Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 22 Memaafkan Vanessa


__ADS_3

Hampir satu jam mereka menunggu hujan reda,dengan posisi yang sama saling ber genggaman tangan.


"Ness, hujannya sudah berhenti !!!",ucap Jhosua namun tidak ada jawaban dari Vanessa sepertinya gadis itu tertidur di bahu Jhosua.


"Ness!!!",panggil Jhosua lagi di sertai menepuk pipi Vanessa pelan.


"Hah???udah berhenti ya???",balas Vanessa meluruskan duduknya sembari menguap.


"Udah,nyaman banget ya sampai ketiduran gitu",ucap Jhosua.


Vanessa yang merasa malu jadi salah tingkah sendiri.


"Ya udah kita pulang sekarang!!!",ucap Vanessa berjalan lebih dulu menunju motor Jhosua.


"Ness!!!


"Apa???


"Helm nya pakai dulu!!!",ucap Jhosua yang membuat Vanessa ingin merutuki dirinya saat ini.Bisa-bisanya Dia malah meninggalkan helm saking gugupnya karena ketiduran di bahu Jhosua.


Mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah,sebenarnya hati Jhosua masih kecewa dengan Vanessa tapi Dia juga tidak bisa mengabaikan gadis di belakangnya saat ini.


Suasana langit setelah hujan membentuk pelangi yang sangat indah.


"Pelangi Jho!!!",tunjuk Vanessa.


Jhosua mendongakkan kepalanya dan kembali fokus pada jalanan di depannya.


"Indah ya!!!


"Iya,tapi nggak seindah kamu!!!",seloroh Jhosua.


"Hahahah gombal banget!!!",balas Vanessa tertawa begitu juga dengan Jhosua.


Mereka tertawa bersama di atas motor,sudah seperti sepasang kekasih yang sedang berpacaran.


"Ness,bukannya umur kamu baru 25 ya???",tanya Jhosua.


"Iya, emangnya kenapa???


"Dasar tidak sopan!!!",balas Jhosua.


"Nggak sopan ngapain???",tanyanya bingung.


"Aku 28 Ness kalau kamu lupa,panggil Kakak atau Mas kek!!",balas Jhosua.


"Hah???bukannya waktu itu kamu yang minta di panggil nama aja????kenapa sekarang malah minta di panggil dengan embel-embel itu segala!!",protes Vanessa.


#Sekilas awal perkenalan mereka dulunya.


Saat itu Vanessa tengah praktek di rumah sakit papanya,orang-orang tidak mengetahui kalau dia adalah anak pemilik rumah sakit tersebut.Vanessa yang sedang praktek memiliki sedikit masalah dalam tugasnya.


Melihat Vanessa dalam masalah membuat Jhosua yang waktu itu masih berstatus Dokter magang membantunya.Semenjak itu lah ke duanya merasa nyambung saat berbicara,baik soall kuliah Vanessa ataupun hal receh lainnya.


Jhosua merasa memiliki adik saat mengenal Vanessa,karena Dia hanya sebatang kara tidak memiliki siapapun lagi setelah orang tuanya meninggal.


Tapi Jhosua menolak di panggil kakak oleh Vanessa dengan alasan biar lebih akrab.


Semakin hari hubungan pertemanan mereka sangat dekat,tak jarang Jhosua membantu Vanessa dalam tugas skripsi nya.Hingga akhirnya Jhosua menikah dengan sang kekasihnya yang bernama Bella yang sekarang sudah menjadi mantan isteri nya.


#kembali ke masa sekarang


"Itu kan dulu Ness,biar nggak keliatan tua banget!!!walaupun tampang ku masih baby face sih, jadi masih di bilang seumuran",balas Jhosua.


"Percaya diri sekali anda ya Pak!!!",cibir Vanessa.


Jhosua diam tidak membalas ucapan Vanessa lagi.

__ADS_1


"Jho!!!


"Humm!!


"Lapar!!makan mie ayam atau bakso dulu yuk!!",ucap Vanessa yang tiba-tiba saja merasa lapar lagi,mungkin efek setelah hujan jadi butuh yang hangat-hangat untuk mengisi perut.


Tanpa menjawab Jhosua membelokkan motornya di sebuah taman dan di sana terdapat warung penjual bakso.


"Bang,Baksonya dua ya!!tapi boleh di anterin ke sana nggak bg??",tunjuk Jhosua pada kursi taman yang tidak jauh dari gerobak bakso tersebut.


"Boleh Mas!!!",jawab penjual bakso tersebut.


Jhosua membawa Vanessa untuk duduk di kursi taman.


"Jho???


"Humm!!!",jawab Jhosua menoleh menatap Vanessa yang duduk di sebelahnya.


"Masih marah ya???",tanya Vanessa.


"Marah kenapa???


"Soal yang tadi waktu kita makan siang",jawab Vanessa menatap lekat wajah duda tampan itu.


"Nggak marah Ness,cuma kecewa aja",balas Jhosua.


"Maaf,Aku nggak maksud buat bohongin kamu!!semua itu aku lakukan karena selama ini nggak ada yang tulus sama Aku Jho!!!semenjak SMA mereka berteman atau pacaran dengan Aku hanya karena Aku anak orang kaya!!bukan tulus dari hati mereka.


"Dan kamu menganggap Aku sama seperti mereka????",sela Jhosua.


"Nggak Jho!!!


"Lalu kenapa kamu bohong????


