
Happy Reading ☺️
Sementara itu di rumah sakit setelah Kenzie tertidur, Pandu beserta yang lainnya langsung duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
" Radit, Om tolong kamu segera ke kantor dan gantikan Kenzie untuk menghadiri meeting bersama perusahaan Medika Jaya hari ini. " Ucap Pandu kepada Radit sebagai keponakannya.
" Iya Om, Radit akan segera ke kantor. Kalau begitu pamit dulu Om, Tante, Kiran." Jawabnya
Iya, kamu hati - hati di jalan. " Ucap Ranti.
Kemudian setelah mendengar ucapan tantenya,Radit segera berjalan menuju parkiran dan melajukan mobilnya menuju kantor dengan kecepatan sedang.Tak berselang lama Kiran pamit kembali ke butiknya untuk bersiap akan kedatangan kliennya yang akan melakukan fitting baju pengantin.
" Mom, Dad, aku pamit juga ya mau ke kembali butik karena ada janji ketemu klien siang ini. " Ucap Kiran kepada mommy dan juga daddynya.
" Ya sudah kamu segera berangkat tapi, hati - hati di jalan jangan ngebut - ngebut." Ucap Ranti sekaligus menasehati kepada anaknya tersebut.
" Iya Mom, kalau begitu Adek berangkat sekarang. " Jawabnya sambil menyalami tangan kedua orang tuanya dan segera berjalan menuju parkiran dan melajukan mobilmya dengan kecepatan sedang.
Setelah kepergian putri serta keponakannya Pandu dan Ranti segera berjalan menuju kantin rumah sakit untuk makan siang.
" Gimana selagi Kenzie lagi tidur, kita makan siang dulu di kantin rumah sakit ? " Ucap Pandu kepada istrinya.
" Yaudah ayo kita berangkat." Jawab Ranti kepada suaminya.
Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Pandu bersama Ranti segera berjalan menuju kantin rumah sakit yang memang sudah waktunya untuk makan siang. Sesampainya di kantin rumah sakit banyak pasang mata yang kaget dengan kedatangan dua orang tersebut. Bagaimana mereka tidak terkejut Pandu adalah anak dari pendiri perusahaan darmawangsa, perusahaan terbesar di Asia dan Eropa tersebut. Namun mereka hanya berjalan dengan perasaan acuh tak acuh dan kemudian duduk yang ada di salah satu kursi yang ada di sana, Ranti segera memesan apa yang akan di makan oleh mereka kepada ibu kantin.
" Ibu, saya pesen nasi goreng 2 sama teh manis 2. "
" Baik saya akan segera siapkan, kalau begitu mohon ditunggu sebentar Nyonya, Tuan. " Ucap ibu kantin dengan sangat ramah dan berlalu dari sana untuk menyiapkan pesenan tadi.
Setelah beberapa saat kemudian ibu kantin berjalan sambil membawa nampan yang berisi pesenan pelanggannya dan segera menghidangkannya di atas meja.
" Silakan di nikmati pesenannya Nyonya, Tuan. " Ucapnya yang kemudian berlalu dari sana.
Setelah kepergian ibu kantin, Pandu dan Ranti segera memakan makanan yang ada di hadapannya dengan begitu khidmat tanpa ada satu suara pun dari mereka. Hingga beberapa saat kemudian acara makan siang pun selesai dan Ranti segera menuju kasir untuk membayar makanan yang sudah mereka makan.
" Ibu berapa semuanya ? " tanya Ranti kepada petugas kasir.
" Semuanya jadi empat puluh ribu, Nya. " Jawab petugas kasir dengan begitu ramah.
__ADS_1
Ranti segera mengambil uang lima puluh ribu satu lembar dan menyerahkannya kepada petugas kasir.
" Ini uangnya, kembaliannya ambil saja." Ucapnya kemudian berjalan ke arah suaminya dan mereka segera melangkahkan kakinya menuju ruangan rawat anaknya.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Sementara itu Widya yang sudah berada di dalam kamarnya langsung menuju kamar mandi dan segera mandi. 10 menit lamanya Widya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk untuk menutupi badannya dan segera ke ruangan wardrobe untuk mengambil pakaian dan memakainya. Setelah bersiap dengan polesan sedikit lips gloss pada bibirnya dan memakai parfum, segera berjalan menuju lantai 1 dengan menggunakan lift untuk berpamitan kepada Mommynya yang akan segera pergi ke rumah sakit. Tidak lupa juga dia membawa tas kerjanya dan juga jas kedokterannya yang disampirkan di atas lengannya.
Sesampainya di lantai 1 Widya langsung menghampiri bundanya yang ada di ruang keluarga sedang menonton siaran di televisi.
" Bun, Widya pamit dulu, ya ? " ucapnya setelah sampai didekat bundanya.
" Iya hati - hati di jalan dan jangan lupa makan malamnya. " Jawabnya sekaligus nasehatnya kepada anaknya.
