
"Kenapa sih teriak-teriak? Niat saya kan baik cuma nolongin kamu,"
"Dokter ngapain gendong-gendong saya? Kan kalo ketiduran bisa dibangunin, trus kenapa saya disini?"
"Maafin ibu ya nak, tadi kita udah sampai di depan kostan tapi ibu ga tega buat bangunin kamu akhirnya kita bawa kamu kesini, lagian kan besok kamu harus berangkat pagi mending sekarang langsung istirahat," ucap bu Dian.
Setelah itu Ara langsung masuk ke kamar yang sudah ditunjukan dokter Daffa. Karena ia masih sangat lelah ia pun langsung tertidur.
Di kamar yang berbeda, dokter Daffa masih teringat saat ia menggendong Ara. Ia sangat berharap Ara mau menikah dengannya.
***
Pagi hari Ara terbangun karena ia teringat sesuatu. Ia lupa membawa seragam kuliahnya. Ia pun segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan bu Dian. Ara melihat bu Dian sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan pagi lalu menghampirinya.
"Biar Ara bantu ya bu"
"Ga usah Ra, kamu kan harus berangkat pagi mending sekarang mandi trus siap-siap."
__ADS_1
"Kalo gitu Ara mau pamit ya bu soalnya Ara ga bawa baju seragam"
"Tapi kan ini masih gelap Ra, ibu takut kamu kenapa napa di jalan, gimana kalo pulangnya dianterin Daffa aja?"
"Ga usah bu, lagian kan ga enak kalo ada mahasiswa lain yang liat"
"Yaudah kalo gitu kamu tunggu dulu disini ya sampe langitnya agak terang "
Akhirnya Ara membantu bu Dian untuk menyiapkan makan pagi sambil menunggu langit agak terang. Pukul 05.45 Ara sudah sampai di kostan. Ia bergegas untuk mandi lalu menyiapkan kebutuhan untuk bimbingan. Karena bimbingan dimulai jam 07.00 Ara pun berangkat 10 menit sebelum kelas dimulai. Namun saat melewati tempat parkir, tiba-tiba dokter Daffa menariknya dan mengajaknya ke dalam mobil.
"Apaan sih dok? Saya kan mau ke kelas kenapa tiba-tiba di begal gini?"
"Makasih, tapi kan bentar lagi kelas mulai".
"Kan hari ini saya yang ngasih materi, mereka ga akan mulai sebelum saya datang".
"Dokter ga makan? Saya ga enak kalo makan sendirian,"
__ADS_1
"Saya udah makan, cepetan makan! Mau saya suapin?"
"Ga usah, saya kan bukan anak kecil". Ara pun makan dengan perasaan canggung karena ia merasa ada yang memperhatikannya.
Setelah selesai makan, mereka langsung turun dari mobil. Dari kejauhan, ada teman sekelas Ara yang tidak sengaja melihat dan memperhatikan mereka, namanya Rashel. Rashel merupakan salah satu selebgram kampus, namun teman sekelas banyak yang tidak suka karena sifat sombongnya dan suka membeda bedakan teman.
"Gila tuh si Ara, caper banget ama dosen ganteng, ga sadar apa muka pas pasan gitu," dengan nada yang khas dan ekspresi muka yang sangat kesal.
Setelah semua mahasiswa berkumpul di kelas, bimbingan pun dimulai. Semua mahasiswa menyimak apa yang dijelaskan oleh para pembimbingnya. Selesai bimbingan, Dea dan Della memutuskan untuk main di kost Ara sambil meminta penjelasan kenapa kemarin tidak ada kabar.
"Ra, kayaknya tadi ada merhatiin lo terus deh pas di kelas," ucap Della.
"Siapa?"
"Ituloh si selebgram abal-abal"
(Mereka menjuluki Rashel selebgram abal-abal karena jumlah likers nya kalah oleh mereka, padahal kan followersnya buanyak).
__ADS_1
"Tapi kenapa ya? Perasaan gue ga punya masalah apapun sama dia," ucap Ara.
"Iya juga sih, yaudahlah mungkin cuma perasaan gue aja kali ya," jawab Della.