Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 5 : Rindu yang Terobati


__ADS_3

Happy Reading ☺️


Widya segera menormalkan kembali ekspresi wajahnya ketika mendengar ucapan Kenzie, pura - pura tidak mendengar ucapan Kenzie dan tidak mengenalnya.


" Bagaimana kondisinya, Tuan ? " tanya Widya kepada Kenzie.


" Sudah lebih baik. " Jawab Kenzie dengan nada kecewa.


" Apa dia bilang ? Apa mungkin Widya lupa sama aku ? Tapi bagaimana mungkin dia melupakan aku yang cinta pertamanya ? " gumam Kenzie dalam hatinya dengan perasaan sedih karena orang yang selama ini dia cintai tidak mengenalinya.


" Kalau begitu mohon izin saya periksa dulu Tuan ? " tanya Widya kepada Kenzie.


" Iya silahkan dokter." Jawab Kenzie.


Setelah mendengar jawaban dari Kenzie, Widya segera melakukan pemeriksaan kepada Kenzie dengan menggunakan stetoskop dan suster mencatat semua hasil pemeriksaan Widya ke dalam buku yang dia bawa. Selama pemeriksaan Kenzie tidak mengalihkan tatapan matanya dari Widya, ingin rasanya dia memeluk perempuan yang selama ini ia rindukan. Ya memang dulu setelah memutuskan hubungannya dengan Kenzie, Widya langsung pindah sekolah SMA ke luar negeri lebih tepatnya ke London hingga lulus kuliah kedokteran dengan alasan ingin tinggal bersama nenek dan kakeknya dan orang tuanya mengijinkannya. Jadi Kenzie yang mau meminta penjelasan mengenai putusnya hubungan mereka tidak bisa karena tidak menemukan Widya dimanapun dan nomer telpon tidak bisa di hubungi.


" Widya kemana kamu pergi selama ini ? Kenapa kamu tega memutuskan hubungan kita tanpa alasan saat aku sangat mencintai kamu ? " gumam Kenzie sambil menatap Widya begitu lekat dan sedangkan Widya yang ditatap seperti hanya fokus dalam pekerjaannya padahal jantung Widya yang merasa begitu berdebar dengan kencang tidak karuan.


" Kenapa lagi dengan jantung aku berdebar tak karuan seperti ini ? Jangan bilang kamu masih cinta sama dia Widya ? Come on Widya move on Kenzie udah punya kekasih atau mungkin sudah menikah. " Gumam Widya didalam hatinya saat sedang melakukan pemeriksaan kepada Kenzie.


Semua gerak gerik Kenzie dan Widya tidak lepas dari pandangan kedua orang tua Kenzie yang ada di sana. Mereka penasaran sepertinya ada sebuah hubungan diantara mereka. Setelah sekian lama pemeriksaan selesai.


" Bagaimana Dok, dengan keadaan putra saya ? " tanya Ranti setelah melihat dokter selesai memeriksa keadaan putranya.


" Kondisi Tuan sudah membaik Nyonya, mungkin kalau begini terus perkembangannya Tuan sudah boleh pulang lusa. " Jawab Widya kepada Ranti dengan penuh sopan santun.


" Alhamdulillah Dok kalau begitu, terima kasih. " Ucap mommy Ranti dengan penuh rasa syukur.


" Iya sama - sama Nyonya ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai dokter. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Widya kepada Ranti.


" Iya Dokter silahkan. " Ucap mommy Ranti.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan mommy Ranti, Widya dan juga suster segera berlalu dari sana menuju ruangan Widya karena tugas untuk memeriksa pasien sudah selesai. Sementara itu setelah kepergian dokter dan suster dari ruangan Kenzie, ada suster yang menbawakan makanan untuk makan malam Kenzie dan kemudian disuruh makan sama Mommynya. Sedangkan Daddynya sedang duduk di sofa.


" Sayang, sekarang kamu makan ya ? Habis itu minum obatnya " tanya Ranti kepada Kenzie.


" Iya Mom. " Jawab Kenzie.


Setelah itu dengan telaten Ranti menyuapi anaknya itu dengan sabar, hingga tidak terasa makanan yang ada sudah habis tak bersisa dan langsung minum obat.


" Sekarang minum obatnya, ya ? " tanya Ranti sambil memberikan obatnya kepada anaknya.


Iya Mom." Jawab Kenzie sambil mengambil alih obat yang tadi ada ditangan mommynya menjadi ditangan dirinya dan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya.


" Ini airnya. " Kata Ranti sambil menyodorkan segelas air putih kepada anaknya tersebut. Kenzie langsung menerima air yang ada di hadapannya hingga meminumnyadan mengembalikan lagi ke Mommynya.


" Terima kasih Mom." Ucap setelah Kenzie memberikan gelasnya kembali kepada mommy Ranti dengan perasaan bahagia.


