
Dayana menatap Amber penuh kebencian. Bagi Dayana, Amber lah yang membuat kehidupan mereka menjadi kacau. Amber adalah orang yang telah membuatnya kehilangan Arion.
"Oh, jadi Arion sedang bekerja keras sementara istrinya asik di rumah menikmati peran baru sebagai Nyonya besar. Tidak tahu malu!" seru Dayana.
Amber menatap ke sekeliling, memberi isyarat pada pelayan yang ada di dekat mereka untuk pergi. Amber juga meminta Diana untuk segera menyusul Aara sebelum jam pulang sekolah berbunyi.
"Kenapa? Kau menyuruh para pelayan pergi agar mereka tidak melihat bagaimana perlakuan burukmu padaku? Apa kau takut mereka akan mengadukannya pada Arion?" tanya Dayana.
"Anda salah, Nyonya. Justru saya menyuruh mereka pergi agar mereka tidak mengadukan perlakuan buruk anda pada saya," jawab Amber enteng.
"Jadi, kau menikmati hidupmu saat ini? Apa menikah dengan Arion adalah tujuanmu sejak awal?" tanya Dayana.
"Kami menikah karena saling mencintai. Berhenti berpikir seolah-olah saya adalah wanita penggoda yang sengaja menjerat Arion dalam sebuah pernikahan paksa. Saya tidak seperti yang anda pikirkan!"
__ADS_1
"Saya tahu segalanya, saya tahu alasan anda tidak memberi restu pada kami. Apa karena saya bukan wanita kaya yang bisa memberi anda banyak uang? Atau karena saya bukan wanita lemah yang bisa anda jadikan boneka?"
"Anda kesal karena sekarang Arion tidak menuruti semua perkataan anda? Anda marah karena saya bukan wanita seperti Nona Claire yang mudah tunduk dan patuh dengan semua perintah anda?"
"Kau!" Dayana mengangkat sebelah tangan dan hendak melayangkan tamparan ke wajah Amber. Namun Amber sudah waspada, ia dengan cepat bisa menangkap tangan Dayana.
"Apakah ucapan saya salah? Anda tidak berhak menampar saya!" Amber menahan tangan Dayana. "Saya berusaha bersikap baik dan sopan karena anda adalah ibu mertua saya. Jadi, jangan coba-coba memancing emosi saya!"
"Kau, wanita gila!" Dayana menarik kasar tangannya dari genggaman Amber.
"Saya tidak pernah membuat putra Anda melawan anda ataupun membenci anda. Saya hanya ingin menyadarkannya, bahwa dia bukan boneka."
"Apakah bulan ini anda mendapatkan uang cukup banyak di rekening anda?" tanya Amber.
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu?" Dayana mengernyitkan dahi.
"Karena saya yang mengirimnya. Bukankah sudah hampir tiga bulan Arion tidak mengirim uang pada Caroline? Dari situ, seharusnya anda paham semarah apa Arion pada kalian."
"Anda tidak perlu menyukai saya, bersikap baiklah pada putra anda. Jangan pernah ikut campur dalam masalah rumah tangga kami, biarkan kami bahagia. Maka semuanya akan baik-baik saja," ujar Amber dengan lembut.
Amber tahu Dayana datang karena berharap Arion mengirimkan uang ke rekeningnya dengan tujuan untuk berdamai. Namun Dayana salah, Amber adalah orang yang mengirim uang tersebut.
Amber tahu, Dayana dan Caroline dalam keadaan sulit tanpa uang dari Arion. Mereka terbiasa hidup berfoya-foya, namun tiba-tiba pohon uang mereka berhenti berbuah, pasti itu menjadi hal yang sulit bagi mereka.
Meskipun Amber tidak bisa membuat Dayana menerimanya, Amber tetap ingin Arion segera akur kembali dengan ibu dan adiknya. Karena bagaimanapun, Dayana dan Caroline adalah keluarganya.
Amber tidak ingin meminta banyak hal, ia hanya ingin Dayana membiarkan mereka hidup dengan tenang tanpa ikut campur dengan apa yang terjadi di dalam rumah besar ini.
__ADS_1
...🖤🖤🖤...