
Jhosua mengehentikan motornya di sebuah tempat makan lesehan.Perut mereka sudah mulai lapar karena sekarang sudah menunjukkan pukul 12 siang.
"Laper kan???",tanya Jhosua yang di jawab anggukan kepala oleh Vanessa.
"Kirain nggak laper karena saking senangnya di ajak motoran!!",cibir Jhosua.
"Ck!!!emang kenyang makan angin doang!!!",decak Vanessa.
Mereka memilih tempat pojokan yang langsung di sambut dengan view persawahan yang hijau.
"Kamu tahu dari mana tempat ini???",tanya Vanessa menatap ke seliling tempat tersebut.
"Pernah ke sini dulu sama Bella,tapi waktu masih pacaran",balas Jhosua.
"Oh,jadi ceritanya nostalgia masa lalu nih!!!",cibir Vanessa.
"Nggak juga biasa aja!!",jawab Jhosua mengangkat bahunya santai.
Karena memang tidak ada lagi rasa yang tertinggal untuk mantan isterinya itu,semua kenangan sudah ia kubur dalam.
"Ness??",panggil Jhosua.
"Humm!!!",jawab Vanessa mendongakkan kepalanya.
"Permisi Mas,Mbak ini pesanannya!!!",ucap pelayan tempat makan tersebut membuat Jhosua tidak jadi bertanya sesuatu yang membuatnya penasaran sejak malam.
"Makasih ya Mas!!!",ucap Vanessa tersenyum.
"Kenapa Jho????
"Nggak jadi,nanti aja mending sekarang kita makan dulu!!!",jawab Jhosua mencuci tangannya di kobokan yang sudah di sediakan.
"Baiklah!!!",balas Vanessa mengangguk dan ikut melakukan apa yang Jhosua lakukan.
Mereka makan dalam hening tidak ada obrolan atau ledekan dari ke duanya,karena saat ini perut mereka benar-benar lapar.
Selesai makan Jhosua memilih bersandar di penyangga tiang tempat duduk lesehan tersebut.Vanessa memperhatikan Jhosua yang sedari tadi diam membuatnya mengerutkan dahi.
"Apa ada yang mau kamu tanyakan???",tanya Vanessa membuat Jhosua menoleh ke arah Vanessa.
"Sebenarnya ada,tapi Aku sendiri juga ragu untuk menanyakan hal ini",balas Jhosua.
"Soal apa????Apa soal perkataan Bram semalam???",tebak Vanessa yang membuat Jhosua meluruskan duduknya.
"Iya,apa maksud omongan Bram sebenarnya Ness????
"Kenapa Dia bilang kalau posisi Aku sekarang semuanya karena kamu???Apa kamu ikut andil dalam jabatan Aku sekarang????",tanya Jhosua menatap lekat Vanessa membuat gadis itu menelan ludahnya dengan susah payah.
"Apa saatnya Gue jujur ya siapa Gue sebenarnya",batin Vanessa.
__ADS_1
"Kenapa diam Ness???apa semua itu benar???",tanya Jhosua lagi.
"Huh!!!!baiklah",Vanessa menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya perlahan.
"Maaf kalau selama ini Aku nggak jujur sama kamu Jho!!",ucap Vanessa.
"Jadi benar????",sela Jhosua.
"Dengerin dulu Jho!!!",sanggah Vanessa yang di turuti oleh Jhosua.
"Sebenarnya Aku adalah anaknya Dokter Edward!!
"Apa????jadi selama ini kamu bohongi Aku Ness????
"Jadi soal orang tua kamu di kampung,semua itu hanya akal-akalan kamu????",tanya Jhosua kaget yang di angguki oleh Vanessa.
"Ya ampun Ness!!!!",ucap Jhosua meraup wajahnya kasar.
"Jangan bilang juga kalau jabatan Aku sekarang karena permintaan kamu sendiri sama Dokter Edward????
"Bukan Jho!!!!waktu itu Papa meminta beberapa kandidat yang akan jadi wakil Direktur,dan Aku memilih kamu salah satunya,tapi itu semua murni atas keputusan Papa Aku!!!",jawab Vanessa cepat sebelum Jhosua makin salah paham padanya.
"Lalu apa lagi yang kamu tutupi dari Aku Ness???siapa kamu sebenarnya Ness????",tanya Jhosua dia merasa kecewa karena di bohongi oleh Vanessa selama ini.
"Aku bukan tinggal di kostan tapi di perumahan yang dekat dengan kostan setiap kamu ngantar atau jemput Aku!!",lirih Vanessa.
"Apa kamu takut Aku mengincar harta kamu karena kita berteman dekat???",telak Jhosua yang di balas gelengan kuat oleh Vanessa.
"Nggak Jho!!!
"Kenapa Bram tahu semua ini???apa cuma Aku yang kamu bohongi di sini???",tanya Jhosua kecewa.
"Enggak Jho!!!!Aku juga nggak tahu Bram tahu dari mana,selama ini Aku selalu menutup identitas ku rapat-rapat!!bahkan Papa Aku sendiri juga menutupi nya!!!
