Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 33 Ulah Merry


__ADS_3

Pagi ini Jhosua ada panggilan mendadak dari rumah sakit,ada pasien yang harus segera ia operasi jadi Dia tidak bisa menjemput Vanessa pagi ini seperti biasanya.


"Mau berangkat bareng Papa???",tanya Edward kepada Vanessa yang tengah bersiap-siap.


"Humm gimana ya Pa??",jawab Vanessa bingung.


"Mau sampai kapan kamu menyembunyikan identitas kamu dari semuanya????Sekarang Bram sudah tahu nggak mungkin juga Dia nggak kasih tahu orang lain soal siapa kamu",ucap Edward.


"Iya juga sih Pa!!ya udah deh Aku berangkat bareng Papa aja!!",balas Vanessa tersenyum.


Semuanya melirik ke arah Vanessa yang baru saja datang bersama Dokter Edward.


"Makin hari Vanessa makin dekat aja sama Dokter-Dokter di sini!!kalau nggak bareng Dokter Jhosua bareng Dokter Edward",ucap salah satu perawat menatap iri kepada Vanessa.


"Pagi Dokter??",sapa mereka saat Edward melewati mereka.


"Pagi!!",balasnya ramah.


"Pagi Dokter Vanessa!!",sapa mereka juga pada Vanessa yang berjalan di belakang Edward.


",Pagi!!!",balas Vanessa dengan senyum ramahnya.


"Tumben nggak bareng Dokter Jhosua Dok???",goda mereka.


"Memangnya kenapa kalau saya tidak bareng Dokter Jhosua???",tanya Vanessa balik.


"Kita semua udah nggak asing lagi loh sama Dokter berdua,jadi gimana udah jadian belum???",tanya mereka menggoda Vanessa yang membuat Vanessa tersipu malu.


"Kalian ini ada-ada saja,saya tinggal dulu silahkan lanjutkan pekerjaan kalian kembali!!!


"Cieee Dokter!!!Mukanya merah tuh!!!",ledek mereka membuat Vanessa segera pergi dari sana menuju ruangannya.


"Bisa-bisanya mereka ngeledek-kin Gue pagi-pagi begini!!",gumam Vanessa menggelengkan kepalanya.


"Andai kalian tahu semuanya,mungkin kalian tidak berani melakukan hal ini lagi!!",batin Vanessa.


Sementara itu Merry tengah memekik kesakitan di bagian kepalanya,sejam yang lalu Jhosua kembali mencoba memeriksa keadaannya,namun hasilnya tetap sama Merry tetap menolak Dia hanya ingin di periksa oleh Dokter lain.


Jhosua hanya menghela nafasnya pelan,Dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya,perawat yang di sana pun juga menggelengkan kepala melihat ulah Merry.


"Arggh!!!tolong Dokter!!!",pekik Merry sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Ya ampun Nyonya!!!saya akan panggilkan Dokter sekarang!!!",ucap Surti panik dan bergegas keluar memanggil Dokter.


Melihat Surti yang tampak setengah berlari membuat perawat yang di sana bertanya,mereka juga mendengar teriakkan dari kamar Merry.


"Tolong Sus!!Nyonya Merry sepertinya kesakitan sekali!!",jawab Surti panik.


"Baiklah saya akan segera kembali!!!",balas perawat tersebut berlalu meninggalkan Surti menuju ruangan Dokter Edward.


Perawat yang bernama Dina tersebut segera menuju ruangan Dokter Edward,setelah mendengar jawaban dari dalam Dina langsung membuka pintu tersebut.


"Maaf Dokter,ada pasien yang tengah memekik kesakitan!!",ucap Dina pada intinya.


"Lalu kenapa???apa Dokter lain tidak ada???",tanya Edward balik.


"Ada Dokter,tapi pasien tidak mau di periksa oleh Dokter Jhosua Dia meminta Dokter lain yang memeriksanya!!",jawab Dina membuat Edward segera berdiri.


"Ya sudah kita ke sana sekarang!!!",ucap Edward yang merasa penasaran siapa orang yang berani menolak Jhosua yang merupakan Dokter genius di rumah sakit ini.


Dian mengikuti Direktur rumah sakit tersebut dari belakang,sesampainya di kamar Merry Edward segera memeriksa kondisinya yang sekarang sedikit lebih tenang karena sebelumnya sudah ada perawat lain yang membantunya.


"Apa anda masih merasakan pusing???",tanya Edward.


"Apakah anda hanya sendiri di sini??",tanya Edward lagi.


"Dia bersama saya Dokter,kebetulan anak dan menantunya sedang dalam perjalanan ke sini",Surti yang menjawab.


