
"Thanks Kak Jho jelek!!!!",ledek Vanessa dan langsung berlari menuju lobby sebelum lelaki itu menjawabnya.
"Hey!!!",teriak Jhosua,bukannya menjawab Vanessa justru berbalik menjulurkan lidahnya ke arah Jhosua lalu kembali melanjutkan langkahnya.
"Gadis itu,kenapa terlihat menggemaskan sekali!!!",batin Jhosua tersenyum.
Bram yang baru saja sampai melihat bagaimana interaksi mereka,membuatnya semakin membenci Jhosua.
Vanessa memasuki ruangannya,sekarang Dia tidak satu ruangan lagi dengan Jhosua.Vanessa memakai jas kebanggaannya di sertai dengan stetoskop di lehernya.Sebenarnya mereka bukanlah di bidang yang sama,Jhosua adalah Dokter penyakit dalam sedangkan Vanessa adalah Dokter gigi.
Mereka di tempatkan di ruangan yang sama karena dulunya Jhosua hanya seorang Dokter magang tidak berstatus seperti sekarang,dan jangan lupa kalau itu semua ada campur tangannya Edward,itu semua atas permintaan Vanessa putrinya.Padahal seharusnya mereka di tempatkan di ruangan yang berbeda,tapi untuk memeriksa pasiennya Vanessa memiliki ruangan khusus.
Semua yang bekerja di rumah sakit tersebut awalnya sedikit aneh dengan ruangan mereka,tapi karena itu Edward sendiri yang menentukan membuat mereka tidak bisa membantah ataupun berfikir yang aneh-aneh di belakangnya,Karana mereka masih mencintai pekerjaannya.
Saat berjalan keluar,Vanessa tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang menangis karena tidak mau di periksa giginya.
"Aku nggak mau Ma!!!!Aku nggak mau gigi ku di cabut pasti nanti sakit!!!",rengek gadis kecil itu menangis.
"Nggak sakit kok sayang,cuma seperti di gigit semut kok!!!",bujuk Ibu tersebut namun anak nya masih terus menangis.
"Kenapa Mbak,???ada yang bisa saya bantu????",tanya Vanessa ramah.
"Oh ini Dok,anak saya nggak mau periksa giginya katanya takut sakit!!",jawab Ibu tersebut.
Vanessa melihat ke arah gadis tersebut.
"Hay???",sapa Vanessa pada gadis kecil itu.
"Hallo!!!",balasnya.
"Kakak boleh tau nggak namanya siapa???
"Maura Kak!!
"Nama kamu cantik sekali persis seperti kamu!!!",puji Vanessa tersenyum.
"Terimakasih Kak!!Kakak siapa???
"Kenalin nama kakak Vanessa!!!Kakak adalah Dokter gigi paling baik di sini!!!",jawab Vanessa membanggakan dirinya.
"Jadi Kakak Dokter gigi????
"Iya,",balas Vanessa mengangguk.
"Kak tolong bilangin sama Mama,Aku nggak mau periksa gigi!!!!Aku mau pulang!!!!Plis!!!!",ucap gadis itu polos sambil menangkup kan kedua tangannya di dada seolah ingin Vanessa membujuk mamanya untuk membawanya pulang.
Vanessa melirik ibunya Maura dan tersenyum.
"Emangnya gigi Maura kenapa???
"Sakit Kak,Mama bilang karena banyak makan permen dan cokelat!!!
"Oh ya????Kakak boleh liat giginya nggak????
"Untuk apa????Aku nggak mau ah nanti kakak cabut kan sakit!!!", balasnya polos.
"Tapi kakak hari ini ada hadiah loh buat pasien pertama kakak hari ini!!!!
"Hadiah????hadiah apa kak???",tanya Maura tertarik dengan ucapan Vanessa.
__ADS_1
"Rahasia!!!tapi kayaknya bukan kamu deh yang bakal dapat hadiahnya!!!
"Kenapa Kak???
"Maura kan nggak mau jadi pasien Kakak!!!Katanya takut kalau di periksa gigi nya!!!",ucap Vanessa membuat Maura terdiam dan mulai menimbang-nimbang langkah apa yang akan di ambilnya.
Di satu sisi Dia takut gigi nya akan di cabut,dan yang ke dua Dia juga ingin mendapatkan hadiah yang di katakan Vanessa.
Vanessa dan ibunya Maura saling lirik,mereka mengulum senyum melihat wajah polos gadis kecil tersebut yang tengah berpikir keras.
"Hehehehe lucu banget liat mukanya Mbak!!!",bisik Vanessa terkekeh.
"Heheheh Dia pasti milih hadiah kamu!!!karena Dia sangat menyukai yang namanya hadiah!!",balas Sovia ikut terkekeh.
"Ok deh,Aku mau di periksa giginya!!!tapi nanti beneran ada hadiahnya kan Kak????",tanya Maura dengan ekspresi yang menggemaskan.
"Ok!!!Kamu pasti akan menyukai hadiah nya!!!",balas Vanessa tersenyum.
"Ma,Aku mau di periksa giginya!!!tapi sama kakak ini ya!!!",ujar Maura menatap Sovia.
