Dokter Widya

Dokter Widya
Bab 17 : Kejutan John untuk Serly


__ADS_3

Happy Reading ☺️


" Ayo gue kenalin kalian berdua sama sepupu gue. " Ucap Kenzie yang ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Rani dan Widya.


Mereka berjalan menuju atas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat. Dimulai dengan menyalami kedua orang tua dari pihak laki - laki, sepasang pengantin, dan kedua orang tua dari pihak perempuan.


" Wah terima kasih atas kedatangannya dokter Widya. " Ucap Hendrawan ketika bersalaman dengan Widya.


" Sama - sama itu sudah menjadi keharusan saya sebagai pegawai bapak. " Ucap Widya kepada Hendrawan.


Kemudian Widya segera beralih kepada Marcus.


" Kak, Widya kira kak Marcus bukan anak pak Hendrawan. Kalau gini kan Widya tadi kesini bareng Ayah sama Bunda. " Ucap Widya kepada Marcus.


" Kakak juga gak tau Wid, soalnya kakak gak tau juga kalau kamu jadi dokter di rumah sakit papah. " Ucap Marcus kepada Widya.


" Ya gimana bisa tau coba. Kakak aja gak pernah gitu ke rumah sakit dan mengumumkan kalau kakak itu anak pak Hendrawan. " Ucap Widya kepada Marcus.


" Iya sih, rencananya kakak bakalan handel rumah sakit gantiin papah setelah acara pernikahan ini. " Ucap Marcus kepada Widya.


" Wid, Ran kenalian ini sepupu gue namanya Clara dan Clara ini Widya sama Rani. " Ucap Kenzie memperkenalkan Clara kepada Widya dan Rani dan sebaliknya.


" Widya " ucap Widya sambil mengulurkan tangannya.


" Clara " ucap Clara sambil menyambut uluran tangan Widya.


" Rani " ucap Rani sambil mengulurkan tangannya.


" Clara " ucap Clara sambil memyambut uluran tangan Rani.

__ADS_1


" Selamat ya semoga kalian menjadi pasangan yang SAMAWA dan cepat dikasih momongan. " Ucap Widya kepada pasangan pengantin tersebut.


" Aminn. Terima kasih atas doanya ya Wid. Udah sekarang kalian nikmati pesta ini dan gue juga ucapin makasih buat kalian udah nyempetin waktu buat kesini. " Ucap Marcus kepada Widya dan Rani.


" Iya Kak, sama - sama. Yaudah kita langsung kebawah aja ya gak enak banyak yang ngantri. " Ucap Widya setelah menengok kearah belakang barisan banyak orang - orang yang mau memberi ucapan selamat juga kepada kedua pengantin.


Kemudian Widya dan Rani segera berlalu dari sana langsung menuju tempat bermacam - macam jenis hidangan makanan dan memilih apa saja yang ada untuk mereka makan yang kebetulan perut mereka sudah pada demo minta diisi. Sedangkan Kenzie dia menghampiri beberapa rekan - rekan kerjanya untuk sekedar menyapa.


Di sisi lain Haris dan Mutia sedang bersana sahabat mereka, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pandu dan Ranti. Mereka berbincang - bincang mengenai banyak hal.


" Oh iya Ran, anak loe mana ? " tanya Mutia kepada Ranti.


" Ada kok cuma gue gak tau ada dimana. Soalnya tadi kesininya gue duluan. Oh iya kalau anak loe yang perempuan mana ? " tanya Ranti kepada Mutia.


" Kalau anak perempuan gue sih gak ada disini soalnya tadi dia ada acara ke resepsi anak pemilik rumah sakit. " Ucap Mutia kepada Ranti.


" Kalau menurut gue sih gak usah kalau sekarang, nanti kalau dalam waktu yang telah kita sepakati habis terus gak adz berkembangan hubungan mereka baru deh kita turun tangan. " Ucap Mutia kepada Ranti.


Kemudian mereka berempat saling berbincang sambil menikmati hidangan yang ada. Hingga mereka dikejutkan dengan matinya semua lampu disana dan tak berselang lama lampu menyala namun hanya menyoroti dua orang laki - laki dan perempuan dengan diiringi musik yang begitu romantis. Dua orang tersebut adalah John dan Serly. John yang dihadapan Serly segera berjongkok.


