Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 3 : Sadar


__ADS_3

Happy Reading ☺️


Mereka segera berjalan dan menghampirinya dengan perasaan begitu khawatir dengan kondisinya sekarang. Begitu juga dengan Radit yang duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut langsung bangkit dan berjalan menghampiri brankar. Sesampainya di sisi ranjang mereka merasa sedih dengan kondisi Kenzie yang sangat memprihatinkan.


" Ken, hiks,,, Kenzie, sadar Nak. " Ucap mommy Ranti dengan menangis sambil menggenggam tangan putranya karena melihat kondisi putranya yang tak sadarkan diri dengan kondisinya dimana kepalanya di perban serta banyak bekas luka di wajah dan tangannya yang sudah diobati.


" Sudah Mom, sabar sebentar lagi juga dia sadar. " Ucap Pandu untuk menguatkan hati sang istri.


Ternyata bener yang dibilang Pandu. Tak berselang lama tangan Kenzie bergerak dan disusul dengan kedua matanya terbuka secara perlahan.


" Alhamdulillah kamu sudah sadar, Nak ? " tanya mommy Ranti sambil mengusap air matanya dan tersenyum kepada Kenzie


" Iya, Mom." Ucap Kenzie dengan nada lemah.


Semua orang yang ada disana tampak bahagia dengan sadarnya Kenzie.


" Om, Radit panggil dokter dulu ya. " Kemudian berlalu keluar menuju ruang dokter.


Tak berselang lama Radit kembali dengan seorang dokter yang akan memeriksa keadaan Kenzie.


" Permisi Tuan, saya periksa dulu. " Ucap dokter Bagas setelah sampai di ruangan Kenzie.


Dokter Bagas segera memeriksa tentang kondisi pasiennya secara teliti.


" Alhamdulillah Tuan, kondisi Tuan sudah membaik tinggal menunggu memulihkan kembali keadaan Tuan." Ungkapnya kepada semua orang yang ada di sana, setelah selesai melakukan pemeriksaan kepada Kenzie.


" Kalau begitu saya permisi dulu, kalau ada apa - apa panggil saya saja atau suster. " Lanjutnya kemudian berlalu dari sana.


 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Setelah kurang lebih 20 menit di perjalanan, mobil Widya baru sampai di depan pintu gerbang yang begitu menjulang tinggi langsung membunyikan klakson mobilnya


" Tit, tit, tit " bunyi klakson mobil sebanyak 3 kali.

__ADS_1


Satpam yang mendengar bunyi klakson langsung melihat mobil siapa yang datang. Setelah tau bahwa mobil yang datang adalah nonanya langsung membukakan pintu gerbang dan kemudian Widya langsung melajukan mobilnya menuju garasi. Sepanjang perjalanan dari pintu gerbang ke garasi disuguhkan dengan taman yang begitu indah. Dimana di tengah - tengah taman terdapat air mancur serta bunga - bunga yang begitu indah dengan beraneka warna menjadi kesan memperindah pemandangan disana.


Tampaklah sebuah rumah mewah bercat putih berlantai 3 dengan bernuansa Eropa yang begitu besar. Widya langsung memasukkan mobilnya ke bagasi dan segera turun dengan membawa tas kerjanya masuk ke rumah menuju pintu utama.


" Assalamualaikum Bunda, Widya pulang. " Ucapnya seraya masuk ke dalam rumah dan terlihat mami Mutia sedang berada di ruang keluarga. Widya segara berjalan menuju Bundanya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca sebuah majalah serta menyalami telapak tangannya dan mencium kedua pipi Bundanya, kemudian ikut duduk di kursi yang sama dengan Bundanya.


" Waalaikumsalam, kamu sudah pulang sayang ? " tanya bunda Mutia sambil mengelus kepala putrinya.


" Sudah Bun, Widya mandi dulu ya Bun soalnya udah gerah banget. " Jawabnya dengan lesu.


" Yaudah kamu mandi, terus istirahat. " Ucapnya sambil tersenyum.


" Iya Bun, yaudah aku ke atas dulu. " Sambil bangkit dari duduknya dan melangkah menuju lift yang ada disana.


Widya masuk ke dalam lift dan memencet nomor 3 sebagai tujuannya. Setibanya di lantai 3 Widya langsung masuk ke dalan kamar dan menyimpan tas kerjanya serta melepas jas kedokterannya. Kemudian Widya membawa handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi Widya mengisi bathtub dengan air dan menuangkan aromaterapi. Dirasa sudah cukup kemudian dia masuk ke dalam bathtub setelah menanggalkan semua pakaiannya ke dalam keranjang baju kotor dan memejamkan mata hingga membuat badan yang tadinya begitu lelah menjadi sedikit rileks setelah memendam.


