Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 1 : Kecelakaan


__ADS_3

Happy Reading ☺️


Setiap hari senin, semua orang melakukan kegiatannya ada yang sekolah dan ada yang bekerja. Sama halnya dengan Kenzie setelah sarapan bersama kedua orang tua dan juga adiknya, Kenzie langsung berangkat ke kantor dan melajukan mobil mewahnya ke perusahaan keluarganya.


Kenzie menjabat sebagai CEO di perusahaan Darmawangsa yang menggantikan posisi daddy nya. Perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan itu, perusahaan pertama terbesar di benua Asia dan Eropa. Kenzie yang baru berusia 27 tahun itu sudah mampu mengembangkan perusahaan begitu pesat, hingga di juluki sebagai pengusaha termuda di negeri ini yang sangat di segani. Banyak yang mengagumi ketampanannya terutama kaum hawa, bahkan ada yang berniat menjebaknya dengan minuman yang diberi obat perangsang beberapa kali acara. Namun itu semua tidak ada yang berhasil karena dia tau bau minuman yang sudah dicampur obat laknat itu seperti apa.


Selain seorang CEO, Kenzie juga menjadi ketua Mafia terkuat di dunia hingga banyak yang mengincar nyawanya. Namun itu semua tidak ada yang mengetahuinya siapapun termasuk kedua orang tuanya. Kenzie mengenal dunia gelap sejak dirinya kuliah di Amerika Serikat selama beberapa tahun dari seorang ketua mafia Lion bernama Maxim yang tidak sengaja menolongnya saat ia akan dibunuh oleh orang suruhan saingan perusahaan daddynya. Sejak kematian Maxim yang dibunuh oleh musuh bubuyutannya, ia bertekad akan membunuh orang yang sudah membunuh temannya tersebut. Hingga dia berhasil dan di jadikan sebagai ketua oleh para anggota lainnya.


Kenzie melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah menuju perusahaan dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa menit berlalu ada sebuah mobil misterius yang selalu mengikutinya dari arah belakang, sehingga Kenzie menambah kecepatan mobilnya di atas rata - rata. Hingga di tengah perjalanan ada sebuah mobil yang sedang menyalib dari arah berlawanan, Kenzie segera menbanting stir ke arah berlawanan hingga menabrak tiang listrik yang ada di sisi jalan tersebut.


" Brakk " suara mobil menabrak tiang listrik begitu keras.


Begitu keras suara mobil Kenzie yang menabrak tiang listrik hingga bagian depan mobilnya ringsek parah. Kenzie langsung tak sadarkan diri dengan luka di kepalanya begitu banyak karena kepalanya terbentur stir yang ada di depannya. Warga yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung berlari dan menghampiri mobil yang dikemudikan oleh Kenzie. Mereka langsung mengeluarkan Kenzie dari mobil dan diletakkan di atas aspal. Suasana disana sangat ramai dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas yang begitu parah. Orang yang ada di dalam mobil yang mengikuti mobil Kenzie dari belakang langsung tersenyum penuh kepuasan setelah melihat rencananya berjalan sesuai rencananya.


Radit yang sedang mengemudikan mobilnya menuju perusahaan harus terpaksa berhenti karena jalanan yang macet. Dia yang penasaran karena gak biasanya macet langsung menurunkan kaca mobilnya untuk bertanya kepada orang yang sedang berjalan.


" Permisi pak, mau nanya ada apanya hingga macet begini ? " ungkapnya.


" Oh itu di depan ada kecelakaan mobil " jawabnya.


" Terima kasih pak " ucap Radit.


" Iya sama - sama " jawabnya yang langsung berlalu dari situ.


Radit yang tidak sengaja melihat mobil yang mengalami kecelakaan dengan kondisi mobil begitu ringsek parah merasa mengenali mobil tersebut. Radit segera menepikan mobilnya dan keluar berlari dengan perasaan cemas menuju kerumunan yang ia duga ada korban kecelakaan tersebut. Alangkah terkejutnya setibanya di tempat tersebut ia melihat bos sekaligus sepupunya itu tak sadarkan diri dan banyak darah yang keluar dari kepalanya.


" Kenzie " ucapnya sambil terkejut. Langsung berjongkok dan memangku kepala sepupunya sambil menepuk - nepuk pipinya.


" Ken ... Ken ... Ken ..." ucap Radit dengan perasaan khawatir dan cemas dengan keadaan Kenzie.


" Tolong bantu saya angkat saudara saya ke mobil " ucap Radit dengan nada khawatir.