" Sayang, Aku tau bahwa aku bukan lelaki yang pandai dalam merangkai kata - kata yang begitu romantis. Tapi izinkan aku malam ini dimalam istimewa ini untuk berbicara kepadamu dihadapan semua orang yang ada disini. Kita sudah melewati begitu banyak waktu. Kadang ada moment kita marahan, bahagia, sedih yang kita lalui bersama. Memang tidak mudah hubungan bagi kita hingga sampai sekarang. Namun, aku selalu heran dengan segala rintangan yang kita lewati bersama, aku selalu merasa rintangan apapun selama itu bersamamu tidak begitu berat. Aku mengingankan kamu menjadi wanita yang selalu mendampingiku dalam keadaan apapun. Serly Ariana Wijaya, maukah kau menjadi wanita satu - satunya yang mendampingiku dalam suka maupun duka ? Will you Marry Me ? " tanya John sambil menyodorkan kotak merah berbentuk hati yang didalamnya ada sebuah cincin yang begitu indah dengan bertahtakan berlian.


Serly yang mendengar ucapan dari John begitu terharu. Dia tidak menyangka bahwa dirinya mendapat surprise yang begitu mengejutkan dari sang kekasih John.


" Yes I do. " Ucap Serly sambil menganggukkan kepala.


Begitu mendengar ucapan dari Serly, John memasangkan cincin di jari tangan kiri Serly dan segera berdiri dan memeluk kekasihnya yang sekarang sudah menjadi calon istrinya. Semua tamu yang menyaksikan lamaran tersebut langsung bertepuk tangan.


" Pok, pok, pok "

__ADS_1


" Sayang selamat ya untuk kalian berdua, semoga dilancarkan sampai hari H. " Ucap Mutia kepada putranya dan calon menantunya.


" Aminn Bun. Makasih doanya dan mohon merestui pernikahan kami nanti. " Ucap John kepada bundanya.


" Iya Bunda sama Ayah merestui kalian berdua. " Ucap Mutia.


" Terima kasih Bun, semoga Serly bisa menjadi menantu yang baik untuk Bunda sama Ayah. " Ucap Serly kepada kedua calon mertua.


" Udah kok Serly udah menjadi menantu terbaik untuk Bunda sama Ayah. Yah kan Yah ? " tanya Mutia kepada suaminya.


" Iya. Apa yang dibilang Bunda itu benar, kamu sudah menjadi menantu terbaik untuk kami berdua. Dan secepat Ayah akan mendatangi kedua orang tua kamu untuk membahas selanjutnya. " Ucap Haris kepada calon menantunya.


" Iya Yah. " Ucap Serly.


Sementara itu ditempat Widya bersama Rani menyaksikan moment kak John melamar kak Serly begitu bahagia. Karena memang dari dulu Widya sudah begitu akrab sampai - sampai ada moment dirinya curhat soal pribadi yang tidak diketahui oleh siapapun termasuk kedua orang tuanya dan kakaknya. Widya segera menghampiri kakaknya untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua.


" Loh Dek, kamu disini bukannya ke acara resepsi pernikahan anak pemilik rumah sakit ? " tanya John kepada adiknya.


" Iya Adek disini. Soalnya ternyata kak Marcus itu anak dari pemilik rumah sakit Adek kerja. Selamat ya Kak atas pertunangannya semoga lancar - lancar sampai hari H. " Ucap Widya kepada kakaknya.


" Iya Dek, terima kasih atas doanya. " Ucap John kepada adiknya.


" Selamat kak Serly. Akhirnya yang Adek tunggu - tunggu sekian lama kejadian juga. Dimana Adek sudah berharap lama banget punya kakak perempuan yang bisa dijadikan temen curhat. " Ucap Widya kepada Serly.


" Iya Dek. Kakak juga akan selalu siap ada buat Adek kapan pun adek minta waktu ke kakak. " Ucap Serly kepada Widya.


Kemudian mereka berbincang - bincang dan mulai meninggalkan tempat resepsi untuk pulang ke rumah masing - masing karena malam semakin larut. Begitu juga dengan passngan pengantin baru langsung menuju kamar mereka yang sudah dihias begitu indah. Malam ini akan menjadi malam pertama bagi mereka berdua.


To Be Continued____😊

__ADS_1


__ADS_2