Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 11 : Pulang


__ADS_3

Happy Reading ☺️


Keesokan pagi harinya, seperti biasa Widya langsung berangkat ke rumah sakit setelah sarapan bersama kedua orang tuanya dan kakaknya. Setelah beberapa menit akhirnya Widya sampai di parkiran dan segera menuju ruangannya. Seperti biasa Widya bersama suster Rani akan melakukan pemeriksaan rutin di pagi hari kepada pasiennya yang rawat inap. Setelah beberapa lama akhirnya Widya tinggal satu lagi pasien yang belum diperikasa yaitu ruangan Kenzie. Setelah sampai didepan ruangan VVIP Widya langsung mengetuk pintu.


" Tok, tok, tok. " suara pintu diketuk dari luar.


Kiran segera membuka pintu dan mempersilahkan untuk masuk.


" Silahkan masuk Dokter, Suster. " Ucap Kiran ketika siapa yang mengetuk pintu sambil membuka pintu lebar - lebar.


Widya dan suster segera masuk dan menghampiri Kenzie.


" Bagaimana keadaannya sekarang Tuan ? " tanya Widya kepada Kenzie.


" Jauh lebih baik Dokter. " Jawab Kenzie kepada Widya sambil tersenyum.


" Baik kalau begitu saya periksa dulu." Ucap Widya.


Kemudian Widya segera memeriksa Kenzie dengan fokus dan suster mencatat apa yang diucapkan oleh dokter Widya.


" Bagaimana keadaannya Dokter ? " tanya Kiran kepada Widya.


" Alhamdulillah keadaan Tuan sudah membaik. Tuan sudah pulang ke rumah, tapi Tuan harus banyak istirahat dan jangan lupa kontrol kesini setiap seminggu sekali. " Ucap Widya kepada Kiran.


" Iya Dokter, nanti saya ingatkan. " Ucap Kiran.


" Nona bisa urus administrasinya terlebih dahulu nanti saya kasih resep obat yang harus ditebus. " Ucap Widya kepada Kiran.


" Iya Dokter nanti saya urus administrasinya. " Ucap Kiran kepada Widya.


" Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap Widya kemudian berlalu dari sana menuju ruangannya.


Setelah kepergian Widya, Kiran langsung mengurus administrasinya.


" Kak, Adek urus administrasi dulu ya ? Mungkin bentar lagi juga Daddy sam Mommy sampai kesini. " Ucap Kiran kepada kakaknya.


" Iya Dek. " Ucap Kenzie.


Setelah mendengar ucapan Kenzie, Kiran segera berlalu dari sana menuju bagian administrasi. Dan tinggal berdua saja diruangan Kenzie dan suster Rani.


" Permisi Tuan saya akan mencabut selang infusnya. " Ucap Rani kepada pasiennya.


" Iya silahkan Suster. " Ucap Kenzie kepasa suster tersebut.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan Kenzie, Rani segera melakukan tugasnya. Selama itu juga kenzie memikirkan sesuatu.


" Suster ini tau gak ya tentang Widya ?


Soalnya gue lihat - lihat dia itu kayak lebih dari seorang suster ke dokter. " Gumam Kenzie dalam hatinya.


" Sus, boleh saya tanya sesuatu ? " ucap Kenzie sedikit ragu - ragu.


" Boleh Tuan, silahkan mau nanya apa saja. " Jawab Rani.


" Suster itu sudah lama kenal sama dokter Widya ? " tanya Kenzie.


" Sudah Tuan, dokter Widya itu sahabat saya dari mulai kuliah Tuan. " Ucap Rani kepada Kenzie.


" Oh gitu ya Dok, pantesan aja saya perhatiin kalian berdua itu gak kayak dokter sama suster pada umumnya. Oh iya suster tau kalau dokter Widya sudah punya pacar atau calon suami gitu ? " tanya Kenzie kepada Rani.


Rani yang mendengarnya pun senyum - senyum penuh arti. Tapi sebelum Rani menjawab sudah disela oleh Kenzie.


" Maksud saya itu Sus, dokter Widya itu kan masih muda, cantik, dan berwibawa masa iya gak ada gitu pacar atau semacamnya pasti banyakkan yang mau sama dokter Widya" Ucap Kenzie menyela suster Rani yang hendak berbicara.


" Iya Tuan benar. Emang banyak yang mau sama dokter Widya, tapi setahu saya sih sebagai sahabatnya gak ada. Dokter Widya itu dingin, cuek dan ada trauma sama gitu - gituan. " Ucap Rani kepada Kenzie.


Mendengar ucapan suster yang mengatakan bahwa Widya trauma. Kenzie mulai berpikir.


Melihat Kenzie yang melamun, Rani segera pamit karena pekerjaannya sudah selesai.


" Tuan sudah selesai. Kalau begitu saya permisi dulu. " Ucap Rani kepada Kenzie.


" Iya Sus, terima kasih. " Ucap Kenzie.


" Iya sama - sama Tuan. " Ucap Rani kepada Kenzie.


Setelah kepergian Rani tak berselang lama Pandu dan Ranti datang untuk menjemput putranya karena sudah dibolehkan pulang.


