Dokter Jhosua

Dokter Jhosua
Bab 38 Talak Bram


__ADS_3

Bram baru pulang dini hari,Dia tidak berubah sama sekali masih terus pulang larut malam tidak peduli dengan keadaan anak dan isterinya.


"Aku ingin bicara sama kamu Mas!!!!",ucap Sovia saat melihat Bram akan menaiki tangga.


Langkah Bram terhenti dan berbalik menatap Sovia.Dia memang sengaja menunggu suaminya itu pulang.


"Apa yang mau kamu bicarakan???",tanya Bram membuat Sovia memundurkan tubuhnya ke belakang.


"Kamu minum Mas????


"Bukan urusan kamu!!!",sarkas Bram.


"Aku mau kita cerai!!!",ucap Sovia menatap Bram,Dia merasa sudah lelah dengan semua ini.Rumah tangga yang menjadi impiannya dari dulu tidak pernah Dia dapatkan dari Bram.


"Apa???


"Kamu mau cerai???


"Hahahahah !!!!", Bram tertawa dengan wajah mengejek Sovia.


"Sovia Sovia !!!Apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan???",cibir Bram.


"Kalau kamu cerai dari Aku,Kamu mau makan apa???Hah????


"Aku capek Mas!!!kehadiran Aku nggak berarti apa-apa buat kamu!!!


"Aku lelah tiap hari harus menghadapi sikap kamu seperti ini!!!belum lagi Maura yang selalu nanyain kamu!!!


"Itu karena kamu yang nggak becus jadi isteri!!!


"Kamu tahu kalau dari awal kita hanya di jodohkan!!!Aku nggak pernah cinta sama kamu!!!sampai kapanpun itu!!!


"Karena itu akan lebih gampang buat kamu menceraikan Aku!!!",jawab Sovia dengan suara bergetar,hatinya sungguh sakit mendengar semua perkataan Bram.


Selama ini Dia sudah mencoba untuk membuka hatinya pada Bram,tapi hati suaminya itu begitu keras.Sekarang Dia sudah tidak ingin menundanya lagi,Dia ingin bahagia walaupun hanya berdua saja dengan putri kecilnya.


Bram mendekat ke arah Sovia,memegang ke dua sisi bahu Sovia meremasnya cukup kuat hingga membuat nya meringis karena cengkraman tangan Bram.


"Sakit Mas!!!",ringis Sovia mencoba melepaskan diri dari Bram.


"Pergi kamu dari rumah ku sekarang juga!!!",ucap Bram mendorong tubuh Sovia hingga tubuhnya tersungkur ke lantai.


"Kamu benar-benar sudah gila Mas!!!


"Apa salahku hingga kamu tega membuat Aku seperti ini!!!",teriak Sovia mengeluarkan hal yang selama ini di pendamnya.


"Karena Aku tidak menyukai mu!!!


"Kita menikah karena perjodohan sialan itu!!!!Aku terpaksa menerimanya karena Papa mu yang sekarat waktu itu!!!

__ADS_1


"Tapi sekarang Dia sudah tidak ada!!!jadi dengan senang hati Aku kabulkan permintaan mu itu!!!


"Mulai hari ini Aku talak kamu Sovia!!dan sekarang kamu sudah bukan lagi isteri ku!!!",pungkas Bram membuat Sovia terisak di posisinya.


Harus nya dari awal Dia tidak pernah menikah dengan lelaki seperti Bram,selama ini mereka tidak pernah berhubungan layaknya suami istri.Bram yang tidak menyentuhmu sama sekali.Walaupun itu hanya pernah terjadi sekali sehingga mereka memiliki Maura.Bram mengatakan kalau saat itu Dia tidak sadar hingga menyentuh Sovia sampai menyebabkannya hamil.


Bram bukanlah laki-laki yang sayang akan kesehatan,Dia sering minum,mabuk bahkan sering pulang larut malam,Kelakuannya tidak mencerminkan seorang Dokter sama sekali.Kehadiran Sovia hanya sebagai pajangan saja bagi dirinya,bahkan Maura anaknya pun sangat kurang akan perhatian dari nya.Dia hanya sibuk dengan dunianya sendiri tanpa peduli akan anak dan isterinya.


"Aku harap suatu saat nanti kamu tidak menyesal Mas!!!Aku akan pergi dan bawa Maura!!!


"Dia tidak pantas memiliki Ayah seperti kamu!!!


Ucap Sovia berdiri menghapus air matanya secara kasar dan berlalu menaiki tangga.Sovia menuruni tangga dengan Maura yang ada dalam gendongannya.Gadis kecil itu tampak lelap dengan tidurnya sehingga tidak mengetahui apa yang telah terjadi.


"Semoga kamu bahagia dengan keputusan kamu Bram!!!",ucap Sovia dan pergi meninggalkan Bram yang hanya diam tidak mengatakan apapun.


Malam itu juga Sovia membawa Maura keluar dari rumah yang selama ini sangat tidak layak di sebut rumah.Hidup nya seperti di neraka yang harus menghadapi sikap Bram setiap harinya.


