
Happy Reading ☺️
Keesokan paginya Widya sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit setelah selesai bersiap. Widya langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama. Sesampainya di lantai 1 Widya langsung berjalan menuju ruang makan dan disana sudah terlihat ada ayah, bunda serta kakaknya.
" Selamat pagi Yah, Bun, Kak. " Ucap Widya kepada semua orang yang ada setelah duduk disalah satu kursi yang ada disana.
" Pagi Adek. " Jawab semua orang kepada Widya.
Setelah semuanya berkumpul mereka segera memulai acara sarapannya dengan suasana hening yang begitu khidmat. Setelah selesai mereka melakukan kegiatan mereka masing - masing.
" Ayah, Bunda, Kakak. Adek berangkat dulu ya soalnya udah telat. " Ucap Widya kepada semua orang yang ada disana setelah mengelap bibirnya dengan sapu tangan yang ada disana.
" Iya Dek. Hati - hati di jalan jangan nyebut - ngebut bawa mobilnya." Ucap Haris kepada putrinya.
" Iya Yah, ya udah Adek berangkat dulu. " Ucap Widya kepada ayahnya kemudian menyalami tangan kedua orang tuanya beserta kakaknya.
Kemudian berlalu dari sana menuju garasi dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah kepergian Widya, Haris beserta John pamit kepada istri dan bunda mereka.
" Yaudah Ayah sama Kakak pamit juga ke kantor ya Bun? Soalnya ada meeting pagi ini sama pak Pandu. " pamit Haris kepada istrinya.
" Iya Yah, hati - hati dijalan. Oh iya Yah rencananya Bunda mau jenguk anak temen Bunda ke rumah sakit nanti agak siangan. Bolehkan Yah ? " tanya Mutia kepada suaminya.
" Iya boleh. Yaudah Ayah sama Kakak berangkat dulu. " Ucap Haris kepada istrinya kemudian Mutia mencium tangan suaminya dan Haris mencium kening istrinya. Begitu juga dengan John mencium tangan bundanya dan kemudian berjalan menuju bagasi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bersama ayahnya. Kemudian Ranti ke kamarnya untuk bersiap ke rumah sakit untuk menjenguk anak sahabatnya yang sedang sakit. Tidak lama kemudian Ranti meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil menuju rumah sakit yang dilajukan oleh supirnya.
Sementara itu setelah sekitar 30 menitan melajukan mobilnya menembus kepadatan jalan raya, Widya sampai di rumah sakit dan langsung melajukan mobilnya menuju parkiran khusus dokter. Sebelum Widya keluar dari dalam mobil, dia merapikan kembali penampilannya takut sedikit berantakan. Setelah dirasa sudah beres, Widya langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ruangannya. Sepanjang koridor rumah sakit banyak pasang mata yang memandanginya dengan tatapan kagum. Namun, seperti biasa Widya hanya biasa yang cuek terhadap mereka kecuali jika sudah melampaui batas. Maka Widya tidak akan pernah diam terbukti waktu dulu ada salah satu dokter bernama Darwin yang naksir kepadanya namun Widya hanya cuek.
Hingga dokter tersebut telah merencanakan sebuah rencana dengan begitu licik. Darwin merencanakan dengan mengajak Widya makan bersama di sebuah restoran yang makanannya sudah diberi obat perangsang. Akan tetapi rencana tersebut tidak berjalan sempurna, karena Widya mengetahui bahwa makanan tersebut sudah di campurkan obat laknat tersebut. Hingga Widya menukar makan miliknya dengan makanan milik Darwin tersebut, disaat Darwin sedang ke toilet dan terjadilah senjata makan tuan. Kemudian setelah kejadian itu Darwin entah kemana karena di rumah sakit tidak pernah melihatnya lagi, mungkin sudah mengundurkan diri karena malu sama Widya akan niat busuknya terhadapnya.
Di sisi lain Kiran sedang menyuapi kakaknya untuk sarapan sampai selesai. Tak berselang lama Pamdu dan Ranti datang untuk menggantikan Kiran untuk menjaga putranya.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" Bagaimana keadaanmu Nak ? " tanya Ranti kepada putranya.
" Alhamdulillah sudah lebih baik Mom. " Ucap Kenzie sambil tersenyum.
" Oh iya Daddy gak ke kantor ? " tanya Kenzie kepada daddynya.
__ADS_1
" Daddy mau ke kantor. Tapi kesini dulu lihat keadaan kamu Nak."
" Maaf ya Dad, Kenzie jadi ngerepotin Daddy, Mommy sama Adek. " Ucap Kenzie dengan nada sedih.
" Apaan sih kamu sayang, Mommy sama Daddy gak ngerasa direpotkan sama kamu. Yang terpenting kamu sekarang sudah sehat. " Ucap Ranti kepada putranya.
" Iya Kak, Adek juga gak ngerasa direpotin, malahan seneng Adek bisa ngerawat Kakak yang lagi sakit. " Ucap Kiran kepada kakaknya.
