Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 35 Vanessa Sangat Berharga


__ADS_3

"Terimakasih Dokter sudah membela saya tadi!!",ucap Jhosua memulai pembicaraan mereka.


"Apa kamu serius dengan putriku???",tanya Edward tanpa membalas ucapan Jhosua tadi.


"Maaf,kalau Anda lebih dulu tahu sebelum saya mengatakannya kepada Anda!!


"Saya serius dengan putri Anda Dokter!!!tapi.....


Jhosua menggantung ucapannya karena ini lah yang membuatnya ragu untuk melamar dan meminang Vanessa.


"Tapi apa???",tanya Edward.


"Saya hanya orang biasa yang jauh dari kemewahan Dokter!!!bahkan posisi yang saya miliki sekarang tak luput dari kebaikan Dokter kepada saya!!",jawab Jhosua jujur.


"Kemewahan belum tentu membuat kita bahagia Jho!!!kamu tahu??dulu saya juga sama seperti kamu,di hina dan di rendahkan oleh orang-orang karena status saya hanya sebagai Dokter magang sama seperti kamu!!!


"Namun saya bersyukur karena memiliki isteri yang selalu setia dan menerima segala kekurangan saya,Dia selalu berada di sisi saya apapun yang terjadi,karena Dia terlahir dari keluarga kaya tidak seperti saya yang hanya orang miskin tidak memiliki apa-apa!!",cerita Edward membuat Jhosua terkejut mendengarnya.


"Bahkan keluarga nya juga menentang hubungan kami,meminta mamanya Vanessa untuk meninggalkan saya!!!saya pun sudah pasrah kala itu kalau memang isteri saya akan meninggalkan saya.


"Tapi tuhan berkata lain,Vanessa hadir di tengah-tengah kami menjadi pelengkap cerita cinta kami,Vanessa hadir membawa keadaan semuanya membaik,mertua yang awalnya menentang hubungan kami perlahan mulai menyetujuinya dan setelah Vanessa lahir mereka menyesali dengan apa yang telah mereka lakukan kepada saya.


Jhosua menyimak cerita Edward dengan seksama,mungkin Edward sedikit lebih beruntung darinya karena dengan lahirnya anak di tengah-tengah mereka membuat jalinan cinta mereka semakin kuat sehingga membuat mertuanya sadar dan berbaik hati menerima Edward.


Berbanding terbalik dengan dirinya,memiliki isteri yang tidak mau memiliki keturunan darinya,bahkan dengan diam-diam Bella mengkonsumsi obat penunda kehamilan,di tambah dengan mertuanya yang tidak ada habisnya merendahkan dirinya,bahkan sampai sudah bercerai sekarang pun Dia masih tetap seperti itu.


"Itu artinya kamu tahu kan Jho,bagaimana berharga nya Vanessa untuk saya???",ucap Edward membuat Jhosua tersadar dari lamunannya.


"Saya tahu Dokter!!!karena Vanessa lah anda bisa bertahan sampai sejauh ini!!",jawab Jhosua.


Edward berjalan menghampiri Jhosua,menepuk pundak Jhosua.


"Saya tunggu kedatangan kamu ke rumah saya!!!


"Dan pastikan kalau dirimu sudah siap untuk melamar dan menjalani kehidupan selanjutnya dengan putri saya!!!",ujar Edward tersenyum membuat Jhosua yang sedari tadi berdebar menjadi lega.


"Apa itu artinya Anda merestui saya Dok???",tanya Jhosua tersenyum.


Edward hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


Vanessa saat ini tengah mencari keberadaan Jhosua,Dia sudah mencari ke ruangannya namun tidak menemukan Duda tersebut.


"Nggak nyangka banget ya mantan mertuanya Dokter Jhosua toxic banget!!",ujar salah satu perawat yang tengah berada di meja resepsionis.


"Iya,syukur aja sekarang mereka sudah cerai,kalau nggak mungkin Dia akan terus di hina seperti itu!!jawab temannya sesama profesi.


Vanessa mengernyitkan dahinya mendengar apa yang di bicarakan oleh dua perawat tersebut.


"Apa gue melewatkan sesuatu??",gumam Vanessa.


"Tapi tadi Dina bilang kalau Dokter Jhosua adalah calon menantunya Dokter Edward!!

__ADS_1


"Oh ya??kira-kira siapa ya putri nya Dokter Edward??terus gimana dengan Dokter Vanessa???mereka kan terlihat sangat dekat akhir-akhir ini!!


Begitulah obrolan yang tidak sengaja di dengar oleh Vanessa,sekarang Dia mengerti kemana harus mencari kekasihnya itu.


Vanessa segera bergegas menuju ruangan papanya,sesampainya di sana Dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Hal yang pertama di lihatnya adalah Jhosua yang tampak tertawa tengah mengobrol dengan papanya.


"Ketuk pintu dulu Ness!!!",tegur Edward membuat Vanessa hanya tersenyum cengengesan.


"Hehehe maaf Pa!!!


Jhosua menatap Vanessa begitu juga dengan Vanessa,seharian ini mereka tidak bertemu membuat ke-dua nya merasa rindu.


"Tatap-tatapan nya nanti aja!!!",sindir Edward membuat Jhosua tersadar dan memutus tatapannya dari Vanessa.


"Kalau begitu saya permisi dulu Dok!!!",ucap Jhosua berdiri.


"Baiklah,saya tunggu Dokter Jhosua!!!",balas Edward yang membuat Vanessa semakin penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi.


