Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 26 Semakin Dekat


__ADS_3

"Akan jadi urusan Gue kalau itu menyangkut Vanessa!!!!",balas Jhosua menggenggam tangan Vanessa.


Vanessa melirik tangannya yang berada dalam genggaman Jhosua,hatinya menghangat ketika Jhosua memperlakukan nya dengan sangat baik.


"Ck!!!", Bram berdecak kesal mendengar Jhosua.


"Udahlah Bram,jangan ganggu gue lagi!!ingat anak isteri lo!!!",ucap Vanessa membuat Bram membeku di tempatnya.


"Kenapa??kaget???",tanya Vanessa.


"****!!!jadi mereka udah tahu semuanya!!!",batin Bram kesal.


"Apa nggak kasihan sama anak lo???",tanya Jhosua.


"Jangan sok ngajarin gue!!!",kesal Bram dan segera pergi dari sana.


"Kamu nggak papa????",tanya Jhosua menatap Vanessa.


"Nggak papa Kak!!!",balas Vanessa tersenyum.


"Udah makan siang belum???


"Belum!!!",jawab Vanessa menghela kepalanya.


"Masih ada waktu setengah jam lagi buat kita makan siang!!!",ucap Jhosua menarik tangan Vanessa menuju kantin.


Vanessa hanya nurut tidak membantah sama sekali,dia tersenyum melihat tangannya yang di genggam Jhosua.


"Kak!!!


"Hum???kenapa???",tanya Jhosua.


Saat ini mereka sudah sampai di kantin dan tengah menunggu pesanan mereka.

__ADS_1


"Tangan Aku!!!",lirih Vanessa dengan muka memerah karena dari tadi Jhosua tidak melepaskan tangannya.


"Owh!!sorry!!!",ucap Jhosua menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Jujur Dia sangat malu sekarang ini,bisa-bisanya Dia tidak sadar masih menggenggam tangan Vanessa sedari tadi.


"Hehehhe",Vanessa terkekeh melihat wajah malu Jhosua.


"Kenapa tertawa???


"Nggak!!merasa lucu aja!!!",balas Vanessa tersenyum.


"Ck!!!kamu ngeledek Aku????",tanya Jhosua memicing matanya.


"Ih pede banget!!",ledek Vanessa menjulurkan lidahnya.


"Dasar!!!",balas Jhosua menarik hidung mancung Vanessa.


...****************...


"Lain kali jangan berjanji kalau kamu nggak bisa untuk menepatinya!!!",ucap Sovia saat Bram memasuki kamar.


"Berisik!!!",sarkas Bram berlalu masuk ke kamar mandi.


Sovia menghela nafasnya pelan,jika terus seperti ini Dia benar-benar tidak sanggup lagi menjalani pernikahan ini.


Bram keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar.


"Mas!!!",Sovia memanggil suaminya namun tak di hiraukan oleh Bram.


"Mas!!!


"Apa lagi sih???mau nyalahin Aku lagi????

__ADS_1


"Apa sih Mas!!!!seharusnya Aku yang marah sama kamu!!!!


"Kamu tau???Maura nungguin kamu pulang dari tadi,Dia ingin main sama kamu!!!karena kamu udah janji sama Dia!!!tapi lagi-lagi kamu ingkar Mas!!!


"Dia nungguin kamu hingga Dia ketiduran di sofa!!!Apa kamu mikir gimana perasaannya Maura???


"Kamu boleh tidak menganggap Aku isteri kamu!!!Tapi jangan Maura,harapannya terlalu banyak beda sama Aku yang sudah tidak memiliki harapan apa-apa lagi!!!!",ucap Sovia menahan dirinya sekuat mungkin untuk tidak menangis di hadapan Bram .


Setelah mengatakan itu,Sovia pergi keluar kamar menuju kamar putrinya.Dia memang lebih sering tidur di sana akhir-akhir ini,berada di dalam kamar yang sama membuat hatinya semakin sakit,apalagi sikap Bram yang semakin hari semakin menjadi-jadi saja.


Sementara itu Bram terdiam saat mendengar ucapan Sovia barusan,Dia berbaring menatap langit-langit kamarnya.


"Kenapa sulit sekali untuk terima Dia di sisi gue!!!",lirih Bram menghela nafasnya kasar.


...****************...


Vanessa dan Jhosua hari ini kembali berangkat bersama.Sesampinya di rumah sakit mereka di kagetkan dengan seorang pasien yang tak sadarkan diri akibat kecelakaan yang di alaminya.


Jhosua dengan sigap segera memberikan pertolongan untuk pasien tersebut.


"Pasien kehilangan banyak darah,segera lakukan tindakan!!!",ujar Jhosua kepada perawat yang membantunya.


Perawat tersebut segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Jhosua,hingga akhirnya pasien tersebut dapat tertolong.


...****************...


Waktu berlalu begitu cepat,tidak terasa sudah tiga bulan Jhosua menjalani kehidupannya sebagai wakil Direktur.Dia sangat sibuk dengan pasien dan juga jabatannya.


Hubungan nya dengan Vanessa terlihat semakin dekat saja,tak jarang orang-orang menginginkan mereka pacaran.Sudah sangat jelas kalau ke-duanya saling suka,hanya saja terhalang oleh sesuatu di dalam hati mereka yaitu kata sahabat.


"Tok tok tok!!!!!


"Masuk!!!!

__ADS_1


"Ceklek!!,",pintu ruangan kerja Jhosua terbuka membuat duda tampan itu mendongakkan kepalanya.


__ADS_2