Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 32 Ledekan Edward


__ADS_3

"Sial!!mereka makin dekat aja!!!",kesal Bram yang melihat keakraban ke duanya.


"Ini nggak bisa di biarkan!!gimanapun caranya Vanessa harus jadi milik gue",batin Bram menyeringai.


Sementara itu pasangan kekasih yang baru saja mengungkapkan perasaan masing-masing itu tengah merasa bahagia.


"Perasaan dari tadi nggak nyampe-nyampe deh Kak??",ucap Vanessa di balik punggung Jhosua.


"Sengaja biar lebih lama bareng kamu!!",balas Jhosua membuat Vanessa tersenyum.


"Jadi sekarang kita jadian nih???",goda Vanessa.


"Bisa di bilang gitu sih,tapi aku nggak mau kita pacaran lama-lama!!!secepatnya Aku bakal nemuin Papa kamu!!",balas Jhosua yakin.


"Aku tunggu!!!",ucap Vanessa tidak bisa menyembunyikan perasaannya sekarang.


"Ngebet banget minta di nikahin !!!",goda Jhosua.


"Ishh nyebelin!!!",balas Vanessa mencubit pinggang Jhosua.


Jhosua hanya tertawa melihat wajah cemberut Vanessa melalui kaca spion motornya,Dia sangat suka melihat wajah cemberut Vanessa dengan bibir yang seperti kartun Donal Duck.


Tak terasa motor Jhosua sudah memasuki halaman rumah besar Edward.


"Besok-besok kita jalan kaki aja ya Ness!!!",ucap Jhosua membuat Vanessa menatapnya bingung.


"Kenapa???emangnya motor Kakak kenapa???


"Nggak kenapa-kenapa sih,cuma ingin lebih lama aja waktu sama kamu!!padahal tadi udah kayak siput banget loh jalannya eh udah nyampai aja",seloroh Jhosua membuat Vanessa terkekeh.


"Heheheh ya kali jalan kaki Kak!!bisa keder Aku sampai rumah",balas Vanessa.


"Papa kamu udah pulang??",tanya Jhosua.


"Harusnya sih udah Kak!!mau mampir dulu??",tanya Vanessa.


Jhosua melirik jam di tangannya.


"Lain kali deh,sebentar lagi adzan maghrib!!


"Ok deh, hati-hati ya Kak!!",ucap Vanessa.


"Aku pulang dulu ya sayang!!",balas Jhosua tersenyum dan mencium kening Vanessa sesaat yang membuat gadis itu terkejut karena takut kalau papanya melihat,apalagi Jhosua juga memanggil nya dengan sebutan sayang.


Jhosua meninggalkan Vanessa dengan jantung yang mau lepas dari tempatnya,sambil celingak-celinguk menatap ke seliling rumah.

__ADS_1


"Huh!!!bisa-bisanya Dia nyium gue depan rumah kayak gini","/batin Vanessa dan mulai melangkahkan kakinya masuk.


Vanessa masuk dengan perasaan bahagia yang tidak bisa ia sembunyikan,senyuman selalu terpancar dari wajah cantiknya.


"Ada yang baru gajian nih!!


"Upss maksudnya jadian!!!",seloroh Edward yang duduk di sofa.


Vanessa terbelalak dengan kehadiran papanya,perasaan tadi pas masuk nggak ada orang,tapi sekarang kenapa ada.Begitulah yang ia pikirkan sekarang.


"Papa???


"Papa sejak kapan di sana???",tanya Vanessa.


"Humm menurut kamu???",tanya Edward balik membuat Vanessa gemas sendiri dengan tingkah papanya.


Edward memang seperti itu,Dia sangat humoris dan kekeluargaan sekali kalau di rumah berbeda kalau saat di rumah sakit,sikap kepemimpinannya sangat kentara sekali, namun Dia sosok yang sangat dermawan.Dalam kepimpinannya di rumah sakit yang ia dirikan,Dia adalah sosok yang sangat mementingkan keselamatan pasien terlepas dari pasien itu mampu ataupun tidak.


"Aku serius Pa!!!",rengek Vanessa seperti anak kecil berharap papanya tidak melihat apa yang di lakukan Jhosua tadi.


"Hahahah kenapa sih???takut banget ya ketahuan sama Papa karena habis di cium pacarnya!!!",ledek Edward tertawa membuat Vanessa melototkan matanya tak percaya.


Vanessa menutup wajahnya karena malu,jujur Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya apalagi papanya melihat langsung,dulu saat bersama Brayen Dia tidak pernah seperti itu,jangankan ciuman pegangan tangan saja tak pernah.Entah pacaran macam apa yang ia lakukan dulunya.