" Sama - sama sayang. Sekaramg kamu istirahat ya supaya cepat sembuh. " Ucap mommy Ranti dengan penuh perhatian setelah menaruh kembali gelasnya di atas nakas di samping ranjang Kenzie.


" Kenzie udah tidur Mom ? " tanya daddy Pandu kepada istrinya setelah istrinya bergabung duduk sama dia.


" Udah Dad. Oh iya Mommy rasa Kenzie ada hubungan deh sama dokter yang tadi ? Daddy berpikiran sama gak sama Mommy ? " jawab sekaligus bertanya kepada suaminya.


" Kalau dilihat - lihat dari gerak gerik mereka mencurigakan, Daddy rasa juga seperti begitu. " Ucap daddy Pandu kepada istrinya.


" Tapi kenapa Dokter tadi seperti tidak mengenali putra kita ? " tanya Ranti begitu penasaran.


" Iya juga sih Daddy juga tidak tau. Tapi kan setau Daddy putra kita itu susah dideketin sama perempuan, iyakan Mom ? " ucap Pandu sekaligus bertanya kepada istrinya.


" Iya Dad, tapi setau Mommy dulu Kenzie masih masa sekolah, dia itu pernah suka sama perempuan tapi kalau gak salah dengar Mommy pernah dengar katanya dia itu di putusin sama pacarnya tanpa alasan yang jelas. Apa mungkin dokter yang tadi itu orang yang sama dengan yang pernah putra kita cintai ? " terang Ranti kepada suaminya.


" Iya juga sih Mom. Bisa jadi mereka itu orang yang sama tapi, dari kejadian tadikan kalau misalnya perempuannya yang mutusin kan seharusnya biasa saja tapi tadi kelihatan seperti salah tingkah. " Jawab Pandu kepada istrinya itu.

__ADS_1


Tak berselang lama, Karin datang dengan membawa makanan untuk makan malam Mommy dan Daddynya. Sebelumnya Karin pulang ke rumah sehabis dari butiknya tadi sore dan meminta pembantunya untuk menyiapkan makanan untuk di bawa ke rumah sakit.


" Tok, tok, tok. " Suara pintu di ketuk tiga kali dari luar.


Obrolan mereka jadi terhenti karena mendengar suara pintu di ketuk tersebut dari arah luar kemudian Ranti segera membukakan pintu yang mempersilahkan untuk masuk


" Biar Mommy aja yang buka pintunya Dad." Ucap Ranti kepada suaminya dan segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.


" Ceklek " suara pintu terbuka dan menampilkan putrinya.


" Ternyata kamu Sayang ? " tanya Ranti setelah tau siapa yang mengetuk pintu barusan.


" Iya Mom. " Jawab Karin kepada Mommynya itu sambil menyalami tangannya dan berjalan masuk ke dalam menghampiri Daddynya yang sedang duduk di sofa yang ada di sana. Sesampainya disana Kiran langsung menyalami Daddynya dan ikut bergabung duduk disana.


" Kamu bawa apa Dek ? " tanya Ranti setelah melihat putrinya membawa sesuatu.


" Ini Mom, Adek bawa makanan buat makan malam Mommy dan Daddy." Ucap Kiran sambil menyodorkan bawaannya kepada Mommynya.


" Terima kasih Sayang, kebetulan Mommy dan Daddy juga belum makan. " Ucap Ranti kepada putrinya itu.


" Iya sama - sama Mom, oh iya bagaimana dengan keadaan kak Kenzie ? " tanya Kiran kepada Mommynya yang merasa penasaran dengan kondisi sang kakak.


" Tadi kata dokter perkembangannya cukup baik dan mungkin kalau begini terus perkembangannya lusa juga udah boleh pulang. " Jawab Ranti dengan perasaan bahagia.


" Alhamdulillah kalau begitu Mom. Oh iya sekarang Mommy sama Daddy makan aja dulu biar Kiran yang jagain kakak ? " ucap Kiran kepada Mommy dan Daddynya.


" Iya Sayang kalau begitu Mommy sama Daddy makan dulu di kantin rumah sakit ya ? " izin Ranti kepada putrinya.


" Iya Mom. " Jawab Kiran kepada Mommynya.


Setelah mendengar jawaban Kiran, Ranti dan juga Pandu segera keluar dan berjalan menuju kantin rumah sakit. Kemudian tinggal Kiran dan juga Kakak saja yang ada di sana. Kiran beranjak dari duduknya dan kemudian menghampiri kakaknya dan duduk dikursi yang ada di sana. Kiran merasa sedih dengan kondisi kakaknya yang seperti ini karena Kiran tau selama ini kakaknya tidak pernah masuk rumah sakit dan bahkan sangat jarang kalau Kiran tau kabar kakaknya sedang sakit. Dia begitu menyayangi kakaknya itu dan memeluknya dan tidak terasa meneteskan air mata.

__ADS_1


To Be Contiuned___😊


__ADS_2