Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 27 Forehead Kiss


__ADS_3

"Ceklek!!,",pintu ruangan kerja Jhosua terbuka membuat duda tampan itu mendongakkan kepalanya.


"Nggak pulang kak???",tanya Vanessa masuk dan duduk di depan meja kerja Jhosua.


"Nanggung Ness,ini tinggal sedikit lagi!!!",jawab Jhosua.


"Owh!!",ucap Vanessa mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kenapa nggak pulang???",tanya Jhosua namun matanya masih fokus ke berkas yang ada di depannya.


"Huft!!!rasanya Aku nyesel deh kak!!!


"Menyesal kenapa???",tanya Jhosua namun masih belum menatap Vanessa.


"Nyesel kalau udah rekomendasiin Kamu jadi wakil Direktur!!!",kesal Vanessa karena sedari tadi Jhosua tidak mentapnya sama sekali.


Mendengar jawaban Vanessa membuat Jhosua menatap gadis di depannya bingung.


"Kenapa???apa kerjaan Aku ada yang salah???


"Huft!!!Vanessa menghela nafasnya pelan.


"Kakak tu sibuk banget!!!!Aku dari tadi ngomong di sini tapi kakak nggak liat Aku sama sekali!!!",kesal Vanessa mengerucutkan bibirnya.


"Hehehehe.....


"Jangan bilang kamu cemburu sama berkas-berkas ini???


"Apa???Cemburu????enak aja!!!",balas Vanessa mengerucutkan bibirnya.


Jhosua rasanya ingin tertawa sekarang ini,apalagi melihat wajah kesal Vanessa dengan bibir mengerucut seperti itu terlihat menggemaskan di mata nya.


Jhosua berdiri dari kursinya,berjalan menghampiri Vanessa dan berdiri tepat di depan gadis itu yang tengah kesal.Jhosua mencondongkan tubuhnya di depan Vanessa mengukung tubuh gadis itu dengan ke-dua tangannya.


Vanessa memundurkan kepalanya kebelakang.


"Bibir ini kenapa di monyong-monyongin???mau di cium???",ucap Jhosua menunjuk bibir Vanessa.


Vanessa langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya,kepalanya menggeleng kuat ke kiri dan ke kanan.


Jhosua menatap manik mata Vanessa dengan lekat,ada sesuatu yang ingin ia utarakan tapi Dia tidak yakin juga dengan semuanya.


Vanessa yang awalnya panik karena ulah Jhosua sekarang justru terhipnotis dengan tatapan mata hitam legam itu,Ada isyarat yang seolah Vanessa bisa tebak dari arti tatapan itu,tapi rasanya itu juga tidak mungkin bagi mereka.


Makin lama tatapan itu makin dalam,entah apa yang mendorong nya hingga bibirnya mendarat di kening Vanessa dengan lembut,Vanessa memejamkan matanya kala bibir lembut Jhosua menyentuh dahinya,bukan hanya sebentar tapi cukup lama sampai akhirnya pintu terbuka dari luar.


"Ma-af Dok saya mengganggu waktunya!!!


Jhosua menegakkan tubuhnya mencoba untuk biasa-biasa saja,seolah tidak terjadi apa-apa.Sedangkan Vanessa wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena malu,apalagi kepergok oleh salah satu perawat di sini.

__ADS_1


"Ekhhem!!!lain kali ketuk dulu pintunya sebelum masuk!!!",ucap Jhosua.


"Maaf Dokter tadi saya sudah mengetuknya!!",jawab perawat tersebut menunduk.


"Ya sudah ada perlu apa???",tanya Jhosua.


"Ah itu Dokter,ada pasien korban kecelakaan sekarang Dia ada di UGD!!",jawab perawat tersebut.


"Kenapa tidak bilang dari tadi???",ucap Jhosua segera memakai jas dokternya dan berjalan keluar.


Namun setelah beberapa detik kemudian,Dia sempat berbalik menyembulkan kepalanya di balik pintu.


"Tunggu Aku!!!",ucap Jhosua membuat Vanessa kaget di buatnya,baru saja Dia bernafas lega saat Jhosua keluar tapi di kagetkan lagi dengan ulah duda itu.


"Argh!!!kenapa sih gue!!!!",gerutu Vanessa mengacak rambutnya frustasi.


"Dan barusan apa???Dia cium gue???OMG,mau taruh di mana muka gue kalau ketemu Dia!!",Ucap Vanessa mencak-mencak sendiri.


lebih kurang 30 menit Jhosua baru saja menyelesaikan tugasnya menolong korban kecelakaan tersebut,mencuci tangannya dengan air mengalir.


"Pindahkan Dia ke ruang inap,berikan pelayanan terbaik kita di sini",ucap Jhosua.


