
Happy Reading βΊοΈ
Setelah dari ruangan Kenzie, sekarang Widya sedang bersama suster di ruangan Widya.
" Wid, makan malam yuk di kantin ? " tanya Rani kepada Widya.
" Hayu soalnya udah waktunya. " Ucap Widya kepada Rani setelah melihat jam tangannya.
Mereka langsung keluar dari ruangan Widya menuju kantin rumah sakit. Sesampainya di kantin rumah sakit bnayak pasang mata yang melihat mereka demgan tatapam mengagumi, Bagaimana tidak keduanya memang sangat cnatik di bandingkan dengan yamg lain. Terutama Widya yang memiliki tubuh seperti seorang model profesional yang memiliki tinggi badan 170 cm, kulit putih sebersih suau, bola mata warna coklat dan bentuk badan yang ideal. Namun, sayangnya tidak ada seorang pun yang bisa menaklukkan hatinya setelah kejadian dulu, mungkin sekarang Widya sedikit trauma dengan yang namanya menjalin sebuah hubungan padalah umurnya sudah mencapai umur yang cukup matang dalam menjalin sebuah hubungan yang serius di umur 25 tahun.
Widya dan Rani duduk di kursi kosong yang ada disana yang letaknya di belakang kursi yang di duduki oleh kedua orang tua Kenzie namun tidak disadari oleh keduanya. Ibu kantin langsung menghampiri meja Widya dan
Rani untuk menanyakan pesenan apa yang akan dipesen oleh keduanya.
" Permisi Sus, Dok, mau pesen apa ? " tanya ibu kantin ketika sampai di meja Widya dan Rani.
" saya pesen nasi goreng sama udang krispri dan untuk minumannya saya pesen lemon tea. " Ucap Widya kepada Ibu kantin.
" Kalau saya pesen soto ayam dan nasi putih kalau minumannya saya pesen teh manis." Ucap Rani kepada ibu kantin.
Ibu kantin langsung mencatat semua pesenan yang dipesen oleh Widya dan Rani dan langsung meninggalkan mereka untuk langsung menyiapkan pesenan mereka. Setelah ibu kantin pergi Widya dan Rani berbincang selama menunggu pesenan mereka jadi.
" Jadi bener nih, kamu udah move on dari yang pak Kenzie. Tapi tadi kenapa ada yang salah tingkah gitu ya waktu periksa pak Kenzie. " Ucap Rani kepada Widya dengan nada sedikit menggoda.
Widya lansung merasa pipinya merona seperti kepiting rebus setelah mendengar ucapan Rani mengenai dirinya dan Kenzie.
" Ya - yaudah lah kan tadi aku udah bilang sama kamu gimana sih. " Ucap Widya dengan gugup kepada Rani.
Rani yang mendengar ucapan Widya tentu, tak percaya karena dia yakin sahabatnya itu masih mencintai Kenzie. Rani yang melihat wajah sahabatnya merona seperti kepiting rebus tersebut semakin ingin menggoda sahabatnya itu.
" Yakin nih udah move on ? nanti kalau bohong hidung loe panjang lagi kaya pinokio. " tanya Rani kepada Widya untuk memastikan.
Dan sontak Widya yang mendengar ucapan sahabatnya itu langsung memegang hidungnya. Namun kemudian suara tawa terbahak - bahak terdengar dari sahabatnya dan dia baru menyadari kalau dia lagi dikerjain sama sahabat laknat ini
" Hahahaha.... " suara tawa begitu besar terdengar di kantin tersebut sontak semua orang yang ada disana menoleh dan menatap mereka berdua.
__ADS_1
" Sutt,, " ucap Widya untuk memberhentikan suara tawa sahabatnya sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Kemudian tawa Rani segera mereda dan merasa tidak terjadi apa - apa padahal didalam hatinya malu setengah mati.
" Udah jujur ajah kenapa sih ? Gue itu udah tau loe dari dulu. " Ucap Rani kepada Widya.
" Iya nih, gue jujur sama loe, tapi jangan kasih tau siapa - siapa. Iya gue ngaku gue itu masih cinta sama dia, tapi kan loe tau dia itu udah punya pacar bahkan siapa tau udah punya istri kan siapa yang tau. Jujur gue itu kecewa banget saya dia, tapi dihati gue yang paling dalam seneng bisa ketemu sama dia lagi. Loe kan tau semenjak gue putus sama dia gue gak pernah berhubungan sama laki - laki lain kan. " Jawab Widya sejujurnya kepada Rani tentang perasaannya sekarang dengan nada sedih.
Akan tetapi percakapan mereka terhenti karena ada ibu kantin yang membawa pesenan mereka dan meletakkannya di atas meja makan.
" Silakan di nikmati pesenannya. " Ucap ibu kantin kepada Widya dan Rani kemudian berlalu dari sana.
" Udah gak usah sedih gitu, mending kita sekarang makan aja." Ucap Rani kepada Widya. Kemudian mereka berdua memulai acara makannya dengan hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu denga piring.
Tanpa mereka berdua ketahui ada sepasang suami istri yang merupakan kedua orang tua anak yang mereka bicarakan yaitu Pandu dan Ranti, yang saling lempar senyum satu sama lain. Mungkin sepasang suami istri tersebut juga memikirkan bagaimana caranya menyatukan hubungan mereka berdua kembali. Bagi sepasang suami istri tersebut mendengarkan kabar bahwa dokter yang menangani putranya tersebut adalah mantan kekasih putranya dulu merupakan informasi baru. Karena Kenzie belum pernah mengenalkan pacarnya pada masa SMA dulu hanya mendengarkan cerita dari anaknya saja. Pandu dan Ranti segera pergi dari sana sebelum disadari oleh dokter dan suster tersebut.
