Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 14 : Merah Merona


__ADS_3

Happy Reading ☺️


Di dalam toko Jam mereka langsung melihat berbagai jenis jam dari yang biasa sampai yang limitead edition. Mereka segera memilih sebuah jam couple buat hadiah untuk pernikahan Clara dan Marcus. Setelah itu mereka segera menuju kasir dan membayarnya kemudian segera menyusul Widya dan Rani yang sudah menunggu mereka di sebuah restoran untuk makan malam bersama. Kiran yang merasa heran dengan sikap kakaknya yang tiba - tiba, kakaknya jadi bisa lebih akrab dengan kak Widya dan kak Rani. Padahal setahu Kiran kakaknya tersebut baru ketemu beberapa kali dengan kak Widya dan kak Rani.


" Kak, sejak kapan Kakak kenal dengan kak Widya sama kak Rani ? " tanya Kiran kepada kakaknya ketika lagi ditempat kasir.


" Kakak kenal dengan kakWidya sejak SMA dan kalau sama kak Rani kakak baru kenal dengannnya selama di rumah sakit. " Ucap Kenzie kepada adiknya.


" Oh pantesan aja kakak terlihat sudah kenal mereka jauh dari sebelumnya. Tadi Kakak bilang kenal sama kak Rani sejak SMA, kenapa Adek baru tau ya kalau ada temen Kakak yang jadi dokter ? " tanya Kiran kepada kakaknya.


" Itu karena kak Widya pindah sekolah Waktu kelas XI SMA, jadi Kakak juga baru tau kalau dia itu jadi dokter pas waktu di rumah sakit itu. " Ucap Kenzie kepada adiknya.


" Oh pantesan aja Adek gak pernah lihat kalau kak Widya temen Kakak waktu SMA dulu. " Ucap Kiran kepada kakaknya.


Setelah selesai dengan urusan bayar membayar Kenzie dan Kiran segera berlalu dari sana dan segera menuju tempat dimana Widya dan Rani sudah menunggu mereka.


Sementara itu ditempat Widya dan Rani mereka sedang menunggu Kenzie dan Kiran bergabung dengan mereka. Widya sudah mengirim pesan kepada Bundanya kalau dia gak akan makan malam bareng dirumah. Mereka selagi menunggu Kenzie dan Kiran bergabung sama mereka,Widya sama Rani berbincang - bincang.


" Ran, kenapa loe mengiyakan ajakan Kenzie sih ? " tanya Widya kepada Rani.


" Ya gak papa sih, gue itu cuma mau ngedeketin loe - loe pada. " Ucap Rani dengan entengnya.


" Ih apaan sih ? Loe itu gak usah usahain gue sama dia bisa deket kayak dulu lagi. Kan siapa yang tau kalau Kenzie udah punya pacar gitu. " Ucap Widya kepada Rani.


" Ya gak papa lah selagi janur kuning belum melengkung Kenzie itu bukan punya siapa - siapa. Jadi loe itu masih ada kesempatan untuk deket sama dia lagi. Dan lagi pula pas Kenzie dirawat di rumah sakit setahu gue gak ada gitu perempuan yang jenguk dia kecuali orang tuanya dan Kiran adiknya.


Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan dan itu adalah Adi yang sedari tadi mengikuti kemanapun Widya pergi. Setelah beberapa lama, akhirnya yang mereka tunggu - tunggu sudah dateng. Kenzie dan Kiran segera menghampiri Widya dan Rani setelah mereka mengetahui dimana posisi orang yang mereka cari.

__ADS_1


" Maaf ya menunggu lama kalian. " Ucap Kenzie setelah sampai dan langsung duduk dikursi yang ada di depan Widya dan Kiran duduk dikursi yang ada di depan Rani.


" Iya gak papa kok Ken." Ucap Widya kepada Kenzie.


" Yaudah kita pesen makanan dulu ya ? " tanya Kenzie kepada mereka semua yang ada disana yang kemudian memanggil pelayan.


Setelah mencatat semua pesenan pelanggalanya, pelayan itu segera berlalu dari sana dan ssgera menyiapkan semua pesenan tersebut. Sambil menunggu pesenan mereka jadi, mereka diisi dengan berbincang - bincang.


" Oh iya Wid, loe inget kan sama gue ? " tanya Kenzie kepada Widya.


Widya yang mendengar ucapan Kenzie langsung kaget atas pertanyaannya.


" I - ya, gue inget kok. Emang kenapa ? " ucap Widya sedikit gugup.