"Kondisi anda saat ini sedang tidak baik-baik saja,sebaiknya kita lakukan CT-scan pada kepala anda!!


" Untuk itu saya perlu persetujuan dari keluarga anda terlebih dahulu",ucap Edward.


"Memangnya apa yang terjadi dengan saya Dokter???",tanya Merry cemas.


"Saya belum bisa memutuskan nya sekarang,saya perlu pemeriksaan lebih lanjut,tapi menurut diagnosis saya anda bukan hanya mengalami Vertigo tapi juga ada pembengkakkan di kepala!!",jelas Edward membuat Merry kaget mendengarnya.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu!!saya harap anda bisa menjaga kenyamanan pasien lainnya di sini,dan tidak membuat keributan seperti tadi lagi",ujar Edward menyindir Merry.


"Maksud Dokter apa???saya tidak menggangu pasien lainnya!!yang ada Dokter magang itu yang mengganggu kenyamanan saya!!",sarkas Merry yang merasa di sudut kan oleh Edward.


"Dokter magang???siapa yang anda maksud??",tanya Edward mengernyitkan dahinya.


"Maaf Dokter,tadi Ibuk ini tidak mau di periksa oleh Dokter Jhosua!!karena Dia mengira beliau hanya Dokter magang di sini!!",ujar Dina yang sedari tadi diam.

__ADS_1


Dia juga merasa gregetan dengan sikap Merry yang sombong dan angkuh,memandang rendah orang lain apalagi Dokter Jhosua.


"Tolong panggilkan Dokter Jhosua ke sini!!!",perintah Edward kepada Dian yang di angguki oleh nya.


"Untuk apa anda meminta orang itu ke sini??",tanya Merry tak suka.


Jhosua yang saat itu baru saja memeriksa pasien lainnya,di panggil oleh Dian.


"Dokter Jho!!",membuatnya berhenti dan menoleh ke sumber suara.


"Ada apa Sus???",tanya Jhosua.


"Dokter Edward memanggil anda!!",jawab Dina membuat jantung Jhosua berdebar di buatnya.


"Baiklah saya akan menemuinya!!",balas Jhosua mencoba sebiasa mungkin.


"Dia menunggu anda sekarang Dok!!di ruangan Ibuk Merry!!!!",membuat Jhosua mengernyitkan dahinya.


"Apa ada masalah Sus??",tanya Jhosua tiba-tiba perasaannya merasa tidak enak,apa mantan mertuanya itu membuat ulah lagi begitu pikirnya.


"Sebaiknya anda ke sana sekarang Dok!!!karena Dokter Edward tengah menunggu di sana!!!",jawab Dina membuat Jhosua akhirnya melangkah kan kakinya menuju kamar inap mantan mertuanya itu.


...****************...


Sementara itu Bella mempercepat kepulangannya menjadi hari ini,karena semalam Bik Surti yang mengabari kondisi mamanya yang tidak baik-baik saja,akhirnya Dia memutuskan pulang hari ini juga begitu juga dengan Brayen suaminya,beruntung pihak agensinya bisa menerima itu dan menunda kerja sama mereka sampai minggu depan.


Saat ini Dia sudah hampir sampai di rumah sakit tempat mamanya di rawat begitu juga tempat mantan suaminya bekerja,entah kenapa Dia menjadi deg-degan saat mobil yang di bawa oleh Brayen hampir sampai di rumah sakit tersebut.


"Kamu kenapa sayang???",tanya Brayen membuat Bella tersadar dari pikirannya.


"Ah??nggak!!Aku nggak apa-apa kok cuma lagi mikirin kondisi Mama aja",jawab Bella tersenyum.


Sementara itu Jhosua sudah sampai di depan pintu masuk kamar Merry,Dia sedikit ragu untuk membuka pintu tersebut takut kalau Merry kembali mengatakan hal-hal seperti sebelumnya.


Jhosua menarik nafasnya perlahan dan membuka pintu tersebut.Hal yang pertama kali Dia lihat adalah semua orang di kamar tersebut tengah menatap dirinya.


"Apa Dia yang anda maksud Nyonya Merry???",tanya Edward membuat perasaan Jhosua jadi tidak menentu.


Semenjak menjalin hubungan dengan Vanessa kemarin,Dia belum bertemu dengan Edward dan baru kali ini mereka bertemu kembali.Biasanya Dia akan biasa saja saat bertemu dengan orang tua kekasihnya itu tapi sekarang kondisinya berbeda.Dia tengah menjalin suatu hubungan dengan anak dari pemilik rumah sakit ini yang saat ini juga tengah berdiri di depannya.


"Maaf Dok,apa anda memanggil saya???

__ADS_1


__ADS_2