Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 36 Cemburu


__ADS_3

Vanessa memeluk Jhosua dengan posisi masih berada di pangkuannya.


"Pasti sakit banget jadi Kakak!!",ujar Vanessa mengusap punggung Jhosua lembut seolah memberikan kekuatan kepada Duda tampan itu.


Jhosua membalas pelukan Vanessa dengan hangat,bibirnya tersenyum saat mendengar perkataan kekasihnya itu.


"Sekarang udah nggak sakit lagi,karena selalu ada kamu yang menjadi obatnya",balas Jhosua sembari mengusap kepala Vanessa lembut.


"Harusnya Kakak lawan saja mantan mertua Kakak itu!!!",ujar Vanessa kembali kesal.


"Hehehehe kenapa jadi dendam kayak gini sih???",tanya Jhosua terkekeh.


Posisi mereka masih sama,Vanessa yang berada di pangkuannya dengan posisi menyamping dan memeluk leher Jhosua dengan erat,Dia seolah enggan untuk melepaskan pelukan mereka.


"Habisnya Aku kesal,bukannya Kakak udah cerai dari anaknya tapi kenapa Dia masih mengusik Kakak terus!!!


"Itu yang namanya penyakit hati sayang!!!kalau kita sudah membenci seseorang terlalu dalam maka apapun yang di lakukan nya akan tetap salah di mata mereka,apalagi melihat orang itu lebih dari Dia,itu akan membuatnya semakin sakit hati melihatnya!!!",balas Jhosua.


Vanessa melerai pelukannya,namun tangannya masih berada di leher Jhosua.


"Ya udah deh,tapi lain kali lawan dong Kak!!kayaknya seru deh!!",ucap Vanessa tersenyum melerai pelukannya.


"Dasar!!!",balas Jhosua mengacak rambut Vanessa.


Sesaat pandangan ke duanya bertemu dengan jarak yang begitu dekat,Jhosua mengelus pipi Vanessa lembut.


"Makasih udah selalu ada di samping Aku!!!",ucap Jhosua.


"Perasaan nggak selalu deh Kak,kita kan bukan prangko yang selalu lengket.


"Secepatnya Aku bakal bikin kamu lengket terus kayak perangko di sisi Aku!!!",balas Jhosua.


"Oh ya????masak sih????",goda Vanessa.


"Tunggu aja tanggal mainnya!!!",balas Jhosua mencolek hidung Vanessa.


"Ya iya,terserah Kakak aja!!",balas Vanessa berdiri dari pangkuan Jhosua.


"Kakak udah makan???",tanya Vanessa.


"Belum!!


"Mau makan di mana???",tanya Jhosua berdiri dan berjalan ke arah Vanessa.

__ADS_1


"Kantin aja Kak biar deket,nanti kalau ada emergency kita lebih cepat sampainya!!",balas Vanessa.


"Baikalah!!!tapi lain kali kita musti coba makan di luar deh sayang,biar kamu nggak bosan",ucap Jhosua membuka pintu ruangannya meminta Vanessa keluar lebih dulu.


"Ciee sayang!!",goda Vanessa.


"Emangnya kenapa???",tanya Jhosua.


Mereka sudah berjalan keluar menuju kantin,tanpa sengaja Bram melihat kalau mereka keluar berbarengan dari ruangan Jhosua.


"Mereka makin terang-terangan aja!!!",gumam Bram mengepalkan tangannya.


"Nggak papa!!",balas Vanessa tersenyum.


Jhosua terkekeh mengacak rambut Vanessa gemas.


"Kalau nggak ada orang udah Aku peluk kamu sayang!!!",bisik Jhosua yang membuat Vanessa tertawa.


"Hahahahha ,!!!!


Mereka asyik berbicara dengan santainya,tanpa sadarl mereka sedang jadi perhatian banyak orang sekarang,dan rumor mengenai kedekatan mereka semakin jelas terdengar.


Mereka sudah sampai di kantin rumah sakit dan segera memesan makan siang mereka.Walaupun namanya kantin tapi di sana ada banyak menu yang tersedia rasanya pun tak kalah enak dari restaurant di luar sana.


Jhosua dan Vanessa menikmati makan siang mereka dengan bahagia,mungkin dalam fase jatuh cinta sehingga senyuman selalu terukir dari bibir kedua-nya.


Dari bagian pojok kantin ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka,matanya sedari tadi tidak pernah lepas dari sepasang kekasih itu,ada rasa yang sulit untuk ia jelaskan saat ini.