"Ok sayang!!!!",balas Sovia mengacungkan jempolnya.
...****************...
Sementara itu pagi ini Bella dan Brayen baru saja turun dari kamarnya,Dia kesiangan karena ulah Brayen semalam yang tidak membiarkan dirinya tidur sedikitpun.
"Mama mana Bik????",tanya Bella saat mereka sudah berada di meja makan.
"Lagi istirahat Non di kamar!!!",balasnya.
"Kenapa Mama sering banget ya istirahat sekarang???padahal ini kan masih pagi!!!",gumam Bella yang dapat di dengar oleh Brayen.
Selesai sarapan Bella memilih menemui mamanya di kamar,sedangkan Brayen pergi menerima telpon dari temannya.
"Ma???Aku masuk ya???",teriak Vanessa dari depan pintu kamar.
Bella membuka pintu kamar mamanya yang ternyata tidak di kunci.
"Ma???",ucap Vanessa membuat Merry menoleh.
"Mama sakit????", tanyanya cemas.
"Mama cuma lagi pusing aja Bell!!!
"Pusing kenapa???Aku liat akhir-akhir ini Mama lebih sering di kamar dari pada di luar!!",ucap Bella.
"Dokter nyaranin Mama buat lebih banyak istirahat!!!",balas Merry yang membuat Bella merasa bingung.
"Aku mau kejujuran Mama,sebenarnya Mama sakit apa???
Merry menghela nafasnya sesat dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Dokter bilang Mama mengalami Vertigo!!!Dokter juga saranin Mama buat lebih banyak istirahat.
"Hah??Vertigo????apa itu penyakit yang membahayakan????",tanya Bella yang juga baru pertama kali mendengarnya.
"Dokter bilang Mama harus banyak istirahat dan tidak boleh kecapekan!!!karena itu juga bisa membuat kondisi Mama memburuk!!!",balas Merry sambil berbaring.
"Kenapa Mama nggak cerita kalau Mama sakit????
__ADS_1
"Mama nggak mau mengganggu kamu yang tengah berbahagia!!!Mama nggak apa-apa kok!!",ucap Merry tersenyum.
"Jangan ngomong begitu Ma,Aku jadi sedih liat Mama kayak gini!!
"Mama baik-baik aja kok Bell!!!hanya saja Mama lebih mudah mengantuk dan ingin istirahat saja di kamar!!
"Ya udah kalau gitu Mama istirahat saja,Mama harus sehat karena cuma Mama yang Aku punya sekarang",ucap Bella.
Bella keluar dari kamar Merry setelah memastikan mamanya sudah tidur kembali,Dia segera menuju kamar untuk menemui suaminya.
"Kamu kenapa sayang????apa ada sesuatu yang terjadi sama Mama????",tanya Brayen saat mendapati wajah isterinya yang terlihat sedih.
"Mama sakit !!!Aku merasa nggak becus banget jadi anak!!!",jawab Vanessa mendaratkan bokongnya di tepi ranjang tepat di sebelah Brayen.
"Mama sakit apa????
"Katanya Vertigo!!!",jawab Vanessa.
"Besok kita akan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Mama!!!",ucap Brayen menghibur Bella.
"Kenapa nggak sekarang aja???
"Sekarang Aku ada kerjaan sayang,ini mau siap-siap ke studio!!!",balas Brayen.
"Oh!!",balas Bella lemah.
"Jangan cemberutnya gitu dong sayang!!!Aku janji besok kita akan temani Mama ke Dokter!!!",bujuk Brayen.
"Ya udah deh nggak papa,Mama sepertinya juga kelihatan baik-baik aja!!",ucap Bella.
...****************...
"Makasih ya Kak untuk hadiahnya!!!!Aku suka banget!!!",ucap Maura sesaat setelah keluar dari ruang pemeriksaan.
"Sama-sama sayang,bagaimana tidak sakit kan giginya????
"Nggak Kak!!sekarang udah nggak sakit lagi!!Hore!!!!",pekik Maura senang.
"Heheheh ya sudah Kakak lanjut kerja dulu ya!!!! kapan-kapan kita bertemu lagi!!",ucap Vanessa mengusap kepala Maura lembut.
"Siap Bu Dokter cantik!!!!",balas Maura tersenyum.
"Mbak,Aku permisi dulu ya!!",ucap Vanessa tersenyum.
"Iya Dok,terimakasih sudah membujuk anak saya!!",balas Sovia tersenyum.
"Sudah tugas saya Mbak!!!",balas Vanessa ikut tersenyum.
"Dadah Maura!!
"Dadak Kakak Dokter!!!",balasnya membuat Vanessa terkekeh di buatnya.
"Ma??hadiahnya bagus ya???Aku suka banget!!!",ucap Maura girang karena mendapatkan hadiah sikat gigi beserta odol dan plus mainannya juga.
"Iya sayang bagus!!!anak Mama pemberani sekali tadi!!!
"Heheheh iya dong Ma!!!",balas Maura tertawa.
Sesampainya mereka di tempat parkir,Maura melihat sosok yang sangat di kenali nya.
__ADS_1
"Papa!!!!