
Happy Reading ☺️
Hari ini disebuah Gedung Ramayana sedang mengadakan sebuah pernikahan. Gedung tersebut dihias demikian rupa, banyak bunga dimana - mana, lampu - lampu hias yang indah serta dekorasi yang begitu mewah. Tidak lupa pula ada berbagai macam hidangan mulai dari appetizer, main course, dessert, serta lainnya. Hari ini merupakan moment yang Clara dan Marcus tunggu sudah dari dulu. Siapa coba yang tidak menunggu, pasti siapa saja merasakan apa yang mereka rasakan hari ini. Dimana hari ini merupakan Clara dan juga Marcus, hari terakhir bagi mereka menyandang status sebagai single dan beberapa jam lagi mereka berdua akan berubah status menjadi seorang suami dan istri.
Clara yang sekarang sedang dirias oleh pihak MUA begitu bahagia, dimana terlihat dari raut wajahnya begitu bahagia.
" Wah Cantik sekali Mbak. " Ucap pihak MUA setelah selesai merias Clara.
" Terima kasih. Ini juga berkat kalian yang pandai dalam merias wajah saya. " Ucap Clara kepada pihak MUA.
" Gak kok Mbak, emang udah dasarnya Mbak itu sudah cantik. Saya cuma merias sedikit. Ya sudah sekarang Mbaknya tinggal ganti baju. " Ucap pihak MUA kepada Clara sambil memegang gaun yang sangat cantik.
Clara yang mendengar ucapan pihak MUA segera berdiri dari duduknya dan langsung menuju tempat ganti baju. Setelah itu Clara keluar dengan begitu sangat cantik setelah menggunakan gaunnya. Tak berselang lama Kiran datang dan betapa terpukaunya dia setelah melihat penampilan kakak sepupunya yang begitu sangat cantik.
" Hai Kiran ngapain, kamu berdiri disitu aja. " Ucap Clara kepada Kiran yang masih berdiri di pintu.
" Eh iya Kak. Wah Kak penampilan Kakak begitu sangat cantik. Pasti kak Marcus bakalan kaget nih. " Ucap Kiran kepada kakak sepupunya itu.
" Kamu bisa aja mujinya. Ini juga berkat kamu bikin gaun yang sangat cantik ini. " Ucap Clara kepada Kiran.
" Gak juga ya. Terlepas dari itu juga Kakak itu emang dasarnya udah cantik. " Ucap Kiran kepada Clara.
Tak berselang lama mommy sama tantenya datang.
" Wah sayang, putri Mommy cantik banget. " Ucap Riana kepada putrinya.
" Mommy bisa aja. Kan putri mommy yang ini juga selalu cantikkan ? " tanya Clara kepada mommynya.
" Iya putri mommy itu selalu cantik, tapi hari ini kamu cantiknya berkali - kali lipat. " Ucap Riana kepada putrinya.
__ADS_1
" Bener sayang, apa yang di bilang Mommy kamu. Kamu itu cantiknya pake banget. " Ucap Ranti kepada kepada keponakannya.
" Iya Tante, makasih pujiannya. " Ucap Clara kepada tantenya.
" Yasudah kamu tunggu disini dulu sama Kiran, Mommy sama Tante keluar dulu mau menyamput Marcus. " Ucap Riana kepada putrinya.
" Iya Mom. " Ucap Clara kepada mommynya.
Setelah itu Riana dan Ranti segera berlalu dari sana meninggalkan Clara dan Kiran. Beberapa lama kemudian Serly datang menghampiri sahabatnya.
" Wah sahabat gue cantik banget sih hari ini . " Ucap Serly kepada sahabatnya.
" Iya dong kan hari paling spesial dalam hidup gue. Loe juga hari ini cantik banget. " Ucap Clara kepada Serly.
Sementara itu di tempat Marcus beserta keluarganya baru sampai ditempat izab kabul sekaligus resepsi. Marcus yang ditemani oleh kedua sahabatnya yaitu Kenzie dan John merasa begitu gugup. Dimana dia merasa khawatir kalau - kalau dia pas ijab kabul gak bisa satu tarikan nafas.
" Iya tuh loe itu gak usah gugup kayak gitu, loe anggap aja lagi menghadapi klien loe.