" Ya gak papa sih. Tapi pas pertama kali kita ketemu lagi gue rasa loe itu seolah - olah gak kenal sama gue. " Ucap Kenzie kepada Widya.


" Iya waktu itu gue masih gak percaya gitu kalau kita bakal ketemu lagi setelah sekian lama. " Ucap Widya kepada Kenzie.


" Itu karena gue pindahnya juga dadakan ikut Ayah sama Bunda gue. " Ucap Widya kepada Kenzie sedikit berbohong.


" Oh, gue kirain loe marah sama gue. " Ucap Kenzie kepada Widya.


" Kak Kenzie sama kak Widya sahabatan apa gimana ? " tanya Kiran kepada kakaknya dan kak Widya.


" Iya kita itu dulu sahabatan. " Ucap Widya dengan cepat sebelum Kenzie menjawab terlebih dahulu.


" Oh, pantesan aja Kiran lihat kalian berdua sangat deket tau satu sama lain.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mereka menghentikan perbincangan diantara mereka dan mulai menyantap makanan yang mereka pesen dengan khidmat tidak ada satu orang pun yang berbicara. Tak berselang lama akhirnya mereka selesai acara makannya dan segera pulang ke rumah masing - masing karena malam semakin larut.


" Terima kasih Ken, atas traktirannya loh. Sering - seringlah kayak gini. " Ucap Rani kepada Kenzie sedikit nyeleneh.


" Iya, gue kapan - kapan ajak kalian berdua makan bareng lagi. " Ucap Kenzie kepada Rani.


" Eh gak Ken, loe gak usah dengerin ucapan Rani. Rani itu orangnya emang gitu gak tau malu. " Ucap Widya kepada Kenzie karena merasa tak enak hati atas ucapan Rani.


" Ya memang gue itu orangnya gak tau malu, daripada loe malu malu tapi mau. " Ucap Rani kepada Widya.


Ucapan Rani sontak bikinWidya bungkam dengan wajah yang sudah merona karena menahan malu. Bisa - bisanya sahabatnya sendiri bilang begitu tentangnya didepan orang lain. Sedangkan Kenzie dan Kiran yang mendengar ucapan tak senonoh dari Rani sontak mereka berdua gak bisa menahan untuk tertawa. Tak berselang lama tawa tersebut mereda.


" Udah ah kalian itu yah, kita pulang saja lagian udah malam. " Ucap Kenzie kepada mereka semua.


" Iya, yaudah gue sama Widya pulang dulu ya ? " ucap Rani mewakili Widya yang sedang malu.


" Iya, kalian berdua hati - hati dijalannya. " Ucap Kenzie kepada Rani dan Widya .


Setelah mendengar ucapan Kenzie Rani bersama Widya langsung berlalu dari sana menuju mobil dan lansung melajukannya dengan Widya sebagai pengemudi. Sama halnya dengan Kenzie dan Kiran langsung masuk mobil dan segera meninggalkan Mall tersebut.


" Loe itu yah bisa - bisanya ngomong kek gitu didepan Kenzie kan gue jadi malu. Mau ditaruh dimana nih muka. " Ucap Widya kepada Rani dengan sedikit kesal.


" Yah kan gue emang ngomong sesuai faktanya. Loe itu sok malu - malu padahal mau. " Ucap Rani kepada Widya.


" Iya gue juga tau, kalau gue itu emang malu - malu tapi mau. Tapikan loe gak usah ngomong gitu juga didepan Kenzie apalagi ini didepan Kiran pula. " Ucap Widya kepada Rani.


" Ya udah lagi pula loe itu harusnya bilang makasih sama gue karena ucapan gue tadi itu secara tidak langsung mewakili perasaan loe ke dia. " Ucap Rani kepada sahabatnya.

__ADS_1


Widya yang mendengar ucapan Rani hanya diam dan memang yang diucapkan sama Rani memang ada benernya. Tak berselang mereka sampai dirumah kedua orang tua Rani. Rani segera keluar dan tidak lupa dia ucapin terima kasih kepada Widya karena sudah mengantar dia pulang. Widya segera melajukan mobil meninggalkan rumah orang tuanya Rani, setelah melihat Rani sudah masuk ke dalam rumah. Tak berselang lama Widya sudah sampai dirumahnya karena di ruang keluarga Widya tidak melihat siapa - siapa Widya langsung ke kamarnya untuk segera mandi dan terus istirahat karena badannya sudah cukup lelah bekerja ditambah lagi dia baru habis dari mall yang menghabiskan waktu berjam - jam.


To Be Continued 😊


__ADS_2