
Amber, Aara dan Claire menghabiskan waktu cukup lama. Claire bahkan mengajak Aara dan Amber berkeliling kantor agensi serta berkenalan dengan beberapa teman seprofesi Claire.
Aara sangat senang, ia menikmati waktu-waktu berharganya dengan sang ibu dan terus menggandeng tangan wanita yang telah melahirkannya itu.
Tidak hanya berkeliling kantor agensi, Claire juga mengajak Aara dan Amber makan malam bersama ke sebuah restoran yang terletak di dekat kantor. Claire tidak melewatkan sedikitpun kesempatan untuk menyenangkan putri kecilnya, Claire bahkan meminta sang sekretaris untuk pergi membeli banyak hadiah berupa pakaian dan buku bacaan.
"Sayang, Aara. Ini sudah malam, kau harus pulang dan istirahat," ucap Claire.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan wanita itu khawatir jika Arion akan marah karena Aara tak kunjung pulang ke rumah.
"Tapi, Mommy," keluh Aara. Beberapa jam terasa hanya beberapa detik bagi gadis kecil itu. Ia masih ingin bersama ibunya.
"Daddy pasti khawatir dan menunggumu pulang, Sayang. Lain kali, kita bisa bertemu lagi," bujuk Claire.
"Aara mau ikut Mommy!" tolak Aara. Ia merengek.
"Sayang, jangan seperti itu. Malam ini kita pulang dulu, nanti kalau ada waktu lagi, Mama Amber akan antar Aara bertemu Mommy lagi." Amber turut membujuk anak asuhnya.
Wajah Aara tampak sedih, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
"Aara," gumam Claire resah. Wanita itu mendekap putrinya dan mencium wajah Aara berkali-kali.
"Jangan sedih, Sayang. Mommy akan berusaha agar kita bisa bertemu setiap akhir pekan," bujuk Claire.
__ADS_1
"Mommy janji?" tanya Aara dengan mata berkaca-kaca.
"Mommy akan berusaha, Sayang."
Aara mengangguk, kembali memeluk Claire dengan erat.
"Bolehkah aku mengantar kalian?" tanya Claire pada Amber.
"Tentu saja, Nona." Amber mengangguk.
Kini, Amber dan Aara menaiki mobil yang dikemudikan oleh sekretaris Claire. Aara bahkan tertidur di pangkuan ibunya. Sementara mobil dan sopir yang mengantar Amber dan Aara sore tadi, berjalan pelan mengikuti mereka.
"Amber, jika aku menghubungimu untuk memintamu mengantar Aara, pastikan Arion tidak memberitahu ibunya," ujar Claire dalam perjalanan.
"Baik, aku mengerti, Nona."
"Jika aku bisa melakukannya, aku akan membantu," jawab Amber.
"Aku sudah pernah beberapa kali meminta izin pada Arion untuk mengajak Aara tinggal bersamaku selama beberapa hari, tapi ibunya melarang. Aku sudah berusaha, tapi bagaimanapun, Arion patuh pada ibunya. Bisakah kau membantuku untuk membujuk Arion?" tanya Claire.
"Nona, itu diluar batasanku. Aku tidak sedekat itu dengan Tuan Maverick sampai membujuknya seperti permintaanmu," ujar Amber. Mana mungkin ia berani. Terlebih, Arion sering berubah sikap padanya.
"Tolong aku, Amber. Aku mohon," pinta Claire.
__ADS_1
"Tapi, Nona ...."
"Kali ini saja."
"Hmm, baiklah. Aku akan mencobanya," jawab Amber pasrah.
Claire tersenyum, ia meraih tangan Amber dan menggenggamnya beberapa saat untuk berterima kasih.
"Aku berharap kami bisa menghabiskan waktu bersama selama beberapa hari. Aku akan mengkosongkan semua jadwalku bulan depan saat Aara libur sekolah," terang Claire.
"Baik, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun, Nona. Kau tahu bagaimana sifat Tuan Maverick."
"Ya, aku paham. Terlebih, selalu ada campur tangan ibunya dalam setiap keputusan Arion."
Amber menganggukkan kepala pelan. Ia benar-benar memahami perasaan Claire.
"Amber, apa kau tertarik pada Arion? Seseorang memberitahuku bahwa kalian dekat. Arion bahkan mengajakmu makan bersama dalam satu meja saat berada di mall bersama Aara," ujar Claire.
"Hubungan kami hanya sebatas majikan dan pengasuh."
"Benarkah? Tapi itu tidak seperti yang terlihat. Arion memperlakukanmu dengan sangat baik. Sudah jelas jika Arion tidak suka orang asing berada terlalu dekat dengannya."
"Jika kau menyukai Arion, dan Arion pun sebaliknya. Maka aku hanya menginginkan satu hal, cintai Aara seperti kau mencintai ayahnya. Terima Aara dalam hatimu seperti kau menerima ayahnya."
__ADS_1
"Pastikan kau tidak bernasib sama sepertiku," terang Claire. Wanita itu tersenyum kecil sambil mengusap kepala gadis kecil yang telah lelap di pangkuannya.
...🖤🖤🖤...