"Baik Dok!!!",jawab mereka serentak.


Jhosua melirik perawat yang memergokinya tadi,Dia mengulum senyumnya melihat wajah malu Jhosua.


"Lupakan apa yang kamu lihat tadi!!!",bisik Jhosua agar tidak di dengar oleh perawat lainnya.


"Heheh becanda Dok!!


"Nunggu apa lagi sih Dok???udah gas aja langsung!!!",balas perawat tersebut dan langsung membantu temannya yang lain sebelum Jhosua marah padanya.


Jhosua segera menuju ruangannya dan berharap kalau Vanessa masih di sana.Saat memasuki ruangan hal yang pertama kali di lihat Jhosua adalah Vanessa yang tengah tertidur di sofa ruangannya,penampilan gadis itu sedikit berantakan dengan rambut yang terlihat seperti singa.


"Apa yang di lakukannya hingga seperti ini???",gumam Jhosua membenarkan posisi tidur Vanessa merapikan rambut yang menutupi wajahnya,Jhosua menutupi tubuh Vanessa dengan jas puti miliknya, menyisakan kemeja putihnya saja.


Jhosua kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi,sementara itu Vanessa masih tidur dengan lelapnya.


Sekitar pukul 8 Jhosua baru selesai dengan berkasnya,membuat laporan apa saja yang harus ia berikan nanti kepada Dokter Edward.


"Ness???",panggil Jhosua lembut membangunkan Vanessa yang sedari tadi masih tidur.


"Ness bangun!!mau pulang nggak!!",ucap Jhosua lagi karena tidak ada pergerakan dari gadis itu.


"Vanessa!!!ayo bangun!!!!",ucap Jhosua menaikkan sedikit suaranya.


"Humm!!!!apa sih Pa??Aku masih ngantuk!!!",balas Vanessa yang membuat Jhosua ingin tertawa mendengarnya.


"Hei ini Aku!!ayo cepat bangun kalau nggak Aku cium lagi nih!!!",ancam Jhosua yang berhasil membuat Vanessa membuka matanya dan langsung bangun dari posisinya.

__ADS_1


"Dasar tukang tidur!!",cibir Jhosua berdiri dan bersiap-siap untuk pulang.


Vanessa tidak menjawab,Dia tengah mengumpulkan nyawanya untuk berdiri,apalagi mendengar ancaman Jhosua barusan membuatnya mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.


"Ayo???mau pulang nggak???",tanya Jhosua lagi karena melihat Vanessa yang hanya duduk tidak melakukan pergerakan apapun.


"Iya,bawel ah udah kayak emak-emak aja!!!",seloroh Vanessa mengambil tasnya.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran di mana motor Jhosua terparkir.


"Kruk kruk!!!",perut Vanessa berbunyi membuat Jhosua terkekeh mendengarnya.


"Hehehe laper ya???",tanya Jhosua.


"Humm!!",jawabnya mengangguk.


"Mau makan pecel lamongan nggak???",tawar Jhosua.


"Boleh,apa aja yang penting bisa makan sekarang!!!",balas Vanessa yang sudah merasa sangat lapar.


Jhosua memasangkan helm di kepala Vanessa,setelah itu Jhosua segera menaiki motornya dan Vanessa berboncengan di belakangnya.


Sekitar sepuluh menit dari rumah sakit mereka sudah sampai di warung tenda penjual pecel lamongan.


"Pecel ayamnya dua ya mas dan teh tawar hangatnya dua!!",ucap Jhosua.


Mereka segera mencari tempat duduk paling pojok karena cuma di sana yang masih kosong.Pesanan mereka sudah siap,tanpa aba-aba Vanessa langsung menyantap makanan yang ada di depannya,perutnya benar-benar kelaparan saat ini.


"Pelan-pelan Ness nanti keselek!!!",ingat Jhosua.


"Laper banget Kak,ini udah jam berapa sih??",tanya Vanessa di sela-sela makannya.


"Jam 8!!",jawab Jhosua.


"Pantesan Aku kelaparan",ucap Vanessa.


"Maaf!!


"Untuk apa???",tanya Vanessa.


"Karena tadi minta kamu buat nunggu hingga kamu ketiduran,terus telat makan deh jadinya",jawab Jhosua.


"Santuy aja Kak,kayak baru kenal Aku kemarin aja",balas Vanessa.


Mereka tidak bicara lagi sampai makanannya habis.


"Kayaknya mau hujan deh!!",ucap Jhosua mendongakkan kepalanya menatap langit,suara gemuruh juga mulai terdengar.


Vanessa segera naik ke boncengan Jhosua,takut kalau hujan segera turun.

__ADS_1


"Naik ke mobil gue aja!!",suara yang tidak lain di telinga Vanessa membuatnya menoleh.


__ADS_2