"Karena hal ini Bram ngancam Aku!!!kalau Aku nggak terima Dia maka Dia akan kasih tahu siapa Aku sebenarnya ke kamu!!!",ucap Vanessa.
"Dari pada Aku nerima cintanya lebih baik Aku jujur sama kamu Jho!!!karena cepat atau lambat kamu pasti akan mengetahuinya juga!!",ucap Vanessa lagi.
"Aku nggak tahu sekarang harus gimana Ness,apa Aku harus senang ataupun sedih!!jujur Aku kecewa sama kamu Vanessa!!!",lirih Jhosua menatap Vanessa dengan penuh kekecewaan.
"Im sorry Jho!!!",ucap Vanessa dengan segala perasaan yang berkecamuk di hatinya sekarang.
Jhosua hanya diam,tidak menjawab Vanessa sama sekali.Pikiran dan hatinya benar-benar kalut saat ini.Di satu sisi Dia merasa kecewa tapi di sisi lain Dia juga menghargai kejujuran Vanessa.
"Setidaknya sekarang kamu tahu siapa Aku Jho!!!apapun keputusan kamu setelah ini Aku akan terima,kalau memang kita tidak bisa berteman atau seperti biasanya lagi Aku akan terima!!!",ucap Vanessa berdiri dan pergi ke luar dari tempat tersebut.
Jhosua masih larut dalam pikirannya,hingga suara pelayan lah yang membuatnya tersadar kalau sekarang Vanessa tidak ada di sampingnya.
"Mas,liat teman saya cewek yang tadi nggak???
__ADS_1
"Baru aja keluar Mas!!!",jawab pelayan tersebut.
Mendengar hal itu Jhosua segera bergegas keluar setelah membayar makanan mereka terlebih dahulu.
Jhosua bernafas lega saat mendapati Vanessa tengah menatap ikan-ikan kecil di sebuah kolam.
"Bisa nggak kalau ngilang jangan kayak jelangkung????",seloroh Jhosua saat sudah berada di sebelah Vanessa.
"Emang aku hantu apa???",balas Vanessa.
"Mau di sini apa mau pulang???",tanya Jhosua.
"Pulang lah!!!ngapain di sini???mancing ikan???",balas Vanessa kesal.
"Siapa tahu kamu mau tidur sama ikan-ikan di sini!!",balas Jhosua santai dan jalan lebih dulu ke parkiran di mana motornya berada.
"Emang gue duyung apa!!!!",kesal Vanessa namun masih bisa di dengar oleh Jhosua.
Dalam perjalanan pulang tak ada obrolan seperti saat mereka berangkat tadi,sebenarnya Jhosua masih ingin mengajak Vanessa ke suatu tempat tapi saat ini moodnya benar-benar hancur dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya.
"Kenapa lo bohongin Gue Ness!!!",batin Jhosua.
Setengah perjalanan tiba-tiba saja mendung,sepertinya hari ini benar-benar tidak memihak kepada mereka berdua.Seketika hujan deras langsung saja mengguyur tubuh mereka,membuat Jhosua mau tidak mau menepikan motornya untuk berteduh.
"Yah hujan!!!!",gumam Vanessa.
"Itu artinya langit tidak mendukung kita hari ini!!!",ucap Jhosua.
Saat ini mereka tengah berteduh di sebuah mini market yang hanya ada mereka saja di sana tanpa ada pengunjung lain yang ikut berteduh.
Vanessa merasa kedinginan,Dia mengusap-usap lengannya sendiri.Jhosua membelikan minuman hangat di minimarket tersebut untuk mereka berdua.
"Makasih!!!",ucap Vanessa dengan tubuh menggigil.
Jhosua yang melihatnya merasa tidak tega,tubuh kecil Vanessa kedinginan karena hujan yang lumayan deras.Jhosua membuka jacket miliknya dan memasangkan ke tubuh Vanessa yang membuat gadis itu terjingkat kaget.
"Nggak usah Jho!!!Kamu bisa kedinginan!!!",ucap Vanessa membuka jacket milik Jhosua namun di tahan oleh Jhosua.
"Udah nggak papa!!!dari pada kamu menggigil kedinginan!!",ucap Jhosua membuat hati Vanessa menghangat di buatnya.
Vanessa memperhatikan Jhosua yang sebenarnya juga kedinginan,Dia menggeser duduknya agar merapat ke tubuh Jhosua,melebarkan jacket milik Jhosua agar menutupi tubuh mereka.Jhosua kaget karena posisi Vanessa yang begitu dekat dengannya saat ini.
"Aku nggak mau kamu masuk angin gara-gara Aku!!!",ucap Vanessa seolah mengerti dengan tatapan Jhosua.
Vanessa menyandarkan kepalanya pada bahu Jhosua sambil mengusap-usap telapak tangannya sendiri.Tanpa pikir panjang Jhosua menggenggam tangan Vanessa untuk menghangatkan nya.
Vanessa merasakan hangatnya tangan Jhosua,membuatnya merasa enggan melepaskan genggaman tangan duda tampan tersebut.Begitu juga dengan Jhosua Dia seolah enggan melepaskan tangan Vanessa dari genggamannya.
"Kenapa rasanya nyaman sekali!!!",batin Jhosua.
__ADS_1