" Oh iya Daddy pamit berangkat dulu ke kantor takut telat kan pagi ini ada meeting sama pak Haris." Ucap Pandu.
" Iya Dad, hati - hati di jalannya. " Ucap Ranti.
Kemudian Ranti, Kiran dan Kenzie mencium tangan suami sekaligus daddy mereka secara bergantian.
" Assalamualaikum " ucap Pandu kemudian berlalu dari sana menuju kantornya.
" Wasalamualaikum " jawab Ranti, Kiran dan Kenzie.
" Sayang kamu pulang aja, kan mau ke butik. Kakak kamu biar Mommy aja yang jaga." Ucap Ranti.
" Iya Mom, yaudah Adek pamit dulu. " Ucap Kiran sambil mencium tangan mommy dan kakaknya.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
" Selamat pagi Nyonya, Tuan ? " sapa Widya ketika sampai didekat mereka sambil tersenyum.
" Pagi Dokter. " Ucap Ranti dan Kenzie secara bersamaan.
" Bagaimana keadaan Tuan sekarang ? "
" Alhamdulillah jauh lebih baik dari sebelumnya." Ucap Kenzie kepada Widya sambil tersenyum.
" Alhamdulillah kalau begitu. Mohon izin Tuan saya memeriksa anda terlebih dahulu. " Ucap Widya kepada Kenzie.
" Silahkan Dok."
Setelah mendengar ucapan Kenzie, Widya beserta suster langsung memeriksa keadaan Kenzie dengan serius. Tak berselang lama pemeriksaan pun selesai.
" Bagaimana keadaan anak saya dokter ? " tanya Ranti kepada Widya.
" Alhamdulillah kondisi anak Nyonya sudah lebih baik dari sebelumnya. Kalau seperti ini terus mungkin besok anak Nyonya sudah bisa pulang. " Ucap Widya kepada Ranti.
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Widya.
" Silahkan Dokter. " Ucap Ranti kepada Widya.
Kemudian Widya bersama suster berlalu dari sana untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Tak berselang lama terdengar suara pintu diketuk dari luar dan segera Ranti membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.
" Tok, tok, tok. " Suara pintu diketuk 3 kali dari luar. Ranti segera membukakan pintunya dan ternyata yang datang adalah sahabatnya.
" Ceklek " suara pintu dibuka.
" Assalamualaikum Jeng Ranti ? " ucap Mutia kepada sahabat itu sambil tersenyum.
" Wasalamualaikum Jeng Mutia. Ayo masuk. " Ucap Ranti kepada sahabatnya sambil tersenyum dan kemudian mempersilahkan untuk masuk.
" Sayang kenalkan ini sahabatnya Mommy namanya tante Mutia dan Mutia kenalkan ini anak pertama saya namanya Kenzie. " Ucap Ranti kepada putranya dan kepada sahabatnya.
" Salam kenal Kenzie. " Sapa Mutia
" Salam kenal juga Tante." Sapa Kenzie juga.
" Oh iya kamu bagaimana kondisinya Nak ? Ini Tante bawain buah - buahan biar cepat sembuh. " Ucap Mutia sambil menyodorkan parcel buah kepada Ranti.
" Alhamdulillah sudah lebih baik Tante. " Jawab Kenzie.
" Gak perlu repot - repot segala Jeng. " Ucap Ranti sambil menerima parcel buah tersebut dan menyimpannya di atas nakas."
" Sama sekali gak ngerepotin kok Jeng. " Ucap Mutia kepada Ranti.Kemudian mereka berdua duduk di sofa.
" Oh iya loe sendiri kesini ? " tanya Ranti kepada sahabatnya.
" Iya, ya mau sama siapa lagi. Suami sama anak pertama gue lagi ke kantor terus kalau anak kedua lagi kerja. " Ucap Mutia kepada sahabatnya.
" Emang anak perempuan loe kerja apa sekarang ?
Dan dimana kerjanya ? Kan setahu gue anak perempuan loe itu kan sekolah di luar negeri bersama kedua orang tua loe. " Ucap Ranti.
" Iya itu dulu waktu masa SMA dan kuliah. Kalau sekarang anak perempuan gue itu udah jadi dokter dan kebetulan dia kerja di rumah sakit ini. " Ucap Mutia.
" Oh ya ? Kalau boleh tau mana anak loe siapa ? " tanya Ranti
" Iya di rumah sakit ini, namanya Widya Permata Wiratmaja sebagai dokter bedah. " Ucap Mutia kepada Ranti.
Sontak Ranti terkejut bukan main, pasalnya nama dokter yang disebut oleh sahabatnya itu adalah dokter yang akan dia dan suaminya jodohkan dengan putranya. Ranti repleks menengok ke arah Kenzie dan untungnya Kenzie sudah tidur. Ranti bernafas lega karena putranya itu tidak mendengar pembicaraan mereka dan Ranti berpikir untuk merencanakan sesuatu untuk putranya tersebut.
__ADS_1
To Be Continued___😊