"Karena Aku nyari waktu yang pas buat bilang ini semua ke kamu!!!Aku jujur karena Aku percaya sama kamu Jho!!!kamu nggak akan khianati pertemanan kita!!",jawab Vanessa melepaskan semua yang di rasakannya.


Jhosua meresapi setiap perkataan Vanessa membuatnya menghembuskan nafas perlahan.


"Huh!!!",Jhosua menatap lekat wajah gadis di sebelahnya,mengusap kepala Vanessa dengan lembut.


"Lain kali jangan seperti ini lagi ya???Aku maafin!!",jawab Jhosua tersenyum.


Vanessa tersenyum mendengar jawaban Jhosua,Duda satu ini selalu saja berhasil membuat dadanya berdebar.


"Makasih Kak Jho!!!",ucap Vanessa tersenyum.


"Eh???


"Iya,mulai dari sekarang Aku bakal manggil kamu kakak biar sopan seperti yang kamu minta!!",cibir Vanessa.


"Hehehe terserah kamu deh Ness!!!",balas Jhosua terkekeh mengacak rambut Vanessa gemas.


Pesanan mereka sudah datang,beruntung di sana ada meja jadi memudahkan mereka untuk makan.


"Habis ini langsung pulang???",tanya Vanessa.


"Kemana lagi???atau masih mau nginep di rumah kakak???",goda Jhosua yang sekarang juga memanggil dirinya dengan sebutan kakak.


"Bisa di grebek kita nanti sama warga!!!",balas Vanessa.


"Bagus dong,biar bisa langsung di nikahin!!!",balas Jhosua.


"Uhuk-uhuk-uhuk!!!!


"Ya ampun Ness,dari tadi pagi keselek mulu perasaan!!!",ucap Jhosua tanpa rasa bersalah dengan memberikan Vanessa air minum.


Vanessa meneguk air tersebut hingga habis,tenggorokannya terasa panas karena bakso yang di makannya lumayan pedas di tambah dengan ucapan Jhosua yang selalu membuatnya kesal.

__ADS_1


"Emang kakak mau nikah sama Aku???",tanya Vanessa.


"Kenapa nggak!!anak orang kaya pemilik rumah sakit lagi!!!",seloroh Jhosua.


"Dasar rese'!!!",balas Vanessa memukul lengan Jhosua karena Dia yakin Jhosua tidak serius mengucapkan itu.


"Emangnya kamu nggak mau???


"Mau apa????


"Nikah!!!


"Ya mau lah!!!ya kali sendiri terus!!!",balas Vanessa membuat Jhosua terkekeh mendengarnya.


Entah kebetulan atau apa,ternyata Brayen dan Bella juga berada di taman tersebut.


"Sayang???itu bukannya mantan suami kamu???",tanya Brayen membuat Bella mengedarkan matanya melihat arah yang di tunjukkan suaminya.


"Kayaknya sih iya",balas Bella.


"Udah dapat ganti kamu ternyata!!!",ucap Brayen.


Bella hanya diam,matanya terus memperhatikan Brayen dari jauh.


"Siapa cewek yang bisa gantiin Aku di hati kamu Mas??",batin Bella.


Sementara itu Jhosua dan Vanessa asyik mengobrol hingga tidak memperhatikan ke selilingnya.Tak jarang mereka juga tertawa bersama membuat Bella merasa sedikit iri dengan cewek tersebut.


"Tawa kamu begitu lepas,sangat beda sekali saat kita bersama dulu,tawa kamu tidak selepas itu!!!",batin Bella lagi.


"Kenapa???kamu mau samperin mereka???",tanya Brayen yang memperhatikan Bella sedari tadi.


"Hah???ngapain????kita pulang sekarang yuk!!!",ucap Bella seolah tersadar dengan posisi Brayen sekarang.


Mereka memang sudah menikah,tapi Jhosua ada tempat tersendiri di hatinya.Tapi Brayen adalah suaminya,lelaki yang berhasil masuk ke dalam hatinya dan mendapatkan posisi tertinggi untuk saat ini.Tapi Jhosua????entahlah Bella tidak bisa untuk menjelaskan nya.


Selesai membayar Jhosua kembali menaiki motornya tak lupa memasangkan helm untuk Vanessa,karena gadis itu selalu saja kesulitan dengan helmnya.


"Pegangan!!!


"Udah!!!",jawab Vanessa yang malah berpegangan pada belakang jok motor.


"Kakak bukan tukang ojek Ness!!!pegangan tu kayak gini!!!!",ucap Jhosua menarik kedua tangan Vanessa agar memeluknya.


"Deg!!!!


Lagi-lagi jantung Vanessa berdebar dengan apa yang di lakukan Jhosua.


"Lama-lama gue bisa pingsan beneran kalau dekat-dekat Jhosua terus ",batin Vanessa.


Disaat bersamaan mobil Brayen juga melintas di depan motor Jhosua.


"Vanessa!!!!


"Kenapa sayang???",tanya Bella


"Nggak!!nggak kenapa-napa!!",bohong Brayen.


Bella hanya menganggukkan kepalanya percaya dengan apa yang di katakan oleh suaminya.


"Apa mereka sedekat itu???ini kali ke duanya Brayen melihat Vanessa bersama Jhosua.


...****************...


Tepat pukul 6 sore Jhosua sudah sampai di depan rumah Vanessa,rumah pemilik rumah sakit tempat Dia bekerja.Tiba-tiba saja Dia merasa gugup entah karena akan bertemu Dokter Edward atau apa Dia tidak tahu itu.


"Yok masuk!!!!

__ADS_1


__ADS_2