
Setelah kepulangan mereka, pihak kampus memberikan libur selama 3 hari. Hal tersebut di gunakan Ara untuk pulang kampung, begitupun teman lainnya.
"Nak bangun, ayo shalat shubuh dulu nanti kesiangan loh" teriak mama Ara sambil mengetuk pintu.
"Iya ma, ini juga udah bangun ko"
Seperti biasa, setelah shalat shubuh berjamaah Ara ikut bersama mamanya belanja sayur.
"Ra udah beres kuliahnya? Ibu udah jarang banget liat kamu" Tanya salah seorang tetangga bernama Bu Erna.
"Tinggal skripsian bu sedikit lagi"
"Udah punya calon belum? Temen temen kamu udah ada yang gendong anak loh"
Bu Erna memang terkenal sebagai ratu gosip. Bahkan jika dunia akan kiamat pun sepertinya ia tau.
Karna gue tinggal di daerah, banyak dari temen gue yang ga lanjut sekolah dan akhirnya memilih untuk nikah muda.
"Masih lama bu, Ara kan mau kerja dulu"
Saat sedang menikmati sarapannya tiba tiba kakak Ara datang bersama suaminya.
"Assalamualaikum semuanya..." ucap kakak Ara sambil bersalaman.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, penganten baru kirain lupa jalan pulang" ucap mama Ara.
Sejak mereka nikah baru kali ini mereka mampir ke rumah.
"Ya engga lah mah, masa lupa jalan pulang sih, oh iya mah, kakak punya sesuatu buat mama sama papa," ucap kakak Ara sambil mengeluarkan kado kecil berbentuk kotak.
"Aku ga dikasih nih?" Tanya Ara dengan muka cemberutnya.
"Gak, lagian kan bentar lagi jadi manten, pasti dapet banyak kado,"
"Apaan sih kak, aku aja belum lulus kuliah, jadi nikahnya masih lama,"
"Loh kamu belum tau?"
Mama Ara berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"Boleh dong mah"
"Tau apa kak?"
"Alhamdulillah bentar lagi mama sama papa mau punya cucu," teriak mama Ara yang membuat semua orang kaget.
"Yeayyy aku mau punya ponakan" teriak Ara dengan gembira.
__ADS_1
Obrolan mereka dilanjutkan dengan sarapan bersama. Bercanda tawa menyambut kehadiran anggota baru keluarganya.
"Beres sarapan kita langsung siap-siap ya" ujar mama Ara.
"Mau kemana sih ma?" Tanya Ara.
"Udah ikut aja, kakak juga ikut ko,"
Mereka berangkat menggunakan 2 mobil yang saling beriringan. Saat tiba di tempat tujuan Ara kembali bertanya.
"Ngapain mah ke butik? Kita mau pesen baju lebaran? Tapi kayaknya butik ini kebanyakan kebaya nikahan deh,"
"Kita mau fitting baju buat nikahan Shofi."
Shofi adalah sepupu Ara yang umurnya terpaut 1 tahun lebih muda darinya. Selama ini mereka jarang bertemu karena Shofi kuliah di Yogyakarta.
"Loh shofi mau nikah? Sama siapa?"
"Sama temen sekelasnya waktu SMA,"
Ara melakukan fitting baju tanpa rasa curiga sama sekali. Ia senang karena sepupunya akan menikah. Hari itu terasa sangat istimewa karena ia dapat berkumpul dengan keluarga ditambah lagi kabar yang membuatnya bahagia.
Malam hari, Ara duduk di balkon depan kamarnya untuk mencari udara segar. Tak seberapa lama, ada notifikasi whatsapp di handphonenya. Whatsapp dari nomor tidak dikenal. Saat Ara membuka chat tersebut matanya terbelalak. Ternyata yang mengirimkan pesan tersebut adalah Dion. Teman SMP nya yang sudah lama menjadi pengagum Ara.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ra, aku Dion. Masih inget kan? Gimana bunga mawar yang aku kirim? Aku sengaja kirim bunga itu 2 hari sekali, karna aku tau kamu selalu happy kalo liat mawar merah yang masih fresh. Oh iya, aku di depan rumah kamu Ra, ada sesuatu yang mau aku omongin. Bisa?" Sebuah pesan yang membuat Ara terkejut. Ia langsung berlari ke luar rumah untuk menghampiri Dion.