Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 2 : Masa Lalu


__ADS_3

Di ruang operasi sudah banyak orang seperti dokter anestesi, dokter ortopedi dan tiga orang suster yang akan membantu jalannya operasi tersebut. Alangkah kagetnya pasien yang akan dia tangani adalah orang yang dulu pernah ada di bagian hidupnya, namun menyakitinya dengan berselingkuh.


" Kenzie " gumamnya


_____________________________________


Happy Reading ☺️


Namun, sesegera mungkin Widya menormalkan kembali ekspresi wajahnya. Operasi akan segera di mulai karena semua dokter dan suster yang akan membantu jalannya operasi sudah ada.


" Baiklah kita mulai saja operasinya. " Ucap Widya sambil menatap semua orang yang ada di ruangan itu.


Setelah perkataan dokter Widya langsung semua orang yang ada di ruangan itu mengerjakan tugasnya masing - masing konsentrasi tinggi. 2 jam lamanya dokter dan suster yang ada di ruangan operasi mengerjakan tugasnya sehingga operasi berjalan dengan lancar mengucap syukur alhamdulillah kondisi nyawa pasien sudah dapat diselamatkan.


Tak berselang lama Widya keluar dari ruang operasi. Radit yang sedari tadi duduk di kursi yang ada di luar ruang operasi segera berdiri dan menghampiri dokter Widya.


" Bagaimana Dok, keadaannya ? " tanyanya dengan nada cemas.


" Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar dan kondisi nyawa pasien sudah dapat kami selamatkan. Kemudian pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap " jawab dokter Widya sambil tersenyum.


" Terima kasih Dok " ucap Radit dengan perasaan sedikit lega.


" Sama-sama, ini semua sudah menjadi tugas saya sebagai dokter. Kalau begitu saya permisi dulu ".


" Iya silakan Dok " ucap Radit.


Widya segera berlalu dari sana menuju ruangannya. Sementara Kenzie sudah dipindahkan ke rawat inap VVIP.


Radit segera menelpon Omnya untuk memberi kabar kenzie yang mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit.


Panggilan terhubung


" Assalamualaikum Om ? "


" Waalaikumsalam "


" Radit mau kasih kabar Kenzie mengalami kecelakaan dan sekarang dirawat di rumah sakit Om. "


" Apa ? Bagaimana bisa dia kecelakaan Dit ? " dengan nada terkejut.


" Radit juga gak tahu Om. Soalnya pas Radit lihat udah tak sadarkan diri Om. " Ucapnya dengan nada sedih.


" Baiklah Om dan Tante akan segera kesana. "


" Iya Om, Radit tunggu. "

__ADS_1


Tut... Tut... Tut


Panggilan terputus


Sementara diseberang telpon Pandu langsung segera menelpon istrinya.


Panggilan telepon terhubung


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Mom, Kenzie mengalami kecelakaan dan dia sekarang sedang di rumah sakit." Ungkap Pandu kepada istrinya.


" Apa ? Terus gimana kondisinya sekarang, Dad ? " ucapnya dengan terkejut dengan perasaan khawatir sekaligus sedih.


" Daddy juga gak tau Mom, baru saja dikasih tau sama Radit. Ini juga Daddy lagi di perusahaan dan sebentar lagi akan menuju rumah sakit. "


" Yaudah Mommy juga mau kesana bareng Karin." Ucapnya.


" Iya hati - hati di jalan, ya sudah kita ketemu di rumah sakit nanti, Daddy tutup dulu telponnya Mom assalamualaikum. "


" Waalaikumsalam "


Tidak jauh berbeda dengan Pandu, Ranti yang sedang berada di butik milik putrinya segera memberitahukan mengenai berita tersebut kepada putrinya. Dia segera menemui putrinya yang sedang berada di ruangan produksi baju - bajunya.


Di ruangan produksi Kiran dan Dira sebagai asisten pribadinya sedang mengawasi dan memberikan arahan kepada karyawannya mengenai jalannya proses produksi.


Sesampainya di ruangan produksi Ranti segera menghampiri putrinya dan berkata


" Sayang ayo kita ke rumah sakit kata Daddy kamu, kakak kamu kecelakaan Nak. " Ungkapnya denga perasaan khawatir.


" Apa Mom ? " ucapnya kaget


" Yaudah ayo kita ke rumah sakit sekarang. " Lanjutnya sekaligus ajaknya.


" Iya ayo Nak. " Jawab Ranti.


" Dira tolong kamu awasi semua karyawan dan saya titip butik ini sama kamu. Kalau ada apa - apa cepet hubungi saya. " Ucap Kiran dengan Disa asisten pribadinya.


" Iya bu, semoga pak Kenzie baik - baik saja. " Jawab Dira.


" Iya semoga saja, kalau begitu saya permisi dulu." Ucapnya sambil berlalu dari sama bersama mommynya menuju parkiran dengan perasaan khawatir terhadap putra dan kakak mereka.


Sesampainya di parkiran mereka langsung masuk kedalam mobil dan Kiran sebagai pemegang kendali mobil melajukan dengan kecepatan sedang meninggalkan butik menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan mereka larut dalam pemikiran masing - masing yang mengkhawatir kondisi Kenzie.

