Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 31 Ungkapan Perasaan


__ADS_3

"Beda,karena sekarang Aku ingin tetap bersama kamu lebih lama!!",ujar Jhosua menatap lekat Vanessa,hatinya berdebar kala menatap mata indah itu.


Vanessa memutuskan tatapannya dari Jhosua,menatap ke lain arah karena jantungnya benar-benar tidak kuat di tatap seperti itu.


"Ness!!",panggil Jhosua.


"Kenapa Kak???",jawab Vanessa namun tidak menatap Jhosua sama sekali.


"Liat Aku Ness!!!",ucap Jhosua namun Vanessa masih tetap pada posisinya menatap ke arah jendela ruangan tersebut.


"Emangnya jendela itu lebih menarik ya dari Aku???",tanya Jhosua.


"Aku nggak bisa tatap mata Kakak!!!",ujar Vanessa jujur membuat Jhosua gemas sendiri dengannya.


Jhosua berdiri dari posisinya dan berjongkok tepat di depan Vanessa.


"Sekarang udah bisa????",tanya Jhosua tersenyum.


"Astaga!!ini duda benar-benar meresahkan!!!"batin Vanessa yang saat ini tidak bisa mengelak lagi,posisinya dengan Jhosua sekarang sangat dekat.


"Jangan gini kak!!",ucap Vanessa berdiri hendak melangkah keluar,namun tangannya di tahan oleh Jhosua.


"Gini apanya Ness???",tanya Jhosua berdiri.


Sekarang posisi mereka saling berhadap-hadapan dengan Jhosua yang masih memegang satu tangan Vanessa.


"Perlakuan Kakak sekarang bikin Aku baper tau nggak!!!",jawab Vanessa sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.


"Kalau kayak gini terus,lama-lama Aku bisa suka sama Kakak!!


"Jadi Aku mohon jangan gin--


Ucapan Vanessa terhenti saat bibir Jhosua menempel di bibirnya,membuat gadis itu melototkan matanya tak percaya.Vanessa memundurkan wajahnya,menutup bibirnya dengan telapak tangan karena saking kagetnya.


Jhosua tersenyum melihat wajah kaget Vanessa,terlihat sangat menggemaskan di matanya.


"Kakak!!!!",tunjuk Vanessa dengan wajah memerah.


"Kenapa???",tanya Jhosua santai.


"Kakak udah ambil ciuman pertama Aku!!!",pekik Vanessa.


"Harusnya ciuman pertama Aku buat suamiku nantinya,tapi malah kakak ambil!!!",ucap Vanessa lagi.


"Ya sudah,Kakak saja yang jadi suami Kamu!!!",balasnya santai.


"Pliss Kak jangan bercanda!!!Aku juga punya perasaan kalau Kakak kayak gini terus!!!",ucap Vanessa.


"Emangnya perasaan kamu ke Kakak gimana???",tanya Jhosua serius,saat ini mereka sudah kembali duduk di sofa.


"Aku nggak tau Kak!!jujur Aku nyaman sama Kakak,tapi Aku nggak tau arti kenyamanan ini seperti apa???apa nyaman karena kita sudah kenal lama atau karena kebawa perasaan",jawab Vanessa.


"Kakak sendiri gimana???apa maksud Kakak ingin bersama Aku lebih lama???",tanya Vanessa menatap Jhosua.

__ADS_1


"Aku sayang sama kamu Ness!!!Apa kamu mau hidup bersamaku???",tanya Jhosua to the point membuat Vanessa kembali terkejut mendengarnya.


Vanessa hanya diam,ia tidak tahu harus menjawab apa,jantungnya semakin tak karuan dengan ucapan Jhosua barusan.


"Mungkin ini membuat kamu terkejut,karena Aku sudah tidak bisa menahannya lagi Ness!!!hari-hari yang kita lalui bersama membuat Aku semakin yakin sama kamu!!!


"Awalnya Aku kira perasaan ini hanya karena persahabatan kita saja,tapi semakin Aku mencoba untuk menyingkirkan ini semua rasanya justru semakin sulit,bayangan Kamu selalu mengganggu Aku Ness!!!


"Sejak kapan???",sela Vanessa.


"Sejak Bram mencoba untuk mendekati kamu!!!",balas Jhosua.


"Pantesan Dia marah banget sama Bram waktu itu",batin Vanessa.


"Kamu tahu gimana Aku Ness,luar dalamnya Aku kamu juga tahu!!!kamu orang yang selalu ada buat Aku,gimana Aku di hina,dicaci,harga diri ku di injak-injak!!tapi kamu masih tetap bertahan di samping Aku!!!menjadi support terbesar buat Aku!!!


