
Happy Reading ☺️
Sementara itu Kenzie sedang menunggu laporan dari Ben tentang informasi yang didapat. Tak berselang lama suara panggilan dari ponsel Kenzie berdering dan secepatnya di jawab oleh Kenzie.
" Gimana Ben ? " tanya Kenzie to the point.
" Maaf Bos saya gak berhasil mendapatkan informasi apapun tentang Widya. " Ucap Ben ke Kenzie.
" Apa ? Kenapa loe gak bisa ? Kan biasanya loe mampu dalam mencari informasi apapun. " Ucap Kenzie kaget.
" Iya Bos maaf, soalnya ada yang ngelindungi informasi tentangnya dan malah dia merusak keamanan sistem saya. " Ucap Ben kepads Kenzie.
" Gue gak mau tau loe harus cari informasi tentangnya apapun caranya gue gak mau tau. " Ucap Kenzie dengan nada marah dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
Setelah mendengar ucapan bosnya yang gak mau dibantah, Ben segera menelpon salah satu anak buahnya untuk mengikuti Widya kemanapun dia pergi.
" Hallo gue ada tugas buat loe. Tolong loe ikutin kemanapun orang yang udah gue kirim lewat chat dan laporin ke gue informasi yang loe dapat. " Ucap Ben kepada anak buahnya.
" Siap Bos. " Ucap anak buah Ben kepada Ben dan panggilan m diputus oleh Ben.
Sama halnya dengan Widya. Widya yang sudah setengah jam berkutat dengan laptopnya untuk mencari informasi Kenzie, tapi tetap aja hasilnya nihil yang ada cuma informasi tentang kesuksesannya dalam memimpin perusahaan Darmawangsa. Namun Widya tidak gampang menyerah, dia terus mencari hingga akhirnya tanpa ia sadari tertidur dengan keadaan laptop masih menyala.
Keesokan paginya seperti biasa setelah selesai bersiap Widya segera turun ke bawah bergabung sama keluarganya untuk sarapan pagi bersama. Setelah selesai sarapan Widya segera bergegas ke rumah sakit dengan melajukan mobilnya membelah jalanan yang padat merayap. Beberapa menit kemudian Widya sampai di rumah sakit dan segera melakukan kegiatan rutinnya yaitu memeriksa pasien yang dirawat inap bersama dengan suster Rani. Tanpa disadari oleh Widya ada satu orang yang selalu mengikuti dia dari tadi waktu Widya keluar dari rumahnya.
Sementara itu Kenzie yang sudah beberapa hari ini istirahat dia memulai kembali beraktivitas dengan datang ke perusahaan sebagai Ceo. Semua karyawan yang sudah mengetahui bahwa bos mereka akan datang hari ini ke perusahaan sehabis kecelakaan, mereka mengadakan penyambutan kepada bosnya. Mereka sudah berbaris rapih di dekat pintu masuk.
Setelah beberapa menit akhirnya Kenzie dan Radit sampai dan segera masuk. Karyawan yang mengetahui bos mereka sudah sampai segera mempersiapkan penyambutan dengan sebaik mungkin. Kenzie dan Radit segera masuk dan para karyawan yang melihatnya segera menundukkan kepala. Dan salah satu mereka segera menghampiri dan menyambut.
" Selamat kembali bekerja pak Kenzie. Semoga pak Kenzie diberikan kesehatan selalu. " Ucap Roni selaku sekretaris Kenzie.
__ADS_1
" Terima kasih atas penyambutannya dan saya harap kalian bekerja lebih giat lagi dari sebelumnya. " Ucap Kenzie kepada semua karyawannya.
" Baik Pak, kita akan selalu bekerja dengan rajin. Kalau begitu mari pak Kenzie saya antar ke ruangan Anda. " Ucap Roni kepada Kenzie.
Kenzie menjawab hanya dengan menganggukkan kepala tanda setuju kemudian Kenzie danRadit beserta Roni masuk kedalam lift dan menuju ruangan kerjanya yang berada di lantai 8.
Sepeninggalan Kenzie, Radit dan Roni semua karyawan segera kembali ke pekerjaan mereka. Sementara itu Kenzie sudah sampai di ruangannya dan sudah disuguhkan sama banyak dokumen yang harus dia periksa dan tandatangani. Memang Radit menggantikan pekerjaan Kenzie, namun ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh orang lain dan itu harus sama Kenzie sendiri. Sama halnya dengan Kenzie sekarang, Kenzie sedang memeriksa sebuah dokumen penting perusahaan dengan perusahaan lain yang melakukan kontrak kerjasama selama ini.
Disisi lain Widya yang sudah selesai dengan pekerjaannya yang sebelumnya Widya sudah memeriksa pasien yang dirawat inap maupun yang dirawat jalan. Kini Widya bersama Rani sedang berada di kantin untuk makan siang.