"Apa dia anaknya Dokter Edward???",batin Bella yang masih terus menatap mereka.


"Kak!!",panggil Vanessa membuat Jhosua menoleh.


"Kayaknya ada yang lagi merhatiin Kakak deh!!",ucap Vanessa,karena melihat Bella yang terus memperhatikan mereka dari tadi,tapi Dia pura-pura tidak melihat dan mengenal Bella.


Bukannya pura-pura,tapi memang tidak kenal sama sekali karena Jhosua belum pernah mengenalkan Bella sebelum nya kepada Vanessa,mereka memang sudah berteman sejak lama bahkan saat Jhosua masih pacaran dengan Bella hingga akhirnya mereka menikah.Saat Jhosua menikah Vanessa tidak datang karena Dia tengah sibuk untuk skripsi kelulusannya.


"Siapa????",tanya Jhosua setelah meminum air di gelasnya.


"Mantan isteri Kakak!!!",jawab Vanessa santai.


"Hah???",tanya Jhosua kaget pasalnya Dia tidak melihat kehadiran Bella sedari tadi.


Posisi Jhosua membelakangi Bella yang berada di pojok kiri kantin,jadi wajar saja kalau Dia tidak melihatnya.

__ADS_1


"Biasa aja kali tuh muka!!!",cibir Vanessa.


"Ekkhemmm!!!", Jhosua berdehem saat menyadari kesalahannya.


"Jangan-jangan masih sayang lagi!!!",ucap Vanessa lagi yang tiba-tiba saja Dia merasa kesal dengan ekspresi Jhosua tadi.


"Ya udah sana samperin!!!siapa tahu mau reunian!!!",kesal Vanessa meneguk air minumnya hingga tandas lalu berdiri meninggalkan Jhosua begitu saja.


"Ness!!!",panggil Jhosua,namun gadis itu tetap pergi tanpa menghiraukannya.


"Apa Dia sedang cemburu???terlihat menggemaskan sekali",gumam Jhosua tersenyum.


Bella melihat Vanessa yang pergi begitu saja membuatnya penasaran dan berjalan mendekati Jhosua.


Jhosua yang sudah selesai dengan makan siangnya,segera membayar dan hendak pergi dari sana untuk menyusul Vanessa.


"Jho!!!!


Jhosua tahu kalau itu suara Bella,Dia memilih untuk tetap melanjutkan langkahnya tanpa berniat berbalik ataupun melihat ke arah Bella.


"Jho!!!tunggu!!!!",ucap Bella sekali lagi dan sekarang Dia berhasil menahan pergelangan tangan Jhosua hingga membuat langkahnya berhenti.


Di saat yang bersamaan Vanessa kembali dengan sedikit terburu-buru karena ada sesuatu yang ketinggalan di tempat Dia makan tadi.


Langkahnya terhenti saat Bella memegang tangan Jhosua,hal itu membuatnya semakin kesal dan merasakan sesak di dadanya.Sesaat pandangan mereka bertemu,tapi itu tidak berlangsung lama karena Vanessa memutuskan tatapannya lebih dahulu,Dia berlari ke arah meja mengambil ponselnya yang ketinggalan,setelah itu langsung pergi begitu saja tanpa menatap ke arah Jhosua sama sekali.


"Ness!!!!",panggil Jhosua.


"Jho!!!",ucap Bella sekali lagi yang membuatnya tersadar dan segera melepaskan tangannya dari Bella.


Jhosua pergi begitu saja tanpa menghiraukan Bella sama sekali,Dia harus menjelaskannya pada Vanessa agar gadis itu tidak salah paham.


Bella menatap punggung Jhosua dengan nanar,hatinya merasa sakit karena di abaikan oleh Jhosua seperti itu.


Jhosua hendak menemui Vanessa di ruangannya,namun langkahnya terhenti saat salah satu perawat memanggilnya.


"Dokter!!!ada pasien yang harus segera di tangani di kamar inap nomor B2!!


"Baiklah!!!",jawab Jhosua dan merubah arahnya menuju kamar tersebut.


Vanessa yang saat ini berada di ruangannya tengah mencak-mencak sendiri,Dia merasa sangat kesal hari ini.Baru saja moodnya membaik tapi sekarang moodnya kembali memburuk bahkan lebih parah dari yang sebelumnya.


"Argh!!!!",ucapnya kesal mengacak rambutnya sendiri.

__ADS_1


"Dasar wanita ganjen!!!!",makinya pada Bella,ingin rasanya Dia menjambak rambut Bella saat melihat Bella memegang tangan Jhosua tadi.


__ADS_2