"Sampai rumah tangga Aku hancur pun kamu masih tetap ada buat Aku!!dan Aku di posisi sekarang juga berkat kamu!!",ucap Jhosua membuat Vanessa menoleh padanya.


"Jangan bilang Kakak sayang sama Aku karena hutang budi???",tanya Vanessa memicingkan matanya.


Jhosua tersenyum mendengar perkataan Vanessa.


"Awalnya mungkin bisa di bilang begitu,tapi semakin lama rasanya sudah tidak bisa di kontrol lagi!!


"Apa???jadi beneran???",tanya Vanessa tak percaya.


"Hehehe ya nggak lah Ness!!!Balas Jhosua terkekeh.


Vanessa hanya diam,dia bingung harus menjawab apa.Di dalam hatinya Dia juga menyukai Jhosua.


"Kenapa diam???


"Terus Aku musti apa???",tanya Vanessa balik.


"Kamu mau hidup bersama Aku???",tanya Jhosua sekali lagi.


"Humm!!",jawab Vanessa mengangguk.


"Jawab yang jelas Ness!!!",ucap Jhosua.


"Iya,Aku mau!!!",jawab Vanessa dengan pipi merona.


Jhosua tersenyum mendengarnya,Dia membawa Vanessa ke dalam pelukannya.


"Makasih untuk jawaban kamu!!",ucap Jhosua mencium pucuk kepala Vanessa.


"Jadi sekarang Kamu milik Aku!!!nggak boleh ada yang ngedeketin kamu selain Aku!!!mau itu Bram ataupun Brayen nggak ada yang boleh!!!",tegas Jhosua melepaskan pelukan mereka.


"Posesif banget Pak Dokter!!!",cibir Vanessa.


"Ya iyalah,ya kali pisang berbuah dua kali!!!",balas Jhosua.


"Maksudnya???

__ADS_1


"Dulu Aku di selingkuhin sekarang masak mau di selingkuhi lagi!!",balas Jhosua membuat Vanessa mengerti dan menganggukkan kepalanya.


"Mau pulang sekarang??",tanya Jhosua.


"Humm!!",balas Vanessa mengangguk.


"Aku ambil tas dulu ya!!",ucap Vanessa yang di angguki oleh Jhosua.


Vanessa berdiri dari duduknya begitu juga dengan Jhosua,saat sampai di depan pintu Jhosua kembali memanggil dirinya.


"Ness!!


"Ya--


"Cup!!!",Jhosua kembali mencium bibir Vanessa untuk yang ke dua kalinya,namun hanya sekilas tapi tetap saja membuat gadis itu kaget,wajahnya sudah seperti kepiting rebus saking merahnya.


"Aku tunggu di parkiran!!",ucap jhosua dengan santainya dengan wajah tersenyum.


Vanessa segera keluar dari ruangan tersebut dengan sedikit berlari,jantungnya benar-benar tidak aman untuk sekarang.


Dia terus berlari sambil memegangi dadanya,tapi bukannya ke ruangan miliknya tapi malah berbelok ke kamar mandi.


"Huh huh huh!!!",Vanessa ngos-ngosan karena berlari.


"Ya tuhan tuh duda emang rese'!!bisa-bisanya Dia bikin gue jantungan kayak gini",gumam Vanessa.


Dia segera mencuci wajahnya di westafel,pipinya terasa panas karena ulah Jhosua tadi.


Vanessa menatap pantulan dirinya di cermin,Dia mengusap bibirnya yang di cium oleh Jhosua tadi membuat dirinya tersenyum sendiri.


"Gila!!ini benar-benar gila!!!",ucap Vanessa tersadar dan segera keluar dari kamar mandi.


Jhosua telah menunggunya di parkiran beberapa menit yang lalu.


"Sorry lama Kak!!",ucap Vanessa saat sampai di depan Jhosua.


"It's okay!!!sampai tahun depan juga Kakak tungguin!!",balas Jhosua yang sekarang juga memanggil dirinya dengan sebutan Kakak.


"Ciee Kakak!!!sekarang manggil diri sendiri udah Kakak nih!!!",goda Vanessa.


"Udah jangan bawel!!!ayo naik!!!",balas Jhosua memasangkan helm Vanessa dan segera naik ke motornya.


"Ciee Kakak!!!",ucap Vanessa masih menggoda Jhosua.


"Naik atau di cium!!!",ancam Jhosua membuat Vanessa segera naik ke atas motornya.


"Heheheh takut banget kalau di cium",ucap Jhosua terkekeh.


"Berisik!!!ayo jalan!!!",balas Vanessa masih malu dengan kejadian di ruangan Jhosua tadi.


Tak jauh dari sana seseorang melihat kedekatan mereka.


"Sial!!mereka makin dekat aja!!!

__ADS_1


__ADS_2