" Oh iya Wid, gue denger anak pemilik rumah sakit ini mau married. Emang bener ? " tanya Rani kepada Widya.
" Iya dan kita semua dokter dan suster beserta staf yang lain yang ada di rumah sakit ini diundang dan wajib untuk datang. " Ucap Widya kepada Rani.
" Oh gitu, emang kapan acaranya ? "tanya Rani kepada Widya.
" Kalau gak salah besok hari Minggu. Gue bareng loe ya kesananya barengan kita dan nanti sore kita beli sesuatu ke Mall buat hadiah pernikahan mereka. " Ucap Widya kepada Rani.
Setelah itu mereka segera memakan pesenan mereka. Tanpa disadari ada orang yang menguping penbicaraan mereka dan ssgera menyampaikan informasi tersebut kepada bosnya.
" Bos ada informasi, rencananya nona Widya bersama sahabatnya yang berprofesi seorang suster mau menghadiri pernikahan anak pemilik rumah sakit besok dan nanti sore mereka akan ke Mall untuk membeli hadiah untuk pernikahan anak pemilik rumah sakit. " Ucap Adi anak buah yang disuruh oleh Ben.
" Bagus. Terus ikuti dia kemanapun dia pergi dan kasih tau ke saya. " Ucap Ben dengan nada senang.
" Baik Bos. " Ucap Adi kepada Ben.
Kemudian setelah panggilan dengan anak buahnya terputus, Ben segera memberitahukan informasi ini kepada Kenzie.
" Hallo Bos, saya sudah mendapatkan informasi tentang nona Widya, rencananya nona Widya beserta sahabatnya yang berprofesi seorang suster akan menghadiri pernikahan anak dari pemilik rumah sakit besok dan nanti sore mereka akan ke Mall untuk membeli hadiah untuk pernikahan anak pemilik rumah sakit. " Ucap Ben kepada Kenzie.
__ADS_1
" Bagus, terus kabari ke saya informasi apapun. " Ucap Kenzie yang langsung menutup panggilan tersebut.
Sementara itu Widya dan Rani sesuai dengan rencana mereka tadi, mereka sekarang sedang berada di sebuah Mall di ibu kota. Mereka segera mencari hadiah apa yang akan mereka berikan kepada anak dari pemilik rumah sakit.
" Kita cari apa ya ? Gue bingung Wid. " Ucap Rani sambil berjalan masuk ke dalam Mall.
" Iya gue juga bingung. Yaudah kita lihat - lihat dulu aja siapa tau kan langsung dapat ide. " Ucap Widya.
Kemudian mereka berjalan sambil melihat - lihat dan mereka menemukan sebuah toko jam dan mereka segera masuk. Tidak lama kemudian mereka sudah menenteng papper bag yang berisi sebuah jam couple yang sangat elegan dan tidak sengaja Widya melihat Kenzie yang mau masuk ke toko jam tersebut bersama dengan Kiran.
" Hallo dokter Widya, suster Rani. " Sapa Kenzie kepda mereka berdua.
" Hallo juga Tuan, Nona. " Ucap Widya kepada Kenzie dan Kiran.
" Boleh gak kalau kita diluar rumah sakit, kalian cukup panggil kami dengan sebutan nama saja Kenzie sama Kiran. Supaya gak canggung aja sih.
" Iya Tu - an, eh maksud saya Kenzie. " Ucap Widya kepada Kenzie sedikit gugup.
" Nah, kalau begitukan lebih enak didengarnya. Oh iya, Dokter sama suster lagi belanja ? " tanya Kenzie kepada mereka berdua.
" Iya Kenzie. Kenzie juga harus panggil kami sebutan nama saja dong biar lebih akrab gitu. Oh iya Kalau Kenzie sendiri sama Kiran lagi ngapain ? " tanya Rani kepada Kenzie dan Kiran.
" Iya saya bersama adik saya lagi mau beli sesuatu untuk sepupu saya. Oh iya gimana kalau habis kami belanja kita makan malam bareng ? Ya itu juga kalau Widya sama Rani mau. " Ucap Kenzie kepada Widya dan Rani.
" Boleh Ken, lagian juga kami rencananya mau makan malam bersama habis ini. " Ucap Rani cepat sebelum ditolak sama Widya.
" Oke kalau begitu kalian duluan aja ke restorannya nanti saya sama adik saya nyusul. " Ucap Kenzie kepada Widya dan Rani.
" Yaudah kami duluan dan kami tunggu kedatangan kalian. " Ucap Rani langsung berlalu dari sana sambil menarik tangan Widya agar mengikuti langkahnya.
__ADS_1
Setelah kepergian Widya dan Rani, Kenzie dan Kiran segera masuk ke toko tersebut.
To Be Continued____😊