Sepanjang perjalanan dari kantin menuju ruangan putranya dirawat, sepasang suami istri tersebut tidak henti - hentinya membicarakan perihal fakta yang mereka ketahui.
" Dad, Daddy dengarkan apa yang dokter tadi bilang sama putra kita ? " tanya Ranti kepada suaminya sambil terus tersenyum.
" Iya Mom, Daddy juga dengar. Pantas saja Kenzie kalau selama ini kita jodohkan gak ada yang diterima, yang dicintainya yang begitu cantiknya." Jawab Pandu kepada istrinya sambil menggodanya.
" Oh jadi Mommy sekarang udah gak cantik menurut Daddy. Yaudah Mommy mau cari daddy baru aja buat anak - anak Mommy. " Ucap Ranti sambil berlalu meninggalkan suaminya. Sontak saja Pandu langsung menyusulnya dengan wajah panik dan memegang tangan istrinya.
" Ih apaan sih Dad. Oh iya gimana kalau kita rencanakan gimana caranya agar mereka saling mengetahui perasaan masing - masing ? " usul Ranti kepada suaminya.
" Boleh. Tapi gimana caranya ? " tanya Pandu kepada istrinya.
" Untuk caranya nanti aja kita pikirkan. Mommy mau ngasih tau Kiran dulu terus minta pendapat dari dia." Ucap Ranti kepada suaminya.
" Iya nanti kita tanya sama dia gimana caranya. " Ucap Pandu kepada istrinya.
β------------------------------------
Sementara itu di ruangan Kenzie, Kiran masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka agar tidak ada yang mengetahui bahwasanya dia habis nangis karena matanya sembab. Setelah Kiran masuk ke kamar mandi tidak lama ponsel Kenzie berbunyi tanda ada pesan singkat masuk. Kenzie sudah tau karena kalau ada suara ponsel tersebut menandakan ada pesan singkat dari tangan kanannya dari dunia mafia. Kemudian dibuka pesan tersebut.
Isi pesan Robi
__ADS_1
King saya sudah mengetahui siapa yang tadi pagi ngikutin King hingga kecelakaan, semua itu ulah Kenan ketua dari mafia mafioso sekaligus adik kandung dari ketua mafia yang dulu King bunuh. Mungkin dia mau membalas dendamnya kepada King, tapi King gak usah khawatir saya sudah mengirim beberapa anggota kita untuk mengawasi King dari jauh.
Setelah membaca pesan singkat tersebut, Kenzie langsung menyimpan kembali ponselnya ke tempat semula. Tak berselang lama Kiran keluar dari kamar mandi dilihatnya kakaknya sudah bangun langsung menghampirinya.
" Kakak sudah bangun, maaf ya Adek dari kamar mandi. Ada yang Kakak butuhkan ? " tanya Kiran kepada kakaknya ketika sudah didekat kakaknya.
" Iya Dek, tolong ambilkan air minum ? Kakak haus." Ucap Kenzie kepada adiknya.
Kemudian Kiran mengambil segelas air dan membantu meminumkannya kepada kakaknya. Dirasa sudah cukup kemudian Kiran meletakkan gelas tersebut kembali ke tempat semula.
" Terima kasih Dek. " Ucap Kenzie seraya tersenyum.
" Iya sama - sama Kak. " Ucap Kiran kepada kakaknya.
" Oh iya Daddy sama Mommy kemana ? " tanya Kenzie kepada adiknya setelah sebelumny memandangi semua sisi yang ada di ruangan tersebut tidak melihat ada daddy sama mommynya.
" Mommy sama Daddy sedang makan malam di kantin Kak. Mungkin sebentar lagi juga kembali. " Ucap Kiran kepada kakaknya.
Kemudian yang sedang mereka bicarakan masuk kedalam ruangan dengan wajah yang berseri - seri.
" Sayang kamu udah bangun Nak ? " ucap Ranti kepada putranya sambil tersenyum.
" Iya Mom. " Jawab Kenzie.
" Oh iya Mommy sama Daddy mendingan pulang terus istirahat, biar Adek aja yang disini nemenin kakak. " Ucap Kiran kepada kedua orang tuanya.
" Ya sudah Mommy sama Daddy pulang dulu. Besok pagi Mommy kesini lagi. " Ucap Ranti kepada putrinya.
" Sayang Mommy sama Daddy pulang dulu ya ? " Ucap Ranti kepada putranya.
" Iya Daddy sama Mommy hati - hati di jalan. " Ucap Kenzie kepada kedua orang tuanya.
" Iya Daddy sama Mommy pulang sekarang ya. Kalau ada apa - apa jangan lupa kabari. " Ucap Pandu sekaligus menasehati kepada kedua anaknya tersebut.
" Iya Dad pasti kalau ada apa - apa Adek kabari." Ucap Kiran kepada daddynya.
__ADS_1
Kemudian Pandu dan Ranti pergi dari sana menuju parkiran dan langsung pulang ke rumah untuk beristirahat. Setelah kepergian kedua orang tuanya Kenzie dan Kiran segera beristirahat karena malam sudah larut. Begitu juga dengan Widya setelah kembalinya dari kantin Widya langsung pulang dan kemudian akan kembali lagi besok pagi.
To Be Continued___π