
Happy Reading ☺️
Sedangkan di sebuah restoran Haris bersama putranya sedang menunggu Pandu yang akan menjadi partner kerjasama perusahaannya. Tak berselang lama akhirnya yang ditunggu - tunggu datang juga bersama dengan asistennya.
" Maaf menunggu lama. " Ucap Pandu kepada sahabatnya itu.
" Tidak masalah kita juga baru sampai. " Ucap Haris kepada sahabatnya itu.
" Yaudah kita mulai saja meetingnya." Ucap Pandu kepada Haris.
Kemudian Haris memperlihatkan proposal mengenai kerjasama ini dan menjelaskan secara rinci apa saja keuntungan yang akan kedua perusahaan dapatkan dari kerjasama ini.
" Baik saya setuju dengan kerjasama ini. Semoga kerjasama ini berjalan tanpa hambatan. " Ucap Pandu setelah memahami isi kontrak kerja sama dan menandatangani kontrak tersebut.
" Terima kasih senang bekerja sama dengan anda." Ucap Haris sambil menjabat tangan.
Setelah selesai urusan pekerjaan, mereka dua berbincang - bincang hangat yang kebetulan mereka saling kenal. Sedangkan Radit dan juga John balik duluan ke perusahaan karena lagi banyak pekerjaan.
" John kamu ke kantor aja duluan Ayah mau bicara dulu sama pak Pandu. " Ucap Haris kepada putranya.
" Iya Yah, yaudah John berangkat dulu. Permisi semuanya. " Ucap John kepada semua orang yang ada disana.
" Om, pak Haris, saya juga permisi dulu ke kantor. " Ucap Radit kepada mereka.
" Ya sudah silahkan. Hati - hati di jalan. " Ucap Pandu kepada keponakannya itu.
" Bagaimana kabarnya Pan ? " tanya Haris kepada sahabatnya itu setelah tinggal mereka berdua yang ada disana.
" Alhamdulillah baik. Kalau loe gimana kabarnya ? " tanya Pandu.
" Alhamdulillah baik juga. Oh iya gue denger putra loe habis kecelakaan ? Terus gimana keadaannya sekarang ? " tanya Haris.
" Iya Ris, alhamdulillah kalau sekarang keadaannya sudah lebih baik. Oh iya gue denger putri loe udah tinggal di Indonesia ? " tanya Pandu.
__ADS_1
" Iya sekarang dia disini. Udah hampir 1 bulan dia disini jadi seorang dokter di rumah sakit Medika Pelita. " Jawab Haris
" Wah hebat juga putri loe. Kalau boleh tau siapa nama putri loe ? " tanya Pandu.
" Namanya Widya Permata Wiratmaja dokter spesialis betah. " Jawab Haris.
Sontak mendengar jawaban dari sahabatnya membuat Pandu tersenyum penuh arti.
" Gimana kalau kita jodohkan anak - anak kita ? Siapa tau kan kita bisa jadi besan. "
" Boleh juga ide loe, tapi gue gak tau putri gue mau apa gak. Soalnya udah sering gue kenalin sama anak - anak rekan bisnis gue ditolak sama putri gue. " Ucap Haris.
" Tenang aja gue yakin kalau putri loe kali ini bakalan nerima perjodohan ini. " Ucap Pandu yakin.
" Kenapa loe yakin banget kalau putri gue bakalam nerima perjodohan ini ? " tanya Haris heran.
" Iya gue yakin banget, karena gue pernah denger langsung kalau putri loe itu cinta sama putra gue. Ternyata putra gue sama putri loe itu udah pernah pacaran waktu SMA dan putus. Gue rasa sih mereka putus karena kesalahpahaman. Soalnya pas mereka ketemu lagi mereka itu kayak salah tingkah gitu dan kebetulan putri loe itu jadi dokter putra gue. " Ucap Pandu.
" Wah bagus dong kalau mereka masih mencintai satu sama lain. Berarti kita harus menyadari perasaan mereka masing - masing. " Ucap Haris senang.
" Iya nanti kita diskusikan gimana caranya untuk mempersatukan mereka. " Ucap Haris.
Kemudian mereka berbincang - bincang hanyat tentang segala hal. Maklum mereka sudah lama tidak bertemu karena kesibukan mereka masing - masing. Terutama untuk Haris dia baru - baru ini pulang dari London untuk menjenguk kedua orang tua dari istrinya. Setelah puas berbincang - bincang mereka harus mengakhirinya karena masih ada urusan lain yang harus mereka selesaikan masing - masing.
