namun tidak lama kemudian terdengar suara cacing kelaparan dari perut Ara. Ara pun tersipu malu sambil memegangi perutnya.
"Ibu tau kamu itu anak baik, jadi ibu mohon jangan tolak ajakan ibu, anggap saja ini sebagai balas budi ibu sama kamu," seru ibu Dian.
"Hmmm... baik bu Zara mau," jawab Zara.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah cafe yang jaraknya tak jauh dari pasar dengan menaiki goca*. Mereka langsung memesan makanan di cafe tersebut, sambil menunggu makanan datang, mereka berbincang-bincang dengan asiknya.
"Zara, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih karena tadi kamu telah menolong saya," ucap bu Dian dengan memegang tangan Ara.
Tak lama kemudian makanan pun datang lalu mereka makan tanpa ada yang bersuara sedikit pun. Setelah selesai makan, mereka pun melanjutkan perbincangan yang tadi.
"Oh iya Zara, kamu masih sekolah ya? Kelas berapa?" Tanya bu Dian.
"Zara udah kuliah bu, emangnya masih keliatan kayak anak sekolah ya?" Tanya Zara dengan sedikit canda tawa.
__ADS_1
"Ibu kira kamu masih SMA loh, abisnya muka kamu baby face sih, jadi ga keliatan kayak anak kuliah. Kuliah dimana ra? Ngambil jurusan apa?" Tanya bu Dian.
"Zara kuliah di Universitas X bu, ngambil jurusan anestesiologi," jawab Ara.
"Oh gitu, Zara emang asli orang Bandung ya? Tanya bu Dian.
"Bukan bu, Zara disini ngekost, aslinya sih orang Bogor, kalo ibu asli orang sini?"
"Kost dimana? Iya kalo ibu asli orang sini, rumah ibu juga deket ko di perum griya asri, kalo ada waktu Zara mampir ya ke rumah ibu," ajak bu Dian.
"Perum griya asri yang deket Universitas Y itu ya bu? Kebetulan kost Zara di deket situ," kata Zara.
"Wah kebetulan banget ya, kalo gitu sekarang kamu pulang bareng ibu aja ya," ajak bu Dian.
Zara pun memutuskan untuk pulang bareng dengan bu Dian. Sesampainya di rumah, bu Dian mengajak Zara untuk mampir ke rumahnya dan Zara pun menurutinya. Pukul 16.00 Zara pun memutuskan untuk pulang .
__ADS_1