
Hari pernikahan yang sudah dinantikan pun telah tiba. Arion tampil dengan gagah dan penuh pesona. Setelan tuksedo berwarna putih dengan setangkai mawar di sakunya membuat laki-laki itu nampak sangat menawan.
Sementara itu, seorang wanita bergaun putih dengan mahkota bertengger di atas kepalanya, tampil sangat cantik dan anggun layaknya seorang ratu kerajaan. Di samping kanannya, Amber menggandeng Aara, sementara di samping kirinya, berdiri wanita cantik yang tak lain adalah mantan istri Arion, yaitu Claire.
Karena Amber adalah wanita yatim piatu tanpa sanak saudara, maka Claire bersedia menjadi pendampingnya untuk prosesi sakral pengucapan janji suci bersama Arion.
Saat Amber berjalan di atas karpet dengan orang-orang yang di samping kanan dan kiri menaburkan bunga, Arion telah berdiri gagah menyambut kedatangan wanita itu.
Kecantikan Amber hari ini, membuat semua orang kagum. Tidak ada satupun dari mereka yang menyangka jika Amber adalah seorang janda.
Prosesi pernikahan dan pengucapan janji suci berjalan lancar. Arion tidak bisa melepaskan pandangannya dari wanita yang telah resmi menyandang status sebagai istrinya.
"Selamat atas pernikahan kalian. Aku harap kau bahagia Arion," ucap Claire tulus. Wanita itu senang karena pada akhirnya Arion bisa menikahi wanita yang benar-benar ia cintai.
__ADS_1
"Terima kasih, Claire. Kau juga harus segera menemukan laki-laki yang tepat."
"Jangan khawatir, aku akan segera mencarinya," jawab Claire sambil tertawa. Ia pun menoleh pada wanita yang sedang menggandeng Aara.
"Berbahagialah, Amber." Claire memeluk Amber dengan erat.
"Terima kasih, Kak."
Orang-orang mulai sibuk mengucapkan selamat pada sepasang mempelai yang tengah dimabuk cinta. Pagi ini mereka menikmati pesta yang digelar di rumah Arion. Lalu siang nanti, pesta akan dilanjutkan di sebuah hotel bintang lima di pusat kota.
Berbeda dengan pernikahan pertamanya bersama Claire, Arion enggan jika orang tuanya mengadakan pesta mewah. Arion ingin pesta di adakan secara tertutup dan hanya di hadiri oleh keluarga kedua mempelai. Namun kali ini berbeda, Arion ingin semua orang tahu, Arion ingin berbagi kebahagiaan pada orang-orang di sekelilingnya. Bahkan, Arion mengadakan kuis di sela acara pestanya dengan banyak hadiah mewah. Seperti mobil, emas, uang tunai, bahkan voucher hotel bintang lima.
"Aku tahu kau banyak uang, tapi bukankah ini sangat berlebihan?" tanya Amber. Ia tidak tahu jika Arion menyiapkan banyak hadiah untuk para tamu undangan yang beruntung.
__ADS_1
"Kenapa? Kau juga ingin hadiah?" tanya Arion sambil menggoda.
"Kau dan Aara adalah hadiah terbaik. Aku tidak butuh apapun," jawab Amber. Tentu saja, Arion adalah hadiah terbesar dalam hidupnya. Karena laki-laki itu telah menyembuhkannya dari rasa trauma yang menghantuinya selama ini.
Sementara Aara sibuk berkeliling bersama Claire, Arion dan Amber menyapa para tamu yang hadir.
"Mari beristirahat, kau pasti lelah," ajak Arion.
"Bagaimana dengan tamu-tamu kita?"
"Banyak yang bisa mereka lakukan. Satu jam lagi kita harus bergegas ke acara selanjutnya. Kau tidak boleh lelah, karena kita belum sampai pada acara inti," terang Arion.
"Acara inti?" Amber mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"Hmm, pesta yang hanya ada kita berdua. Acara yang sudah aku nantikan selama lebih dari satu tahun yang lalu."
...🖤🖤🖤...