Setelah 20 menit lamanya berendam, Widya langsung membasuh seluruh badannya dan keluar dari kamar mandi setelah menggunakan handuk. Kemudian Widya segera melangkahkan kakinya menuju ruang wardrobe untuk memilih pakaian dan menggunakannya. Setelah selesai Widya langsung menghempaskan badannya ke atas kasur yang begitu nyaman dan tak perlu waktu lama Widya sudah terlelap dalam tidurnya.


 


" Ken, sebenernya apa yang terjadi dengan kamu ? Kenapa sampai begini kondisi kamu, Nak ? " tanya Pandu kepada sang putra.


" Gimana ini, kalau aku jujur takut membuat khawatir Daddy sama Mommy. " Gumamnya dalam hati sambil menatap satu persatu orang yang ada di ruangan tersebut.


" Ken ayo cerita kenapa kamu bisa seperti ini, Nak ? " tanya Ranti kepada putranya itu yang tidak menjawab pertanyaan suaminya.


" Iya Mom, tadi itu Kenzie melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata hingga di sebuah tikungan ada mobil yang sedang menyalib dari arah berlawanan Kenzie segera menbanting stir ke pinggir jalan dan menabrak tiang listrik yang ada di sana. " Ucapnya panjang lebar dengan sedikit berbohong tidak memberitahukan ada sebuah mobil yang misterius yang terus mengikutinya hingga menambahkan kecepatannya.


" Maaf ya Dad, Mom. Kenzie gak jujur yang sebenarnya." Gumamnya dalam hati Kenzie sambil merasa bersalah karena udah bohong sama kedua orang tuanya.


" Ya sudah, tapi Mommy gak mau lagi melihat kamu sampai kayak gini lagi. " Ucap Mommy dengan tersenyum.


" Iya Mom, Kenzie janji ini yang terakhir kalinya kayak gini. Kenzie minta maaf ya Mom, Dad ? " ungkapnya dengan penuh rasa penyesalan.

__ADS_1


" Iya Mommy dan Daddy maafin kamu. Ya sudah sekarang kamu istirahat lagi biar cepat sembuh. " Ucap Ranti kepada Kenzie.


" Iya Mom." Ucap Kenzie.


Tidak butuh waktu lama kemudian Kenzie sudah tidur kembali mungkin karena efek obat yang diberitakan dokter kepadanya.


 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Sudah beberapa jam lamanya Widya bangun dari tidurnya. Sekarang sudah menunjukkan pukul 1 siang segera berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Kemudian dia berjalan menuju lantai satu dengan menggunakan tangga itung - itung orahraga pikirnya. Setelah sampai di lantai satu dia langsung melangkahkan kakinya ke ruang makan dan di sana sudah terlihat mommynya sedang menata makanan di atas meja.


" Sayang kamu sudah bangun ? " tanya bunda Ranti kepada anaknya.


" Iya Bun. Bunda masak apa hari ini ? " jawabnya sekaligus bertanya kepada bundanya setalah duduk di kursi meja makan.


" Ini Bunda masak udang krispi, telur balado, ayam bakar, dan sayur sop." Jawabnya sambil memperlihatkan makanannya kepada putrinya.


Widya yang melihatnya makanan yang ada di atas meja dengan tatapan berbinar. Pasalnya ada salah satu makanan yang ada di atas meja memang makanan favoritnya yaitu udang krispi.


Ranti yang melihat anaknya yang sudah tidak tahan untuk memakan makanan yang ata meja langsung berucap


" Udah ayo makan, kalau cuma dilihatin aja mana kenyang. " Ucapnya sambil nada menggoda putrinya.


" Iya Bun. " Sambil langsung mengambil nasi dan udang krispi dan sayur sop ke atas piring secukupnya.


Kemudian mereka mulai acara makan siang mereka berdua karena ayah dan kakaknya sedang di kantor dengan sangat khidmat tanpa berbicara sama sekali. Setelah beberapa lama akhirnya acara makan siang pun selesai.


" Bun, Widya ke atas dulu ya Bun. Mau mandi terus berangkat ke rumah sakit lagi. " Ucapnya kepada bundanya setelah menyeka mulutnya dengan sapu tangan yang ada di sana.


" Yasudah kamu ke kamar, Bunda juga mau ke ruang keluarga." Jawabnya.


Setelah mendengar ucapan bundanya Widya langsung bangkit dari duduknya kemudian segera meninggalkan ruang makan menuju kamarnya yang dan di lantai 3. Sama halnya dengan Widya, Ranti pun segera ke ruangan keluarga yang sebelumnya sudah memerintahkan pembantunya untuk membereskan meja makan.


 To Be Continued___😊

__ADS_1


__ADS_2