__ADS_1


Para Warga segera membantu mengangkat korban dan memasukkan ke dalam mobil Radit di bagian kursi belakang.


" Terima kasih sudah membantu saya " ungkap Radit.


" Sama - sama " jawab semua orang yang membantu menbawa Kenzie ke mobil.


Kemudian Radit segera masuk ke dalam mobil di bagian pengemudi dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata menuju rumah sakit terdekat dengan perasaan begitu khawatir dan juga cemas kondisi Kenzie.


Setibanya di rumah sakit Radit segera keluar dan berlari menghampiri suster yang ada di sana.


" Suster ... Suster ... tolong...! Teriak Radit dengan perasaan khawatir.


Suster segera berlari menghampirinya setelah mendengar teriakkan Radit dan membawa Kenzie menuju ke ruang IGD dengan langkah tergesa - gesa. Di dalam ruangan IGD dokter serta suster langsung memberikan tindakan pertama sesuai tugasnya masing - masing.


Sementara itu Radit duduk di kursi yang ada di depan ruangan IGD dengan perasaan sangat cemas serta khawatir dengan kondisi atasannya sekaligus sepupunya itu. Sedangkan didalam ruang tindakan, suster dan dokter melakukan tugas mereka masing - masing.


" Suster cepat siapkan ruang operasi karena kita akan melakukan operasi kepada pasien " ucap dokter yang memeriksa Kenzie.


Tak berselang lama dokter segera keluar dari ruang IGD untuk memberitahu kondisi pasien kepada keluarganya.


" Ceklek " suara pintu terbuka.


Radit segara berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter.


" Dengan keluarga pasien ? " tanya dokter Seto.


" Saya Dok, bagaimana kondisinya ? " tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran kepada dokter Seto yang baru keluar dari ruang IGD.


" Pasien mengalami benturan keras di kepalanya sehingga kami akan melakukan tindakan operasi karena ada gumpalan darah di otaknya " jawabnya kepada keluarga pasien.


" Baik dok, lakukan apa yang harus di lakukan. "

__ADS_1


" Baik saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan " ucapnya


" Kalau begitu saya permisi dulu "


Setelah itu dokter Seto segera berlalu dari sana untuk memberitahu kepada dokter Widya perihal pasien yang akan dioperasi.


Setelah kepergian dokter Seto, Radit langsung menuju bagian administrasi untuk mengurus semua administrasinya.


Β - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Semantara itu, dokter Widya baru selesai memeriksa pasien yang di rawat inap sedang berjalan bersama suster di salah satu koridor rumah sakit menuju ruangannya sambil berbincang mengenai perkembangan kondisi pasien.


" Sus pasien yang tadi di periksa terakhir kali, tolong pantau terus kondisinya dan sampaikan kepada saya mengenai kondisinya " ungkap Widya dengan seraya tersenyum.


" Iya Dok, nanti saya sampaikan mengenai kondisi " jawab suster tersebut.


Dokter Seto melihat dokter Widya yang sedang berjalan bersama suster sambil berbincang di salah satu koridor rumah sakit segera menghampirinya dan menyampaikan apa yang akan di sampaikan.


" Maaf Dok, ada yang ingin saya sanpaikan kepada dokter ada yang membutuhkan tindakan operasi ke pasien korban kecelakaan karena pasien mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya sehingga mengalami pegumpalan darah di otaknya " ungkap dokter Seto kepada dokter Widya.


" Baik kalau begitu saya akan segera kesana " ucap dokter Widya kemudian berlalu dari sana bersama suster menuju ruangan operasi dengan jalan tergesa - gesa meninggalkan dokter Seto.


Setelah kepergian dokter Widya, dokter Seto langsung berjalan menuju IGD. Dokter Widya segera bergegas memakai baju khusus operasi dan memakai masker. Setelah itu segera masuk ke ruang operasi.


Di ruang operasi sudah banyak orang seperti, dokter anestesi, dokter ortopedi dan tiga orang suster yang akan membantu jalannya operasi tersebut. Alangkah kagetnya pasien yang akan dia tangani adalah orang yang dulu pernah ada di bagian hidupnya, namun menyakitinya dengan berselingkuh.


" Kenzie " gumamnya dalam hati.


To Be Continued_____😊


Maafnya kalau ada kesalahan dalam penulisan atau dalam bentuk apapun, karena author baru belajar.😁😁😁

__ADS_1


Mohon masukan dan bimbingannya di kolom komentar.


__ADS_2