
Surti tergopoh-gopoh saat mendengar benda jatuh dari kamar Merry.
"Ya Allah Nyonya!!!!!
Pekik Surti saat memasuki kamar Merry,wanita yang sudah tidak muda lagi itu tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Tolong!!!
"Mang Ujang !!cepat sini Nyonya pingsan!!!",ucap Surti panik memanggil sopir pribadi Merry.
Ujang berlari masuk ke dal rumah saat mendengar teriakkan Surti.
"Nyonya kenapa???
"Saya nggak tahu,tiba-tiba pas masuk kamar Nyonya sudah pingsan di lantai",jawab Surti panik.
"Kita bawa ke rumah sakit aja!!jangan lupa hubungi Non Bella!!!",titah Ujang membawa Merry masuk ke dalam mobil.
Surti menghubungi Bella namun tidak di angkat olehnya.
"Ya Tuhan angkat Non!!",gumam Surti namun hasilnya tetap sama Bella sepertinya sedang sibuk.
Mobil yang di kendarai oleh Ujang telah sampai di rumah sakit.Para perawat yang betugas di depan segera membawa Merry masuk ke ruang UGD.
Jhosua yang melihat ada pasien yang baru saja masuk ke UGD segera melakukan tindakan.Namun Dia sangat terkejut karena pasien tersebut adalah Merry,mantan mertuanya.
Jhosua segera memeriksa,bagaimanapun juga Dia harus profesional dalam soal pekerjaan,terlepas orang yang tengah di tolongnya saat ini sudah memberikan luka mendalam untuknya.
Selesai memeriksa Jhosua mengarahkan para perawat untuk memindahkan Merry ke ruang inap yang di angguki oleh perawat tersebut.
Jhosua keluar dari UGD dan berpapasan dengan Ujang yang merupakan sopir pribadi Merry.
"Den Jhosua??",sapa Ujang ramah.
"Jadi Mang Ujang yang nganterin Tante Merry ke sini??
__ADS_1
"Iya Den,gimana keadaan Nyonya Den???
"Pasien tidak apa-apa hanya karena sedang lelah dan banyak pikiran saja,karena itu Vertigo nya kambuh hingga menyebabkan Dia sampai pingsan",jawab Jhosua.
"Oh gitu,apa penyakit Nyonya berbahaya Den?",tanya Ujang.
"Sejauh yang saya liat kondisinya cukup baik,tapi kita perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk pasien !!!
Ujang mengangguk mendengarkan.
"Kalau begitu saya permisi dulu Mang,mari!!!",ucap Jhosua pamit.
Ujang menatap punggung Jhosua yang sudah mulai menjauh.
"Dia selalu ramah dan baik kepada siapapun,sangat bodoh sekali Non Bella meninggalkan nya hanya karena statusnya,ditambah Nyonya yang selalu merendahkan nya",gumam Ujang seolah tahu kejadian yang sebenarnya,karena Dia sering mendengar majikannya yang tidak memperlakukan Jhosua dengan tidak baik.
Jhosua menghela nafasnya saat sampai di ruangannya.Bayangan bagaimana mantan mertuanya itu memperlakukan dirinya dengan buruk,di hina dan di caci,di pandang sebelah mata bagai tidak punya harga diri.
...****************...
Keningnya berkerut saat melihat nama Bik Surti yang menghubunginya.
"Kenapa Bibik hubungi Aku sebanyak ini ya???
"Jangan-jangan soal Mama!!!",ucap Bella dan segera menghubungi Surti.
Panggilan tersambung yang langsung di angkat oleh Surti karena sedari tadi Dia tengah menunggu telpon dari majikannya tersebut.
Surti:Hallo Non!!
Bella:Iya Bik,ada apa???kenapa Bibik terdengar khawatir???
Surti:Itu Non!!!Nyonya...
Bella:Mama kenapa Bik????
__ADS_1
Surti:Nyonya tadi pingsan di kamarnya,tapi sekarang sudah di bawa ke rumah sakit sama Mang Ujang.
Bella:Baiklah Bik,biar Aku telpon Mang Ujang dulu!!!
Bella memutuskan sambungan teleponnya dan segera menghubungi supir pribadi mamanya itu.
Sekitar 10 menit Bella berbicara dengan mamanya melalui ponsel Ujang,Dia bernafas lega saat mengetahui mamanya dalam keadaan baik-baik saja dan memintanya untuk tetap melanjutkan pekerjaannya.Karena tadi Bella ingin pulang untuk menemani mamanya tapi Merry melarangnya.
"Gimana dengan Mama???",tanya Brayen.
"Udah baikan,dan katanya nggak usah pulang",jawab Bella membersihkan dirinya masuk ke dalam kamar mandi.
Brayen menghela nafasnya saat Bella terlihat santai saja dengan kabar mamanya.
"Apa karir lebih penting buat kamu Bell???",gumam Brayen.
...****************...
Sebelum pulang Jhosua memeriksa kembali Merry di kamar inapnya.Sebenarnya Dokter Andi lah yang bertugas menangani Merry,tapi karena Dia sedang cuti membuat Jhosua terpaksa menggantikan nya.
"Ceklek!!!",pintu kamar Merry di buka dari luar membuat Merry menoleh ke arah pintu masuk.
"Selamat sore Ibuk???kita periksa kembali ya keadaan Ibuk",ucap perawat yang datang bersama Jhosua.
Belum ada jawaban dari Merry,pandangannya seolah fokus kepada Jhosua yang baru saja masuk.
"Apa Dia yang akan memeriksa saya???",tanya Merry menunjuk Jhosua.
"Iya Buk!!",jawab perawat tersebut memberikan jalan untuk Jhosua agar segera memeriksa pasiennya.
"Keluar!!!!",pekik Merry membuat pergerakan tangan Jhosua terhenti,perawat tersebut heran dengannya.
"Maaf tapi ken--
"Keluar!!!!!
__ADS_1