" Alhamdulillah kamu sudah pulang, sayang. " Ucap Ranti kepada putranya dengan penuh rasa syukur.


" Iya Mom. Alhamdulillah sudah boleh pulang. " Ucap Kenzie kepada mommynya.


Tak berselang lama Kiran masuk sambil membawa obat yang sudah ditebus.


" Assalamualaikum semuanya. " Ucap Kiran kepada semua orang.


" Waalaikumsalam. " Ucap semua orang kepada Kiran.

__ADS_1


" Semua sudah selesai Dek ? " tanya Pandu kepada putrinya.


" Udah Dad. Yaudah ayo kita berkemas setelah itj kita pulang. " Ucap Kiran kepada semua orang.


Setelah mendengar ucapan Kiran, semua orang langsung berkemas namun tidak dengan Kenzie hanya duduk karena dilarang oleh mommynya. Tak berselang lama selesai juga berkemas dan mereka langsung keluar dari ruangan menuju lobby rumah sakit. Tapi Kenzie yang tidak diizinkan berjalan terpaksa menggunakan kursi roda. Sesampainya di lobby, mereka sudah ditunggu sebuah mobil yang akan ditumpangi oleh mereka kecuali Kiran karena Kiran akan membawa mobilnya. Kemudian Kenzie dan kedua orang tuanya segera masuk dan meninggalkan rumah sakit dengan kecepatan sedang. Sedangkan Kiran mengikuti mobil yang ditumpangi oleh kedua orang tuanya dan kakaknya.


Disisi lain, Widya dan Rani sedang melayani pasien yang rawat jalan melakukan pemeriksaan rutin di ruangan poli bedah. Setelah beberapa lama selesai juga untuk melayani pasien dan kebetulan pas waktu makan siang.


" Wid, makan siang yuk ? Udah laper banget nih. " Ucap Rani kepada Widya.


" Yaudah ayo. " Ucap Widya kepada Rani.


Mereka segera berjalan menuju kantin rumah sakit. Setelah sampai mereka segera memesan makanan untuk mereka makan. Sambil menunggu pesanan mereka datang Rani akan menceritakan kejadian tadi, dimana Kenzie nanya - nanya tentang Widya kepadanya.


" Wid, tadi kenzie nanya ke gue tentang loe. " Ucap Rani kepada Widya.


" Lah ngapain coba dia nanya - nanya tentang gue Terus emang yang ditanyain tentang apa coba ? " tanya Widya.


" Ya mau gue tau. Tapi yang gue rasa dia nanya - nanya tentang loe, dia itu masih cinta sama loe. " Ucap Rani.


" Masa sih ? Kok gue gak percaya yah, jangan - jangan loe kali yang lagi ngarang cerita ke gue. " Ucap Widya kepada Rani.


" Ih masa sama sahabat sendiri gak percaya. Emang apa keuntungan gue coba kalau gue bohong sama loe. Terserah sih percaya apa gak, yang terpenting gue udah ngasih tau sama loe. Soalnya tadi Kenzie nanyain loe udah punya pacar belum ya udah gue bilang belum terus tadi lagi Kenzie nanya sama gue emang kenapa gak punya pacar ya gue jawab lagi karena loe itu dingin, cuek dan trauma sama yang gitu - gituan. " Ucap Rani panjang lebar ke sahabatnya itu.


Setelah itu mereka segera makan karena pesanan mereka sudah datang. Selama makan sampai waktu pulang Widya jadi pendiam karena banyak pemikiran benar atau tidak ucapan sahabatnya tadi. Jika benar kenapa kenzie nanyain dan jika salah kenapa Rani bohong sama dia. Widya jadi bingung sendiri dan memutuskan untuk segera pulang.


Sementara itu Kenzie yang sudah sampai di rumah beberapa menit yang lalu, sekarang Kenzie sedang di kamarnya untuk istirahat. Tapi Kenzie tidak bisa untuk istirahat karena pikirannya diisi sama banyak pertanyaan tentang ucapan suster tadi mengenai tentang Widya. Kenzie segera menelpon orang suruhannya yang paling paham dengan mencari informasi orang lain dia adalah Ben.


Panggilan terhubung


" Hallo Ben, saya punya tugas sama kamu. " Ucap Kenzie


" Iya Tuan saya siap, apa yang harus saya lakukan Tuan ? " tanya Ben kepada atasannya.


" Tolong kamu cari informasi apa saja tentang Widya Permata Wiratmaja jangan sampai terlewat satu informasipun. " Ucap Kenzie.


" Baik Tuan saya akan melaksanakan tugas yang Tuan berikan. Informasi yang Tuan inginkan nanti malam akan saya laporkan. " Ucap Ben.


" Bagus saya tunggu informasi dari kamu secepatnya. " Ucap Kenzie sambil mengakhiri panggilan.


" Aku semakin penasaran sama kamu Widya. Setelah kamu pergi dariku apa yang terjadi sama kamu sampai - sampai kamu trauma sama sebuah hubungan. " Gumam Kenzie dalam hatinya.


To Be Continued____😊

__ADS_1


__ADS_2