" Gimana gak gugup coba gue, gue itu takut aja nanti pas izab kabul gak bisa lancar dengan satu tarikan nafas. " Ucap Marcus kepada Kenzie.
" Udah, gue yakin loe pasti bisa. Sekarang loe tarik nafas dalam - dalam terus buang. " Ucap Kenzie kepada Marcus.
Marcus segera melakukan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Setelah beberapa kali melakukan itu, Marcus sudah sedikit gak gugup lagi.
Tak berselang lama acara izab kabul akan segera dimulai. Marcus segera ke tempat izab kabul dan bergabung dengan penghulu, wali nikah, beserta para saksi pernikahan.
" Nak Marcus gimana bisa kita mulai sekarang acara izab kabulnya ? " tanya penghulu kepada Marcus.
" Insya allah saya sudah siap Pak. " Ucap Marcus dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
" Silahkan orangtua dari mempelai wanita menjabat tangan mempelai laki - laki. " Ucap penghulu tersebut kepada Hendrawan selalu ayah dari mempelai wanita.
" Saya nikahkan engkau Marcus Aryatama bin Aryatama dengan putri kandung saya Clara Arina Hendrawan bin Hendrawan dengan mas kawin berupa satu set perhiasan berlian dan seperangkat alat solat dibayar tunai. " Ucap Hendrawan kepada Marcus dengan begitu lancar.
" Saya terima nikahnya Clara Arina Hendrawan bin Hendrawan dengan mas kawin berupa satu set perhiasan berlian dan seperangkat alat solat dibayar tunai. " Ucap Marcus dengan begitu lantang dalam satu tarikan nafas.
" Bagaimana para saksi ? " tanya penghulu kepada para saksi.
" Sah " Ucap para saksi.
" Alhamdulillahirobbil'alamin " Ucap semua orang yang menyaksikan moment sakral tersebut yang kenudian penghulu membacakan doa.
Marcus merasa perasaannya sekarang sudah lega. Sama halnya dengan Marcus, Clara juga merasa lega yang dimana dari tadi dia merasakan gugup yang luar biasa.
" Selamat ya Kak sekarang Kakak udah jadi seorang istri. Semoga pernikahan Kakak menjadi pernikahan yang SAMAWA. " Ucap Kiran begitu bahagia.
" Amiin. Makasih doanya Kiran. Semoga kamu juga segera mendapatkan jodoh kamu ya. " Ucap Clara kepada adik sepupunya itu.
" Aminn Kak. " Ucap Kiran kepada Clara.
" Selamat ya Clara. Sekarang sahabat gue udah jadi istri dan gue doain supaya loe sama Marcus selalu bahagia dalam hal apapun dan segera kasih momongan. " Ucap Serly kepada Clara dengan penuh bahagia.
"Amiin. Makasih Ser atas doanya. Gue juga doain semoga loe sama John segera nyusul kayak gue. " Ucap Clara kepada Serly.
" Aminn. Ya sudah ayo kita keluar. " Ucap Serly kepada Clara dan Kiran
Kemudian Clara keluar dan didampingi oleh Serly dan Kiran menuju tempat akad berlangsung. Setelah beberapa lama Clara yang didampingi oleh Serly dan juga Kiran sudah memasuki tempat akad, banyak pasang mata yang melihatnya begitu terpukau dengan kecantikan sang mempelai wanita. Tak terkecuali Marcus, dia sama sekali tidak mengalihkan pandangan matanya kepada istrinya. Dia begitu terpukau dengan kecantikan istrinya tersebut, dia merasa dirinya laki - laki yang palimg beruntung didunia ini mendapat seorang istri yang begitu cantik tidak ada duanya. Sampai - sampai Marcus tidak menyadari bahwa istrinya hampir sampai di tempatnya. Clara segera duduk dikursi yang ada disana. Kemudian mereka mulai menandatangani berkas - berkas pernikahan. Setelah selesai mereka memasangkan cincin pernikahan kepada pasangannya masing - masing secara bergantian dan kemudian Clara mencium punggung tangan Marcus begitu takzim sedangkan Marcus mencium kening istrinya tersebut.
To Be Continued____😊
__ADS_1