"Ihh Papa nyebelin!!!",balas Vanessa mendaratkan bokongnya di sofa.


Edward masih tertawa menghampiri sang putri,orang satu-satunya yang ia miliki setelah kepergian sang isteri beberapa tahun lalu.


"Papa senang akhirnya hubungan kalian ada kemajuan!!",ucap Edward mengusap kepala Vanessa lembut.


"Kapan jadiannya???",tanya Edward membuat Vanessa menatap sang Papa yang sudah tidak muda lagi itu.


"Baru aja!!palingan belum sampai 3 jam",balas Vanessa.


"Pantesan 3 jam sebelumnya Papa cari kamu nggak ada,taunya malah pacaran",cibir Edward.


"Emang Papa ngapain nyariin Aku???",tanya Vanessa.


"Soal Bram,apa Dia masih maksa kamu???kemarin ada yang liatin cctv ke Papa kejadian saat kamu di lorong",jawab Edward.


"Huh iya Pa,Aku nggak ngerti lagi sama jalan pikirannya Bram,setahu Aku Dia orangnya baik saat kami sama-sama kuliah dulu!!tapi sekarang kenapa jadi begitu??apa nggak sayang sama anak isterinya!!",ucap Vanessa.


"Untung Jhosua datang kan setelahnya??",tanya Edward yang di angguki oleh Vanessa.


"Jadi kapan Dia bakal nemuin Papa???",tanya Edward.

__ADS_1


"Bukannya tiap hari juga ketemu Pa???


"Itu lain lagi Ness!!!maksud Papa datang ngelamar kamu!!!balas Edward.


"Nggak tahu,tapi kayaknya Dia masih ragu deh Pa!!Aku bisa liat ada kekhawatiran di matanya",ucap Vanessa.


"Khawatir??maksud kamu???",tanya Edward.


"Menurut Aku,Dia masih sedikit takut kalau pernikahan sebelumnya terulang lagi!!mantan mertuanya kan toxic banget Pa,tadi aja Dia nolak buat di periksa sama Kak Jho,terus menghina Kak Jho segala macamnya seperti sebelum-sebelumnya ",ungkap Vanessa.


"Jadi maksud kamu,Dia takut kalau Papa nggak nerima Dia sebagai menantu???",tanya Edward.


"Kayaknya sih gitu Pa!!kasihan banget jadi Kak jho Pa,udah cerai tapi masih aja di hina sama mantan mertuanya",balas Vanessa ikut sedih dengan apa yang di alami oleh Jhosua.


"Apa perlu Papa yang turun tangan???",ujar Edward.


"Hah???nggak!!nggak usah Pa!!!Kak Jho pasti nggak suka juga kalau kita balas mantan mertuanya itu",jawab Vanessa.


"Sangat baik hati sekali pacar kamu itu!!!",cibir Edward yang mendapat lirikan tajam dari Vanessa.


"Ya sudah,Papa akan tunggu kabar baiknya dari kalian berdua!!jangan lama-lama,nanti kamu keburu jadi perawan tua!!!",ledek Edward.


"Astaga Papa!!!ngatain anak sendiri perawan tua!!!


"Hahahahah maksud Papa pacaran lama-lama juga nggak baik!!nanti kebablasan!!!",jawab Edward tertawa.


"Udah ah!!!Papa nyeselin!!!!",kesal Vanessa berdiri dan segera menuju kamarnya.


...****************...


Sementara itu Merry masih di rawat di rumah sakit,sedari tadi Dia hanya bisa menahan pusing di kepalanya.


"Sss!!!kenapa pusing sekali rasanya!!",ujar Merry sembari memegangi kepalanya.


Dia hanya di temani oleh asisten rumah tangga nya di rumah sakit,Bella dan Brayen belum pulang karena masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan.


"Nyonya???Nyonya kenapa???",tanya Surti khawatir.


"Kepala saya pusing sekali Bik!!!", jawabnya sambil meringis.


"Nyonya belum makan apa-apa dari tadi siang,kita makan dulu ya Nya??setelah itu minum obatnya!!


Merry hanya mengangguk sebagai jawaban,mungkin karena belum makan apa-apa makanya kepalanya jadi sangat pusing seperti sekarang.


Selesai makan Merry segera meminum obatnya,untung saja Dia tertidur setelah itu jadi Dia tidak merasakan pusing lagi.

__ADS_1


__ADS_2