Sementara itu di ruangan Kenzie sama halnya dengan Haris dan juga Pandu, Ranti dan juga Mutia sedang merencanakan sebuah perjodohan.
" Bagaimana kalau kita jodohkan mereka Tia ? " ucap Ranti kepada Mutia.
" Boleh juga tuh, setau gue putri gue juga belum punya pacar. Tapi emang putra dan putri kita bakalan mau gitu kita dijodohin ? Kalau menurut gue sih ragu soalnya putri gue selama ini banyak yang mau sama dia tapi malah di tolak."Ucap Mutia sedikit ragu dengan usul sahabatnya itu.
" Iya gue yakin seratus persen kalau putra dan putri kita gak bakalan nolak perjodohan ini. " Ucap Ranti sangat yakin dengan perjodohan ini.
__ADS_1
" Emang yang ngebuat loe sangat yakin apa ? " tanya Mutia sedikit heran dengan keyakinan sahabatnya itu.
Karena kemarin gak sengaja gue sama suami gue denger anak loe lagi ngobrol sama temennya yang berprofesi suster itu. Kata anak loe kalau dia itu masih cinta sama anak gue. Ya menurut gue itu mereka itu pernah pacaran tapi putus dan yang ngebuat gue tambah yakin, waktu kemarin pas anak loe meriksa anak gue itu mereka berdua itu kayak salah tingkah gitu. " Ucap Ranti panjang lebar kepada sahabatnya.
" Oh gitu ceritanya, ya mungkin aja sih soalnya waktu anak gue tiba - tiba ingin sekolah di luar negeri itu gue udah curiga dan memang malam sebelum anak gue itu berangkat sempat gue liat dia itu nangis . Malam itu kalau gak salah anak gue itu izin sama gue mau ke rumah temennya yang lagi ulang tahun. " Ucap Mutia ketika teringat masa lalu yang sedikit ganjal.
Oh iya gue juga baru ingat waktu ulang tahun anak gue ke 17 tahun, gue itu liat anak gue itu kayak sedih gitu kalau gak salah info anak gue sedih karena pacarnya gak ingat kalau dia itu ulang tahun hari itu. Tapi kalau memang anak loe pamit sama loe mau ke rumah temennya yang ulang tahun, terus kenapa putri loe gak ada waktu malam itu ? Dan yang gue ingat malam itu ada acara semacam syukuran semua keluarga gue. " Ucap Ranti panjang lebar setelah ingat kejadian waktu ulang tahun putranya itu.
" Iya tuh yang gue bingung, ya sudah lain waktu lagi bicaranya. Soalnya gue mau ke anak gue ada yang ingin gue obrolin sama dia." Ucap Mutia sama Ranti.
" Ya sudah nanti kita obrolin lagi lain waktu. " Ucap Ranti kepada Widya.
" Iya gue pamit dulu. " Pamit Mutia kepada Ranti. Kemudian berlalu dari sana menuju ruangan anaknya.
Sementara di ruangan Widya sedang istirahat yang memang sudah waktunya. Sebelumnya Widya baru selesai melayani pasiennya yang selalu kontrol rutin bagi pasien yang rawat jalan. Tak berselang lama terdengar suara pintu di ketuk sebanyak 3 kali dari arah luar.
" Tok, tok, tok. " Suara pintu 3 kali diketuk.
" Masuk " ucap Widya untuk mempersilahkan masuk.
" Ceklek " suara pintu terbuka dan menampilkan bundanya dan sontak Widya kaget. Pasalnya ini pertama kalinya bundanya mendatangi tempat kerjanya dan langsung berdiri dan mencium tangan bundanya.
" Bunda, tumben Bunda kesini ? " tanya Widya setelah mencium tangan bundanya.
" Iya Sayang, Bunda habis jenguk anak sahabat Bunda yang dirawat disini. Ya sekalian saja Bunda juga pengen tau tempat kerja putri Bunda. Oh iya Adek sudah makan siang ? " Ucap Mutia sekaligus bertanya kepada putrinya.
" Belum Bun, Adek baru aja selesai melayani pasien yang rawat jalan. " Jawab Widya.
" Ya sudah kita makan siang bareng yuk ? Di kantin rumah sakit aja biar gak jauh." Ucap Mutia kepada putrinya.
" Iya Bun. Yaudah ayo kita berangkat. " Ajak Widya kepada bundanya. Kemudian mereka berdua segera berlalu dari sana menuju kantin rumah sakit untuk makan siang bersama.
__ADS_1
To Be Continued____ 😊