Karena sudah larut bahkan sekarang sudah pukul satu dini hari membuat Sovia memilih menginap di suatu penginapan yang tidak jauh dari rumah Bram.Dia akan menunggu sampai besok pagi untuk pulang ke rumah orang tuanya di kota X karena khawatir Mama nya akan terkejut dengan kedatangan nya.


Sementara itu Bram tengah menyandarkan punggungnya di sofa,kepalanya terasa pusing karena terlalu banyak minum di tambah dengan permasalahan yang baru saja terjadi.


...****************...


Hari ini Merry sudah di perbolehkan pulang,kondisinya sudah membaik sekarang.


"Akhirnya Mama bisa pulang juga!!",ucapnya kepada Bella.


Mereka pulang dengan Brayen yang telah menunggunya di depan lobby rumah sakit.Saat menunggu mertua dan isterinya Brayen tidak sengaja bertemu dengan Vanessa.


"Hay Ness!!",sapa Brayen.


"Humm!!!",balas Vanessa mengangguk dan tersenyum tipis.


"Ness!!!",panggil Brayen ketika Vanessa hanya melewati dirinya saja.


Vanessa berhenti dan berbalik menghadap Brayen.


"Kamu apa kabar???",tanya Brayen basa-basi.


"Seperti yang Lo lihat,jauh lebih baik dan bahagia dari sebelumnya!!",jawab Vanessa.


"Maaf untuk kejadian yang pernah menimpa kamu dulu!!!",ucap Brayen yang membuat Vanessa menghela nafasnya pelan.


"Permintaan maaf Lo nggak bakal bisa merubah keadaan!!!",balas Vanessa yang memanggil Brayen dengan sebutan Lo bukak kamu.


"Aku beneran minta maaf Ness,itu semua bukan rencana Aku!!!


"Aku juga nggak tahu kalau mereka miliki niat yang jahat sama kamu!!

__ADS_1


"Aku memang---


"Stop Brayen!!!


"Luka lama jangan Lo buka lagi!!!gue udah lupain kejadian itu tapi tidak untuk melupakan rasa sakitnya!!!


"Lo tahu???Gue berusaha keras selama ini untuk menghilangkan rasa takut dan trauma akibat dari ulah teman-teman Lo itu!!


"Jadi stop untuk mengungkit atau membahas masalah itu lagi!!


"Dan gue juga berharap kita nggak akan pernah bertemu lagi!!!karena setiap Gue lihat muka Lo yang ada Gue selalu ingat kejadian buruk itu!!",ucap Vanessa marah.


"Aku cuma mau jelasin semuanya Ness!!!kamu salah paham!!!


"Cukup Brayen!!!permisi!!",sela Vanessa dan hendak berlalu dari sana tapi tangannya di tahan oleh Brayen.


Vanessa melihat tangannya yang di tahan Brayen,Dia segera menghempas tangan Brayen dengan cukup kasar.


"Don't touch me!!!


"Kalau isteri Lo lihat Dia bisa salah paham!!!",sarkas Vanessa kesal,Dia sangat muak dengan pria yang ada di depannya saat ini.


"Kamu takut Dokter itu salah paham???",sindir Brayen.


"Bukan urusan Lo!!!",ketus Vanessa dan segera pergi dari sana.


Semakin lama pria itu semakin menyebalkan saja,sudah punya isteri tapi masih saja ingin mengganggunya.Bukan hanya satu atau dua kali Brayen mencoba berbicara dengan Vanessa tapi sudah sering kali hingga membuat nya merasa jengah dengan sikap Brayen.


Saat berbalik Vanessa tidak sengaja melihat Bella yang juga melihat ke arahnya,mungkin saja Dia melihat apa yang di lakukan Brayen tadi.Tapi itu bukan urusannya,biarkan saja pria itu menjelaskannya nanti pada isterinya itu.


"Kamu kenal sama Dokter itu Mas??",tanya Bella saat mereka sudah berada di hadapan Brayen.


"Kita satu SMA dulunya!!",jawab Brayen.


"Semuanya sudah siap???kita pulang sekarang yuk!!",ajak Brayen yang di angguki oleh Bella dan juga Merry.


Saat dalam perjalanan pulang,ada beberapa pertanyaan dalam benak Bella sekarang.


"Apa hubungannya dengan Brayen dulu???melihat wajahnya tadi sepertinya sangat kesal sekali dengan Brayen.


"Dia juga cewek yang sama saat dengan Jhosua kemarin,apa benar Dia calon isterinya Jhosua??berarti Dia anaknya pemilik rumah sakit itu???tapi nggak mungkin juga,penampilannya tidak menunjukkan kalau Dia anak orang kaya sama sekali!!!


"Tapi Jhosua???ahh kenapa Aku seperti nggak rela kalau Dia menikah lagi!!!apalagi sekarang Dia semakin sukses!!


Batin Bella berkecamuk,ada banyak hal yang ada dalam pikirannya saat ini.


"Lagi mikirin apa Bell???",tanya Brayen membuat Bella tersadar dari pikirannya.


"Hah??nggak kok!!nggak mikirin apa-apa!!",jawab Bella tersenyum.

__ADS_1


"Apa kamu sudah memikirkan permintaan ku tempo hari???


Merry yang berada di belakang hanya diam sambil memperhatikan ke duanya.


__ADS_2