Jhosua melalui Vanessa dan tersenyum manis,tak lupa Dia mengedipkan sebelah matanya kepada Vanessa yang membuat gadis itu salah tingkah sendiri.


Edward yang melihatnya hanya menggelengkan kepala.


"Nyengir mulu,kering tuh gigi!!!",cibir Edward membuat Vanessa segera menutup mulutnya dan menatap papanya dengan kesal.


"Papa sama Jhosua lagi bahas apa sih tadi???",tanya Vanessa yang sekarang kembali penasaran.


"Ihh apaan sih Pa???kalau nggak ada nggak mungkin para perawat pada ngomongin Papa dan juga Kak Jho!!!",kesal Vanessa menatap papanya.


"Emangnya apa yang mereka katakan??


"Mereka bilang kalau Papa mengatakan Kak Jho calon menantu Papa,terus mereka juga bilang kalau mantan mertuanya toxic!!


"Terus apa yang kamu pertanyakan???bukankah kamu sudah mendengarnya sendiri???",tanya Edward yang membuat Vanessa merasa gemas dengan jawaban papanya.


"Ihh Papa nyebelin!!!!tanya sama Papa nggak membantu apa-apa!!!",kesal Vanessa cemberut dan berlalu keluar begitu saja.


Edward tertawa melihat wajah kesal sang putri,seketika tawanya mereda saat mengingat sesuatu.


"Apa kamu bahagia di atas sana sayang???putri kita sekarang sudah dewasa dan Dia sedang jatuh cinta sekarang!!!",ujar Edward bermonolog sambil menatap langit-langit ruangannya.


Hatinya merasa rindu akan sosok isteri yang dulu sangat menyayangi dan mencintainya.


Sementara itu Vanessa merasa kesal dan bete' sekaligus dengan papanya,Dia memilih mendatangi Jhosua ke ruangannya dan ternyata benar Jhosua tengah berada di ruangannya.


Tanpa salam dan tanpa mengetuk pintu Vanessa masuk begitu saja ke ruangannya Jhosua mendaratkan bokongnya di sofa yang berada di ruangan tersebut.


Jhosua melirik Vanessa membuat dahinya berkerut ketika melihat wajah cemberut gadis tersebut.Jhosua meninggalkan pekerjaannya dan berjalan mendekati Vanessa.Dia ikut duduk di sebelah Vanessa memperhatikan gadisnya itu dengan seksama.


"Ada apa???",tanya Jhosua lembut menyelipkan rambut Vanessa ke belakang telinganya.

__ADS_1


"Lagi bete'!!",jawab Vanessa mengerucutkan bibirnya.


"Hehehehe!!!",Jhosua terkekeh melihat wajah cemberut Vanessa.


"Kok ketawa sih???


"Habisnya lucu aja liat bibir kamu kayak Donal Duck gitu!!",jawab Jhosua yang membuat Vanessa semakin kesal saja.


"Ihh kamu sama aja kayak Papa!!!mending Aku pergi aja!!!",kesal Vanessa berdiri dan hendak keluar dari sana.


Namun tangannya di tarik Jhosua hingga terduduk di pangkuannya,pandangan mereka bertemu,nafasnya Jhosua menerpa wajah Vanessa dengan jarak mereka yang begitu dekat.Jantung Vanessa sudah tak karuan,dekat Jhosua selalu membuat jantungnya tidak aman.


"Kenapa???",tanya Jhosua lembut merapikan rambut Vanessa yang sedikit berantakan,tangan sebelahnya lagi memeluk pinggang Vanessa erat.


"Nggak kenapa-napa!!",jawab Vanessa.


"Tadi katanya bete'??bete' kenapa???",tanya Jhosua lagi dan sekarang malah memeluk pinggang Vanessa dengan ke-dua tangannya yang semakin membuat gadis itu salah tingkah apalagi melihat tatapan Jhosua terhadapnya.


Vanessa mencoba menetralkan debaran di dadanya,dan mulai bertanya apa yang membuatnya penasaran dari tadi.


"Tadi Kakak sama Papa lagi obrolin apa sih sebenernya???",tanya Vanessa.


"Obrolin maksudnya???",tanya Jhosua tak mengerti.


"Huhh!!!",Vanessa menghela nafasnya pelan dan menceritakan apa yang di dengarnya dari perawat tadi.


"Owh soal itu??",jawab Jhosua mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi benar mantan mertua Kakak menghina Kakak lagi??",tanya Vanessa serius.


"Humm!!!",jawab Jhosua mengangguk.


"Bangsat!!!",kesal Vanessa berdiri dari pangkuan Jhosua namun di tahan olehnya hingga membuat gadis itu terduduk kembali.


"Mulutnya!!!",ucap Jhosua gemas mencubit bibir Vanessa pelan.


"Habisnya Aku kesal lama-lama liat mantan mertua Kakak itu!!!!


"Terus kamu mau ngapain???


"Mau periksa mulut nya siapa tahu banyak kuman yang bersarang di sana!!!


"Apa hubungannya???",tanya Jhosua bingung.


"Habisnya Dia selalu nge-remehin Kakak!!!biasanya kalau orang kayak gitu tandanya ada banyak kuman di mulutnya!!!",jawab Vanessa yang membuat Jhosua merasa gemas dengannya.


"Hehehe dasar!!!",ujar Jhosua menarik hidung mancung Vanessa.


Vanessa memeluk Jhosua dengan posisi masih berada di pangkuannya.


"Pasti sakit banget jadi Kakak!!",ujar Vanessa mengusap punggung Jhosua lembut seolah memberikan kekuatan kepada Duda tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2