__ADS_1


 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Sementara itu di rumah sakit lebih tepatnya di ruangan dokter Widya. Widya sedang beristirahat setelah operasi tersebut yang sebelumnya sudah bersih - bersih dari pasca operasi tersebut. Sekarang dia sedang duduk di kursi dan menyenderkan kepalanya ke pundak kursinya. Widya memejamkan matanya sambil termenung memikirkan perihal siapa yang dia lihat tadi.


" Bagaimana bisa dia terluka cukup parah seperti itu ? Apa mungkin dia lagi banyak pikiran ? " gumamnya dalam hati.


Kemudian Widya teringat kejadian dulu yang menyebabkan ia meninggalkan Kenzie. Kejadian yang terjadi 7 tahun lalu.


Flashback On


Hari ini merupakan hari yang spesial buat Kenzie. Karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke 17 tahun. Kenzie mengadakan acara makan malam bersama semua keluarganya. Sedangkan Kenzie tidak begitu bahagia karena Widya sebagai pacarnya tidak mengingat bahwa dia ulang tahun hari ini. Terbukti dari tadi pukul 00.00 malam sampai detik ini tak ada ngucapin selamat bahkan seolah sedang ngambek yang Kenzie sendiri tidak tau apa kesalahannya.


Di sisi lain sebenarnya Widya sedang menyiapkan sebuah suprise ulang tahun yang begitu indah buat Kenzie. Widya memang sengaja dari tadi tidak ngucapin selamat kepada Kenzie bahwa pura - pura ngambek agar seakan Widya tidak tau bahwa hari ini hari spesial buat Kenzie. Widya sedang bersiap untuk berangkat ke rumah pacarnya dan kemudian berangkat. Setelah sampai disana dia malah di kejutkan dengan pemangan yang ada di depannya. Memang waktu itu Kenzie bersama sepupunya bernama Clara sedang bersandra gurau yang begitu asiknya dan memang mereka berdua sedang berada di taman yang ada di halaman rumah Kenzie. Sehingga pas Widya sampai langsung dikejutkan dengan pemandangan seperti itu dan memilih pulang dengan perasaan sedih penuh kekecewaan. Dan tidak lama dari itu Widya mengirim pesan kepada Kenzie yang berisikan hubungan mereka harus berakhir yang dimana saat itu Widya sedang berada di bandara Internasional Soekarno Hatta untuk melakukan penerbangan ke rumah nenek dan kakaknya yang berada di London.


Flashback Off


Widya tersadar dari lamunannya setelah merasa kembali rasa sakit saat dulu kembali ia rasakan.


" Sudahlah kenapa juga aku harus mencemaskan kondisinya. Lagi pula dia bukan siapa - siapa aku. Lebih baik aku pulang saja lagi pula jadwal praktekku sudah habis. " Ungkapnya langsung berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangannya sambil membawa tas kerjanya.


Widya segara berjalan menuju parkiran dengan anggun dan juga wibawa. Banyak pasang mata sepanjang koridor rumah sakit yang menatapnya dengan tatapan kagum terutama para laki - laki di sepanjang jalan koridor rumah sakit.


" Wah, coba liat dokter Widya terlihat cantik dan anggun. " Ucap salah satu suster laki - laki disana.


" Iya, calon istri idaman banget lah dokter Widya." Ucap salah satu suster laki - laki lain yang ada disana juga sambil tersenyum membayangkan kalau dia dan dokter Widya menjadi sepasang suami istri.


" Udah gausah di bayangkan, belum tentu juga dokter Widya mau sama kalian - kalian. " Ucap suster perempuan yang kebetulan sedang berjalan dan tidak sengaja mendengar obrolan mereka.


Tetapi, Widya hanya cuek dan pura - pura tidak mendengar obrolan mereka sambil berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran Widya langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah kedua orang tuanya.


Tak berselang lama setelah kepergian Widya, Pandu sampai di lobi rumah sakit dan di susul oleh Ranti yang bersama Kiran. Kemudian mereka berjalan menghampiri resepsionis untuk menanyakan Kenzie di rawat dimana.


" Permisi tuan, nyonya, nona ada yang bisa saya bantu . " Ucap suster sebagai resepsionis di rumah sakit itu dengan begitu sopan.


" Iya Sus, saya mau menanyakan anak saya yang bernama Kenzie Alexander Darmawangsa ada di ruangan apa ya, Sus ? " tanya Pandu kepada suster tersebut.


" Sebentar ya tuan, saya periksa dulu." Sambil mengecek data yang ada di komputer di depannya.


" Saudara Kenzie Alexander Darmawangsa ada di ruang VVIP tuan. " Lanjutnya


" Terima kasih Suster. " Ucap Pandu dan langsung berlalu bersama istri dan putrinya menuju ruangan yang dikasih tau oleh suster tadi.


Setelah sampai di depan ruangan VVIP mereka langsung masuk dan tatapan mereka langsung melihat seseorang yang sedang terbaring lemah di atas brankar dan selang infus yang menancap di tangan kirinya.


To Be Continued____😊

__ADS_1


__ADS_2