" Iya Bun, ya sudah aku berangkat dulu. " Ucap Widya sambil menyalami tangan bundanya yang kemudian langsung keluar rumah menuju garasi dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di rumah sakit Widya langsung melajukan mobilnya menuju tempat parkiran rumah sakit khusus para dokter. Kemudian Widya segera keluar dari dalan mobil yang sebelumnya sudah memakaikan jas kedokterannya langsung menuju ruangannya. Sepanjang perjalanan di koridor rumah sakit banyak pasang mata yang memandanginya dengan tatapan kagum terutama para laki - laki. Sesampainya di ruangan miliknya, Widya langsung menaruh tasnya di atas meja kerjanya dan bersiap akan melakukan pemeriksaan rutin ke setiap pasien yang di rawat inap. Kemudian seorang suster Rani masuk ke dalam ruangan Widya yang sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Tok, tok, tok. " Bunyi pintu diketuk sebanyak 3 kali
" Masuk " perintah Widya dari dalam ruangan
" Widya sudah dateng ternyata ? Oh iya aku mau nanya tadi pagi hari waktu operasi yang korban kecelakaan itu, aku lihat pertama kali kamu melihatnya agak terkejut. Apa mungkin kamu mengenalnya ? " tanya Rani yang merupakan sahabat Widya dari masa kuliah sampai sekarang walaupun beda jurusan.
" Iya, dia itu yang pernah aku ceritain ke kamu mantan aku masa SMA. " Jawab Widya.
" Oh, pantes aja kamu kaget gitu. Tapi kamu masih cintakan sama dia ? " tanya Rani dengan senyuman menggoda dan menaik turunkan alisnya.
" Ya eng-gaklah udah move on kali. Oh iya kamu ngapain ke sini ? " jawab Widya dengan sedikit gugup dan langsung mengalihkan pembicaraan.
" Ya kan mau jemput bu dokter cantik ini untuk memeriksa pasien." Jawabnya dengan sedikit nyeleneh.
" Apaan sih kamu, yaudah ayo kita berangkat sekarang. " Jawab Widya dengan pipi yang udah merona karena pujian dari sahabat.
Mereka berdua langsung melakukan kunjungan kepada pasien yang sedang dirawat inap. Setelah mengunjungi semua pasien, sekarang tinggal satu pasien lagi yang dirawat di ruangan VVIP tempat dimana Kenzie dirawat inap. Namun Widya tidak mengetahui bahwa pasien yang akan di kunjungimya adalah Kenzie.
Sementara itu setelah dari kantin rumah sakit Pandu dan Ranti segera berjalan menuju ruangan rawat anaknya dan masuk dengan Kenzie sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Sayang, kamu sudah bangun ? Maaf ya Mommy sama Daddy habis dari kantin. " Ucap Ranti kepada Kenzie dengan sedikit merasa bersalah sambil membelai kepala anaknya tersebut.
" Iya Mom, gak papa kok. Baru banget aku bangun." Jawab Kenzie dengan berbohong.
Fasblack On
Setelah semua orang yang ada di ruangan rawatnya pergi, yang sebenarnya Kenzie tidak tidur langsung menelepon tangan kanannya di dunia gelap atau yang sering disebut dengan dunia mafia untuk memberi perintah agar menyelidiki siapa yang sudah mengikuti mobilnya hingga dia dapat kecelakaan seperti ini. Karena Kenzie curiga ini ada kaitannya dengan mafia yang pernah dia bunuh dulu.
Panggilan terhubung
" Robi tolong kamu selidiki siapa yang mengikuti saya tadi pagi hingga saya kecelakaan seperti ini. " Perintah Kenzie kepada tangan kanannya dengan begitu tegas.
" Siap King laksanakan." Jawab Robi dengan begitu lantang.
" Tut, tut, tut " panggilan terputus oleh Kenzie.
Setelah melakukan panggilan, Kenzie memandangi dinding rumah sakit dengan tatapan kosong jauh memikirkan nasib percintaannya yang kandas dengan seorang wanita yang pertama ia cintai begitu saja memutuskan hubungannya tanpa ada alasan yang pasti dan hanya lewat pesen singkat. Hingga lamunannya tersadar saat bunyi pintu di buka dari luar.
Fasblack Off
" Ya sudah sekarang ada yang kamu butuhkan sayang ? " tanya Ranti dengan penuh perhatian.
" Enggak ada Mom. "
Tak berselang lama Widya bersama Rani masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Tok, tok, tok. " Bunyi pintu di ketuk dari luar sebanyak 3 kali.
Kemudian Pandu segera menghampiri dan membukakan pintu siapa yang masuk. Ternyata yang masuk adalah seorang dokter dan suster kelihatan dari pakaian yang mereka gunakan.
" Ceklek " bunyi pintu dibuka oleh Pandu.
" Dokter, Suster, silakan masuk. " Ucap Pandu setelah melihat siapa yang datang dan langsung membukakan pintu selebar mungkin.
" Terima kasih Tuan. " Ucap Widya dan langsung berjalan ke dalam ruangan tersebut bersama suster Rani yang mengikutinya dari belakang dan alangkah kagetnya bahwa pasien yang akan diperiksanya adalah Kenzie orang yang dulu pernah membuat hatinya sakit. Begitu juga dengan Kenzie, dia sama kagetnya orang yang ada di hadapannya dengan berprofesi sebagai dokter adalah orang yang selama ini dia cari dan selalu ada dalam hatinya dan pikirannya.
" Widya " ucap Kenzie setengah berbisik dengan mata yang terbuka lebar. Namun, masih dapat didengar oleh semua orang disana. Pandu dan Ranti merasa penasaran kenapa anaknya bisa mengenali dokter yang akan menanganinya banyak pertanyaan yang hinggap dikeduanya.
To Be Continued___😊
__ADS_1